>Hukum Keseimbangan Alam

>

“Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali- kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?”( QS. Al Mulk 67:3 )
“Tidak ada tersembunyi daripada-Nya sebesar zarrahpun yang ada di langit dan yang ada di bumi dan tidak ada (pula) yang lebih kecil dari itu dan yang lebih besar, melainkan tersebut dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)”, QS,34:3.
“Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui.” QS,36:36.
“Dan Yang menciptakan semua yang berpasang-pasangan” QS,43:12.
“Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah.” QS,51:49.
“dan Kami jadikan kamu berpasang-pasangan,” QS,78:8.

Setelah ditemukannya alat pendeteksi partikel serta sistim pengukuran partikel, dapat dibuktikan bahwa ternyata bagian terkecil yang dinamakan atom masih dapat terbagi lagi menjadi partikel yang lebih kecil dengan watak yang berbeda dari watak materi awalnya. Sebagai contoh kertas, ternyata bagian terkecil yang dapat dipantau oleh ilmuwan sekarang dari materi kertas tidak dapat dikatakan lagi sebagai kertas melainkan adalah merupakan materi sebagai partikel yang bermuatan listrik yaitu electron yang merupakan partikel penyusun atom. Elektron ini tidak hanya ditemukan di kertas sebagai partikel penyusun materi kertas, tetapi juga ditemukan di setiap materi yang ada. Sebenarnya ada lagi partikel penyusun materi selain electron yaitu proton yang bermuatan positif.

Setiap materi terdiri dari molekul yang pernah dianggap sebagai bagian terkecil dari materi. Panjang satu molekul adalah satu per milyard centimeter (1/1.000.000.000 cm). Cobalah anda ambil penggaris dan lihatlah ukuran sebesar 1 cm, nah ukuran sebesar 1 cm tersebut dibagi menjadi 1.000.000.000 bagian. Bisa anda bayangkan kecilnya bagian tersebut, dan itulah ukuran dari molekul. Padahal molekul tersebut masih terdiri dari partikel penyusun yang lebih kecil lagi yang beberapa diantaranya adalah electron yang bermuatan negative dan proton yang bermuatan positive. Masa electron sebesar 9.107,10-28 gram, sedangkan proton memiliki masa 1840 X (kali lipat) dari masa electron.

Dengan ditemukannya tehnik untuk menembak partikel-partikel yang luar biasa kecilnya, telah terbukti bahwa electron tidak hanya ada yang bermuatan negative tetapi ada pula pasangan dari electron yang bermuatan positive, namanya adalah positron. Bisa anda bayangkan luar biasa kecilnya masing-masing dari partikel-partikel penyusun materi tersebut. Dapatkah mata anda mengikuti sampai kepada ukuran sekecil itu ? Pasti tidak dapat, dan demikian pula terhadap umat manusia di masa kehidupan Muhammad Saw ! Dan partikel sampai seukuran berapapun yang luar biasa kecilnya, ternyata memiliki muatan yang saling berpasangan (sebagaimana yang diisyaratkan terlebih dahulu oleh Al Quran), yaitu muatan negatif dan muatan positif.

HUKUM KESEIMBANGAN

“Segala sesuatu yang kita ketahui sesungguhnya adalah bentuk sebab- akibat yang saling berhubungan, dimana keduanya terikat oleh hukum keseimbangan aksi-reaksi yang setara dan stabil”

Anak panah yang dilepaskan atau ditembakan dari busurnya adalah bentuk dari aksi-reaksi yang seimbang.

Segala sesuatu di alam raya ini patuh pada hukum keseimbangan alam yang kokoh dan abadi. Terlepas apakah Anda mempercayai atau mengingkarinya, diri Anda saat ini adalah bentuk akibat yang dihasilkan dari penyebab di masa lalu.

Segala sesuatu di alam raya ini berirama, dan semuanya melakukan tarian-tarian keseimbangannya yang indah nan abadi.

Mendengar kata “seimbang”, maka pada umumnya terlintas dalam benak kita ada dua hal atau keadaan yang dalam posisi sama kuat. Keseimbangan dalam suatu pembahasan sempit yang specific, terasa seperti membicarakan “keadilan”, ini disebabkan karena memang keadilan itu adalah bagian dari keseimbangan itu secara utuh.

Keseimbangan pada tingkat tertinggi berada dan meliputi alam semesta ini secara keseluruhan, dan secara mutlak juga menguasai sampai pada segmen-segmen yang lebih kecil bahkan yang terkecilpun. Dalam kehidupan dunia sehari-haripun kita tidak pernah luput dari kekuatan keseimbangan. Sampai pada tingkat tertentu yang masih berskala sangat mikro, manusia memang dianggap mempunyai sedikit peranan dalam memperngaruhi keadaan kondisi alam lingkungannya. Akan tetapi semua upaya manusia itu tidak dapat bertahan atau luput sama sekali terhadap Sistem Koreksi yang dilakukan oleh keseimbangan alam semesta ini (Sebagai bukti keadilan Tuhan), kecuali jika manusia bisa mengikuti iramanya.

Karena keseimbangan pada tingkat alam semesta itu menerapkan suatu hukum “keseimbangan” yang universal. Oleh sebab itu maka semua ketidak seimbangan yang bersifat mikro atau bahkan yang makro sekalipun akan terkoreksi dengan sendirinya oleh hukum keseimbangan yang universal tersebut tanpa memperdulikan proses penyeimbangannya, yang secara pandangan manusia justru dirasakan sebagai suatu kekacauan (ketidakseimbangan) tanpa menyadari bahwa pemicu segalanya itu adalah manusia sendiri.

Kekuatan keseimbangan, dalam proses penyeimbangannya jika ada suatu gejala yang mengarah ke keadaan tidak seimbang tidak pernah pandang bulu (karena inilah keadilan yang hakiki) mengkoreksi sebesar apapun dalam upaya mengembalikan keseimbangan itu, tetapi tentunya ini semua berjalan secara alamiah, jika terkadang kekuatan keseimbangan itu seakan tidak bereaksi dalam keberadaannya itu adalah karena ia menggunakan kekuatan waktu dalam proses eliminasi ketidak seimbangan yang ada.

Keseimbangan diri

Sosok kita sebagai individu bagaimanapun juga adanya, tentu saja harus kita anggap sebagai suatu yang sangat berharga, dan harus bisa terus kita kembangkan menuju kesempurnaan yakni di dalam jalan yang lurus (Shirat Al Mustaqiem). Nah dalam proses pelatihan NAQS Methode yang mencakup jiwa dan raga, keseimbangan sangat diperlukan agar semua unsur yang ada dalam proses tersebut tidak berdiri sendiri-sendiri, sebaliknya justru harus bisa menjadi suatu kesatuan yang saling mengisi menjadikan kita sebagai manusia yang seutuhnya.

Berbicara segala hal termasuk keseimbangan, maka semuanya haruslah dimulai dari diri kita sendiri sebelum dapat menginjak dan meningkat pada lingkungan yang lebih luas. Karena proses keseimbangan yang lebih luas otomatis terbentuk secara alamiah jika bermodalkan keseimbangan dari dalam masing-masing individu yang ada.

Prinsip Keadilan Tuhan
*Mochamad Yusuf
(umum.kompasiana.com/2009/06/04/enerlife-hukum-keseimbangan-alam)

Alam memiliki keseimbangan. Kita akan mengambilnya, suatu waktu akan diminta. Kita memberinya, suatu waktu dia akan mengembalikannya. Selalu ada dampak dari apa yang kita lakukan dengan alam.

Semakin banyak anda memberi,
          semakin banyak anda menerima.
Semakin kurang anda mementingkan diri sendiri,
          semakin besar peluang hidup anda berlimpah.
Semakin banyak anda tertawa,
          semakin kurang anda marah.
Semakin banyak anda menderma,
          semakin banyak hidup anda diperkaya dari hari ke hari.
Semakin banyak anda memiliki kasih,
          semakin besar pula peluang menikmati kasih orang lain.
Semakin banyak anda memperhatikan orang lain,
          semakin banyak pula anda diperhatikan orang lain
Semakin banyak anda memberi senyum orang lain,
          semakin berkurang anda mendapat cemberut orang lain

Budi, seorang manager toko komputer, uring-uringan. Satu motherboard hilang waktu pameran. Harganya 1 juta. Dia menengarai karyawannya yang menjaga stan waktu pemeran berlangsung. Tapi dia tak punya bukti. Dia bingung harus bertindak apa. Dibiarkan rugi, menuduh tak ada bukti.

Dalam kebingungan itu Amir, kawan pemilik toko komputer lain, datang. “Tak usah bersedih, percayalah alam memiliki keseimbangan,” katanya, “Apa yang kita lakukan di dunia ini pasti memiliki dampak,” katanya. Meski bingung dia terima saran sahabatnya itu.

Sehari kemudian ada seorang dari luar kota datang sambil membawa brosur yang dibagikan di pameran. Dia ingin beli komputer yang di brosur. Tanpa banyak menawar dia menyetujui harga yang ditawarkan Budi. Padahal keuntungan komputer itu 2 juta.

Dia tertegun karena brosur komputer itu ada di tumpukan brosurnya yang paling atas. Padahal itu produk yang paling mahal. Sekarang dia mulai mengerti apa itu hukum keseimbangan alam.

Seminggu kemudian Budi dicurhati pegawainya yang ditengarai mencuri motherboardnya. “Pak, kemarin saya sial,” katanya. Dia bermaksud menonton konser Slank. Ternyata oleh aparat keamanan tak diijinkan. Penonton yang terlanjur datang marah, merusak apa saja yang ada, termasuk kendaraan yang diparkir di sekitaran. “Sepeda motor saya kena. Anehnya kok hanya motor saya, motor yang lain selamat,” sungutnya. Sekarang Budi makin mengerti hukum keseimbangan alam.

Alam memiliki kontrol untuk mengatur keseimbangan. Newton sendiri sudah menemukan rahasianya yang dikenal sebagai hukum aksi-reaksi. Coba anda lihat bola tenis. Semakin kencang dilempar ke bawah, semakin kencang pula terpelanting ke atas.

Demikian juga manusia yang ada di alam ini. Kalau kita memberi ke alam, berderma untuk orang lain, suatu waktu alam akan membalasnya, ada rejeki yang datang dari arah yang tak disangka. Demikian juga sebaliknya. Kalau kita mengambil dari alam, korupsi, maka suatu waktu alam akan memintanya, diberi sakit yang biaya dan dampaknya justru lebih banyak yang dikorupsi.

Berdermalah! Meski itu hanya seulas senyuman. Dan bersiaplah untuk menerima kejutan dari derma anda ini.

>Quantum Tranceformation NAQS DNA Hadir Di MALAYSIA

>

Untuk sahabat dari negeri jiran MALAYSIA yang hendak memperdalam Quantum Tranceformation NAQS DNA.. Sudah hadir dua orang MASTER TRAINER DI MALAYSIA. Yaitu Sdr. Anuwar B. Mohamed Lop dari Malaka, dan sdri. Rasyirah Yacoob dari Trengganu. Silahkan untuk bersilaturahmi dengan beliau.

 KELUARGA BESAR NAQS DNA

Mas Edi Sugianto ( Baju Putih), Kak Syirah, Datuk Anuwar (Kaos Merah)

Alamat Facebook :

  1. Mas Edi Sugianto 1. Di sini DAN 2 DI SINI… http://www.facebook.com/wongsedayu
  2. Anuwar Mohd Lop atau Klik di sini http://www.facebook.com/profile.php?id=100002204166575
  3. Rasyhirah Yaacob atau klik di sini… http://www.facebook.com/rasyhirah

Group Quantum Tranceformation NAQS DNA di FACEBOOK KLIK DI SINI….
http://www.facebook.com/home.php?sk=group_163739563672093

>Kenali Diri, Gali Potensi, Lejitkan Prestasi

>

Kenali Diri, Gali Potensi, Lejitkan Prestasi

Menjadi seorang mu’min tentulah harus menjadi seorang yang terbaik di antara mu’min yang lainnya. Predikat ini lah yang Rasulullah SAW harapkan agar menjadi mu’min yang berkualitas. Dalam beberapa haditsnya, Rasul SAW telah memberikan kriteria mu’min yang terbaik . Terdapat hadith ringkas tetapi sangat sangat maknanya. Ia dikutip dalam buku Al-Jami’ush Shaghir yang ditulis Imam Suyuthi. Hadithnya berbunyi, “Khairun naasi anfa’uhum linnaas.” Terjemahan: Sebaik-baik manusia adalah siapa yang paling banyak manfaat pada orang lain.

Dengan Perjuangan dan Pengorbanan kita ditempa hingga lambat laun akar kemandirian hidup tertanam. Dan dengan cinta serta cita-cita yang menjulang tinggi berharap membuahkan karya yang senantiasa menebar manfaat bagi sebanyak-banyaknya makhluk dalam pengabdian pada-Nya. Untuk semua itulah pentingnya mengaktifkan potensi dan kekuatan dalam diri, dimana elemen-elemen yang memiliki relevansi cukup tinggi dengan kadar sebuah perjuangan diantaranya keputusan beraksi dan kadar tanggung-jawab atas sikap ingin “menjadi” (to be), “mengetahui” (to know), dan “melakukan” (to do).

Dalam hal tersebut nampak jelas korelasi :

  • antara tinggi-rendahnya keinginan kita untuk menjadi (to be) dan tinggi-rendahnya daya juang kita mengalahkan tantangan, 
  • antara tingggi-rendahnya keinginan untuk mengetahui (to know) dan keputusan untuk bertindak (decision to do), 
  • juga antara keinginan untuk melakukan (to do) dan kemampuan kita menjawab (tanggung jawab). 
  • Aksi seseorang tidak lahir dari pemikiran semata, tetapi lahir dari kesediaan untuk menjawab tanggung jawab atas dirinya.

Terdapat point yang bisa dicermati dan digali berkaitan dengan potensi dan kekuatan dalam diri yang dapat dimaksimalkan hingga mendekatkan diri untuk dapat menjadi generasi yang memiliki prestasi dan senantiasa turut berperan dalam proses menuju sebuah perubahan/kemajuan, diantaranya:

1. Spiritual power (kekuatan spiritual).
Sebagai kemampuan seseorang untuk menghadapi dan memecahkan masalah yang berhubungan dengan nilai, batin, dan kejiwaan. Kekuatan ini berkaitan dengan abstraksi pada suatu hal di luar kekuatan manusia yaitu kekuatan penggerak kehidupan dan semesta. Merupakan kemampuan potensial insan manusia yang menjadikan dirinya menyadari dan menentukan makna, nilai, moral, serta cinta terhadap kekuatan yang lebih besar dan cinta kepada sesama makhluk hidup, karena merasa sebagai bagian dari keseluruhan. Sehingga membuat manusia dapat menempatkan diri dan hidup lebih positif dengan penuh kebijaksanaan, kedamaian, dan kebahagiaan yang hakiki.

2. Emotional power (kekuatan emosional).
Kekuatan emosi merupakan salah satu aspek berpengaruh besar terhadap sikap manusia. Kata “Emosi” menunjukan bahwa kita harus menyadari bagaimana sistem saraf dan psikologis kita bekerja untuk dapat mengendalikan dan membimbingnya ke arah yang diinginkan. Kecerdasan emosi dianggap penting karena 85 persen potensi sukses seseorang lebih disebabkan oleh kecerdasan emosi tersebut. Sebuah fakta dalam transaksi jual-beli, perbedaan hasil antara penjual yang kecerdasan emosinya tinggi dengan yang rendah sangatlah mencolok. Hal ini mudah dipahami karena seorang penjual yang tidak cerdas emosinya akan memikul gangguan emosional itu dalam interaksi dengan pembeli. Sementara konsumen ketika membeli dari penjual yang tenang, menentramkan, menimbulkan simpati, dan timbul rasa suka, tentunya akan membeli dari penjual tersebut. Bagaimanapun, seorang konsumen ketika akan membeli sesuatu ada tingkat penilaian, keinginan emosional (kapan saya menginginkannya), kecerdasan (bila mereka mengetahui apa yang mereka bicarakan), dan pendekatan emosional (bila mereka ramah-tamah atau tidak memaksa).

3. True financial power (kekuatan keuangan). 
Uang bisa menjadi benteng pertahanan diri atau pun bisa menjadi lubang yang menciptakan ancaman buat keselamatan diri. Hal tersebut menuntut kita cerdas memahami fungsi dan peran uang agar uang itu mampu menjadi benteng yang kokoh buat pertahanan diri dalam setiap proses perjalanan hidup. Semua orang tahu bahwa uang yang banyak akan sangat membantu dalam memenuhi semua keinginan hidup, tetapi tidak sedikit orang gelap mata ketika melihat uang sehingga menjadikan sebuah lubang ancaman bagi keselamatan dirinya. Uang yang baik selalu berasal dari proses nilai tambah dengan integritas diri pada kejujuran dan kebenaran. Biasanya uang yang berasal dari jalan jujur dan benar ini akan menjadi kekuatan yang luar biasa untuk menciptakan kepercayaan diri yang tinggi dalam sikap rendah hati.

4. Intellectual power (kekuatan intelektual).
Kedewasaan intelektual menjadi satu kekuatan pikiran yang menggambarkan potensi dan bakat manusia yang dapat digerakkan oleh kemampuan berpikir baik yang disadari maupun tidak disadari. Terkait dengan kekuatan intelektual seseorang dapat dilihat dari segi kemampuan berpikir yang logis, analisis, kreatif, dan inovatif sebagai perwujudan aktivitas otak manusia yang secara sadar melakukan proses berpikir dengan mengacu pada struktur pengkajian ilmiah.

5, Action power (kekuatan bertindak ). 
Unsur mendasar dalam melakukan sesuatu adalah kecocokan. Perbuatan asal melakukan (beraktivitas sehari-hari) sudah dijalani oleh semua orang, jadi perlunya sebuah kecocokan dari apa yang diperbuat/dijalankan dengan faktor pengetahuan dan keinginan yang disesuaikan terhadap tujuannya untuk ‘menjadi’. Untuk tindakan tersebut jelas membutuhkan rumusan tujuan (goal), sasaran (target) dan perencanaan beraksi (action plan) sehingga tidak terjebak dalam praktek yang menjadikan aktivitas sebagai tujuan.

Berharap menjadi pribadi yang lebih baik, yang mampu mensinergikan segala potensi yang telah Tuhan titipkan dengan tidak semata-mata mengejar target materi belaka, namun mampu menjadikan hidup dalam keterkaitanya dengan sesama lebih bermakna. Wallahu a’lam bissawaab.

SOURCE : BLOG SIEF