>Hukum Keseimbangan Alam

>

“Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali- kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?”( QS. Al Mulk 67:3 )
“Tidak ada tersembunyi daripada-Nya sebesar zarrahpun yang ada di langit dan yang ada di bumi dan tidak ada (pula) yang lebih kecil dari itu dan yang lebih besar, melainkan tersebut dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)”, QS,34:3.
“Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui.” QS,36:36.
“Dan Yang menciptakan semua yang berpasang-pasangan” QS,43:12.
“Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah.” QS,51:49.
“dan Kami jadikan kamu berpasang-pasangan,” QS,78:8.

Setelah ditemukannya alat pendeteksi partikel serta sistim pengukuran partikel, dapat dibuktikan bahwa ternyata bagian terkecil yang dinamakan atom masih dapat terbagi lagi menjadi partikel yang lebih kecil dengan watak yang berbeda dari watak materi awalnya. Sebagai contoh kertas, ternyata bagian terkecil yang dapat dipantau oleh ilmuwan sekarang dari materi kertas tidak dapat dikatakan lagi sebagai kertas melainkan adalah merupakan materi sebagai partikel yang bermuatan listrik yaitu electron yang merupakan partikel penyusun atom. Elektron ini tidak hanya ditemukan di kertas sebagai partikel penyusun materi kertas, tetapi juga ditemukan di setiap materi yang ada. Sebenarnya ada lagi partikel penyusun materi selain electron yaitu proton yang bermuatan positif.

Setiap materi terdiri dari molekul yang pernah dianggap sebagai bagian terkecil dari materi. Panjang satu molekul adalah satu per milyard centimeter (1/1.000.000.000 cm). Cobalah anda ambil penggaris dan lihatlah ukuran sebesar 1 cm, nah ukuran sebesar 1 cm tersebut dibagi menjadi 1.000.000.000 bagian. Bisa anda bayangkan kecilnya bagian tersebut, dan itulah ukuran dari molekul. Padahal molekul tersebut masih terdiri dari partikel penyusun yang lebih kecil lagi yang beberapa diantaranya adalah electron yang bermuatan negative dan proton yang bermuatan positive. Masa electron sebesar 9.107,10-28 gram, sedangkan proton memiliki masa 1840 X (kali lipat) dari masa electron.

Dengan ditemukannya tehnik untuk menembak partikel-partikel yang luar biasa kecilnya, telah terbukti bahwa electron tidak hanya ada yang bermuatan negative tetapi ada pula pasangan dari electron yang bermuatan positive, namanya adalah positron. Bisa anda bayangkan luar biasa kecilnya masing-masing dari partikel-partikel penyusun materi tersebut. Dapatkah mata anda mengikuti sampai kepada ukuran sekecil itu ? Pasti tidak dapat, dan demikian pula terhadap umat manusia di masa kehidupan Muhammad Saw ! Dan partikel sampai seukuran berapapun yang luar biasa kecilnya, ternyata memiliki muatan yang saling berpasangan (sebagaimana yang diisyaratkan terlebih dahulu oleh Al Quran), yaitu muatan negatif dan muatan positif.

HUKUM KESEIMBANGAN

“Segala sesuatu yang kita ketahui sesungguhnya adalah bentuk sebab- akibat yang saling berhubungan, dimana keduanya terikat oleh hukum keseimbangan aksi-reaksi yang setara dan stabil”

Anak panah yang dilepaskan atau ditembakan dari busurnya adalah bentuk dari aksi-reaksi yang seimbang.

Segala sesuatu di alam raya ini patuh pada hukum keseimbangan alam yang kokoh dan abadi. Terlepas apakah Anda mempercayai atau mengingkarinya, diri Anda saat ini adalah bentuk akibat yang dihasilkan dari penyebab di masa lalu.

Segala sesuatu di alam raya ini berirama, dan semuanya melakukan tarian-tarian keseimbangannya yang indah nan abadi.

Mendengar kata “seimbang”, maka pada umumnya terlintas dalam benak kita ada dua hal atau keadaan yang dalam posisi sama kuat. Keseimbangan dalam suatu pembahasan sempit yang specific, terasa seperti membicarakan “keadilan”, ini disebabkan karena memang keadilan itu adalah bagian dari keseimbangan itu secara utuh.

Keseimbangan pada tingkat tertinggi berada dan meliputi alam semesta ini secara keseluruhan, dan secara mutlak juga menguasai sampai pada segmen-segmen yang lebih kecil bahkan yang terkecilpun. Dalam kehidupan dunia sehari-haripun kita tidak pernah luput dari kekuatan keseimbangan. Sampai pada tingkat tertentu yang masih berskala sangat mikro, manusia memang dianggap mempunyai sedikit peranan dalam memperngaruhi keadaan kondisi alam lingkungannya. Akan tetapi semua upaya manusia itu tidak dapat bertahan atau luput sama sekali terhadap Sistem Koreksi yang dilakukan oleh keseimbangan alam semesta ini (Sebagai bukti keadilan Tuhan), kecuali jika manusia bisa mengikuti iramanya.

Karena keseimbangan pada tingkat alam semesta itu menerapkan suatu hukum “keseimbangan” yang universal. Oleh sebab itu maka semua ketidak seimbangan yang bersifat mikro atau bahkan yang makro sekalipun akan terkoreksi dengan sendirinya oleh hukum keseimbangan yang universal tersebut tanpa memperdulikan proses penyeimbangannya, yang secara pandangan manusia justru dirasakan sebagai suatu kekacauan (ketidakseimbangan) tanpa menyadari bahwa pemicu segalanya itu adalah manusia sendiri.

Kekuatan keseimbangan, dalam proses penyeimbangannya jika ada suatu gejala yang mengarah ke keadaan tidak seimbang tidak pernah pandang bulu (karena inilah keadilan yang hakiki) mengkoreksi sebesar apapun dalam upaya mengembalikan keseimbangan itu, tetapi tentunya ini semua berjalan secara alamiah, jika terkadang kekuatan keseimbangan itu seakan tidak bereaksi dalam keberadaannya itu adalah karena ia menggunakan kekuatan waktu dalam proses eliminasi ketidak seimbangan yang ada.

Keseimbangan diri

Sosok kita sebagai individu bagaimanapun juga adanya, tentu saja harus kita anggap sebagai suatu yang sangat berharga, dan harus bisa terus kita kembangkan menuju kesempurnaan yakni di dalam jalan yang lurus (Shirat Al Mustaqiem). Nah dalam proses pelatihan NAQS Methode yang mencakup jiwa dan raga, keseimbangan sangat diperlukan agar semua unsur yang ada dalam proses tersebut tidak berdiri sendiri-sendiri, sebaliknya justru harus bisa menjadi suatu kesatuan yang saling mengisi menjadikan kita sebagai manusia yang seutuhnya.

Berbicara segala hal termasuk keseimbangan, maka semuanya haruslah dimulai dari diri kita sendiri sebelum dapat menginjak dan meningkat pada lingkungan yang lebih luas. Karena proses keseimbangan yang lebih luas otomatis terbentuk secara alamiah jika bermodalkan keseimbangan dari dalam masing-masing individu yang ada.

Prinsip Keadilan Tuhan
*Mochamad Yusuf
(umum.kompasiana.com/2009/06/04/enerlife-hukum-keseimbangan-alam)

Alam memiliki keseimbangan. Kita akan mengambilnya, suatu waktu akan diminta. Kita memberinya, suatu waktu dia akan mengembalikannya. Selalu ada dampak dari apa yang kita lakukan dengan alam.

Semakin banyak anda memberi,
          semakin banyak anda menerima.
Semakin kurang anda mementingkan diri sendiri,
          semakin besar peluang hidup anda berlimpah.
Semakin banyak anda tertawa,
          semakin kurang anda marah.
Semakin banyak anda menderma,
          semakin banyak hidup anda diperkaya dari hari ke hari.
Semakin banyak anda memiliki kasih,
          semakin besar pula peluang menikmati kasih orang lain.
Semakin banyak anda memperhatikan orang lain,
          semakin banyak pula anda diperhatikan orang lain
Semakin banyak anda memberi senyum orang lain,
          semakin berkurang anda mendapat cemberut orang lain

Budi, seorang manager toko komputer, uring-uringan. Satu motherboard hilang waktu pameran. Harganya 1 juta. Dia menengarai karyawannya yang menjaga stan waktu pemeran berlangsung. Tapi dia tak punya bukti. Dia bingung harus bertindak apa. Dibiarkan rugi, menuduh tak ada bukti.

Dalam kebingungan itu Amir, kawan pemilik toko komputer lain, datang. “Tak usah bersedih, percayalah alam memiliki keseimbangan,” katanya, “Apa yang kita lakukan di dunia ini pasti memiliki dampak,” katanya. Meski bingung dia terima saran sahabatnya itu.

Sehari kemudian ada seorang dari luar kota datang sambil membawa brosur yang dibagikan di pameran. Dia ingin beli komputer yang di brosur. Tanpa banyak menawar dia menyetujui harga yang ditawarkan Budi. Padahal keuntungan komputer itu 2 juta.

Dia tertegun karena brosur komputer itu ada di tumpukan brosurnya yang paling atas. Padahal itu produk yang paling mahal. Sekarang dia mulai mengerti apa itu hukum keseimbangan alam.

Seminggu kemudian Budi dicurhati pegawainya yang ditengarai mencuri motherboardnya. “Pak, kemarin saya sial,” katanya. Dia bermaksud menonton konser Slank. Ternyata oleh aparat keamanan tak diijinkan. Penonton yang terlanjur datang marah, merusak apa saja yang ada, termasuk kendaraan yang diparkir di sekitaran. “Sepeda motor saya kena. Anehnya kok hanya motor saya, motor yang lain selamat,” sungutnya. Sekarang Budi makin mengerti hukum keseimbangan alam.

Alam memiliki kontrol untuk mengatur keseimbangan. Newton sendiri sudah menemukan rahasianya yang dikenal sebagai hukum aksi-reaksi. Coba anda lihat bola tenis. Semakin kencang dilempar ke bawah, semakin kencang pula terpelanting ke atas.

Demikian juga manusia yang ada di alam ini. Kalau kita memberi ke alam, berderma untuk orang lain, suatu waktu alam akan membalasnya, ada rejeki yang datang dari arah yang tak disangka. Demikian juga sebaliknya. Kalau kita mengambil dari alam, korupsi, maka suatu waktu alam akan memintanya, diberi sakit yang biaya dan dampaknya justru lebih banyak yang dikorupsi.

Berdermalah! Meski itu hanya seulas senyuman. Dan bersiaplah untuk menerima kejutan dari derma anda ini.

Iklan

>Quantum Tranceformation NAQS DNA Hadir Di MALAYSIA

>

Untuk sahabat dari negeri jiran MALAYSIA yang hendak memperdalam Quantum Tranceformation NAQS DNA.. Sudah hadir dua orang MASTER TRAINER DI MALAYSIA. Yaitu Sdr. Anuwar B. Mohamed Lop dari Malaka, dan sdri. Rasyirah Yacoob dari Trengganu. Silahkan untuk bersilaturahmi dengan beliau.

 KELUARGA BESAR NAQS DNA

Mas Edi Sugianto ( Baju Putih), Kak Syirah, Datuk Anuwar (Kaos Merah)

Alamat Facebook :

  1. Mas Edi Sugianto 1. Di sini DAN 2 DI SINI… http://www.facebook.com/wongsedayu
  2. Anuwar Mohd Lop atau Klik di sini http://www.facebook.com/profile.php?id=100002204166575
  3. Rasyhirah Yaacob atau klik di sini… http://www.facebook.com/rasyhirah

Group Quantum Tranceformation NAQS DNA di FACEBOOK KLIK DI SINI….
http://www.facebook.com/home.php?sk=group_163739563672093

>Kenali Diri, Gali Potensi, Lejitkan Prestasi

>

Kenali Diri, Gali Potensi, Lejitkan Prestasi

Menjadi seorang mu’min tentulah harus menjadi seorang yang terbaik di antara mu’min yang lainnya. Predikat ini lah yang Rasulullah SAW harapkan agar menjadi mu’min yang berkualitas. Dalam beberapa haditsnya, Rasul SAW telah memberikan kriteria mu’min yang terbaik . Terdapat hadith ringkas tetapi sangat sangat maknanya. Ia dikutip dalam buku Al-Jami’ush Shaghir yang ditulis Imam Suyuthi. Hadithnya berbunyi, “Khairun naasi anfa’uhum linnaas.” Terjemahan: Sebaik-baik manusia adalah siapa yang paling banyak manfaat pada orang lain.

Dengan Perjuangan dan Pengorbanan kita ditempa hingga lambat laun akar kemandirian hidup tertanam. Dan dengan cinta serta cita-cita yang menjulang tinggi berharap membuahkan karya yang senantiasa menebar manfaat bagi sebanyak-banyaknya makhluk dalam pengabdian pada-Nya. Untuk semua itulah pentingnya mengaktifkan potensi dan kekuatan dalam diri, dimana elemen-elemen yang memiliki relevansi cukup tinggi dengan kadar sebuah perjuangan diantaranya keputusan beraksi dan kadar tanggung-jawab atas sikap ingin “menjadi” (to be), “mengetahui” (to know), dan “melakukan” (to do).

Dalam hal tersebut nampak jelas korelasi :

  • antara tinggi-rendahnya keinginan kita untuk menjadi (to be) dan tinggi-rendahnya daya juang kita mengalahkan tantangan, 
  • antara tingggi-rendahnya keinginan untuk mengetahui (to know) dan keputusan untuk bertindak (decision to do), 
  • juga antara keinginan untuk melakukan (to do) dan kemampuan kita menjawab (tanggung jawab). 
  • Aksi seseorang tidak lahir dari pemikiran semata, tetapi lahir dari kesediaan untuk menjawab tanggung jawab atas dirinya.

Terdapat point yang bisa dicermati dan digali berkaitan dengan potensi dan kekuatan dalam diri yang dapat dimaksimalkan hingga mendekatkan diri untuk dapat menjadi generasi yang memiliki prestasi dan senantiasa turut berperan dalam proses menuju sebuah perubahan/kemajuan, diantaranya:

1. Spiritual power (kekuatan spiritual).
Sebagai kemampuan seseorang untuk menghadapi dan memecahkan masalah yang berhubungan dengan nilai, batin, dan kejiwaan. Kekuatan ini berkaitan dengan abstraksi pada suatu hal di luar kekuatan manusia yaitu kekuatan penggerak kehidupan dan semesta. Merupakan kemampuan potensial insan manusia yang menjadikan dirinya menyadari dan menentukan makna, nilai, moral, serta cinta terhadap kekuatan yang lebih besar dan cinta kepada sesama makhluk hidup, karena merasa sebagai bagian dari keseluruhan. Sehingga membuat manusia dapat menempatkan diri dan hidup lebih positif dengan penuh kebijaksanaan, kedamaian, dan kebahagiaan yang hakiki.

2. Emotional power (kekuatan emosional).
Kekuatan emosi merupakan salah satu aspek berpengaruh besar terhadap sikap manusia. Kata “Emosi” menunjukan bahwa kita harus menyadari bagaimana sistem saraf dan psikologis kita bekerja untuk dapat mengendalikan dan membimbingnya ke arah yang diinginkan. Kecerdasan emosi dianggap penting karena 85 persen potensi sukses seseorang lebih disebabkan oleh kecerdasan emosi tersebut. Sebuah fakta dalam transaksi jual-beli, perbedaan hasil antara penjual yang kecerdasan emosinya tinggi dengan yang rendah sangatlah mencolok. Hal ini mudah dipahami karena seorang penjual yang tidak cerdas emosinya akan memikul gangguan emosional itu dalam interaksi dengan pembeli. Sementara konsumen ketika membeli dari penjual yang tenang, menentramkan, menimbulkan simpati, dan timbul rasa suka, tentunya akan membeli dari penjual tersebut. Bagaimanapun, seorang konsumen ketika akan membeli sesuatu ada tingkat penilaian, keinginan emosional (kapan saya menginginkannya), kecerdasan (bila mereka mengetahui apa yang mereka bicarakan), dan pendekatan emosional (bila mereka ramah-tamah atau tidak memaksa).

3. True financial power (kekuatan keuangan). 
Uang bisa menjadi benteng pertahanan diri atau pun bisa menjadi lubang yang menciptakan ancaman buat keselamatan diri. Hal tersebut menuntut kita cerdas memahami fungsi dan peran uang agar uang itu mampu menjadi benteng yang kokoh buat pertahanan diri dalam setiap proses perjalanan hidup. Semua orang tahu bahwa uang yang banyak akan sangat membantu dalam memenuhi semua keinginan hidup, tetapi tidak sedikit orang gelap mata ketika melihat uang sehingga menjadikan sebuah lubang ancaman bagi keselamatan dirinya. Uang yang baik selalu berasal dari proses nilai tambah dengan integritas diri pada kejujuran dan kebenaran. Biasanya uang yang berasal dari jalan jujur dan benar ini akan menjadi kekuatan yang luar biasa untuk menciptakan kepercayaan diri yang tinggi dalam sikap rendah hati.

4. Intellectual power (kekuatan intelektual).
Kedewasaan intelektual menjadi satu kekuatan pikiran yang menggambarkan potensi dan bakat manusia yang dapat digerakkan oleh kemampuan berpikir baik yang disadari maupun tidak disadari. Terkait dengan kekuatan intelektual seseorang dapat dilihat dari segi kemampuan berpikir yang logis, analisis, kreatif, dan inovatif sebagai perwujudan aktivitas otak manusia yang secara sadar melakukan proses berpikir dengan mengacu pada struktur pengkajian ilmiah.

5, Action power (kekuatan bertindak ). 
Unsur mendasar dalam melakukan sesuatu adalah kecocokan. Perbuatan asal melakukan (beraktivitas sehari-hari) sudah dijalani oleh semua orang, jadi perlunya sebuah kecocokan dari apa yang diperbuat/dijalankan dengan faktor pengetahuan dan keinginan yang disesuaikan terhadap tujuannya untuk ‘menjadi’. Untuk tindakan tersebut jelas membutuhkan rumusan tujuan (goal), sasaran (target) dan perencanaan beraksi (action plan) sehingga tidak terjebak dalam praktek yang menjadikan aktivitas sebagai tujuan.

Berharap menjadi pribadi yang lebih baik, yang mampu mensinergikan segala potensi yang telah Tuhan titipkan dengan tidak semata-mata mengejar target materi belaka, namun mampu menjadikan hidup dalam keterkaitanya dengan sesama lebih bermakna. Wallahu a’lam bissawaab.

SOURCE : BLOG SIEF

>Quantum Tranceformasi

>

Seni Pemberdayaan Hati Nurani & Kekuatan Pikiran
Untuk Peningkatan Performa Ekselensi Diri & Kesuksesan
.“Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.”(QS. Al-Ra`d [13]: 11)

Assalamu’alaikum wa rohmatullahi wa barokatuh..

Di alam ini, segala hal berubah, dan tak ada yang tak berubah, kecuali perubahan itu sendiri. Pada masa kita sekarang, perubahan berjalan sangat cepat, bahkan dahsyat dan dramatik. Kita semua, tak bisa tidak, berjalan bersama atau seiring dengan perubahan itu.

Perubahan pada hakekatnya adalah ketetapan Allah (sunnatullah) yang berlangsung konstan (ajek), tidak pernah berubah, serta tidak bisa dilawan, sebagai bukti dari wujud dan kuasa-Nya (QS. Ali Imran [3]: 190-191). “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.”

Namun, perubahan yang dikehendaki, yaitu perubahan menuju kemajuan, tidak datang dari langit (given) atau datang secara cuma-cuma (taken for granted). Hal ini, karena Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum, kecuali kaum itu sendiri mengubah diri mereka sendiri (QS. Al-Ra`d [13]: 11).”Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.

Untuk mencapai kemajuan, setiap orang harus merencanakan perubahan, dan perubahan itu harus datang dan dimulai dari diri sendiri. Perubahan sejatinya tidak dapat dipaksakan dari luar, tetapi merupakan revolusi kesadaran yang lahir dari dalam. Itu sebabnya, kepada orang yang bertanya soal hijrah dan jihad, Nabi berpesan. Kata beliau, “Ibda’ bi nafsik, faghzuha” (mulailah dari dirimu sendiri, lalu berperanglah!). (HR. al-Thayalisi dari Abdullah Ibn `Umar).

Sahabat, Hidup adalah pilihan. di setiap titik dalam kehidupan kita, kita akan selalu diberi berbagai pilihan arah kehidupan yang harus kita putuskan. Saat Anda berada di persimpangan jalan, Anda tentu harus memutuskan untuk memilih salah satu jalan atau tidak memilih satu pun. Keputusan Anda akan menentukan arah hidup Anda.

Menentukan pilihan bagaikan bermain judi, penuh spekulasi, salah sedikit, kita akan masuk ke keadaan yang tidak menyenangkan. Namun itu bukanlah akhir dari segalanya, karena inilah hidup. Kita harus berani untuk menghadapinya.

Hidup seperti koin yang bersisi dua, setiap saat penuh dengan teka-teki dan misteri. Namun sebagai orang bijak, pilihan harus diambil dengan ketulusan hati nurani…..DAN JANGAN MENYESAL !!!!! karena tidak ada orang yang sukses di muka bumi ini, tanpa pilihan-pilihan hidup yang salah.

Kemahiran untuk mengambil keputusan yang baik adalah ciri dari Akhlaq Sukses.

Keputusan bisa terjadi secara sadar atau tidak sadar. Ada dua mekanisme otomatis dalam diri kita,
yang pertama mekanisme sukses otomatis (MSO) dan
yang kedua mekanisme gagal otomatis (MGO).
Yang menjadi pertanyaan ialah, manakah yang paling dominan dalam diri Anda?

Jika MSO yang bekerja dalam diri Anda. Semua tindakan Anda, sadar atau tidak sadar, akan mengarah kepada tujuan Anda. Pikiran bawah sadar Anda sudah memiliki informasi yang memadai untuk memerintahkan semua yang ada dalam pikiran kita seperti otot dan sistem syaraf.

Michael Jordan, tidak pernah mengukur tenaga, sudut gerakan bola, dan jarak antara dia dengan ring. Tetapi tubuhnya sudah memiliki MSO yang mampu mengarahkan bola tepat kepada sasaran. Para pebisnis sukses, sering kali mengambil keputusan secara spontan dan tetap mengantarkan mereka menuju keberhasilan yang lebih besar.

Kita memang bisa memutuskan sesuatu secara sadar. Namun kontribusi keputusan dari Pikiran sadar terhadap keberhasilan lebih kecil dibanding keputusan dari Pikiran Alam Bawah Sadar. Hidup Anda lebih diarahkan oleh pikiran bawah sadar ketimbang pikiran sadar.

Itulah konsep akhlaq. Akhlaq bukanlah perbuatan baik hasil pemikiran. Akhlaq adalah perbuatan baik yang terjadi secara spontan.

Jadi, pikiran bawah sadar Anda akan sangat menentukan hidup Anda. Pikiran bawah sadar ini adalah bagian dari apa yang disebut dengan Qalbu dalam ajaran Islam. Jika qalbu kita baik, maka semuanya akan baik.

Agar kehidupan Anda menjadi lebih baik, maka qalbu Anda harus didominiasi dengan hal-hal yang baik. Dzikir, membaca al Quran, dan ibadah-ibadah lain akan menjadikan qalbu kita didominasi oleh Cahaya Allah sehingga menghasilkan akhlaq yang mulia.

Begitu juga, untuk meraih sukses lainnya, maka qalbu kita harus di isi dengan hal-hal positif. Jika Anda ingin sukses dalam bisnis, maka pikiran bawah sadar Anda harus didominasi dengan pikiran-pikiran positif tentang bisnis dan uang. Caranya pun sama dengan cara membina akhlaq yaitu dengan pengulangan (afirmasi) dan latihan.

Ada 3 hal penting yang wajib kita lakukan dalam memaknai kehidupan, baik sebagai individu maupun organisasi bisnis, yaitu :

1. Change :
Perubahan adalah sesuatu yang alamiah dalam proses kehidupan. Tujuan dari perubahan adalah mempertahankan dan meneruskan kehidupan. Kenapa dinosaurus punah, sedangkan burung gereja tetap eksis walaupun harus membuat sarang di atap gedung ? Alam telah mengajarkan pada kita, bahwa yang dapat bertahan bukanlah mereka yang kuat, namun mereka yang mampu berubah, beradaptasi dengan perubahan lingkungan sekitarnya.

Dalam tataran organisasi, elemen elemen seperti struktur organisasi, pemimpin, dan anggota tim bukanlah sesuatu yang sakral untuk diutak-atik sesuai dengan kondisi yang dihadapi organisasi tersebut. Demikian pula sebagai individu, bila tidak mau berubah untuk mengikuti perkembangan teknologi dan informasi, maka kita akan tertinggal dalam kompetisi yang semakin ketat.

2. Learn :
Salah satu antisipasi terbaik terhadap perubahan adalah belajar. Belajar berbeda dengan pendidikan. Belajar adalah kemampuan untuk menerima hal hal baru yang baik dan relevan dengan kondisi terkini, serta mampu meninggalkan hal hal yang dianggap tidak baik.

Ibarat komputer : proses belajar adalah menginstall software baru yang dibutuhkan, atauy up grade software sesuai kebutuhan, dan uninstall software lama yang sudah tidak terpakai.
Belajar merupakan proses yang harus terus kita lakukan sepanjang hidup, bila tidak mau ditelan perubahan…

3. Grow :
Pertumbuhan merupakan buah dari proses belajar. Hanya mereka yang terus menerus belajar dan memperbaiki dirilah yang akan terus bertumbuh dan berkembang menjadi semakin baik. Hal ini berlaku bagi setiap individu maupun organisasi…

Salah satu bentuk pertumbuhan dalam diri individu adalah semakin meningkatnya kemampuan komunikasi baik dalam kehidupan pribadi maupun bisnis.

Ƹ̵̡Ӝ̵̨̄Ʒ Ƹ̵̡Ӝ̵̨̄Ʒ KEPOMPONG & KUPU-KUPU Ƹ̵̡Ӝ̵̨̄Ʒ Ƹ̵̡Ӝ̵̨̄Ʒ
Seseorang menemukan kepompong seekor kupu-kupu. Suatu hari ada lubang kecil muncul. Dia duduk dan mengamati dalam beberapa jam kupu-kupu itu ketika dia berjuang dengan memaksa dirinya melewati lubang kecil itu. Kemudian kupu-kupu itu berhenti membuat kemajuan. Kelihatannya dia telah berusaha semampunya dan dia tidak bisa lebih jauh lagi.

Akhirnya orang tersebut memutuskan untuk membantunya, dia ambil sebuah gunting dan memotong sisa kekangan dari kepompong itu. Kupu-kupu tersebut keluar dengan mudahnya. Namun, dia mempunyai tubuh gembung dan kecil, sayap-sayap mengkerut.

Orang tersebut terus mengamatinya karena dia berharap bahwa pada suatu saat, sayap-sayap itu akan mekar dan melebar sehingga mampu menopang tubuhnya yang mungkin akan berkembang dalam waktu. Semuanya tak pernah terjadi. Kenyataannya, kupu-kupu itu menghabiskan sisa hidupnya merangkak di sekitarnya dengan tubuh gembung dan sayap-sayap mengkerut.

Dia tidak pernah bisa terbang. Yang tidak dimengerti dari kebaikan dan ketergesaan orang tersebut adalah bahwa kepompong yang menghambat, dan perjuangan yg dibutuhkan kupu-kupu untuk melewati lubang kecil adalah jalan Tuhan untuk memaksa cairan dari tubuh kupu-kupu itu masuk ke dalam sayap-sayapnya sedemikian sehingga dia akan siap terbang begitu dia memperoleh kebebasan dari kepompong tersebut.

Renungan :
Kadang-kadang perjuangan adalah bahan baku yang kita perlukan dalam hidup kita. Jika Tuhan membiarkan kita hidup tanpa hambatan, itu mungkin melumpuhkan kita. Kita mungkin tidak sekuat yang semestinya kita mampu. Kita mungkin tidak akan pernah dapat terbang meraih kesuksesan yang kita cita-citakan.


Saya memohon Kekuatan dan Tuhan memberi saya kesulitan-kesulitan untuk membuat saya kuat.
Saya memohon Kebijakan dan Tuhan memberi saya persoalan untuk diselesaikan.
Saya memohon Kemakmuran dan Tuhan memberi saya Otak dan Tenaga untuk bekerja.
Saya memohon Keteguhan hati dan Tuhan memberi saya Bahaya untuk diatasi.
Saya memohon Cinta dan Tuhan memberi saya orang-orang bermasalah untuk ditolong.
Saya memohon Kemurahan /kebaikan hati dan Tuhan memberi saya kesempatan-kesempatan.
Saya tidak memperoleh yang saya inginkan, saya mendapatkan segala yang saya butuhkan

PENGUMUMAN :
Program Pelatihan MAJELIS NAQS DNA yang sudah berjalan : ► Paket ONLINE GRATIS

  1. Aktivasi Potensi Hati Nurani – Focusing Heart Power
  2. Pelatihan Tekhnik penyembuhan Cahaya Ilahi (Reiki NAQS)
  3. Pelatihan Spiritualisme
  4. Indra Ke enam (Intuisi & Radar Hati)

DALAM PROSES PERSIAPAN : ► Paket kelas OFFLINE & WORKSHOP
NAQS DNA

  1. Focusing Your Mind Power
  2. SPIRITUAL HIPNOTHERAPY
  3. Sholat Khusyu
  4. Totok Jari NAQS-EFT
  5. Telepati & Membaca Pikiran
  6. dll. materi baru akan terus bertambah seiring dengan perkembangan majelis.

Insya Allah pelatihan sistem kelas & Workshop (OFFLINE), akan mulai terselenggara di bulan Juli 2011. Doakan aja ya….

Wassalamu’alaikum wa rohmatullahi wa barokatuh..

Pustaka :
Majalah Astra edisi 5 tahun 2010, oleh Efendi Tjendera
Motivasi Islami

>Cosinergy NAQS DNA, Mikrokosmos, Makrokosmos, Mahakosmos

>

Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah  dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al Quran itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa Sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu? (Q.S. 41:53)”

Cosinergy NAQS DNA, Cosmic Energy Neuro Atomic Quanta System Deo Nadi Adham atau Nuurun ‘Ala Nuurin adalah Energi Cahaya Ilahi Yang meliputi langit dan bumi. Energi Kosmik adalah spektrum energi cahaya yang mempunyai gelombang (vibrasi) dimensi tinggi.  Energi Alam Semesta (Cosmos) pada dasarnya terbagi menjadi 3 kelompok :

  1. Energi Mikro Kosmos, adalah energi alam kecil yang berada di dalam diri manusia. Contoh dari energi-energi yang termasuk dalam kelompok ini adalah : Shakti, Kundalini, Cakra, Tenaga Dasar, Tenaga Dalam Hikmah, Tenaga Dalam Inti, Inti Ruh, dll.
  2. Energi Makro Kosmos, adalah energi alam semesta atau alam besar.  Contoh dari energi-energi yang termasuk dalam kelompok ini adalah : Reiki, Ling Chi, Karuna, Seichim, Prana (Choa Kok Sui), Drisana, Neriya, Golden Triangle, Ra-Sheeba, Energi Pusaka, Jin,  Khodam,  Energi Sinar kosmik, Tachyon, dll.
  3. Energi Maha Kosmos, adalah energi Suci dari Alam Ke-Tuhanan. Contoh : Energi Nur Ilahi, Energi Nur Muhammad, Energi Kalam Tuhan, Energi Asma Tuhan, Energi Kultivasi, dll.

Kosmos dan Keberadaannya (cahaya-semesta.com)
Kosmos adalah keteraturan yang ada di semesta. Kosmos, dalam pengertian yang paling umum, adalah suatu sistem yang teratur atau berada dalam harmoni. Berasal dari kata bahasa Yunani κόσμος yang berarti “keteraturan, susunan yang teratur, hiasan”, kosmos merupakan konsep antitesis dari khaos. Ilmu yang mempelajari kosmos disebut dengan kosmologi. Kosmologi adalah ilmu yang mempelajari struktur dan sejarah alam semesta berskala besar. Secara khusus, ilmu ini berhubungan dengan asal mula dan evolusi dari suatu subjek. Kosmologi dipelajari dalam astronomi, filosofi, dan agama.

Sebagaimana yang banyak dipahami oleh kita, bahwa ada Dua Tingkatan kosmos di semesta ini, pertama MIKROKOSMOS, dan kedua MAKROKOSMOS. Namun kami berusaha membuatnya menjadi lebih konprehensif dengan menambahkan unsur yang ketiga (baca : yang utama), yang tak terlihat dan yang paling dahsyat, yang bertanggung jawab penuh atas keberadaan kedua kosmos tersebut, yaitu MAHAKOSMOS.

Disebut sebuah keteraturan adalah karena adanya “keotomatisan” semesta yang berlangsung dalam alam yang luas ini. Siapapun yang gerak-geriknya selaras dengan sistem semesta yang berlangsung, insya Allah otomatis ia menjadi orang sukses. Karena itu, orang-orang sukses adalah orang-orang yang hidupnya teratur.

Sahabat Semesta, kita sebagai individu (Mikrokosmos) harus mengikuti keteraturan yang ada di alam semesta (Makrokosmos). Namun demikian, karena rahasia keteraturan Makrokosmos ini masih sangat banyak yang belum terungkap, maka kita ering kesulitan untuk hidup menselaraskan diri dengan alam semesta. Itu mengapa Allah SWT memberikan kemudahan kepada hamba-hamba-Nya dengan cara menyuruh hamba-hamba-Nya mengikuti aturan yang telah dibuat-Nya. Itulah keteraturan versi Mahakosmos, sebuah keteraturan yang langsung dipandu oleh Allah untuk hamba-hamba-Nya yang beriman.

Jika hari ini kita mengikuti keteraturan Mahakosmos, maka otomatis Mikrokosmos kita sudah selaras dengan keteraturan yang ada di dalam Makrokosmos. Itu sebabnya, sangat wajar, orang-orang yang beriman, yang hidupnya teratur maka ia berhak mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat. Dan keteraturan yang ada di semesta ini disebut sebagai SUNNATULLAH.

Sebagai suatu sunnatullah yang telah berlaku sejak dahulu, kamu sekali-kali tiada akan menemukan perubahan bagi sunnatullah itu. (Q.S. 48 : 23)”

Sahabat Semesta, izinkan saya bertanya, apa pandangan Anda terhadap orang-orang yang hidupnya tidak mau mengikuti aturan yang berlaku di sekitarnya. Contoh, tidak ikut aturan RW, tidak ikut aturan Lurah, tidak ikut aturan dalam bernegara, juga bahkan tidak pernah mengikuti aturan berlalulintas. Kira-kira, apa yang akan terjadi kepada orang-orang yang berlaku demikian? Ya, tentu saja, sebuah kehancuran yang dahsyat, baik bagi dirinya dan juga berdampak kepada orang-orang di sekitarnya.

Itulah orang-orang yang hanya mengikuti hawa nafsunya belaka, ingin hidup bahagia tapi tidak mengerti arti dari kebahagiaan. Ingin hidup dihormati, tapi tidak mengerti mengapa hadir sebuah penghormatan. Ya, hawa nafsu hanya membawa kehancuran di semesta ini.

Nah, berikutnya, Sahabat Semesta, kalau saja di sebuah negara ada ATURAN MAIN yang berlaku, maka tentu saja di ALAM SEMESTA ini juga ada ATURAN MAIN yang berlaku. Dan barang siapa yang hidupnya teratur sesuai dengan aturan yang ada di ALAM SEMESTA maka kehidupannya akan sukses bahagia, tetapi barang siapa yang tidak mau mengikuti aturan di semesta, maka hidupnya akan hancur binasa dan membinasakan apapun yang ada di semestanya.

Andaikata kebenaran itu menuruti hawa nafsu mereka, pasti binasalah langit dan bumi ini, dan semua yang ada di dalamnya. sebenarnya Kami telah mendatangkan kepada mereka kebanggaan (Al Quran) mereka tetapi mereka berpaling dari kebanggaan itu.” (Q.S. 23 : 71).

Mikrokosmos
Mikrokosmos adalah unsur-unsur mikro yang ada di alam semesta. Sebenarnya batasan besaran mikro itu relatif. Mikro bisa dimulai dari quark, inti atom, elektron, proton, molekul, sel DNA, individu manusia, pohon, gunung, batu, laptop, bumi, planet dan benda-benda lainnya. Semakin mikro maka semakin tak terlihat, dan benda yang tak terlihat ini bisa disebut sebagai Quanta.

Semakin tambah kemikroan kita, maka semakin “hilanglah” kita, lalu menembus alam Maha. Laa haula walaa Quwwata illaa billaah. Inilah alam super mikro (manusia super) yang sebenarnya karena ia merasa tiada memiliki kekuatan selain kekutan dari Allah SWT.

Anda adalah Mikrokosmos di alam semesta ini. Karena alam semesta memiliki prinsip-prinsip aturan main kehidupan, maka agar Anda hidup relatif sukses, Anda harus bisa menyelaraskan diri dengan prinsip-prinsip aturan semesta di Makrokosmos yang sudah pasti selaras dengan aturan di Mahakosmos.

Insya Allah, sinergi yang selaras antar Mikrokosmos yang terjadi di alam semesta ini akan membuat bumi dan alam semesta ini menjadi “awet muda” tidak cepat letih, tidak mudah marah, dan tidak sering sakit-sakitan.

Hari ini kita melihat, selain sudah mulai tua dan sering sakit-sakitan, kini bumi pun sudah mulai mudah emosional, buktinya bencana alam pun akhirnya terjadi di mana-mana. Sebenarnya, dalam bahasa yang sederhana, maka terjadinya Bencana Alam ini adalah karena adanya hubungan yang tidak sinergis antar Mikrokosmos yang ada, termasuk hubungan antara Mikrokosmos dengan Mahakosmos, sehingga mengakibatkan secara otomatis memburuknya hubungan Mikrokosmos dan Makrokosmos, setelah itu menjadi berantakan, lalu hancurlah sebagian dari bumi ini.

Makrokosmos
Nah, gabungan dan sinergisasi individu-individu di level Mikrokosmos inilah yang disebut sebagai Makrokosmos. Jadi Makrokosmos adalah alam yang lebih bersifat “berjamaah” dan “sinergis”, saling ketergantungan, saling mempengaruhi, dan saling terkait erat dengan SUNNATULLAH yang berlaku.

Makrokosmos bekerja dengan taat sesuai “kontrak” yang telah dibuatnya di hadapan Tuhan-Nya. Alam Makro ini bergerak “apa adanya” dan “otomatis”. Jika kita memperlakukannya dengan perlakuan X maka akan berakibat Y dan seterusnya. Memang sudah demikian terprogram tanpa adanya praktek pilih kasih.

Artinya siapa pun yang bekerja dan hidup sesuai dengan keteraturan yang ada di alam Makro (Maaf, walaupun mungkin saja ia tidak ber-Tuhan, atau ia ber-Tuhan tapi tidak beragama), maka kehidupannya akan semakin ringan dan tenang. Dan barang siapa yang “melanggar” aturan yang ada di Makrokosmos maka ia akan celaka di dunia ini.

Contoh, dalam aturan Makrokosmos disebutkan bahwa apapun benda yang memiliki massa, yang dilepas dari ketinggian tertentu maka ia akan terjatuh. Walaupun “benda” tersebut adalah seorang manusia yang rajin pergi ke masjid, tetap saja secara “sunnatullah” dia akan terjatuh ketika ia melompat atau terlepas dari ketinggian gedung lantai sepuluh. Dia tidak akan terbang.

Memang, pada kasus-kasus tertentu atau “Post Majeur”, ada kontrak yang dibuat antara alam semesta ini dengan Allah yang kita tidak mudah memahaminya. Misal, kasus Isro’ dan Mi’raj-nya nabi Muhammad saw. Hal ini sunnatullahnya lebih special. Berlaku hanya untuk orang-orang tertentu, yakni orang-orang yang special di hadapan Allah.

Berikutnya, dalam alam Makrokosmos ini ada dua model Sunnatullah yang bisa kita pahami. Pertama Sunnatullah yang Visible (Nyata/Fisika), dan kedua Sunnatullah yang Invisible (Ghoib/Metafisika). Untuk hidup selaras dengan Sunnatullah yang bersifat VISIBLE/FISIK relatif jauh lebih mudah dibandingkan untuk hidup selaras dengan Sunnatullah yang bersifat INVISIBLE/METAFISIK.

Misalanya, kasus “aturan gravitasi” adalah sebuah hukum Fisika, tetapi untuk kasus seperti “aturan bahwa orang yang bersyukur itu bertambah nikmatnya”, maka perlu pengetahuan aturan yang Metafisik. Dan, percaya atau tidak, ternyata bahwa akses Metafisik yang paling dahsyat adalah kitabullah yang bernama Al-Quran.

Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa, (yaitu) mereka yang beriman (yakin dan menurut) kepada yang ghaib (metafisik), yang mendirikan shalat (habluminallah), dan menafkahkan sebahagian rezki (hablumminannas) yang Kami anugerahkan kepada mereka. Dan mereka yang beriman kepada kitab (Al Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-Kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat.” (Q.S. 2 : 2-4).

Begitulah alam Makrokosmos, ia bekerja secara Sunnatullah, dan bekerja sesuai dengan instruksi dari Allah SWT. Itu sebabnya, tiada yang tidak Sunnatullah, semuanya adalah Sunnatullah, dan semuanya bisa dipahami dengan Qolbu kita, yakni dengan Akal kita, selama kita dekat dengan Allah SWT. Sahabat Semesta, semua adalah sunnatullah-Nya, maka tiada satupun yang dibuat kebetulan, dan tiada satu pun yang terjadi dalam kehidupan Anda berlabel KEBETULAN.

Jadi, di alam Makrokosmos ini, Allah telah membuat hukum-hukum alam yang tidak pernah berubah karena Allah selalu menepati janji-janji-Nya. Nah, agar kehidupan sang Mikrokosmos itu selamat, maka setiap Mikrokosmos yang ada harus patuh total terhadap aturan-aturan yang terdapat di alam Makrokosmos. Dan aturan-aturan itu bisa disimak secara jelas lewat pedoman-pedoman suci versi Mahakosmos.

Mahakosmos
Pada penjelasan S3 ini, istilah MAHAKOSMOS dihadirkan sebagai suatu tempat yang MAHATERATUR, sebagi SUMBER dari KETERATURAN yang ada di seluruh semesta ini, dimana disana bersamayam ZAT YANG MAHA MENGATUR (kita tidak perlu membayangkan bagaimana CARA DIA berSEMAYAM di ARSY-pen.), yang mengatur seluruh peristiwa di alam semesta tanpa merasa lelah, ngantuk, apalagi sampai tertidur.

Bagi Muslim, istilah MAHAKOSMOS ini terkait erat dengan ARSY-NYA ALLAH SWT atau DAERAH KEKUASAAN ALLAH SWT. Karena Daerah Kekuasaan Allah ini meliputi langit, bumi dan seluruh alam semesta, maka ARSY-NYA Allah meliputi semuanya yang ada di alam semesta ini. Adapun, bentuk fisik dari ARSY itu tidak perlu dibayangkan, karena bentuknya belum tentu fisik sebagaimana yang bisa kita bayangkan. Begitupun perihal perdebatan lebih besar mana antara Allah, Arsy, dan Alam semesta, tidaklah perlu kita bahas, karena hal itu semua bukanlah sebuah pembahasan yang bakal ditemukan solusinya, dan membahas hal itu sama sekali tidak akan meningkatkan mutu ketaqwaan kita kepada Allah SWT, malahan bisa menurunkannya. Kita hanya perlu MEYAKINI bahwa ALLAH itu MAHA BESAR.

Yang jelas, pada pembahasan ini, ketika kami menyebutkan istilah MAHAKOSMOS, maka maksud intinya adalah ALLAH beserta seluruh KEMAUAN, KEMAMPUAN, dan KEKUASAANNYA, termasuk DAERAH KEKUASAANNYA. Dan semuanya adalah DAERAH KEKUASANNYA, sehingga tidak ada yang bukan Daerah Kekuasaan-Nya. Memang hal ini tidak mudah untuk dimengerti, tapi saya berharap dan yakin bahwa Anda bisa memahami apa yang dimaksud dengan istilah Mahakosmos. Yang jelas, Mahakomos itu meliputi Mikrokosmos dan Makrokosmos.

Sahabat Semesta, rupanya alam Mahakosmos ini pun tidak jauh dari Anda. Justru ia sangat dekat. Bahkan lebih dekat dari urat leher Anda. Ia lebih dalam dari apa yang paling dalam dari Anda. Jika Anda mengatakan bahwa dalamnya laut itu dapat diukur, dan dalamnya hati itu siapa yang tahu, maka alam Mahakosmos jauh lebih dalam dari hati Anda yang terdalam.

Itulah DIA, saking dekatnya sehingga kita sering melupakannya. Allah Maha Dekat, mari rasakan kedekatannya mulai saat ini, DIA tidak pergi kemana-mana, ia ada di dalam hati yang lebih dalam dari hati terdalam Anda. Ia mengenggam hati Anda, ia selalu bersama Anda. Syaratnya sederhana, yakini saja kedekatan itu dan nikmati selalu saat-saat kebersamaan Anda bersamaNya.

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” {Q.S. 2: 186}.
“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.”{Q.S. 50: 16}.

Pada level yang lebih membumi, maka realitas Mahakosmos dihadirkan sebagai buku panduan suci dari Ilahi yang mengatur kehidupan kita. Dan buku panduan itu kita sebut sebagai Al-Quran dengan pendamping utamanya adalah As-Sunnah. Al-Quran dan As-Sunnah inilah sebagai kamus Mahakosmos yang hadir di muka bumi.

wallahu a’lam

>Cosinergy NAQS DNA, Mikrokosmos, Makrokosmos, Mahakosmos

>

Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah  dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al Quran itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa Sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu? (Q.S. 41:53)”

Cosinergy NAQS DNA, Cosmic Energy Neuro Atomic Quanta System Deo Nadi Adham atau Nuurun ‘Ala Nuurin adalah Energi Cahaya Ilahi Yang meliputi langit dan bumi. Energi Kosmik adalah spektrum energi cahaya yang mempunyai gelombang (vibrasi) dimensi tinggi.  Energi Alam Semesta (Cosmos) pada dasarnya terbagi menjadi 3 kelompok :

  1. Energi Mikro Kosmos, adalah energi alam kecil yang berada di dalam diri manusia. Contoh dari energi-energi yang termasuk dalam kelompok ini adalah : Shakti, Kundalini, Cakra, Tenaga Dasar, Tenaga Dalam Hikmah, Tenaga Dalam Inti, Inti Ruh, dll.
  2. Energi Makro Kosmos, adalah energi alam semesta atau alam besar.  Contoh dari energi-energi yang termasuk dalam kelompok ini adalah : Reiki, Ling Chi, Karuna, Seichim, Prana (Choa Kok Sui), Drisana, Neriya, Golden Triangle, Ra-Sheeba, Energi Pusaka, Jin,  Khodam,  Energi Sinar kosmik, Tachyon, dll.
  3. Energi Maha Kosmos, adalah energi Suci dari Alam Ke-Tuhanan. Contoh : Energi Nur Ilahi, Energi Nur Muhammad, Energi Kalam Tuhan, Energi Asma Tuhan, Energi Kultivasi, dll.

Kosmos dan Keberadaannya (cahaya-semesta.com)
Kosmos adalah keteraturan yang ada di semesta. Kosmos, dalam pengertian yang paling umum, adalah suatu sistem yang teratur atau berada dalam harmoni. Berasal dari kata bahasa Yunani κόσμος yang berarti “keteraturan, susunan yang teratur, hiasan”, kosmos merupakan konsep antitesis dari khaos. Ilmu yang mempelajari kosmos disebut dengan kosmologi. Kosmologi adalah ilmu yang mempelajari struktur dan sejarah alam semesta berskala besar. Secara khusus, ilmu ini berhubungan dengan asal mula dan evolusi dari suatu subjek. Kosmologi dipelajari dalam astronomi, filosofi, dan agama.

Sebagaimana yang banyak dipahami oleh kita, bahwa ada Dua Tingkatan kosmos di semesta ini, pertama MIKROKOSMOS, dan kedua MAKROKOSMOS. Namun kami berusaha membuatnya menjadi lebih konprehensif dengan menambahkan unsur yang ketiga (baca : yang utama), yang tak terlihat dan yang paling dahsyat, yang bertanggung jawab penuh atas keberadaan kedua kosmos tersebut, yaitu MAHAKOSMOS.

Disebut sebuah keteraturan adalah karena adanya “keotomatisan” semesta yang berlangsung dalam alam yang luas ini. Siapapun yang gerak-geriknya selaras dengan sistem semesta yang berlangsung, insya Allah otomatis ia menjadi orang sukses. Karena itu, orang-orang sukses adalah orang-orang yang hidupnya teratur.

Sahabat Semesta, kita sebagai individu (Mikrokosmos) harus mengikuti keteraturan yang ada di alam semesta (Makrokosmos). Namun demikian, karena rahasia keteraturan Makrokosmos ini masih sangat banyak yang belum terungkap, maka kita ering kesulitan untuk hidup menselaraskan diri dengan alam semesta. Itu mengapa Allah SWT memberikan kemudahan kepada hamba-hamba-Nya dengan cara menyuruh hamba-hamba-Nya mengikuti aturan yang telah dibuat-Nya. Itulah keteraturan versi Mahakosmos, sebuah keteraturan yang langsung dipandu oleh Allah untuk hamba-hamba-Nya yang beriman.

Jika hari ini kita mengikuti keteraturan Mahakosmos, maka otomatis Mikrokosmos kita sudah selaras dengan keteraturan yang ada di dalam Makrokosmos. Itu sebabnya, sangat wajar, orang-orang yang beriman, yang hidupnya teratur maka ia berhak mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat. Dan keteraturan yang ada di semesta ini disebut sebagai SUNNATULLAH.

Sebagai suatu sunnatullah yang telah berlaku sejak dahulu, kamu sekali-kali tiada akan menemukan perubahan bagi sunnatullah itu. (Q.S. 48 : 23)”

Sahabat Semesta, izinkan saya bertanya, apa pandangan Anda terhadap orang-orang yang hidupnya tidak mau mengikuti aturan yang berlaku di sekitarnya. Contoh, tidak ikut aturan RW, tidak ikut aturan Lurah, tidak ikut aturan dalam bernegara, juga bahkan tidak pernah mengikuti aturan berlalulintas. Kira-kira, apa yang akan terjadi kepada orang-orang yang berlaku demikian? Ya, tentu saja, sebuah kehancuran yang dahsyat, baik bagi dirinya dan juga berdampak kepada orang-orang di sekitarnya.

Itulah orang-orang yang hanya mengikuti hawa nafsunya belaka, ingin hidup bahagia tapi tidak mengerti arti dari kebahagiaan. Ingin hidup dihormati, tapi tidak mengerti mengapa hadir sebuah penghormatan. Ya, hawa nafsu hanya membawa kehancuran di semesta ini.

Nah, berikutnya, Sahabat Semesta, kalau saja di sebuah negara ada ATURAN MAIN yang berlaku, maka tentu saja di ALAM SEMESTA ini juga ada ATURAN MAIN yang berlaku. Dan barang siapa yang hidupnya teratur sesuai dengan aturan yang ada di ALAM SEMESTA maka kehidupannya akan sukses bahagia, tetapi barang siapa yang tidak mau mengikuti aturan di semesta, maka hidupnya akan hancur binasa dan membinasakan apapun yang ada di semestanya.

Andaikata kebenaran itu menuruti hawa nafsu mereka, pasti binasalah langit dan bumi ini, dan semua yang ada di dalamnya. sebenarnya Kami telah mendatangkan kepada mereka kebanggaan (Al Quran) mereka tetapi mereka berpaling dari kebanggaan itu.” (Q.S. 23 : 71).

Mikrokosmos
Mikrokosmos adalah unsur-unsur mikro yang ada di alam semesta. Sebenarnya batasan besaran mikro itu relatif. Mikro bisa dimulai dari quark, inti atom, elektron, proton, molekul, sel DNA, individu manusia, pohon, gunung, batu, laptop, bumi, planet dan benda-benda lainnya. Semakin mikro maka semakin tak terlihat, dan benda yang tak terlihat ini bisa disebut sebagai Quanta.

Semakin tambah kemikroan kita, maka semakin “hilanglah” kita, lalu menembus alam Maha. Laa haula walaa Quwwata illaa billaah. Inilah alam super mikro (manusia super) yang sebenarnya karena ia merasa tiada memiliki kekuatan selain kekutan dari Allah SWT.

Anda adalah Mikrokosmos di alam semesta ini. Karena alam semesta memiliki prinsip-prinsip aturan main kehidupan, maka agar Anda hidup relatif sukses, Anda harus bisa menyelaraskan diri dengan prinsip-prinsip aturan semesta di Makrokosmos yang sudah pasti selaras dengan aturan di Mahakosmos.

Insya Allah, sinergi yang selaras antar Mikrokosmos yang terjadi di alam semesta ini akan membuat bumi dan alam semesta ini menjadi “awet muda” tidak cepat letih, tidak mudah marah, dan tidak sering sakit-sakitan.

Hari ini kita melihat, selain sudah mulai tua dan sering sakit-sakitan, kini bumi pun sudah mulai mudah emosional, buktinya bencana alam pun akhirnya terjadi di mana-mana. Sebenarnya, dalam bahasa yang sederhana, maka terjadinya Bencana Alam ini adalah karena adanya hubungan yang tidak sinergis antar Mikrokosmos yang ada, termasuk hubungan antara Mikrokosmos dengan Mahakosmos, sehingga mengakibatkan secara otomatis memburuknya hubungan Mikrokosmos dan Makrokosmos, setelah itu menjadi berantakan, lalu hancurlah sebagian dari bumi ini.

Makrokosmos
Nah, gabungan dan sinergisasi individu-individu di level Mikrokosmos inilah yang disebut sebagai Makrokosmos. Jadi Makrokosmos adalah alam yang lebih bersifat “berjamaah” dan “sinergis”, saling ketergantungan, saling mempengaruhi, dan saling terkait erat dengan SUNNATULLAH yang berlaku.

Makrokosmos bekerja dengan taat sesuai “kontrak” yang telah dibuatnya di hadapan Tuhan-Nya. Alam Makro ini bergerak “apa adanya” dan “otomatis”. Jika kita memperlakukannya dengan perlakuan X maka akan berakibat Y dan seterusnya. Memang sudah demikian terprogram tanpa adanya praktek pilih kasih.

Artinya siapa pun yang bekerja dan hidup sesuai dengan keteraturan yang ada di alam Makro (Maaf, walaupun mungkin saja ia tidak ber-Tuhan, atau ia ber-Tuhan tapi tidak beragama), maka kehidupannya akan semakin ringan dan tenang. Dan barang siapa yang “melanggar” aturan yang ada di Makrokosmos maka ia akan celaka di dunia ini.

Contoh, dalam aturan Makrokosmos disebutkan bahwa apapun benda yang memiliki massa, yang dilepas dari ketinggian tertentu maka ia akan terjatuh. Walaupun “benda” tersebut adalah seorang manusia yang rajin pergi ke masjid, tetap saja secara “sunnatullah” dia akan terjatuh ketika ia melompat atau terlepas dari ketinggian gedung lantai sepuluh. Dia tidak akan terbang.

Memang, pada kasus-kasus tertentu atau “Post Majeur”, ada kontrak yang dibuat antara alam semesta ini dengan Allah yang kita tidak mudah memahaminya. Misal, kasus Isro’ dan Mi’raj-nya nabi Muhammad saw. Hal ini sunnatullahnya lebih special. Berlaku hanya untuk orang-orang tertentu, yakni orang-orang yang special di hadapan Allah.

Berikutnya, dalam alam Makrokosmos ini ada dua model Sunnatullah yang bisa kita pahami. Pertama Sunnatullah yang Visible (Nyata/Fisika), dan kedua Sunnatullah yang Invisible (Ghoib/Metafisika). Untuk hidup selaras dengan Sunnatullah yang bersifat VISIBLE/FISIK relatif jauh lebih mudah dibandingkan untuk hidup selaras dengan Sunnatullah yang bersifat INVISIBLE/METAFISIK.

Misalanya, kasus “aturan gravitasi” adalah sebuah hukum Fisika, tetapi untuk kasus seperti “aturan bahwa orang yang bersyukur itu bertambah nikmatnya”, maka perlu pengetahuan aturan yang Metafisik. Dan, percaya atau tidak, ternyata bahwa akses Metafisik yang paling dahsyat adalah kitabullah yang bernama Al-Quran.

Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa, (yaitu) mereka yang beriman (yakin dan menurut) kepada yang ghaib (metafisik), yang mendirikan shalat (habluminallah), dan menafkahkan sebahagian rezki (hablumminannas) yang Kami anugerahkan kepada mereka. Dan mereka yang beriman kepada kitab (Al Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-Kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat.” (Q.S. 2 : 2-4).

Begitulah alam Makrokosmos, ia bekerja secara Sunnatullah, dan bekerja sesuai dengan instruksi dari Allah SWT. Itu sebabnya, tiada yang tidak Sunnatullah, semuanya adalah Sunnatullah, dan semuanya bisa dipahami dengan Qolbu kita, yakni dengan Akal kita, selama kita dekat dengan Allah SWT. Sahabat Semesta, semua adalah sunnatullah-Nya, maka tiada satupun yang dibuat kebetulan, dan tiada satu pun yang terjadi dalam kehidupan Anda berlabel KEBETULAN.

Jadi, di alam Makrokosmos ini, Allah telah membuat hukum-hukum alam yang tidak pernah berubah karena Allah selalu menepati janji-janji-Nya. Nah, agar kehidupan sang Mikrokosmos itu selamat, maka setiap Mikrokosmos yang ada harus patuh total terhadap aturan-aturan yang terdapat di alam Makrokosmos. Dan aturan-aturan itu bisa disimak secara jelas lewat pedoman-pedoman suci versi Mahakosmos.

Mahakosmos
Pada penjelasan S3 ini, istilah MAHAKOSMOS dihadirkan sebagai suatu tempat yang MAHATERATUR, sebagi SUMBER dari KETERATURAN yang ada di seluruh semesta ini, dimana disana bersamayam ZAT YANG MAHA MENGATUR (kita tidak perlu membayangkan bagaimana CARA DIA berSEMAYAM di ARSY-pen.), yang mengatur seluruh peristiwa di alam semesta tanpa merasa lelah, ngantuk, apalagi sampai tertidur.

Bagi Muslim, istilah MAHAKOSMOS ini terkait erat dengan ARSY-NYA ALLAH SWT atau DAERAH KEKUASAAN ALLAH SWT. Karena Daerah Kekuasaan Allah ini meliputi langit, bumi dan seluruh alam semesta, maka ARSY-NYA Allah meliputi semuanya yang ada di alam semesta ini. Adapun, bentuk fisik dari ARSY itu tidak perlu dibayangkan, karena bentuknya belum tentu fisik sebagaimana yang bisa kita bayangkan. Begitupun perihal perdebatan lebih besar mana antara Allah, Arsy, dan Alam semesta, tidaklah perlu kita bahas, karena hal itu semua bukanlah sebuah pembahasan yang bakal ditemukan solusinya, dan membahas hal itu sama sekali tidak akan meningkatkan mutu ketaqwaan kita kepada Allah SWT, malahan bisa menurunkannya. Kita hanya perlu MEYAKINI bahwa ALLAH itu MAHA BESAR.

Yang jelas, pada pembahasan ini, ketika kami menyebutkan istilah MAHAKOSMOS, maka maksud intinya adalah ALLAH beserta seluruh KEMAUAN, KEMAMPUAN, dan KEKUASAANNYA, termasuk DAERAH KEKUASAANNYA. Dan semuanya adalah DAERAH KEKUASANNYA, sehingga tidak ada yang bukan Daerah Kekuasaan-Nya. Memang hal ini tidak mudah untuk dimengerti, tapi saya berharap dan yakin bahwa Anda bisa memahami apa yang dimaksud dengan istilah Mahakosmos. Yang jelas, Mahakomos itu meliputi Mikrokosmos dan Makrokosmos.

Sahabat Semesta, rupanya alam Mahakosmos ini pun tidak jauh dari Anda. Justru ia sangat dekat. Bahkan lebih dekat dari urat leher Anda. Ia lebih dalam dari apa yang paling dalam dari Anda. Jika Anda mengatakan bahwa dalamnya laut itu dapat diukur, dan dalamnya hati itu siapa yang tahu, maka alam Mahakosmos jauh lebih dalam dari hati Anda yang terdalam.

Itulah DIA, saking dekatnya sehingga kita sering melupakannya. Allah Maha Dekat, mari rasakan kedekatannya mulai saat ini, DIA tidak pergi kemana-mana, ia ada di dalam hati yang lebih dalam dari hati terdalam Anda. Ia mengenggam hati Anda, ia selalu bersama Anda. Syaratnya sederhana, yakini saja kedekatan itu dan nikmati selalu saat-saat kebersamaan Anda bersamaNya.

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” {Q.S. 2: 186}.
“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.”{Q.S. 50: 16}.

Pada level yang lebih membumi, maka realitas Mahakosmos dihadirkan sebagai buku panduan suci dari Ilahi yang mengatur kehidupan kita. Dan buku panduan itu kita sebut sebagai Al-Quran dengan pendamping utamanya adalah As-Sunnah. Al-Quran dan As-Sunnah inilah sebagai kamus Mahakosmos yang hadir di muka bumi.

wallahu a’lam

>Teori Kuantum, Telepati, & Teleportasi

>Energi Ambang
Elektron terletak dalam orbital-orbital tertentu. Sebagaimana Postulat Bohr.

Elektron memerlukan energi ambang tertentu agar dapat berpindah lintasan. Energi ambang adalah energi minimal yang diperlukan elektron untuk naik menuju orbital yang lebih tinggi. Energi itu tidak kontinum, melainkan diskrit, artinya terkuantifikasi. Paket-paket energi yang terkuantifikasi ini dalam bentuk radiasi atau gelombang disebut kuanta energi. Menurut Max Planck, besarnya energi tersebut adalah h f dengan h adalah konstanta planck yang besarnya 6,63 x 10^{-34} joule detik.

Elektron hanya bisa punya energi dalam kelipatan bulat kuanta ini. Tidak hanya pada elektron tetapi juga foton dan semua zarah renik di tingkat subatom. Inilah asal-usul nama kuantum pada fisika kuantum yang kita pelajari ini. Fisika kuantum mempelajari perilaku zarah-zarah subatomik, dinamika dan interaksinya, serta relasinya dengan medan yang memengaruhinya.”

Teori Kuantum
Teori kuantum dari Max Planck mencoba menerangkan radiasi karakteristik yang dipancarkan oleh benda mampat. Radiasi inilah yang menunjukan sifat partikel dari gelombang. Radiasi yang dipancarkan setiap benda terjadi secara tidak kontinyu (discontinue) dipancarkan dalam satuan kecil yang disebut kuanta (energi kuantum).

Max Planck
Planck berpendapat bahwa kuanta yang berbanding lurus dengan frekuensi tertentu dari cahaya, semuanya harus berenergi sama dan energi ini E berbanding lurus dengan.

Jadi :
E = h.V
E = Energi kuantum
h = Tetapan Planck = 6,626 x 10-34 J.s
V = Frekuensi

Planck menganggap hawa energi elektromagnetik yang diradiasikan oleh benda, timbul secara terputus-putus walaupun penjalarannya melalui ruang merupakan gelombang elektromagnetik yang kontinyu.

Einstein
Einstein mengusulkan bukan saja cahaya yang dipancarkan menurut suatu kuantum pada saat tertentu tetapi juga menjalar menurut kuanta individual. Hipotesis ini menerangkan efek fotolistrik, yaitu elektron yang terpancar bila frekuensi cahaya cukup tinggi, terjadi dalam daerah cahaya tampak dan ultraungu.

Hipotesa dari Max Planck dan Einstein menghasilkan rumusan empiris tentang efek fotolistrik yaitu :

hV = Kmaks + hVo
hV = Isi energi dari masing-masing kuantum cahaya datang
Kmaks = Energi fotoelektron maksimum
hVo = Energi minimum yang diperlukan untuk melepaskan sebuah elektron dari permukaan logam yang disinari

Tidak semua fotoelektron mempunyai energi yang sama sekalipun frekuensi cahaya yang digunakan sama. Tidak semua energi foton (hv) bisa diberikan pada sebuah elektron. Suatu elektron mungkin akan hilang dari energi awalnya dalam interaksinya dengan elektron lainnya di dalam logam sebelum ia lenyap dari permukaan. Untuk melepaskan elektron dari permukaan logam biasanya memerlukan separuh dari energi yang diperlukan untuk melepaskan elektron dari atom bebas dari logam yang bersangkutan.

Penafsiran Einstein mengenai fotolistrik dikuatkan dengan emisi termionik. Dalam emisi foto listrik, foton cahaya menyediakan energi yang diperlukan oleh elektron untuk lepas, sedangkan dalam emisi termionik kalorlah yang menyediakannya.

Usul Planck bahwa benda memancarkan cahaya dalam bentuk kuanta tidak bertentangan dengan penjalaran cahaya sebagai gelombang. Sementara Einstein menyatakan cahaya bergerak melalui ruang dalam bentuk foton. Kedua hal ini baru dapat diterima setelah eksperimen Compton. Eksperimen ini menunjukan adanya perubahan panjang gelombang dari foton yang terhambur dengan sudut (f) tertentu oleh partikel bermassa diam (mo). Perubahan ini tidak bergantung dari panjang gelombang foton datang (l).

Hasil pergeseran compton sangat kecil dan tidak terdeteksi. Hal ini terjadi karena sebagian elektron dalam materi terikat lemah pada atom induknya dan sebagian lainnya terikat kuat. Jika elektron d timbulkan oleh foton, seluruh atom bergerak, bukan hanya elektron tunggalnya.

Untuk lebih memahami tinjauan teori kuantum dan teori gelombang yang saling melengkapi, marilah kita amati riak yang menyebar dari permukaan air jika kita menjatuhkan batu ke permukaan air.
Pernahkan Anda perhatikan hal ini?

Riak yang menyebar pada permukaan air akan hilang dengan masuknya batu ke dasar.

Analogi ini dapat menjelaskan energi yang dibawa cahaya terdistribusi secara kontinyu ke seluruh pola gelombang. Hal ini menurut tinjauan teori gelombang sedangkan menurut teori kuantum, cahaya menyebar dari sumbernya sebagai sederetan konsentrasi energi yang teralokalisasi masing-masing cukup kecil sehingga dapat diserap oleh sebuah elektron.

Teori gelombang cahaya menjelaskan difraksi dan interferensi yang tidak dapat dijelaskan oleh teori kuantum. Sedangkan teori kuantum menjelaskan efek fotolistrik yang tidak dapat dijelaskan oleh teori gelombang.

  • a) Teori gelombang cahaya menjelaskan difraksidan interferensi yang tidak dapat dijelaskan oleh teori kuantum.
  • b) Teori kuantum menjelaskan efek fotolistrik yang tidak dapat di jelaskan oleh teori gelombang.

Bila cahaya melalui celah-celah, cahaya berlalu sebagai gelombang, ketika tiba di layar cahaya berlalu sebagai partikel.

Berdasarkan data tersebut, dilakukan eksperimen lanjutan yang meneliti sifat dualisme gelombang dan partikel.

Telepati dan Teleportasi
Sebagai rumusan dasar dalam ilmu sains, rumusan Newton, F=m.a, memberikan pengaruh dan kegunaan yang cukup besar. Kehadiran rumusan hukum kekekalan energi dan momentum, misalnya, tidak lain dikembangkan dari rumus dasar Newton.Berdasarkan rumusan Newton pula maka berkembang ilmu optika klasik, mekanika, dan mesin-mesin. Buah dari karya besar Newton itu antara lain termanifestasi dalam peradaban mesin-mesin industri. Sir Issac Newton dapat diakui sebagai ilmuwan besar abad 17 hingga abad 20.

Akan tetapi, dengan berawal dari ketidakpuasan para ilmuwan terhadap rumusan Newton untuk menjelaskan dinamika elektron-struktur atomik-maka berkembanglah teori baru. Berawal dari tesis Albert Einstein melalui rumusan E= mc2, lebih lanjut menjadi arahan bagi para ilmuwan untuk dapat memodelkan dinamika elektron dengan lebih tepat. Dari rumusan Einstein, ternyata terbukti bahwa rumusan Newton pada dasarnya merupakan pendekatan dari rumusan E=mc2. Hal ini terjadi karena dinamika gerak partikel masif adalah << (baca: jauh lebih kecil dari) kecepatan cahaya, c. Dengan kata lain, rumusan F=m.a adalah pendekatan dari E=mc2. Namun, kehadiran rumusan Einstein tidak secara otomatis meniadakan hukum-hukum yang dikembangkan berdasarkan Newton.

Seiring dengan pembuktian Einstein dan kawan-kawan dalam bidang fisika ini, maka berkembanglah cabang ilmu Fisika Kuantum. Dari namanya kuantum diambil dari kuanta-energi yang dipancarkan oleh loncatan elektron. Lebih lanjut, Scrodinger berhasil memberikan rumusan peluang elektron untuk dapat melakukan terobosan pada suatu dinding penghalang. Lebih lanjut, kuantum ini dimodelkan melalui sumur-sumur kuantum. Pada sumur itu digambarkan elektron yang hendak menembus dinding sumur pembatas dengan probabilitas tertentu.

Telepati dan teleportasi

Jika 14 abad yang lalu umat Islam meyakini peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad, maka teori kuantum memberikan arahan yang berarti untuk menjelaskan fenomena aneh itu. Bahkan untuk fenomena telepati, sihir, pengobatan jarak jauh, dan teleportasi.

Meditasi Anand Krisna, misalnya, jika kita perhatikan tidak lain mengikuti konsep kuantum. Dengan melakukan penenangan batin serta diikuti ritme goyangan tubuh berirama, seseorang akan mengalami “kepuasan” tertentu. Teknik ini juga sering dilakukan pada penyembuhan alternatif dengan menggunakan energi prana, chi. Jika kita melihat sebentar pada pondok-pondok salaf, kita perhatikan para santri yang berzikir sambil goyang kepala. Juga dikisahkan, para waliullah dan kiai dapat terbang dengan kecepatan kilat.

Apa sesungguhnya yang sedang terjadi? Di manakah kuantum itu terjadi? Teori kuantum menjelaskan fenomena loncatan elektron (kuanta-kuanta energi) suatu partikel yang mengalami eksitasi, yang diakibatkan oleh pengaruh getaran, pemanasan, atau pemancaran. Efek fotolistrik dan Compton menjelaskan hal ini. Pada kasus logam yang dipanasi, ia dapat memancarkan elektron. Logam yang disinari, terjadi kuantum. Hal ini menyebabkan perubahan struktur atomik suatu partikel tertentu. Perubahan itu melibatkan pemindahan elektron yang sekaligus memancarkan energi foton. Pendek kata, fenomena di atas terjadi karena transfer energi elektromagnetik.

Richard Feyman, ilmuwan Amerika Serikat yang berhasil memenangkan Nobel Fisika atas temuannya, membuktikan bahwa suatu partikel masih dapat dipindahkan menembus batas dinding partikel tanpa mengalami kerusakan. Pada kesempatan yang lain, Dr Ivan Geiver (pemenang Nobel Fisika) dari Amerika juga semakin menguatkan khazanah ilmu kuantum ini.

Temuan Feyman dan Geiver ini memberikan pengertian kepada kita bahwa teleportasi-perpindahan fisik seseorang yang menembus ruang pembatas-adalah rasional. Begitu pula dengan Isra’ Mi’raj. Jika seseorang sudah dapat melakukan suatu perlakuan khusus terhadap dirinya sampai batas energi ambang, maka orang tersebut memungkinkan mengalami derajat emanasi, eksitasi, atau kuantum. Sama persis dengan energi ambang yang dibutuhkan suatu logam untuk dapat melakukan kuantum.

Manifestasi dari kuantum ini adalah memungkinkan seseorang ini mengirimkan sinyal jarak jauh, sinyal yang berupa medan elektromagnetik. Jika dapat mengubah partikel diri seolah menjadi susunan-susunan elektron yang tereksitasi, maka terjadilah loncatan secepat cahaya. Maka, tukar informasi-telepati-terjadi. Lihat juga peristiwa kirim energi melalui televisi pada acara mingguan Dedy Corbuzier. Jika kejadian ini sampai melibatkan pemindahan fisik tubuhnya, maka orang ini mencapai derajat teleportasi.

Dari sudut pandang teori kuantum ini maka jelaslah bahwa tabir Isra’ Mi’raj, telepati, teleportasi; sudah mendapatkan penjelasan fisik. Artinya, sebagian besar orang yang tidak mengakui fenomena ini-karena alasan tidak ada bukti fisiknya-dewasa ini sudah terbantahkan. Hal yang dulu dianggap metafisika dan gaib, berdasarkan teori kuantum telah mendapatkan pembenaran fisik. Senada dengan teori kuantum, maka teknik goyang ritmis berirama pada ritual meditasi, zikir, serta pengobatan alternatif.

Teknik goyangan tubuh berirama pada dasarnya merupakan cara untuk memicu eksitasi eletron tubuh kita agar dapat memancarkan gelombang cahaya dengan frekuensi tertentu. Jika teknik goyangan ini cukup kuat dan kontinu sampai derajad energi ambang terlampui.

Dari sudut pandang ilmiah, maka kita semakin meyakini bahwa ilmu-ilmu fisik (fisika) dewasa ini sudah menyatu dengan dimensi gaib dan spiritualitas. Jika kita sempat membaca tulisan Frictof Capra pada bukunya Titik Balik Peradaban, terang sudah bahwasanya khazanah ilmu barat dan timur dewasa ini sudah dalam tahap penyatuan. Khazanah barat yang unggul dalam riset, eksperimentasi, dan rasionalitas; serta timur yang lebih dominan dalam aspek spiritualitas.

Oleh karena itu, era pasca-Einstein telah menjadi pembuka tabir penyatuan paradigma timur dan barat. Dan, kuantum adalah laksana jembatan antara peradaban timur dan barat. Kuantum yang secara empiris ditemukan pada abad 20, maka di dunia timur sudah mengakar cukup kuat sejak peradaban Cina Kuno dan India Kuno, 25 abad yang lalu. Dunia timur mengenal hukum paradoks lebih awal. Kita tahu, salah satu hukum dalam teori kuantum adalah hukum paradoks.