Ninja Mind Control

[Wikipedia]~ Ninja atau Shinobi (忍者 atau 忍び?) (dalam bahasa Jepang, secara harfiah berarti “Seseorang yang bergerak secara rahasia”) adalah seorang mata – mata zaman feodal di Jepang yang terlatih dalam seni ninjutsu (secara kasarnya “seni pergerakan sunyi”) Jepang. Ninja, seperti samurai, mematuhi peraturan khas mereka sendiri, yang disebut ninpo. Menurut sebagian pengamat ninjutsu, keahlian seorang ninja bukanlah pembunuhan tetapi penyusupan. Ninja berasal dari bahasa Jepang yang berbunyi nin yang artinya menyusup. Jadi, keahlian khusus seorang ninja adalah menyusup dengan atau tanpa suara.

Definisi
Ninja biasanya segera dikaitkan dengan sosok yng terampil beladiri, ahli menyusup dan serba misterius seperti yang tampak di dalam film atau manga (komik Jepang). Kata ninja terbentuk dari dua kata yaitu nin (忍?) dan sha (者?) yang masing-masing artinya adalah “tersembunyi” dan “orang”. Jadi ninja adalah mata-mata profesional pada zaman feudal jepang. Sejarah ninja juga sangat sulit dilacak. Info mengenai keberadaan mereka tersimpan rapat-rapat dalam dokumen-dokumen rahasia.

Ninja juga bisa diartikan sebagai nama yang diberikan kepada seseorang yang menguasai dan mendalami seni bela diri ninjutsu. Nin artinya pertahanan dan jutsu adalah seni atau cara. Kata ninja juga diambil dari kata ninpo. Po artinya adalah falsafah hidup atau dengan kata lain ninpo adalah falsafah tertinggi dari ilmu beladiri ninjutsu yang menjadi dasar kehidupan seorang ninja. Jadi ninja akan selalu waspada dan terintregasi pada prinsip ninpo.

Ninja adalah mata-mata profesional di zaman ketika para samurai masih memegang kekuasaan tertinggi di pemerintahan Jepang pada abad ke-12. Pada abad ke-14 pertarungan memperebutkan kekuasaan semakin memanas, informasi tentang aktivitas dan kekuatan lawan menjadi penting, dan para ninja pun semakin aktif. Para ninja dipanggil oleh daimyo untuk mengumpulkan informasi, merusak dan menghancurkan gudang persenjataan ataupun gudang makanan, serta untuk memimpin pasukan penyerbuan di malam hari. Karena itu ninja memperoleh latiham khusus. Ninja tetap aktif sampai Zaman Edo (1600-1868), dimana akhirnya kekuasaan dibenahi oleh pemerintah di Zaman Edo.

Asal-usul ninja
Kemunculan ninja pada tahun 522 berhubungan erat dengan masuknya seni nonuse ke Jepang. Seni nonuse inilah yang membuka jalan bagi lahirnya ninja.

Seni nonuse atau yang biasa disebut seni bertindak diam-diam adalah suatu praktik keagamaan yang dilakukan oleh para pendeta yang pada saat itu bertugas memberikan info kepada orang-orang di pemerintahan. Sekitar tahun 645, pendeta-pendeta tersebut menyempurnakan kemampuan bela diri dan mulai menggunakan pengetahuan mereka tentang nonuse untuk melindungi diri dari intimidasi pemerintah pusat.

Pada tahun 794-1192, kehidupan masyarakat Jepang mulai berkembang dan melahirkan kelas-kelas baru berdasarkan kekayaan. Keluarga kelas ini saling bertarung satu sama lain dalam usahanya menggulingkan kekaisaran. Kebutuhan keluarga akan pembunuh dan mata-mata semakin meningkat untuk memperebutkan kekuasaan. Karena itu permintaan akan para praktisi nonuse semakin meningkat. Inilah awal kelahiran ninja. Pada abad ke-16 ninja sudah dikenal dan eksis sebagai suatu keluarga atau klan di kota Iga atau Koga. Ninja pada saat itu merupakan profesi yang berhubungan erat dengan intelijen tingkat tinggi dalam pemerintah feodal para raja di jepang. Berdasarkan hal itu, masing-masing klan memiliki tradisi mengajarkan ilmu beladiri secara rahasia dalam keluarganya saja. Ilmu beladiri yang kemudian dikenal dengan nama ninjutsu. Dalah ilmu yang diwariskan dari leluhur mereka dan atas hasil penyempurnaan seni berperang selama puluhan generasi. Menurut para ahli sejarah hal itu telah berlangsung selama lebih dari 4 abad. Ilmu itu meliputi filsafat FUDOSHIN, spionase, taktik perang komando, tenaga dalam, tenaga supranatural, dan berbagai jenis bela diri lain yang tumbuh dan berkembang menurut zaman.

Namun ada sebuah catatan sejarah yang mengatakan bahwa sekitar abad ke-9 terjadi eksodus dari Cina ke Jepang. Hal ini terjadi karena runtuhnya dinasti Tang dan adanya pergolakan politik. Sehingga banyak pengungsi yang mencari perlindungan ke jepang.sebagian dari mereka adalah jendral besar, prajurit dan biksu. Mereka menetap di provinsi Iga, di tengah pulau Honshu. Jendral tersebut antara lain Cho Gyokko, Ikai Cho Busho membawa pengetahuan mereka dan membaur dengan kebudayaan setempat. Strategi militer, filsafat kepercayaan, konsep kebudayaan, ilmu pengobatan tradisional, dan falsafah tradisional. Semuanya menyatu dengan kebiasaan setempat yang akhirnya membentuk ilmu yang bernama ninjutsu.

Bela diri ninjutsu
Gerakan beladiri ninjutsu hanya tendangan, lemparan, patahan, dan serangan. Kemudian dilengkapi dengan teknik pertahanan diri seperti bantingan, berputar dan teknik bantu seperti meloloskan diri, mengendap, dan teknik khusus lainnya. Namun, dalam praktiknya ninja menghindari kontak langsung dengan lawannya, oleh karena itu berbagai alat lempar, lontar, tembak, dan penyamaran lebih sering digunakan. Berbeda dengan seni beladiri lain, ninjutsu mengajarkan teknik spionase, sabotase, melumpuhkan lawan, dan menjatuhkan mental lawan. Ilmu tersebut digunakan untuk melindungi keluarga ninja mereka. Apa yang dilakukan ninja memang sulit dimengerti. Pada satu sisi harus bertempur untuk melindungi, di sisi lain ninja harus mengutamakan kecerdikan saat menggunakan jurus untuk menghadapi lawan. Di sisi lain ajaran ninpo memberi petunjuk bahwa salah satu tujuan ninjutsu adalah mengaktifkan indra keenam mereka. paduan intuisi dan kekuatan fisik pada jangka waktu yang lama memungkinkan para ninja untuk mengaktifkan indra keenamnya. Sehingga dapat mengenal orang lain dengan baik dan mengerti berbagai persoalan dalam berbagai disiplin ilmu.

Di dalam ninpo terdapat teknik beladiri tangan kosong (taijutsu), teknik pedang (kenjutsu), teknik bahan peledak dan senjata api (kajutsu), teknik hipnotis (saimonjutsu), dan teknik ilusi(genjutsu). Pada aliran Togakure Ryu dikenal adanya latihan olah energi yang disebut Kuji Kiri. Prinsipnya adalah penggabungan antara kekuatan fisik dan mental. Penyaluran energi yang tepat dari tenaga kuji kiri dapat bersifat menghancurkan, namun di sisi lain jika digunakan untuk olah pikir dapat digunakan untuk menyelesaikan persoalan yang pelik.

Ninjutsu akan sia-sia jika ninja tidak memiliki mental dan spiritual yang kuat. Untuk itu ninja harus menguasai Kuji-in, yaitu kekuatan spiritual dan mental berdasarkan simbol yang terdapat di telapak tangan yang dipercaya menjadi saluran energi. Simbol di tangan di ambil dari praktik pada massa awal penyebaran agama Buddha. Kuji-in digunakan untuk membangun kepercayaan diri dan kekuatan seorang ninja. Kuji-in mampu meningkatkan kepekaan terhadap keadaan bahaya dan mendeteksi adanya kematian.

Dari 81 simbol yang ada, hanya 9 yang utama, yaitu rin(memberi kekuatan tubuh), hei (memberi kekuatan menyamarkan kehadiran seseorang), Toh (menyeimbangkan bagian padat dan cair pada tubuh), sha (kemampuan menyembuhkan), kai(memberi kontrol menyeluruh terhadap fungsi tubuh), jin(meningkatkan kekuatan telepati), retsu (memberi kekuatan telekinetik), zai (meningkatkan keselarasan terhadap alam), dan zen (memberi pencerahan pikiran dan pemahaman). Seorang ninja akan menjadi master sejati dengan menguasai simbol-simbol ini.

Walaupun terdapat banyak keluarga ninja di Jepang, baru sekitar tahun enam puluhan keluarga ninja baru dapat di dekati oleh orang luar. Pada tahun 1960 televisi jepang menayangkan laporan dokumentasi dan sejarah ninja. Setelah itu salah satu aliran yang dapat membuka diri dan memperkenalkan ninja ke dunia luar adalah aliran togakure-ryu dengan pewaris dari generasi ke 34, masaaki hatsumi,.yang profesi sehari-harinya adalah seorang tabib ahli penyembuhan dan pengobatan tulang. Pada tahun 1978 ninjutsu berhasil di publikasikan dan diajarkan ke amerika oleh stephen k. hayes. Sejak saat itu ninjutsu menjadi cabang beladiri yang paling banyak diminati.

Peralatan ninja
Ninja diharuskan untuk bisa bertahan hidup di tengah alam, karena itu mereka menjadi terlatih secara alamiah untuk mampu membedakan tumbuhan yang bisa dimakan, tumbuhan racun, dan tumbuhan obat. Mereka memiliki metode cerdik untuk mengetahui waktu dan mata angin. Ninja menggunakan bintang sebagai alat navigasi mereka ketika menjalankan misi di malam hari.mereka juga mahir memasang perangkap, memasak hewan, membangun tempat berlindung, menemukan air dan membuat api.

Ninja memakai baju yang menutup tubuh mereka kecuali telapak tangan dan seputar mata. Baju ninja ini disebut shinobi shozoko. shinobi shozoko memiliki 3 warna. Baju warna hitam biasanya dipakai ketika melakukan misi di malam hari dan bisa juga sebagai tanda kematian yang nyata bagi sang target. Warna putih digunakan untuk misi di hari bersalju. Warna hijau sebagai kamuflase agar mereka tidak terlihat dalam lingkungan hutan.

Shinobi shozoko memiliki banyak kantong di dalam dan luarnya. Kantong ini digunakan untuk menyimpan peralatan kecil dan senjata yang mereka butuhkan, seperti racun, shuriken, pisau, bom asap dan lain-lain. Ninja juga membawa kotak P3K kecil tradisional, yang diisi dengan cairan dan minuman. Ninja juga memakai tabi yang mirip sepatu boot. Celah yang memisahkan jempol kaki dengan jari lainnya memudahkan ninja saat memanjat tali atau dinding.

Ninja wanita atau kunoichi yang biasanya bekerja dengan menggunakan kefemininan mereka ketika melakukan pendekatan pada sang target menggunakan manipulasi kejiwaan dan perang batin sebagai senjata mereka. mereka bisa mendekati target dan membunuhnya tanpa jejak. Kunoichi memiliki misi yang berbeda dengan ninja laki-laki. Mereka lebih sering dekat dengan target, sehingga mereka juga lebih sering menggunakan senjata jarak dekat seperti metsubishi, racun, golok, tali, dan tessen. Selain itu senjata-senjata tersebut juga praktis dibawa tanpa kelihatan.

Ninja memiliki senjata dalam berbagai jenis, bentuk, dan ukuran. Senjata yang biasanya dipakai adalah katana (pedang) dan sering diletakkan di punggung.[1] Senjata lempar seperti pisau kecil, atau cakram berbentuk bintang, dikenal sebagai shuriken. Peralatan canggih ninja lainnya adalah sabit berantai yang disebut kusarigama,[2] kaginawa (jangkar bertali) untuk memanjat dinding, ashiaro untuk membuat jejak kaki palsu agar tidak terlacak saat menjalankan misi, metsubushi (cangkang telur yang diisi dengan pasir dan serbuk logam, biasanya juga kotoran tikus) yang berfungsi untuk membutakan lawan.

Pelatihan
Pada saat anak-anak ninja telah dilatih untuk waspada dan dididik dalam kerahasiaan dan tradisi ilmu mereka. Pada umur 5-6 tahun mereka diperkenalkan dengan permainan ketangkasan dan keseimbangan tubuh. Anak-anak disuruh berjalan di atas papan titian yang sangat kecil, mendaki papan yang terjal, dan melompati semak-semak yang berduri. Pada umur 9 tahun mereka dilatih untuk kelenturan otot. Anak-anak berlatih berguling dan meloncat. Setelah itu anak-anak diajarkan teknik memukul dan menendang pada target jerami yang di ikat. Setelah itu pelatihan meningkat ke seni bela diri tanpa senjata dan setelahnya dasar-dasar menggunakan pedang dan tongkat.

Pada masa remaja mereka diajari cara menggunakan senjata khusus. Melempar pisau, penyembunyian senjata, teknik tali, berenang, taktik bawah air, dan teknik menggunakan alam untuk mendapat informasai atau untuk menyembunyikan diri. Waktu mereka dihabiskan dalam ruang tertutup atau bergelantungan di pohon untuk membangun kesabaran, daya tahan, dan stamina. Terdapat pula latihan gerak tanpa suara dan lari jarak jauh. Mereka juga diajarkan teknik melompat dari pohon ke pohon atau atap ke atap.

Pada masa akhir remaja ninja belajar menjadi aktor dan psikologi melalui tingkah laku mereka sendiri dan orang-orang di sekitarnya. Mereka mulai mengerti cara bekerja jiwa manusia, menggunakan kelemahan orang lain untuk keuntungan mereka. Mereka juga belajar membuat obat-obatan, mendapatkan jalan masuk rahasia ke dalam sebuah bangunan, cara memanjat dinding, melewati atap, mencuri di bawah rantai, mengikat musuh, cara kabur, dan menggambar peta, rute, petunjuk jalan, serta wajah.

Filosofi ninja
Filosofi ninja adalah meraih hasil maksimal dengan tenaga minimum. Muslihat dan taktik lebih sering dilakukan daripada konfrontasi langsung.

Ninja tidak memiliki status mulia seperti samurai, sehingga ninja bebas melakukan apapun untuk mengatasi masalah tanpa terikat oleh nama baik keluarga dan kehormatan.

Iklan

Ninja Mudra – The Ninja Secret Healing

Mudra adalah sebuah gerak tubuh yang bermakna spiritual. Gerak tubuh ini bisa meliputi seluruh tubuh, tapi lazimnya dilakukan dengan tangan dan jari jemari tangan. Agama Hindu dan Buddha dalam literatur spiritualnya banyak menyertakan mudra sebagai sebuah simbol, perlambang, pemberian berkat, dll

Dalam yoga, mudra digunakan secara luas menyertai praktek asanas, pranayama, kriya, bandha dan meditasi. Terutama dipakai dalam praktek pranayama (teknik bernafas dengan benar) karena mudra dipercaya dapat memerlancar masuknya aliran prana (energi) dalam tubuh. Tidak hanya dipraktekkna dalam yoga, mudra juga dikenal dalam teknik martial arts, terutama ninjutsu. Pasti sobat2 yang suka nonton film kartun Naruto familiar dengan Ninja Mudra atau Kuji-In

Jika anda adalah penggemar film laga Asia Timur seperti Kung Fu dan Ninja, mungkin anda tidak asing lagi dengan berbagai gerakan tangan yang mereka lakukan dalam usahanya menyembuhkan luka dan cidera fisik yang mereka alami setelah bertempur. Disamping itu, sikap-sikap tangan tersebut juga mereka gunakan untuk mengeluarkan jurus-jurus tertentu yang terlihat ganjil dari sudut pandang kita saat ini. Berbagai gerakan tangan ini juga di kenal dengan istilah Kuji-In. Menurut mereka setiap gerakan tangan yang divisualisasikan dalam bentuk-bentuk tertentu melangbangkan unsur-unsur yang ada di alam dan dengan melakukan gerakan-gerakan tersebut akan dapat mengendalikan unsur-unsur alam termasuk menstimulus sel-sel tubuh abnormal kembali menjadi normal. Dalam prakteknya, teknik Kuji-In ini dapat divisualisasikan dalam sembilan bentuk sikap tangan.

Kesembilan sikap tersebut yaitu:

  1. CHU (Rin) yang melambangkan kekuatan pikiran dan badan
  2. SHEN (Kyo) yang melambangkan arah dari energi
  3. KAI (Toh) yang melambangkan keselarasan dalam alam semesta
  4. TAI (Sha) yang melambangkan penyembuhan diri dan orang lain
  5. SHA (Kai) yang melambangkan kewaspadaan terhadap bahaya
  6. JEN (Jin) yang melambangkan mengetahui tindakan orang lain
  7. TUNG (Retsu) yang melambangkan penguasaan ruang dan waktu
  8. HUA (ZAI) yang melambangkan kontrol terhadap element-elemen alam
  9. TAO (ZEN) yang melambangkan pencerahan

Teknik ini awalnya juga diterapkan oleh para rohaniawan Buddha, Tao, Sinto dan agama-agama rumpun Asia Timur baik pada saat meditasi maupun pada saat melakukan terapi pengobatan. Menurut lontar-lontar (manuskrip) yang diwarisi perguruan silat Seruling Dewata yang berkembang di daerah Watu Karu, Tabanan, Bali, pada jaman dahulu hampir semua pemuka dan penyebar agama Hindu maupun Buddha disamping menguasai filsafat ketuhanan mereka juga sangat ahli dalam berbagai seni beladiri dan ilmu-ilmu yang bersifat gaib.

Para penyebar filsafat Veda ini akhirnya menjadikan Watu Karu sebagai base cam dan tempat tirta yatra utama. Disamping itu terdapat indikasi bahwa ilmu silat-ilmu silat yang berkembang di asia timur seperti kung-fu, jurus-jurus ninja, taekwon-do, ninjutsu dan sejenisnya berawal dari ilmu silat yang berkembang di Watu Karu. Dalam lontar-lontar juga dikatakan bahwa Langkapura, Jambu Dwipa, Tionggoan , Tibet, Butan, Kuroyewu, Jepun dan negeri-negeri lainnya pernah merasakan kehebatan Ilmu Silat Bali Kuno yang berlandaskan Veda ini, bahkan ada suatu kesepakatan tidak tertulis diantara para pesilat terdahulu bahwa jangan pernah merasa hebat sebelum mencoba kehebatan pesilat-pesilat Gunung Watukaru.

Apa korelasi teknik-teknik yang memperlihatkan sikap tangan seperti Kuji-In dengan basic-nya Veda? Mudra adalah jawabannya. Meski saat ini Mudra (sikap tangan) dalam kebudayaan Veda baik di India maupun di Indonesia lebih banyak dipahami sebagai sikap-sikap tangan yang ditujukan untuk pudja atau ritual keagamaan, namun ternyata Mudra pada dasarnya juga tidak lepas dari aspek fisik dan psikis praktisi Mudra tersebut. Sehingga sangatlah beralasan jika Mudra juga banyak diterapkan dalam teknik meditasi, tarian klasik, bharatanatyam, mohiniattam dan beladiri. Beberapa sikap-sikap mudra tersebut adalah sebagai berikut;

  1. Gyan Mudra – Mudra Ilmu pengetahuan
    Sikap Mudra ini dilakukan dengan menyentuhkan ujung telunjuk dengan ujung ibu jari dan ketiga jari yang lainnya dalam posisi lurus. Ujung jari memiliki pusat kelenjar hipofisis dan endokrin. Ketika menekan pusat-pusat ini dengan kedua ujung jari, maka kedua kelenjar Sikap Mudra ini dapat mempertajam ingatan, meningkatkan konsentrasi dan mencegah insomnia. Dengan melakukan sikap mudra ini secara teratur akan dapat menyembuhkan semua gangguan psikologis seperti depresi, sikap pemarah, histeris dan trauma.
  2. Prithvi Mudra – Mudra Bumi
    Dilakukan dengan menyentuhkan ujung jari manis ke ujung ibu jari dengan jari yang lain diluruskan. Mudra ini bermanfaat untuk mengurangi semua kelemahan-kelemahan fisik, menaikkan berat badan bagi orang yang kurus, dan juga mencerahkan kulit.
  3. Varuna Mudra – Mudra air
    Dilakukan dengan menyentuhkan ujung kelingking ke ujung ibu jari dengan dengan ketiga jari yang lainnya diluruskan. Mudra ini bermanfaat mencegah Gastroenteritis, penyusutan otot dan semua penyakit yang berhubungan dengan ketidak seimbangan kadar air dalam tubuh.
  4. Vayu Mudra – Mudra udara
    Mudra ini dilakukan dengan meletakkan ibu jari dan telunjuk dalam posisi ibu jari menekan ruas bagian tengah telunjuk dan ketiga jari yang lain lurus. Mudra ini mengatasi masalah-masalah yang berkaitan dengan ketidakseimbangan tubuh terhadap udara/gas yang terdapat dalam tubuh. Dengan melakukan mudra ini selama 45 menit dalam sehari selama dua bulan secara teratur akan dapat mengatasi Rematik, Arthritis, Asam urat, Parkinson dan juga masalah pada serviks Spondilytis.
  5. Shunya Mudra – Mudra kekosongan
    Dilakukan dengan menekan ruas jari tengah dengan ibu jari dan ketiga jari yang lainnya diluruskan dan dilakukan selama 40 sampai 60 menit setiap harinya. Mudra ini sangat untuk mengatasi masalah mental dan tuli yang tidak disebabkan oleh faktor bawaan.
  6. Surya Mudra – Mudra Matahari
    Dilakukan dengan menekan ruas jari manis dengan ibu jari dan meluruskan ketiga jari yang lainnya. Dengan melakukan mudra ini selama dua kali dalam sehari masing-masing selama 5-15 menit akan dapat menjaga fungsi kelenjar tiroid bekerja normal sehingga dapat mengatasi kadar kolesterol, mengurangi berat badan, mengatasi tekanan mental dan masalah pencernaan.
  7. Prana Mudra – Mudra kehidupan
    Dilakukan dengan menekuk jari manis dan kelingking samai menyentuh ujung ibu jari dan menjaga kedua jari yang lainnya tetap lurus. Mudra ini dapat menjaga kekuatan fisik seseorang, melancarkan peredaran darah, meningkatkan kekebalan tubuh, mengatasi penyakit mata yang terkait dengan kelelahan dan vitamin.
  8. Apana Mudra – Mudra pencernaan
    Mudra ini dilakukan dengan cara menyentuhkan ujung jari tengah dan ujung jari manis dengan ujung ibu jari dan dalam posisi jari yang lainnya terlentang lurus. Mudra ini bermanfaat dalam menangani masalah ekskresi, mengatasi diabetes, sembelit dan membantu buang air besar secara normal. Untuk mendapatkan hasil yang baik, mudra ini dilakukan setidaknya selama 45 menit setiap harinya.
  9. Apana Vayu Mudra – Mudra Jantung
    Dilakukan dengan menyentuhkan ujung jari tengah dan jari manis dengan ujung ibu jari, sedangkan telunjuk menyentuh pangkal ibu jari. Dan kelingking tetap diluruskan. Mudra ini bermanfaat untuk jantung, menurunkan serangan jantung, mengatasi kelainan denyut jantung dan sistem ekskresi pada lambung. Untuk mendapatkan hasil yang optimal dianjurkan melakukannya paling tidak dua kali dalam sehari masing-masing minimal selama 15 menit.
  10. Linga Mudra – Mudra jantung dan energi
    Dilakukan dengan mengaitkan jari-jari kedua tangan dengan ibu jari tangan kiri lurus vertikal sementara ibu jari dan telunjuk tangan kanan mengelilingi ibu jari tangan kiri. Mudra ini merangsang panas dalam tubuh dan bermanfaat untuk menghentikan produksi dahak berlebih, menanggulangi infeksi paru-aru dan bronhitis. Mudra ini dapat dipraktekkan kapan saja jika kita inginkan, hanya saja tidak dianjurkan melakukannya terlalu sering karena efek penghasil panas tubuhnya. Bahkan Mudra ini dapat membuat seorang praktisi berkeringat meski saat cuaca sangat dingin. Untuk mendapatkan hasil optimal dari mudra ini, dapat dibarengi dengan mengkonsumsi susu, ghee, banyak minum air putih dan jus buah. Disamping Mudra-Mudra di atas, masih terdapat ratusan sikap Mudra yang lainnya. Dalam ritual Tantra digunakan 108 mudra, dalam bharatanatyam digunakan setidaknya 200 mudra dimana satu mudra dengan mudra yang lainnya memiliki arti dan manfaat tersendiri. 

Referensinya:

Ciptakan Medan Resonansi Sukses dengan NAQS DNA

Dalam ilmu fisika quantum, dinyatakan bahwa benda padat jika dibelah menjadi bagaian-bagian yang sangat kecil ternyata merupakan kumpulan molekul. Selanjutnya jika molekul dibelah lagi menjadi bagian yang terkecil maka akan terbukti bahwa molekul itu tersesusun atas atom-atom dan partikel-partikelnya. Dan ternyata partikel sub atomik yang super kecil itu berasal dari energi alam yang disebut sebagai vibrasi quanta. Benda padat, molekul, atom, dan partikel sub atomik berada pada level yang ”dapat dilihat”, sementara quanta yang terdapat dia alam energi adalah ”vibrasi quantum yang tidak dapat dilihat”. Getaran-getaran energi terhalus dari vibrasi quantum yang tak tampak ini ternyata merupakan bahan dasar penyusun dari semua benda yang tampak wujudnya.

Semua benda yang anda lihat di sekitar anda seperti rumah, mobil, televisi, dan lain-lain, sebenarnya hanyalah merupakan susunan energi quanta. Jika semua benda itu di investigasi dari dekat – dengan mikroskop nuklir misalnya – maka tampak jelas bahwa mereka tidaklah padat sama sekali, melainkan terdiri dari rongga-rongga yang berisi getaran energi quanta yang bergerak sedemikian cepatnya sehingga “terlihat” padat oleh indra penglihatan kita dan “terasa” padat oleh indra peraba kita.

Di level quanta semua benda sebenarnya menyatu dan tidak terpisah. Seperti terpisahnya udara di ruang tamu anda dengan udara di ruang makan atau kamar tidur anda atau udara yang ada di dalam diri kita.. Masing-masing ruang “terlihat” berbeda tetapi sebenarnya terbuat dari udara yang sama. Seperti film yang tampak bergerak di layar sinema padahal sebenarnya merupakan kumpulan gambar tak bergerak yang dipaparkan secara cepat (24frame/detik) sehingga terlihat hidup. Inilah yang disebut ilusi atau kefanaan.

Energi adalah sumber dari semua Kehidupan. Bumi dikelilingi oleh medan energi, yang memainkan peran penting dalam tubuh kita untuk regenerasi, penyembuhan dan kesejahteraan secara menyeluruh. Setiap manusia juga memiliki medan energi atau aura di sekitar dirinya. Aura yang bagus akan memancarkan energi yang bagus pula. Orang yang sehat memiliki energi yang cukup untuk memerangi cedera dan penyakit serta memperbaiki segala kerusakan pada tubuh. Penyakit kronis, disebabkan oleh kekurangan energi atau ketidakseimbangan energi dalam tubuh. Bahkan lebih jauh, medan energi aura tubuh mampu memberikan pengaruh pada kualitas pekerjaan, bisnis, karir, pergaulan, dll orang yang bersangkutan.

Medan Resonansi Energi
Pierre FranckhPenulis The Law Of Resonance– menjelaskan bahwa suatu hal menjadi tidak mungkin, jika kita sudah menganggapnya sebagai sesuatu yang mustahil. Melalui Efek Resonansi semua yang ada di alam semesta ini saling berkomunikasi satu sama lain melalui gelombang getaran. Karena itu, sangat penting bagi kita untuk mengetahui dengan tepat, di dalam gelombang getaran apa kita sedang berada, dan medan resonansi apa yang secara sadar atau tidak sadar sedang kita hasilkan.

Pierre Franckh juga memaparkan kepada kita bagaimana pengaruh sugesti sangat mempengaruhi kita, bahwa melalui keyakinan yang sangat dalam di hati kita jugalah jalan hidup kita ditentukan, hanya sesuatu yang benar-benar kita yakini dari lubuk hati yang paling dalamlah yang bisa menjadi suatu kenyataan dalam hidup kita. Selain itu, apa yang kita temui di dunia luar memiliki asal usul yang jelas, yaitu berawal dari pikiran kita. Jika kita ingin mewujudkan apa yang kita inginkan, maka kita harus mulai memerhatikan dan mengontrol pikiran kita, karena semuanya itu akan memancarkan sebuah medan resonansi.

Dalam Efek Resonansi kita selalu berada dalam status memancarkan energi dan menerima energi lain. Kita memprogam medan resonansi kita tanpa henti dengan pikiran kita, baik itu positif maupun negatif. Medan resonansi yang kita timbulkan akan beresonansi dengan medan lain yang memiliki getaran yang sama Namun, Pierre Franckh juga secara tegas memaparkan kepada kita bahwa tidak ada batas di dunia ini, batas yang sesungguhnya hanya ada dalam pemikiran kita. Rintangan yang sebelumnya kita bayangkan hanyalah halangan kecil untuk suatu lompatan yang jauh lebih besar.

Disebutkan juga oleh Pierre Franckh bahwa ada beberapa medan resonansi yang ternyata menghambat perkembangan diri kita, yakni yang dimaksud adalah medan resonansi negatif.

Potensi getaran seperti apa yang ingin kita aktifkan di dalam diri kita, tergantung pada diri kita sendiri. Sebagai contoh, jika kita membiarkan diri kita terpengaruh oleh emosi orang lain, maka potensi untuk bersikap emosional pun akan ada dalam diri kita. Oleh karena itu Pierre Franckh mengatakan bahwa hanya ada satu orang di dunia ini yang bisa mengizinkan orang lain memberikan penilaian tentang diri kita. Dan orang itu adalah diri kita sendiri. Semua pengaruh yang kita berikan kepada diri kita sendiri, akan mempengaruhi medan energi (Aura) kita, membangunkan beraneka ragam emosi dan perasaan di dalam hati kita.

Menciptan Medan Resonansi Energi Positif
Jika alam kehidupan manusia disepadankan dengan alam kenyataan materi (benda), maka tubuh kita mempunyai getaran yang paling lambat, sementara perasaan memiliki energi vibrasi yang paling tinggi di alam semesta Dalam diri manusia, alam perasaan dan alam pikiran berada pada level yang setara dengan alam quanta dan energi vibrasi. Level energi vibrasi ini adalah level yang memiliki energi yang paling dahsyat. Perasaan adalah aset utama manusia, karena perasaan merupakan bagian terbesar dari alam pikiran (12 % adalah alam pikiran sadar dan 88% adalah alam pikiran bawah sadar atau perasaan). Sedangkan alam perasaan berada pada level energi quanta dengan kekuatan energi yang dahsyat.

Latihan-latihan yang di ajarkan dalam NAQS DNA secara keseluruhan adalah sebuah cara untuk menciptakan dan menumbuhkan Medan Resonansi Energi serta Aura Positif yang beroperasi di level Quanta atau di Zona Quantum Energi yang merupakan inti dari alam semesta. Getaran positif yang dipancarkan dari level Quanta akan mempunyai daya tembus dan daya akses yang sangat luas dan tidak terbatas,  menembus dan mempengaruhi ke seluruh lapisan energi yang ada di alam semesta tanpa terkendala oleh Ruang, Waktu & Jarak. Medan Energi Positif inilah yang akan menarik segala sesuatu yang mempunyai getaran frekwensi yang sama di alam semesta dan menolak atau tehindar dari segala energi negatif yang dipancarkan oleh sumber Medan Resonansi Energi Negatif apapun yang juga banyak bertebaran di alam semesta ini.

Dengan demikian maka akan  membuat situasi dan kondisi kehidupan kita akan selalu kondusif serta dipenuhi dengan keajaiban dan kemudahan. Dan untuk selanjutnya, bila kondisi sudah kondusif. Maka gunakanlah daya Fikir kita untuk mebgarahkan & membuat kehidupan yang sesuai dengan harapan kita. Inilah sinergi harmonis dari Dzikir & Fikir yang membuahkan kesuksesan kita di dunia dan akhirat.

Mempertahankan Medan Resonansi Energi Dengan Sabar dan Syukur
Ketika Medan Resonansi Energi Positif sudah terbentuk, maka untuk selanjutnya adalah perlu kita install lagi sebuah program Software Stabilizer Mental yang bisa membuat Getaran Resonansi Energi yang kita ciptakan tetap dapat bergetar dengan frekwensi yang stabil.

Inilah Software Stabilizer yang diresepkan oleh Rasulullah. yang perlu untuk kita instal ke dalam mesin mental kita. Yaitu Sabar & Syukur. (Baca juga Artikel saya : Fokus Pada Dahsyatnya Energi Syukur)

“Syukur itu mengikat sesuatu yang diperoleh dan memburu sesuatu yang hilang.”

Dari Suhaib r.a., bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Sungguh menakjubkan perkaranya orang yang beriman, karena segala urusannya adalah baik baginya. Dan hal yang demikian itu tidak akan terdapat kecuali hanya pada orang mukmin; yaitu jika ia mendapatkan kebahagiaan, ia bersyukur, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan yang terbaik untuknya. Dan jika ia tertimpa musibah, ia bersabar, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan hal terbaik bagi dirinya.” (HR. Muslim)

Sekilas Tentang Hadits :
Hadits ini merupakan hadits shahih dengan sanad sebagaimana di atas, melalui jalur Tsabit dari Abdurrahman bin Abi Laila, dari Suhaib dari Rasulullah SAW, diriwayatkan oleh:

  • Imam Muslim dalam Shahihnya, Kitab Al-Zuhud wa Al-Raqa’iq, Bab Al-Mu’min Amruhu Kulluhu Khair, hadits no 2999.
  • Imam Ahmad bin Hambal dalam empat tempat dalam Musnadnya, yaitu hadits no 18455, 18360, 23406 & 23412.
  • Diriwayatkan juga oleh Imam al-Darimi, dalam Sunannya, Kitab Al-Riqaq, Bab Al-Mu’min Yu’jaru Fi Kulli Syai’, hadits no 2777.

Makna Hadits Secara Umum
Setiap mukmin digambarkan oleh Rasulullah saw. sebagai orang yang memiliki pesona, yang digambarkan dengan istilah ‘ajaban’. Pesona berpangkal dari adanya positif thinking seorang mukmin. Ketika mendapatkan kebaikan, ia refleksikan dalam bentuk syukur terhadap Allah swt. Karena ia paham, hal tersebut merupakan anugerah Allah. Dan tidaklah Allah memberikan sesuatu kepadanya melainkan pasti sesuatu tersebut adalah positif baginya. Sebaliknya, jika ia mendapatkan suatu musibah, ia akan bersabar. Karena ia yakin, hal tersebut merupakan pemberian sekaligus cobaan bagi dirinya yang ada rahasia kebaikan di dalamnya. Sehingga refleksinya adalah dengan bersabar dan mengembalikan semuanya kepada Allah swt.

Urgensi Kesabaran
Kesabaran merupakan salah satu ciri mendasar orang yang bertaqwa. Bahkan sebagian ulama mengatakan bahwa kesabaran setengah keimanan. Sabar memiliki kaitan erat dengan keimanan: seperti kepala dengan jasadnya. Tidak ada keimanan yang tidak disertai kesabaran, sebagaimana tidak ada jasad yang tidak memiliki kepala. Oleh karena itu, Rasulullah saw. menggambarkan ciri dan keutamaan orang beriman sebagaimana hadits di atas.

Makna Sabar
Sabar merupakan istilah dari bahasa Arab dan sudah menjadi istilah bahasa Indonesia. Asal katanya adalah “shabara”, yang membentuk infinitif (masdar) menjadi “shabran“. Dari segi bahasa, sabar berarti menahan dan mencegah. Menguatkan makna seperti ini adalah firman Allah dalam Al-Qur’an: “Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.” (Al-Kahfi: 28)

Perintah bersabar pada ayat di atas adalah untuk menahan diri dari keingingan ‘keluar’ dari komunitas orang-orang yang menyeru Rabnya serta selalu mengharap keridhaan-Nya. Perintah sabar di atas sekaligus juga sebagai pencegahan dari keinginan manusia yang ingin bersama dengan orang-orang yang lalai dari mengingat Allah swt.

Sedangkan dari segi istilahnya, sabar adalah menahan diri dari sifat kegundahan dan rasa emosi, kemudian menahan lisan dari keluh kesah serta menahan anggota tubuh dari perbuatan yang tidak terarah.

Amru bin Usman mengatakan, bahwa sabar adalah keteguhan bersama Allah, menerima ujian dari-Nya dengan lapang dan tenang. Hal senada juga dikemukakan oleh Imam Al-Khawas, “Sabar adalah refleksi keteguhan untuk merealisasikan Al-Qur’an dan sunnah. Sehingga sabar tidak identik dengan kepasrahan dan ketidakmampuan. Rasulullah saw. memerintahkan umatnya untuk sabar ketika berjihad. Padahal jihad adalah memerangi musuh-musuh Allah, yang klimaksnya adalah menggunakan senjata (perang).”

Sabar Sebagaimana Digambarkan Dalam Al-Qur’an
Dalam Al-Qur’an banyak ayat yang berbicara mengenai kesabaran. Jika ditelusuri, terdapat 103 kali disebut dalam Al-Qur’an, baik berbentuk isim maupun fi’ilnya. Hal ini menunjukkan betapa kesabaran menjadi perhatian Allah swt.

  1. Sabar merupakan perintah Allah. “Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (Al-Baqarah: 153). Ayat-ayat yang serupa Ali Imran: 200, An-Nahl: 127, Al-Anfal: 46, Yunus: 109, Hud: 115.
  2. Larangan isti’jal (tergesa-gesa). “Maka bersabarlah kamu seperti orang-orang yang mempunyai keteguhan hati dari rasul-rasul dan janganlah kamu meminta disegerakan (azab) bagi mereka…” (Al-Ahqaf: 35)
  3. Pujian Allah bagi orang-orang yang sabar: “…dan orang-orang yang bersabar dalam kesulitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar imannya dan mereka itulah orang-orang yang bertaqwa.” (Al-Baqarah: 177)
  4. Allah akan mencintai orang-orang yang sabar. “Dan Allah mencintai orang-orang yang sabar.” (Ali Imran: 146)
  5. Kebersamaan Allah dengan orang-orang yang sabar. Artinya Allah senantiasa akan menyertai hamba-hamba-Nya yang sabar. “Dan bersabarlah kamu, karena sesungguhnya Allah itu beserta orang-orang yang sabar.” (Al-Anfal: 46)
  6. Mendapatkan pahala surga dari Allah. (Ar-Ra’d: 23 – 24)

Kesabaran Sebagaimana Digambarkan Dalam Hadits
Sebagaimana dalam Al-Qur’an, dalam hadits banyak sekali sabda Rasulullah yang menggambarkan kesabaran. Dalam kitab Riyadhus Shalihin, Imam Nawawi mencantumkan 29 hadits yang bertemakan sabar. Secara garis besar:

  1. Kesabaran merupakan “dhiya’ ” (cahaya yang amat terang). Karena dengan kesabaran inilah, seseorang akan mampu menyingkap kegelapan. Rasulullah mengungkapkan, “…dan kesabaran merupakan cahaya yang terang…” (HR. Muslim)
  2. Kesabaran merupakan sesuatu yang perlu diusahakan dan dilatih secara optimal. Rasulullah pernah menggambarkan: “…barang siapa yang mensabar-sabarkan diri (berusaha untuk sabar), maka Allah akan menjadikannya seorang yang sabar…” (HR. Bukhari)
  3. Kesabaran merupakan anugerah Allah yang paling baik. Rasulullah mengatakan, “…dan tidaklah seseorang itu diberi sesuatu yang lebih baik dan lebih lapang daripada kesabaran.” (Muttafaqun Alaih)
  4. Kesabaran merupakan salah satu sifat sekaligus ciri orang mukmin, sebagaimana hadits yang terdapat pada muqadimah; “Sungguh menakjubkan perkara orang yang beriman, karena segala perkaranya adalah baik. Jika ia mendapatkan kenikmatan, ia bersyukur karena (ia mengatahui) bahwa hal tersebut adalah memang baik baginya. Dan jika ia tertimpa musibah atau kesulitan, ia bersabar karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut adalah baik baginya.” (HR. Muslim)
  5. Seseorang yang sabar akan mendapatkan pahala surga. Dalam sebuah hadits digambarkan; Dari Anas bin Malik ra berkata, bahwa aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya Allah berfirman, ‘Apabila Aku menguji hamba-Ku dengan kedua matanya, kemudian diabersabar, maka aku gantikan surga baginya’.” (HR. Bukhari)
  6. Sabar merupakan sifat para nabi. Ibnu Mas’ud dalam sebuah riwayat pernah mengatakan: Dari Abdullan bin Mas’ud berkata”Seakan-akan aku memandang Rasulullah saw. menceritakan salah seorang nabi, yang dipukuli oleh kaumnya hingga berdarah, kemudia ia mengusap darah dari wajahnya seraya berkata, ‘Ya Allah ampunilah dosa kaumku, karena sesungguhnya mereka tidak mengetahui.” (HR. Bukhari)
  7. Kesabaran merupakan ciri orang yang kuat. Rasulullah pernah menggambarkan dalam sebuah hadits; Dari Abu Hurairah ra berkata, bahwa Rasulullah bersabda, “Orang yang kuat bukanlah yang pandai bergulat, namun orang yang kuat adalah orang yang memiliki jiwanya ketika marah.” (HR. Bukhari)
  8. Kesabaran dapat menghapuskan dosa. Rasulullah menggambarkan dalam sebuah haditsnya; Dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullan saw. bersabda, “Tidaklah seorang muslim mendapatkan kelelahan, sakit, kecemasan, kesedihan, mara bahaya dan juga kesusahan, hingga duri yang menusuknya, melainkan Allah akan menghapuskan dosa-dosanya dengan hal tersebut.” (HR. Bukhari & Muslim)
  9. Kesabaran merupakan suatu keharusan, dimana seseorang tidak boleh putus asa hingga ia menginginkan kematian. Sekiranya memang sudah sangat terpaksa hendaklah ia berdoa kepada Allah, agar Allah memberikan hal yang terbaik baginya; apakah kehidupan atau kematian. Rasulullah saw. mengatakan; Dari Anas bin Malik ra, bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Janganlah salah seorang diantara kalian mengangan-angankan datangnya kematian karena musibah yang menimpanya. Dan sekiranya ia memang harus mengharapkannya, hendaklah ia berdoa, ‘Ya Allah, teruskanlah hidupku ini sekiranya hidup itu lebih baik untukku. Dan wafatkanlah aku, sekiranya itu lebih baik bagiku.” (HR. Bukhari Muslim)

Bentuk-Bentuk Kesabaran
Para ulama membagi kesabaran menjadi tiga:

  1. Sabar dalam ketaatan kepada Allah. Merealisasikan ketaatan kepada Allah, membutuhkan kesabaran, karena secara tabiatnya, jiwa manusia enggan untuk beribadah dan berbuat ketaatan. Ditinjau dari penyebabnya, terdapat tiga hal yang menyebabkan insan sulit untuk sabar. Pertama karena malas, seperti dalam melakukan ibadah shalat. Kedua karena bakhil (kikir), seperti menunaikan zakat dan infaq. Ketiga karena keduanya, (malas dan kikir), seperti haji dan jihad.
  2. Sabar dalam meninggalkan kemaksiatan. Meninggalkan kemaksiatan juga membutuhkan kesabaran yang besar, terutama pada kemaksiatan yang sangat mudah untuk dilakukan, seperti ghibah (baca; ngerumpi), dusta, dan memandang sesuatu yang haram.
  3. Sabar dalam menghadapi ujian dan cobaan dari Allah, seperti mendapatkan musibah, baik yang bersifat materi ataupun inmateri; misalnya kehilangan harta dan kehilangan orang yang dicintai.

Kiat-kiat Untuk Meningkatkan Kesabaran
Ketidaksabaran (baca; isti’jal) merupakan salah satu penyakit hati, yang harus diterapi sejak dini. Karena hal ini memilki dampak negatif pada amal. Seperti hasil yang tidak maksimal, terjerumus kedalam kemaksiatan, enggan melaksanakan ibadah. Oleh karena itulah, diperlukan beberapa kiat guna meningkatkan kesabaran. Di antaranya:

  1. Mengikhlaskan niat kepada Allah swt.
  2. Memperbanyak tilawah (membaca) Al-Qur’an, baik pada pagi, siang, sore ataupun malam hari. Akan lebih optimal lagi manakala bacaan tersebut disertai perenungan dan pentadaburan.
  3. Memperbanyak puasa sunnah. Puasa merupakan ibadah yang memang secara khusus dapat melatih kesabaran.
  4. Mujahadatun nafs, yaitu sebuah usaha yang dilakukan insan untuk berusaha secara giat untuk mengalahkan nafsu yang cenderung suka pada hal-hal negatif, seperti malas, marah, dan kikir.
  5. Mengingat-ingat kembali tujuan hidup di dunia. Karena hal ini akan memacu insan untuk beramal secara sempurna.
  6. Perlu mengadakan latihan-latihan sabar secara pribadi. Seperti ketika sedang sendiri dalam rumah, hendaklah dilatih untuk beramal ibadah dari pada menyaksikan televisi, misalnya. Kemudian melatih diri untuk menyisihkan sebagian rezeki untuk infaq fi sabilillah.
  7. Membaca-baca kisah-kisah kesabaran para sahabat, tabi’in maupun tokoh-tokoh Islam lainnya.

>Ciptakan Medan Resonansi Sukses dengan NAQS DNA

>

Dalam ilmu fisika quantum, dinyatakan bahwa benda padat jika dibelah menjadi bagaian-bagian yang sangat kecil ternyata merupakan kumpulan molekul. Selanjutnya jika molekul dibelah lagi menjadi bagian yang terkecil maka akan terbukti bahwa molekul itu tersesusun atas atom-atom dan partikel-partikelnya. Dan ternyata partikel sub atomik yang super kecil itu berasal dari energi alam yang disebut sebagai vibrasi quanta. Benda padat, molekul, atom, dan partikel sub atomik berada pada level yang ”dapat dilihat”, sementara quanta yang terdapat dia alam energi adalah ”vibrasi quantum yang tidak dapat dilihat”. Getaran-getaran energi terhalus dari vibrasi quantum yang tak tampak ini ternyata merupakan bahan dasar penyusun dari semua benda yang tampak wujudnya.

Semua benda yang anda lihat di sekitar anda seperti rumah, mobil, televisi, dan lain-lain, sebenarnya hanyalah merupakan susunan energi quanta. Jika semua benda itu di investigasi dari dekat – dengan mikroskop nuklir misalnya – maka tampak jelas bahwa mereka tidaklah padat sama sekali, melainkan terdiri dari rongga-rongga yang berisi getaran energi quanta yang bergerak sedemikian cepatnya sehingga “terlihat” padat oleh indra penglihatan kita dan “terasa” padat oleh indra peraba kita.

Di level quanta semua benda sebenarnya menyatu dan tidak terpisah. Seperti terpisahnya udara di ruang tamu anda dengan udara di ruang makan atau kamar tidur anda atau udara yang ada di dalam diri kita.. Masing-masing ruang “terlihat” berbeda tetapi sebenarnya terbuat dari udara yang sama. Seperti film yang tampak bergerak di layar sinema padahal sebenarnya merupakan kumpulan gambar tak bergerak yang dipaparkan secara cepat (24frame/detik) sehingga terlihat hidup. Inilah yang disebut ilusi atau kefanaan.

Energi adalah sumber dari semua Kehidupan. Bumi dikelilingi oleh medan energi, yang memainkan peran penting dalam tubuh kita untuk regenerasi, penyembuhan dan kesejahteraan secara menyeluruh. Setiap manusia juga memiliki medan energi atau aura di sekitar dirinya. Aura yang bagus akan memancarkan energi yang bagus pula. Orang yang sehat memiliki energi yang cukup untuk memerangi cedera dan penyakit serta memperbaiki segala kerusakan pada tubuh. Penyakit kronis, disebabkan oleh kekurangan energi atau ketidakseimbangan energi dalam tubuh. Bahkan lebih jauh, medan energi aura tubuh mampu memberikan pengaruh pada kualitas pekerjaan, bisnis, karir, pergaulan, dll orang yang bersangkutan.

Medan Resonansi Energi
Pierre FranckhPenulis The Law Of Resonance– menjelaskan bahwa suatu hal menjadi tidak mungkin, jika kita sudah menganggapnya sebagai sesuatu yang mustahil. Melalui Efek Resonansi semua yang ada di alam semesta ini saling berkomunikasi satu sama lain melalui gelombang getaran. Karena itu, sangat penting bagi kita untuk mengetahui dengan tepat, di dalam gelombang getaran apa kita sedang berada, dan medan resonansi apa yang secara sadar atau tidak sadar sedang kita hasilkan.

Pierre Franckh juga memaparkan kepada kita bagaimana pengaruh sugesti sangat mempengaruhi kita, bahwa melalui keyakinan yang sangat dalam di hati kita jugalah jalan hidup kita ditentukan, hanya sesuatu yang benar-benar kita yakini dari lubuk hati yang paling dalamlah yang bisa menjadi suatu kenyataan dalam hidup kita. Selain itu, apa yang kita temui di dunia luar memiliki asal usul yang jelas, yaitu berawal dari pikiran kita. Jika kita ingin mewujudkan apa yang kita inginkan, maka kita harus mulai memerhatikan dan mengontrol pikiran kita, karena semuanya itu akan memancarkan sebuah medan resonansi.

Dalam Efek Resonansi kita selalu berada dalam status memancarkan energi dan menerima energi lain. Kita memprogam medan resonansi kita tanpa henti dengan pikiran kita, baik itu positif maupun negatif. Medan resonansi yang kita timbulkan akan beresonansi dengan medan lain yang memiliki getaran yang sama Namun, Pierre Franckh juga secara tegas memaparkan kepada kita bahwa tidak ada batas di dunia ini, batas yang sesungguhnya hanya ada dalam pemikiran kita. Rintangan yang sebelumnya kita bayangkan hanyalah halangan kecil untuk suatu lompatan yang jauh lebih besar.

Disebutkan juga oleh Pierre Franckh bahwa ada beberapa medan resonansi yang ternyata menghambat perkembangan diri kita, yakni yang dimaksud adalah medan resonansi negatif.

Potensi getaran seperti apa yang ingin kita aktifkan di dalam diri kita, tergantung pada diri kita sendiri. Sebagai contoh, jika kita membiarkan diri kita terpengaruh oleh emosi orang lain, maka potensi untuk bersikap emosional pun akan ada dalam diri kita. Oleh karena itu Pierre Franckh mengatakan bahwa hanya ada satu orang di dunia ini yang bisa mengizinkan orang lain memberikan penilaian tentang diri kita. Dan orang itu adalah diri kita sendiri. Semua pengaruh yang kita berikan kepada diri kita sendiri, akan mempengaruhi medan energi (Aura) kita, membangunkan beraneka ragam emosi dan perasaan di dalam hati kita.

Menciptan Medan Resonansi Energi Positif
Jika alam kehidupan manusia disepadankan dengan alam kenyataan materi (benda), maka tubuh kita mempunyai getaran yang paling lambat, sementara perasaan memiliki energi vibrasi yang paling tinggi di alam semesta Dalam diri manusia, alam perasaan dan alam pikiran berada pada level yang setara dengan alam quanta dan energi vibrasi. Level energi vibrasi ini adalah level yang memiliki energi yang paling dahsyat. Perasaan adalah aset utama manusia, karena perasaan merupakan bagian terbesar dari alam pikiran (12 % adalah alam pikiran sadar dan 88% adalah alam pikiran bawah sadar atau perasaan). Sedangkan alam perasaan berada pada level energi quanta dengan kekuatan energi yang dahsyat.

Latihan-latihan yang di ajarkan dalam NAQS DNA secara keseluruhan adalah sebuah cara untuk menciptakan dan menumbuhkan Medan Resonansi Energi serta Aura Positif yang beroperasi di level Quanta atau di Zona Quantum Energi yang merupakan inti dari alam semesta. Getaran positif yang dipancarkan dari level Quanta akan mempunyai daya tembus dan daya akses yang sangat luas dan tidak terbatas,  menembus dan mempengaruhi ke seluruh lapisan energi yang ada di alam semesta tanpa terkendala oleh Ruang, Waktu & Jarak. Medan Energi Positif inilah yang akan menarik segala sesuatu yang mempunyai getaran frekwensi yang sama di alam semesta dan menolak atau tehindar dari segala energi negatif yang dipancarkan oleh sumber Medan Resonansi Energi Negatif apapun yang juga banyak bertebaran di alam semesta ini.

Dengan demikian maka akan  membuat situasi dan kondisi kehidupan kita akan selalu kondusif serta dipenuhi dengan keajaiban dan kemudahan. Dan untuk selanjutnya, bila kondisi sudah kondusif. Maka gunakanlah daya Fikir kita untuk mebgarahkan & membuat kehidupan yang sesuai dengan harapan kita. Inilah sinergi harmonis dari Dzikir & Fikir yang membuahkan kesuksesan kita di dunia dan akhirat.

Mempertahankan Medan Resonansi Energi Dengan Sabar dan Syukur
Ketika Medan Resonansi Energi Positif sudah terbentuk, maka untuk selanjutnya adalah perlu kita install lagi sebuah program Software Stabilizer Mental yang bisa membuat Getaran Resonansi Energi yang kita ciptakan tetap dapat bergetar dengan frekwensi yang stabil.

Inilah Software Stabilizer yang diresepkan oleh Rasulullah. yang perlu untuk kita instal ke dalam mesin mental kita. Yaitu Sabar & Syukur. (Baca juga Artikel saya : Fokus Pada Dahsyatnya Energi Syukur)

“Syukur itu mengikat sesuatu yang diperoleh dan memburu sesuatu yang hilang.”

Dari Suhaib r.a., bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Sungguh menakjubkan perkaranya orang yang beriman, karena segala urusannya adalah baik baginya. Dan hal yang demikian itu tidak akan terdapat kecuali hanya pada orang mukmin; yaitu jika ia mendapatkan kebahagiaan, ia bersyukur, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan yang terbaik untuknya. Dan jika ia tertimpa musibah, ia bersabar, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan hal terbaik bagi dirinya.” (HR. Muslim)

Sekilas Tentang Hadits :
Hadits ini merupakan hadits shahih dengan sanad sebagaimana di atas, melalui jalur Tsabit dari Abdurrahman bin Abi Laila, dari Suhaib dari Rasulullah SAW, diriwayatkan oleh:

  • Imam Muslim dalam Shahihnya, Kitab Al-Zuhud wa Al-Raqa’iq, Bab Al-Mu’min Amruhu Kulluhu Khair, hadits no 2999.
  • Imam Ahmad bin Hambal dalam empat tempat dalam Musnadnya, yaitu hadits no 18455, 18360, 23406 & 23412.
  • Diriwayatkan juga oleh Imam al-Darimi, dalam Sunannya, Kitab Al-Riqaq, Bab Al-Mu’min Yu’jaru Fi Kulli Syai’, hadits no 2777.

Makna Hadits Secara Umum
Setiap mukmin digambarkan oleh Rasulullah saw. sebagai orang yang memiliki pesona, yang digambarkan dengan istilah ‘ajaban’. Pesona berpangkal dari adanya positif thinking seorang mukmin. Ketika mendapatkan kebaikan, ia refleksikan dalam bentuk syukur terhadap Allah swt. Karena ia paham, hal tersebut merupakan anugerah Allah. Dan tidaklah Allah memberikan sesuatu kepadanya melainkan pasti sesuatu tersebut adalah positif baginya. Sebaliknya, jika ia mendapatkan suatu musibah, ia akan bersabar. Karena ia yakin, hal tersebut merupakan pemberian sekaligus cobaan bagi dirinya yang ada rahasia kebaikan di dalamnya. Sehingga refleksinya adalah dengan bersabar dan mengembalikan semuanya kepada Allah swt.

Urgensi Kesabaran
Kesabaran merupakan salah satu ciri mendasar orang yang bertaqwa. Bahkan sebagian ulama mengatakan bahwa kesabaran setengah keimanan. Sabar memiliki kaitan erat dengan keimanan: seperti kepala dengan jasadnya. Tidak ada keimanan yang tidak disertai kesabaran, sebagaimana tidak ada jasad yang tidak memiliki kepala. Oleh karena itu, Rasulullah saw. menggambarkan ciri dan keutamaan orang beriman sebagaimana hadits di atas.

Makna Sabar
Sabar merupakan istilah dari bahasa Arab dan sudah menjadi istilah bahasa Indonesia. Asal katanya adalah “shabara”, yang membentuk infinitif (masdar) menjadi “shabran“. Dari segi bahasa, sabar berarti menahan dan mencegah. Menguatkan makna seperti ini adalah firman Allah dalam Al-Qur’an: “Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.” (Al-Kahfi: 28)

Perintah bersabar pada ayat di atas adalah untuk menahan diri dari keingingan ‘keluar’ dari komunitas orang-orang yang menyeru Rabnya serta selalu mengharap keridhaan-Nya. Perintah sabar di atas sekaligus juga sebagai pencegahan dari keinginan manusia yang ingin bersama dengan orang-orang yang lalai dari mengingat Allah swt.

Sedangkan dari segi istilahnya, sabar adalah menahan diri dari sifat kegundahan dan rasa emosi, kemudian menahan lisan dari keluh kesah serta menahan anggota tubuh dari perbuatan yang tidak terarah.

Amru bin Usman mengatakan, bahwa sabar adalah keteguhan bersama Allah, menerima ujian dari-Nya dengan lapang dan tenang. Hal senada juga dikemukakan oleh Imam Al-Khawas, “Sabar adalah refleksi keteguhan untuk merealisasikan Al-Qur’an dan sunnah. Sehingga sabar tidak identik dengan kepasrahan dan ketidakmampuan. Rasulullah saw. memerintahkan umatnya untuk sabar ketika berjihad. Padahal jihad adalah memerangi musuh-musuh Allah, yang klimaksnya adalah menggunakan senjata (perang).”

Sabar Sebagaimana Digambarkan Dalam Al-Qur’an
Dalam Al-Qur’an banyak ayat yang berbicara mengenai kesabaran. Jika ditelusuri, terdapat 103 kali disebut dalam Al-Qur’an, baik berbentuk isim maupun fi’ilnya. Hal ini menunjukkan betapa kesabaran menjadi perhatian Allah swt.

  1. Sabar merupakan perintah Allah. “Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (Al-Baqarah: 153). Ayat-ayat yang serupa Ali Imran: 200, An-Nahl: 127, Al-Anfal: 46, Yunus: 109, Hud: 115.
  2. Larangan isti’jal (tergesa-gesa). “Maka bersabarlah kamu seperti orang-orang yang mempunyai keteguhan hati dari rasul-rasul dan janganlah kamu meminta disegerakan (azab) bagi mereka…” (Al-Ahqaf: 35)
  3. Pujian Allah bagi orang-orang yang sabar: “…dan orang-orang yang bersabar dalam kesulitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar imannya dan mereka itulah orang-orang yang bertaqwa.” (Al-Baqarah: 177)
  4. Allah akan mencintai orang-orang yang sabar. “Dan Allah mencintai orang-orang yang sabar.” (Ali Imran: 146)
  5. Kebersamaan Allah dengan orang-orang yang sabar. Artinya Allah senantiasa akan menyertai hamba-hamba-Nya yang sabar. “Dan bersabarlah kamu, karena sesungguhnya Allah itu beserta orang-orang yang sabar.” (Al-Anfal: 46)
  6. Mendapatkan pahala surga dari Allah. (Ar-Ra’d: 23 – 24)

Kesabaran Sebagaimana Digambarkan Dalam Hadits
Sebagaimana dalam Al-Qur’an, dalam hadits banyak sekali sabda Rasulullah yang menggambarkan kesabaran. Dalam kitab Riyadhus Shalihin, Imam Nawawi mencantumkan 29 hadits yang bertemakan sabar. Secara garis besar:

  1. Kesabaran merupakan “dhiya’ ” (cahaya yang amat terang). Karena dengan kesabaran inilah, seseorang akan mampu menyingkap kegelapan. Rasulullah mengungkapkan, “…dan kesabaran merupakan cahaya yang terang…” (HR. Muslim)
  2. Kesabaran merupakan sesuatu yang perlu diusahakan dan dilatih secara optimal. Rasulullah pernah menggambarkan: “…barang siapa yang mensabar-sabarkan diri (berusaha untuk sabar), maka Allah akan menjadikannya seorang yang sabar…” (HR. Bukhari)
  3. Kesabaran merupakan anugerah Allah yang paling baik. Rasulullah mengatakan, “…dan tidaklah seseorang itu diberi sesuatu yang lebih baik dan lebih lapang daripada kesabaran.” (Muttafaqun Alaih)
  4. Kesabaran merupakan salah satu sifat sekaligus ciri orang mukmin, sebagaimana hadits yang terdapat pada muqadimah; “Sungguh menakjubkan perkara orang yang beriman, karena segala perkaranya adalah baik. Jika ia mendapatkan kenikmatan, ia bersyukur karena (ia mengatahui) bahwa hal tersebut adalah memang baik baginya. Dan jika ia tertimpa musibah atau kesulitan, ia bersabar karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut adalah baik baginya.” (HR. Muslim)
  5. Seseorang yang sabar akan mendapatkan pahala surga. Dalam sebuah hadits digambarkan; Dari Anas bin Malik ra berkata, bahwa aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya Allah berfirman, ‘Apabila Aku menguji hamba-Ku dengan kedua matanya, kemudian diabersabar, maka aku gantikan surga baginya’.” (HR. Bukhari)
  6. Sabar merupakan sifat para nabi. Ibnu Mas’ud dalam sebuah riwayat pernah mengatakan: Dari Abdullan bin Mas’ud berkata”Seakan-akan aku memandang Rasulullah saw. menceritakan salah seorang nabi, yang dipukuli oleh kaumnya hingga berdarah, kemudia ia mengusap darah dari wajahnya seraya berkata, ‘Ya Allah ampunilah dosa kaumku, karena sesungguhnya mereka tidak mengetahui.” (HR. Bukhari)
  7. Kesabaran merupakan ciri orang yang kuat. Rasulullah pernah menggambarkan dalam sebuah hadits; Dari Abu Hurairah ra berkata, bahwa Rasulullah bersabda, “Orang yang kuat bukanlah yang pandai bergulat, namun orang yang kuat adalah orang yang memiliki jiwanya ketika marah.” (HR. Bukhari)
  8. Kesabaran dapat menghapuskan dosa. Rasulullah menggambarkan dalam sebuah haditsnya; Dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullan saw. bersabda, “Tidaklah seorang muslim mendapatkan kelelahan, sakit, kecemasan, kesedihan, mara bahaya dan juga kesusahan, hingga duri yang menusuknya, melainkan Allah akan menghapuskan dosa-dosanya dengan hal tersebut.” (HR. Bukhari & Muslim)
  9. Kesabaran merupakan suatu keharusan, dimana seseorang tidak boleh putus asa hingga ia menginginkan kematian. Sekiranya memang sudah sangat terpaksa hendaklah ia berdoa kepada Allah, agar Allah memberikan hal yang terbaik baginya; apakah kehidupan atau kematian. Rasulullah saw. mengatakan; Dari Anas bin Malik ra, bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Janganlah salah seorang diantara kalian mengangan-angankan datangnya kematian karena musibah yang menimpanya. Dan sekiranya ia memang harus mengharapkannya, hendaklah ia berdoa, ‘Ya Allah, teruskanlah hidupku ini sekiranya hidup itu lebih baik untukku. Dan wafatkanlah aku, sekiranya itu lebih baik bagiku.” (HR. Bukhari Muslim)

Bentuk-Bentuk Kesabaran
Para ulama membagi kesabaran menjadi tiga:

  1. Sabar dalam ketaatan kepada Allah. Merealisasikan ketaatan kepada Allah, membutuhkan kesabaran, karena secara tabiatnya, jiwa manusia enggan untuk beribadah dan berbuat ketaatan. Ditinjau dari penyebabnya, terdapat tiga hal yang menyebabkan insan sulit untuk sabar. Pertama karena malas, seperti dalam melakukan ibadah shalat. Kedua karena bakhil (kikir), seperti menunaikan zakat dan infaq. Ketiga karena keduanya, (malas dan kikir), seperti haji dan jihad.
  2. Sabar dalam meninggalkan kemaksiatan. Meninggalkan kemaksiatan juga membutuhkan kesabaran yang besar, terutama pada kemaksiatan yang sangat mudah untuk dilakukan, seperti ghibah (baca; ngerumpi), dusta, dan memandang sesuatu yang haram.
  3. Sabar dalam menghadapi ujian dan cobaan dari Allah, seperti mendapatkan musibah, baik yang bersifat materi ataupun inmateri; misalnya kehilangan harta dan kehilangan orang yang dicintai.

Kiat-kiat Untuk Meningkatkan Kesabaran
Ketidaksabaran (baca; isti’jal) merupakan salah satu penyakit hati, yang harus diterapi sejak dini. Karena hal ini memilki dampak negatif pada amal. Seperti hasil yang tidak maksimal, terjerumus kedalam kemaksiatan, enggan melaksanakan ibadah. Oleh karena itulah, diperlukan beberapa kiat guna meningkatkan kesabaran. Di antaranya:

  1. Mengikhlaskan niat kepada Allah swt.
  2. Memperbanyak tilawah (membaca) Al-Qur’an, baik pada pagi, siang, sore ataupun malam hari. Akan lebih optimal lagi manakala bacaan tersebut disertai perenungan dan pentadaburan.
  3. Memperbanyak puasa sunnah. Puasa merupakan ibadah yang memang secara khusus dapat melatih kesabaran.
  4. Mujahadatun nafs, yaitu sebuah usaha yang dilakukan insan untuk berusaha secara giat untuk mengalahkan nafsu yang cenderung suka pada hal-hal negatif, seperti malas, marah, dan kikir.
  5. Mengingat-ingat kembali tujuan hidup di dunia. Karena hal ini akan memacu insan untuk beramal secara sempurna.
  6. Perlu mengadakan latihan-latihan sabar secara pribadi. Seperti ketika sedang sendiri dalam rumah, hendaklah dilatih untuk beramal ibadah dari pada menyaksikan televisi, misalnya. Kemudian melatih diri untuk menyisihkan sebagian rezeki untuk infaq fi sabilillah.
  7. Membaca-baca kisah-kisah kesabaran para sahabat, tabi’in maupun tokoh-tokoh Islam lainnya.

>Ciptakan Medan Resonansi Sukses dengan NAQS DNA

>

Dalam ilmu fisika quantum, dinyatakan bahwa benda padat jika dibelah menjadi bagaian-bagian yang sangat kecil ternyata merupakan kumpulan molekul. Selanjutnya jika molekul dibelah lagi menjadi bagian yang terkecil maka akan terbukti bahwa molekul itu tersesusun atas atom-atom dan partikel-partikelnya. Dan ternyata partikel sub atomik yang super kecil itu berasal dari energi alam yang disebut sebagai vibrasi quanta. Benda padat, molekul, atom, dan partikel sub atomik berada pada level yang ”dapat dilihat”, sementara quanta yang terdapat dia alam energi adalah ”vibrasi quantum yang tidak dapat dilihat”. Getaran-getaran energi terhalus dari vibrasi quantum yang tak tampak ini ternyata merupakan bahan dasar penyusun dari semua benda yang tampak wujudnya.

Semua benda yang anda lihat di sekitar anda seperti rumah, mobil, televisi, dan lain-lain, sebenarnya hanyalah merupakan susunan energi quanta. Jika semua benda itu di investigasi dari dekat – dengan mikroskop nuklir misalnya – maka tampak jelas bahwa mereka tidaklah padat sama sekali, melainkan terdiri dari rongga-rongga yang berisi getaran energi quanta yang bergerak sedemikian cepatnya sehingga “terlihat” padat oleh indra penglihatan kita dan “terasa” padat oleh indra peraba kita.

Di level quanta semua benda sebenarnya menyatu dan tidak terpisah. Seperti terpisahnya udara di ruang tamu anda dengan udara di ruang makan atau kamar tidur anda atau udara yang ada di dalam diri kita.. Masing-masing ruang “terlihat” berbeda tetapi sebenarnya terbuat dari udara yang sama. Seperti film yang tampak bergerak di layar sinema padahal sebenarnya merupakan kumpulan gambar tak bergerak yang dipaparkan secara cepat (24frame/detik) sehingga terlihat hidup. Inilah yang disebut ilusi atau kefanaan.

Energi adalah sumber dari semua Kehidupan. Bumi dikelilingi oleh medan energi, yang memainkan peran penting dalam tubuh kita untuk regenerasi, penyembuhan dan kesejahteraan secara menyeluruh. Setiap manusia juga memiliki medan energi atau aura di sekitar dirinya. Aura yang bagus akan memancarkan energi yang bagus pula. Orang yang sehat memiliki energi yang cukup untuk memerangi cedera dan penyakit serta memperbaiki segala kerusakan pada tubuh. Penyakit kronis, disebabkan oleh kekurangan energi atau ketidakseimbangan energi dalam tubuh. Bahkan lebih jauh, medan energi aura tubuh mampu memberikan pengaruh pada kualitas pekerjaan, bisnis, karir, pergaulan, dll orang yang bersangkutan.

Medan Resonansi Energi
Pierre FranckhPenulis The Law Of Resonance– menjelaskan bahwa suatu hal menjadi tidak mungkin, jika kita sudah menganggapnya sebagai sesuatu yang mustahil. Melalui Efek Resonansi semua yang ada di alam semesta ini saling berkomunikasi satu sama lain melalui gelombang getaran. Karena itu, sangat penting bagi kita untuk mengetahui dengan tepat, di dalam gelombang getaran apa kita sedang berada, dan medan resonansi apa yang secara sadar atau tidak sadar sedang kita hasilkan.

Pierre Franckh juga memaparkan kepada kita bagaimana pengaruh sugesti sangat mempengaruhi kita, bahwa melalui keyakinan yang sangat dalam di hati kita jugalah jalan hidup kita ditentukan, hanya sesuatu yang benar-benar kita yakini dari lubuk hati yang paling dalamlah yang bisa menjadi suatu kenyataan dalam hidup kita. Selain itu, apa yang kita temui di dunia luar memiliki asal usul yang jelas, yaitu berawal dari pikiran kita. Jika kita ingin mewujudkan apa yang kita inginkan, maka kita harus mulai memerhatikan dan mengontrol pikiran kita, karena semuanya itu akan memancarkan sebuah medan resonansi.

Dalam Efek Resonansi kita selalu berada dalam status memancarkan energi dan menerima energi lain. Kita memprogam medan resonansi kita tanpa henti dengan pikiran kita, baik itu positif maupun negatif. Medan resonansi yang kita timbulkan akan beresonansi dengan medan lain yang memiliki getaran yang sama Namun, Pierre Franckh juga secara tegas memaparkan kepada kita bahwa tidak ada batas di dunia ini, batas yang sesungguhnya hanya ada dalam pemikiran kita. Rintangan yang sebelumnya kita bayangkan hanyalah halangan kecil untuk suatu lompatan yang jauh lebih besar.

Disebutkan juga oleh Pierre Franckh bahwa ada beberapa medan resonansi yang ternyata menghambat perkembangan diri kita, yakni yang dimaksud adalah medan resonansi negatif.

Potensi getaran seperti apa yang ingin kita aktifkan di dalam diri kita, tergantung pada diri kita sendiri. Sebagai contoh, jika kita membiarkan diri kita terpengaruh oleh emosi orang lain, maka potensi untuk bersikap emosional pun akan ada dalam diri kita. Oleh karena itu Pierre Franckh mengatakan bahwa hanya ada satu orang di dunia ini yang bisa mengizinkan orang lain memberikan penilaian tentang diri kita. Dan orang itu adalah diri kita sendiri. Semua pengaruh yang kita berikan kepada diri kita sendiri, akan mempengaruhi medan energi (Aura) kita, membangunkan beraneka ragam emosi dan perasaan di dalam hati kita.

Menciptan Medan Resonansi Energi Positif
Jika alam kehidupan manusia disepadankan dengan alam kenyataan materi (benda), maka tubuh kita mempunyai getaran yang paling lambat, sementara perasaan memiliki energi vibrasi yang paling tinggi di alam semesta Dalam diri manusia, alam perasaan dan alam pikiran berada pada level yang setara dengan alam quanta dan energi vibrasi. Level energi vibrasi ini adalah level yang memiliki energi yang paling dahsyat. Perasaan adalah aset utama manusia, karena perasaan merupakan bagian terbesar dari alam pikiran (12 % adalah alam pikiran sadar dan 88% adalah alam pikiran bawah sadar atau perasaan). Sedangkan alam perasaan berada pada level energi quanta dengan kekuatan energi yang dahsyat.

Latihan-latihan yang di ajarkan dalam NAQS DNA secara keseluruhan adalah sebuah cara untuk menciptakan dan menumbuhkan Medan Resonansi Energi serta Aura Positif yang beroperasi di level Quanta atau di Zona Quantum Energi yang merupakan inti dari alam semesta. Getaran positif yang dipancarkan dari level Quanta akan mempunyai daya tembus dan daya akses yang sangat luas dan tidak terbatas,  menembus dan mempengaruhi ke seluruh lapisan energi yang ada di alam semesta tanpa terkendala oleh Ruang, Waktu & Jarak. Medan Energi Positif inilah yang akan menarik segala sesuatu yang mempunyai getaran frekwensi yang sama di alam semesta dan menolak atau tehindar dari segala energi negatif yang dipancarkan oleh sumber Medan Resonansi Energi Negatif apapun yang juga banyak bertebaran di alam semesta ini.

Dengan demikian maka akan  membuat situasi dan kondisi kehidupan kita akan selalu kondusif serta dipenuhi dengan keajaiban dan kemudahan. Dan untuk selanjutnya, bila kondisi sudah kondusif. Maka gunakanlah daya Fikir kita untuk mebgarahkan & membuat kehidupan yang sesuai dengan harapan kita. Inilah sinergi harmonis dari Dzikir & Fikir yang membuahkan kesuksesan kita di dunia dan akhirat.

Mempertahankan Medan Resonansi Energi Dengan Sabar dan Syukur
Ketika Medan Resonansi Energi Positif sudah terbentuk, maka untuk selanjutnya adalah perlu kita install lagi sebuah program Software Stabilizer Mental yang bisa membuat Getaran Resonansi Energi yang kita ciptakan tetap dapat bergetar dengan frekwensi yang stabil.

Inilah Software Stabilizer yang diresepkan oleh Rasulullah. yang perlu untuk kita instal ke dalam mesin mental kita. Yaitu Sabar & Syukur. (Baca juga Artikel saya : Fokus Pada Dahsyatnya Energi Syukur)

“Syukur itu mengikat sesuatu yang diperoleh dan memburu sesuatu yang hilang.”

Dari Suhaib r.a., bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Sungguh menakjubkan perkaranya orang yang beriman, karena segala urusannya adalah baik baginya. Dan hal yang demikian itu tidak akan terdapat kecuali hanya pada orang mukmin; yaitu jika ia mendapatkan kebahagiaan, ia bersyukur, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan yang terbaik untuknya. Dan jika ia tertimpa musibah, ia bersabar, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan hal terbaik bagi dirinya.” (HR. Muslim)

Sekilas Tentang Hadits :
Hadits ini merupakan hadits shahih dengan sanad sebagaimana di atas, melalui jalur Tsabit dari Abdurrahman bin Abi Laila, dari Suhaib dari Rasulullah SAW, diriwayatkan oleh:

  • Imam Muslim dalam Shahihnya, Kitab Al-Zuhud wa Al-Raqa’iq, Bab Al-Mu’min Amruhu Kulluhu Khair, hadits no 2999.
  • Imam Ahmad bin Hambal dalam empat tempat dalam Musnadnya, yaitu hadits no 18455, 18360, 23406 & 23412.
  • Diriwayatkan juga oleh Imam al-Darimi, dalam Sunannya, Kitab Al-Riqaq, Bab Al-Mu’min Yu’jaru Fi Kulli Syai’, hadits no 2777.

Makna Hadits Secara Umum
Setiap mukmin digambarkan oleh Rasulullah saw. sebagai orang yang memiliki pesona, yang digambarkan dengan istilah ‘ajaban’. Pesona berpangkal dari adanya positif thinking seorang mukmin. Ketika mendapatkan kebaikan, ia refleksikan dalam bentuk syukur terhadap Allah swt. Karena ia paham, hal tersebut merupakan anugerah Allah. Dan tidaklah Allah memberikan sesuatu kepadanya melainkan pasti sesuatu tersebut adalah positif baginya. Sebaliknya, jika ia mendapatkan suatu musibah, ia akan bersabar. Karena ia yakin, hal tersebut merupakan pemberian sekaligus cobaan bagi dirinya yang ada rahasia kebaikan di dalamnya. Sehingga refleksinya adalah dengan bersabar dan mengembalikan semuanya kepada Allah swt.

Urgensi Kesabaran
Kesabaran merupakan salah satu ciri mendasar orang yang bertaqwa. Bahkan sebagian ulama mengatakan bahwa kesabaran setengah keimanan. Sabar memiliki kaitan erat dengan keimanan: seperti kepala dengan jasadnya. Tidak ada keimanan yang tidak disertai kesabaran, sebagaimana tidak ada jasad yang tidak memiliki kepala. Oleh karena itu, Rasulullah saw. menggambarkan ciri dan keutamaan orang beriman sebagaimana hadits di atas.

Makna Sabar
Sabar merupakan istilah dari bahasa Arab dan sudah menjadi istilah bahasa Indonesia. Asal katanya adalah “shabara”, yang membentuk infinitif (masdar) menjadi “shabran“. Dari segi bahasa, sabar berarti menahan dan mencegah. Menguatkan makna seperti ini adalah firman Allah dalam Al-Qur’an: “Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.” (Al-Kahfi: 28)

Perintah bersabar pada ayat di atas adalah untuk menahan diri dari keingingan ‘keluar’ dari komunitas orang-orang yang menyeru Rabnya serta selalu mengharap keridhaan-Nya. Perintah sabar di atas sekaligus juga sebagai pencegahan dari keinginan manusia yang ingin bersama dengan orang-orang yang lalai dari mengingat Allah swt.

Sedangkan dari segi istilahnya, sabar adalah menahan diri dari sifat kegundahan dan rasa emosi, kemudian menahan lisan dari keluh kesah serta menahan anggota tubuh dari perbuatan yang tidak terarah.

Amru bin Usman mengatakan, bahwa sabar adalah keteguhan bersama Allah, menerima ujian dari-Nya dengan lapang dan tenang. Hal senada juga dikemukakan oleh Imam Al-Khawas, “Sabar adalah refleksi keteguhan untuk merealisasikan Al-Qur’an dan sunnah. Sehingga sabar tidak identik dengan kepasrahan dan ketidakmampuan. Rasulullah saw. memerintahkan umatnya untuk sabar ketika berjihad. Padahal jihad adalah memerangi musuh-musuh Allah, yang klimaksnya adalah menggunakan senjata (perang).”

Sabar Sebagaimana Digambarkan Dalam Al-Qur’an
Dalam Al-Qur’an banyak ayat yang berbicara mengenai kesabaran. Jika ditelusuri, terdapat 103 kali disebut dalam Al-Qur’an, baik berbentuk isim maupun fi’ilnya. Hal ini menunjukkan betapa kesabaran menjadi perhatian Allah swt.

  1. Sabar merupakan perintah Allah. “Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (Al-Baqarah: 153). Ayat-ayat yang serupa Ali Imran: 200, An-Nahl: 127, Al-Anfal: 46, Yunus: 109, Hud: 115.
  2. Larangan isti’jal (tergesa-gesa). “Maka bersabarlah kamu seperti orang-orang yang mempunyai keteguhan hati dari rasul-rasul dan janganlah kamu meminta disegerakan (azab) bagi mereka…” (Al-Ahqaf: 35)
  3. Pujian Allah bagi orang-orang yang sabar: “…dan orang-orang yang bersabar dalam kesulitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar imannya dan mereka itulah orang-orang yang bertaqwa.” (Al-Baqarah: 177)
  4. Allah akan mencintai orang-orang yang sabar. “Dan Allah mencintai orang-orang yang sabar.” (Ali Imran: 146)
  5. Kebersamaan Allah dengan orang-orang yang sabar. Artinya Allah senantiasa akan menyertai hamba-hamba-Nya yang sabar. “Dan bersabarlah kamu, karena sesungguhnya Allah itu beserta orang-orang yang sabar.” (Al-Anfal: 46)
  6. Mendapatkan pahala surga dari Allah. (Ar-Ra’d: 23 – 24)

Kesabaran Sebagaimana Digambarkan Dalam Hadits
Sebagaimana dalam Al-Qur’an, dalam hadits banyak sekali sabda Rasulullah yang menggambarkan kesabaran. Dalam kitab Riyadhus Shalihin, Imam Nawawi mencantumkan 29 hadits yang bertemakan sabar. Secara garis besar:

  1. Kesabaran merupakan “dhiya’ ” (cahaya yang amat terang). Karena dengan kesabaran inilah, seseorang akan mampu menyingkap kegelapan. Rasulullah mengungkapkan, “…dan kesabaran merupakan cahaya yang terang…” (HR. Muslim)
  2. Kesabaran merupakan sesuatu yang perlu diusahakan dan dilatih secara optimal. Rasulullah pernah menggambarkan: “…barang siapa yang mensabar-sabarkan diri (berusaha untuk sabar), maka Allah akan menjadikannya seorang yang sabar…” (HR. Bukhari)
  3. Kesabaran merupakan anugerah Allah yang paling baik. Rasulullah mengatakan, “…dan tidaklah seseorang itu diberi sesuatu yang lebih baik dan lebih lapang daripada kesabaran.” (Muttafaqun Alaih)
  4. Kesabaran merupakan salah satu sifat sekaligus ciri orang mukmin, sebagaimana hadits yang terdapat pada muqadimah; “Sungguh menakjubkan perkara orang yang beriman, karena segala perkaranya adalah baik. Jika ia mendapatkan kenikmatan, ia bersyukur karena (ia mengatahui) bahwa hal tersebut adalah memang baik baginya. Dan jika ia tertimpa musibah atau kesulitan, ia bersabar karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut adalah baik baginya.” (HR. Muslim)
  5. Seseorang yang sabar akan mendapatkan pahala surga. Dalam sebuah hadits digambarkan; Dari Anas bin Malik ra berkata, bahwa aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya Allah berfirman, ‘Apabila Aku menguji hamba-Ku dengan kedua matanya, kemudian diabersabar, maka aku gantikan surga baginya’.” (HR. Bukhari)
  6. Sabar merupakan sifat para nabi. Ibnu Mas’ud dalam sebuah riwayat pernah mengatakan: Dari Abdullan bin Mas’ud berkata”Seakan-akan aku memandang Rasulullah saw. menceritakan salah seorang nabi, yang dipukuli oleh kaumnya hingga berdarah, kemudia ia mengusap darah dari wajahnya seraya berkata, ‘Ya Allah ampunilah dosa kaumku, karena sesungguhnya mereka tidak mengetahui.” (HR. Bukhari)
  7. Kesabaran merupakan ciri orang yang kuat. Rasulullah pernah menggambarkan dalam sebuah hadits; Dari Abu Hurairah ra berkata, bahwa Rasulullah bersabda, “Orang yang kuat bukanlah yang pandai bergulat, namun orang yang kuat adalah orang yang memiliki jiwanya ketika marah.” (HR. Bukhari)
  8. Kesabaran dapat menghapuskan dosa. Rasulullah menggambarkan dalam sebuah haditsnya; Dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullan saw. bersabda, “Tidaklah seorang muslim mendapatkan kelelahan, sakit, kecemasan, kesedihan, mara bahaya dan juga kesusahan, hingga duri yang menusuknya, melainkan Allah akan menghapuskan dosa-dosanya dengan hal tersebut.” (HR. Bukhari & Muslim)
  9. Kesabaran merupakan suatu keharusan, dimana seseorang tidak boleh putus asa hingga ia menginginkan kematian. Sekiranya memang sudah sangat terpaksa hendaklah ia berdoa kepada Allah, agar Allah memberikan hal yang terbaik baginya; apakah kehidupan atau kematian. Rasulullah saw. mengatakan; Dari Anas bin Malik ra, bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Janganlah salah seorang diantara kalian mengangan-angankan datangnya kematian karena musibah yang menimpanya. Dan sekiranya ia memang harus mengharapkannya, hendaklah ia berdoa, ‘Ya Allah, teruskanlah hidupku ini sekiranya hidup itu lebih baik untukku. Dan wafatkanlah aku, sekiranya itu lebih baik bagiku.” (HR. Bukhari Muslim)

Bentuk-Bentuk Kesabaran
Para ulama membagi kesabaran menjadi tiga:

  1. Sabar dalam ketaatan kepada Allah. Merealisasikan ketaatan kepada Allah, membutuhkan kesabaran, karena secara tabiatnya, jiwa manusia enggan untuk beribadah dan berbuat ketaatan. Ditinjau dari penyebabnya, terdapat tiga hal yang menyebabkan insan sulit untuk sabar. Pertama karena malas, seperti dalam melakukan ibadah shalat. Kedua karena bakhil (kikir), seperti menunaikan zakat dan infaq. Ketiga karena keduanya, (malas dan kikir), seperti haji dan jihad.
  2. Sabar dalam meninggalkan kemaksiatan. Meninggalkan kemaksiatan juga membutuhkan kesabaran yang besar, terutama pada kemaksiatan yang sangat mudah untuk dilakukan, seperti ghibah (baca; ngerumpi), dusta, dan memandang sesuatu yang haram.
  3. Sabar dalam menghadapi ujian dan cobaan dari Allah, seperti mendapatkan musibah, baik yang bersifat materi ataupun inmateri; misalnya kehilangan harta dan kehilangan orang yang dicintai.

Kiat-kiat Untuk Meningkatkan Kesabaran
Ketidaksabaran (baca; isti’jal) merupakan salah satu penyakit hati, yang harus diterapi sejak dini. Karena hal ini memilki dampak negatif pada amal. Seperti hasil yang tidak maksimal, terjerumus kedalam kemaksiatan, enggan melaksanakan ibadah. Oleh karena itulah, diperlukan beberapa kiat guna meningkatkan kesabaran. Di antaranya:

  1. Mengikhlaskan niat kepada Allah swt.
  2. Memperbanyak tilawah (membaca) Al-Qur’an, baik pada pagi, siang, sore ataupun malam hari. Akan lebih optimal lagi manakala bacaan tersebut disertai perenungan dan pentadaburan.
  3. Memperbanyak puasa sunnah. Puasa merupakan ibadah yang memang secara khusus dapat melatih kesabaran.
  4. Mujahadatun nafs, yaitu sebuah usaha yang dilakukan insan untuk berusaha secara giat untuk mengalahkan nafsu yang cenderung suka pada hal-hal negatif, seperti malas, marah, dan kikir.
  5. Mengingat-ingat kembali tujuan hidup di dunia. Karena hal ini akan memacu insan untuk beramal secara sempurna.
  6. Perlu mengadakan latihan-latihan sabar secara pribadi. Seperti ketika sedang sendiri dalam rumah, hendaklah dilatih untuk beramal ibadah dari pada menyaksikan televisi, misalnya. Kemudian melatih diri untuk menyisihkan sebagian rezeki untuk infaq fi sabilillah.
  7. Membaca-baca kisah-kisah kesabaran para sahabat, tabi’in maupun tokoh-tokoh Islam lainnya.

Latihan Melihat Aura

Pendahuluan
Jaman dahulu, orang dapat melihat Aura, hal ini terlihat amat jelas pada tokoh tokoh suci seperti Buddha, Yesus Kristus, Nabi Muhammad dimana di atas kepala Mereka ada pancaran cahaya keemasan. Tetapi sekarang, tidak semua orang dapat melihat pancaran itu yang dikenal dengan nama AURA karena itu hal hal tentang AURA masih merupakan misteri.

Sebenarnya dengan suatu latihan sederhana dan tehnik konsentrasi pikiran, maka semua orang akan dapat melihat AURA.

Apakah Aura ?
Apapun yang ada di dunia ini mempunyai getaran. Nah semua yang bergetar dapat akan memancarkan sesuatu yang disebut AURA, selama material itu terdiri dari atom.

Baik manusia, hewan, tanaman dan mahluk hidup mempunyai aura dan untuk mahluk hidup selalu berubah warna dengan cepat. Untuk benda mati aura cenderung tetap.

Hal ini telah diselidiki oleh para ilmuwan di Rusia dengan menggunakan efek Kirlian dan telah diselidiki selama kurang lebih 50 tahun.

Aura manusia terdiri dari gelombang elektromagnet, paduan dari sinar inframerah sampai ultra ungu.

  • Warna yang cenderung ke arah merah, Efek Inframerah berhubungan dengan fungsi metabolisme dari tubuh (struktur DNA, metabolisme, sirkulasi darah, dan lain lain). 
  • Untuk efek ultra ungu dihasilkan dari efek kesadaran seperti berfikir,kreativitas humor. semua efek dan aura ini dapat dilihat dengan mata telanjang.

Manfaat melihat Aura?
Warna dari aura mengandung banyak arti dan dapat menggambarkan sifat seseorang atau apa yang sedang dia pikirkan. Untuk hal lain dapat pula mengetahui apakah orang itu bohong atau berkata jujur.

Aura dapat pula menunjukkan tingkat spiritual seseorang, biasanya makin bercahaya, makin bersih aura menunjukkan bahwa orang itu mempunyai tingkat spiritual yang baik.

Jika melihat warna gelap mungkin orang itu mempunyai tingkat spiritual rendah, hatinya tidak bersih.

Jika melihat orang mempunyai aura sangat menarik, antik bisa jadi orang itu mempunyai keunikan khusus, mempunyai kemampuan tertentu, bisa juga mempunyai tingkat intelektual yang tinggi.

Dari Aura pun dapat terlihat apakah orang itu menderita penyakit atau sehat , biasanya ditandai dengan aura gelap dan kotor di daerah yang sakit.

Warna aura yang lemah menggambarkan tingkat materialistik seseorang yang makin tinggi atau telah hidup materialistik dalam waktu yang lama.

Dengan dapat melihat aura minimal dapat mendiagnosa diri sendiri dan membuat hidup lebih baik.

Anak anak dan Aura:
Biasanya anak anak di bawah usia 5 tahun dapat melihat aura manusia. Bayi pun dapat melihat aura dari orang tuanya, dimana jika mereka melihat aura berbeda yang bukan dari orang tua mereka, maka mereka akan menangis. Aura dari anak kecil jauh lebih bersih dan kuat daripada aura orang dewasa

Bagaimana melihat Aura: meningkatkan kemampuan melihat aura
untuk dapat melihat aura maka seseorang harus dapat meningkatkan sensitivitas mata dan tingkat penerimaan vibrasi getaran. Sering melihat TV, Komputer akan menyebabkan kerusakan mata dan mengurangi sensitivitas mata melihat aura.

Meningkatkan tingkat pencahayaan mata
Cobalah melakukan latihan yang akan dijelaskan dibawah ini selama 30-60 detik.

Latihan ini akan meningkatkan sensitivitas dan pencahayaan mata seperti dianalogikan pada tabung katoda televisi yang terdiri dari 3 warna, yaitu merah, hijau dan biru, dan dari campuran warna di atas akan dihasilkan warna lain. lakukan cara di bawah ini

Latihan 1
Pandang gambar ini dari jarak 1,5 meter dan pandangi selama 30-60 detik.
Konsentrasi di titik hitam antar gambar di bawah.

Jika latihan anda benar anda akan melihat adanya perpaduan dari warna dimana lingkaran merah berwarna pinggiran biru dan yang bagian biru pinggirnya berwarna merah dan jika dilihat lebih teliti pola bentukannya pun saling bersilang, bayangan warna merah punya pola horizontal biru demikian pula sebaliknya, bayangan biru muda punya pola warna merah.

Latihan 2

Sekarang latihan ditingkatkan dengan tanpa titik, coba lakukan sekali lagi sampai anda dapat melihat efek yang sama seperti latihan di atas. Jika belum bisa dapat dibantu dengan menggunakan jari yang ditudingkan ke titik tertentu. Ulangi latihan diatas dengan waktu 3-5 menit, dan ditingkatkan menjadi 45 menit.

Latihan Aura yang lain
Warna aura terdiri dari warna : merah , jingga, biru, kuning, ungu, merah jambu, hijau dan ada pula paduan warna warna di atas.

Melihat Aura diri sendiri
Latihan ini berguna minimal agar anda dapat melihat aura anda sendiri :

  1. Cari tempat dengan latar belakang PUTIH, untuk saat ini dan untuk permulaan ada baiknya dengan warna putih, nanti ketika lebih ahli dapat menggunakan latar belakang lain, hal ini untuk menghindari salah tafsir.
  2. Cari titik di atas kepala untuk konsentrasi, lakukan cara memandang seperti latihan latihan sebelumnya.
  3. Pandangi terus selama 30-60 detik atau lebih lama lagi.
  4. Biasanya akan terlihat ada warna yang berbeda akan muncul pada latar belakang putih itu. inilah AURA.
  5. Jika telah mahir akan dapat melihat aura dalam keadaan gelap. 
  6. Lakukan latihan ini 10-15 menit tiap hari untuk menambah daya sensitivitas mata.

Melihat AURA orang lain
Intinya sebenarnya sama dengan melihat aura diri sendiri, hanya bedanya tidak menggunakan cermin tetapi langsung melihat orang yang ingin anda lihat auranya

  1. Suruh orang itu berdiri di suatu tempat yang berlatar belakang putih sejauh 1,5 meter. lihat selama 30-60 detik.
  2. Lihat ada warna warna lain yang muncul dalam latar belakang putih itu.

Arti dari Aura
Warna warna aura menunjukkan sifat dan karakter tertentu dari seseorang. dalam hal ini akan dijelaskan arti dari warna warna aura secara umum.

  1. Ungu: menunjukkan tingkat spiritual seseorang.
  2. Biru: menunjukkan orang ini mempunyai kekuatan spiritual yang baik biasanya mempunyai kekuatan telephaty yang baik.
  3. Pirus/ biru laut bening : mirip seperti warna biru tetapi selain itu dapat mempengaruhi orang lain dengan artian daya hipnotis orang beraura pirus ini sangat luar biasa.
  4. Hijau: Orang yang punya aura ini selalu membawa suasana tenang dan damai dan dapat menenangkan orang dan punya daya penyembuhan yang baik.
  5. Kuning: gembira, bebas, jika warna kuning keemasan di sekitar kepala berarti mempunyai tingkat spiritual sangat tinggi, jangan menerima guru spiritual jika tidak punya aura kuning keemasan di kepalanya.
  6. Orange: sangat hebat bukan hanya sekedar guru spiritual saja, tetapi mempunyai kekuatan yang sangat luar biasa dan unik.
  7. Merah: Materialistik, kekuatan fisik yang hebat, jika berwarna merah jambu mempunyai tingkat cinta kasih yang tinggi seimbang antara spiritual dan fisik.
  8. Coklat: tidak stabil, tingkat spiritual buruk.
  9. Abu abu: depresi, punya sisi gelap dalam hidup.
  10. Sulfur (warna mustard atau pasta salad): sakit, pemarah
  11. Putih: penyakit serius, kena efek obat narkotik

Memperkuat Aura dan bio-energy.

Cara memperkuat
1. meditasi
2. latihan seperti yang telah diajarkan di ats
3. adaptasi aura dengan lingkungan anda

Adaptasi aura dengan lingkungan
Jika aura anda selaras dengan lingkungan anda maka akan menghasilkan efek positif bagi kehidupan anda. Caranya adalah sebagai berikut:

  1. Cara berpakaian. Aura menyesuaikan dengan warna dominan dari pakaian anda, coba sesuaikan dengan petunjuk arti warna aura yang telah disampaikan sebelumnya.
  2. Cara berfikir dan tingkat kesadaran. jika anda berfikir untuk rilek, maka aura akan berubah ke arah rilek..
  3. Menyesuaikan dengan energi yang masuk tubuh berhubungan dengan chakra dan energi yang masuk dalam tubuh.

Hal yang mengurangi kecerahan Aura
Hal hal yang mengurangi kecerahan Aura yaitu : takut, stress, iri, dan berbagai sifat negatif

by. Yulius Eka Agung S.

>Latihan Melihat Aura

>

Pendahuluan
Jaman dahulu, orang dapat melihat Aura, hal ini terlihat amat jelas pada tokoh tokoh suci seperti Buddha, Yesus Kristus, Nabi Muhammad dimana di atas kepala Mereka ada pancaran cahaya keemasan. Tetapi sekarang, tidak semua orang dapat melihat pancaran itu yang dikenal dengan nama AURA karena itu hal hal tentang AURA masih merupakan misteri.

Sebenarnya dengan suatu latihan sederhana dan tehnik konsentrasi pikiran, maka semua orang akan dapat melihat AURA.

Apakah Aura ?
Apapun yang ada di dunia ini mempunyai getaran. Nah semua yang bergetar dapat akan memancarkan sesuatu yang disebut AURA, selama material itu terdiri dari atom.

Baik manusia, hewan, tanaman dan mahluk hidup mempunyai aura dan untuk mahluk hidup selalu berubah warna dengan cepat. Untuk benda mati aura cenderung tetap.

Hal ini telah diselidiki oleh para ilmuwan di Rusia dengan menggunakan efek Kirlian dan telah diselidiki selama kurang lebih 50 tahun.

Aura manusia terdiri dari gelombang elektromagnet, paduan dari sinar inframerah sampai ultra ungu.

  • Warna yang cenderung ke arah merah, Efek Inframerah berhubungan dengan fungsi metabolisme dari tubuh (struktur DNA, metabolisme, sirkulasi darah, dan lain lain). 
  • Untuk efek ultra ungu dihasilkan dari efek kesadaran seperti berfikir,kreativitas humor. semua efek dan aura ini dapat dilihat dengan mata telanjang.

Manfaat melihat Aura?
Warna dari aura mengandung banyak arti dan dapat menggambarkan sifat seseorang atau apa yang sedang dia pikirkan. Untuk hal lain dapat pula mengetahui apakah orang itu bohong atau berkata jujur.

Aura dapat pula menunjukkan tingkat spiritual seseorang, biasanya makin bercahaya, makin bersih aura menunjukkan bahwa orang itu mempunyai tingkat spiritual yang baik.

Jika melihat warna gelap mungkin orang itu mempunyai tingkat spiritual rendah, hatinya tidak bersih.

Jika melihat orang mempunyai aura sangat menarik, antik bisa jadi orang itu mempunyai keunikan khusus, mempunyai kemampuan tertentu, bisa juga mempunyai tingkat intelektual yang tinggi.

Dari Aura pun dapat terlihat apakah orang itu menderita penyakit atau sehat , biasanya ditandai dengan aura gelap dan kotor di daerah yang sakit.

Warna aura yang lemah menggambarkan tingkat materialistik seseorang yang makin tinggi atau telah hidup materialistik dalam waktu yang lama.

Dengan dapat melihat aura minimal dapat mendiagnosa diri sendiri dan membuat hidup lebih baik.

Anak anak dan Aura:
Biasanya anak anak di bawah usia 5 tahun dapat melihat aura manusia. Bayi pun dapat melihat aura dari orang tuanya, dimana jika mereka melihat aura berbeda yang bukan dari orang tua mereka, maka mereka akan menangis. Aura dari anak kecil jauh lebih bersih dan kuat daripada aura orang dewasa

Bagaimana melihat Aura: meningkatkan kemampuan melihat aura
untuk dapat melihat aura maka seseorang harus dapat meningkatkan sensitivitas mata dan tingkat penerimaan vibrasi getaran. Sering melihat TV, Komputer akan menyebabkan kerusakan mata dan mengurangi sensitivitas mata melihat aura.

Meningkatkan tingkat pencahayaan mata
Cobalah melakukan latihan yang akan dijelaskan dibawah ini selama 30-60 detik.

Latihan ini akan meningkatkan sensitivitas dan pencahayaan mata seperti dianalogikan pada tabung katoda televisi yang terdiri dari 3 warna, yaitu merah, hijau dan biru, dan dari campuran warna di atas akan dihasilkan warna lain. lakukan cara di bawah ini

Latihan 1
Pandang gambar ini dari jarak 1,5 meter dan pandangi selama 30-60 detik.
Konsentrasi di titik hitam antar gambar di bawah.

Jika latihan anda benar anda akan melihat adanya perpaduan dari warna dimana lingkaran merah berwarna pinggiran biru dan yang bagian biru pinggirnya berwarna merah dan jika dilihat lebih teliti pola bentukannya pun saling bersilang, bayangan warna merah punya pola horizontal biru demikian pula sebaliknya, bayangan biru muda punya pola warna merah.

Latihan 2

Sekarang latihan ditingkatkan dengan tanpa titik, coba lakukan sekali lagi sampai anda dapat melihat efek yang sama seperti latihan di atas. Jika belum bisa dapat dibantu dengan menggunakan jari yang ditudingkan ke titik tertentu. Ulangi latihan diatas dengan waktu 3-5 menit, dan ditingkatkan menjadi 45 menit.

Latihan Aura yang lain
Warna aura terdiri dari warna : merah , jingga, biru, kuning, ungu, merah jambu, hijau dan ada pula paduan warna warna di atas.

Melihat Aura diri sendiri
Latihan ini berguna minimal agar anda dapat melihat aura anda sendiri :

  1. Cari tempat dengan latar belakang PUTIH, untuk saat ini dan untuk permulaan ada baiknya dengan warna putih, nanti ketika lebih ahli dapat menggunakan latar belakang lain, hal ini untuk menghindari salah tafsir.
  2. Cari titik di atas kepala untuk konsentrasi, lakukan cara memandang seperti latihan latihan sebelumnya.
  3. Pandangi terus selama 30-60 detik atau lebih lama lagi.
  4. Biasanya akan terlihat ada warna yang berbeda akan muncul pada latar belakang putih itu. inilah AURA.
  5. Jika telah mahir akan dapat melihat aura dalam keadaan gelap. 
  6. Lakukan latihan ini 10-15 menit tiap hari untuk menambah daya sensitivitas mata.

Melihat AURA orang lain
Intinya sebenarnya sama dengan melihat aura diri sendiri, hanya bedanya tidak menggunakan cermin tetapi langsung melihat orang yang ingin anda lihat auranya

  1. Suruh orang itu berdiri di suatu tempat yang berlatar belakang putih sejauh 1,5 meter. lihat selama 30-60 detik.
  2. Lihat ada warna warna lain yang muncul dalam latar belakang putih itu.

Arti dari Aura
Warna warna aura menunjukkan sifat dan karakter tertentu dari seseorang. dalam hal ini akan dijelaskan arti dari warna warna aura secara umum.

  1. Ungu: menunjukkan tingkat spiritual seseorang.
  2. Biru: menunjukkan orang ini mempunyai kekuatan spiritual yang baik biasanya mempunyai kekuatan telephaty yang baik.
  3. Pirus/ biru laut bening : mirip seperti warna biru tetapi selain itu dapat mempengaruhi orang lain dengan artian daya hipnotis orang beraura pirus ini sangat luar biasa.
  4. Hijau: Orang yang punya aura ini selalu membawa suasana tenang dan damai dan dapat menenangkan orang dan punya daya penyembuhan yang baik.
  5. Kuning: gembira, bebas, jika warna kuning keemasan di sekitar kepala berarti mempunyai tingkat spiritual sangat tinggi, jangan menerima guru spiritual jika tidak punya aura kuning keemasan di kepalanya.
  6. Orange: sangat hebat bukan hanya sekedar guru spiritual saja, tetapi mempunyai kekuatan yang sangat luar biasa dan unik.
  7. Merah: Materialistik, kekuatan fisik yang hebat, jika berwarna merah jambu mempunyai tingkat cinta kasih yang tinggi seimbang antara spiritual dan fisik.
  8. Coklat: tidak stabil, tingkat spiritual buruk.
  9. Abu abu: depresi, punya sisi gelap dalam hidup.
  10. Sulfur (warna mustard atau pasta salad): sakit, pemarah
  11. Putih: penyakit serius, kena efek obat narkotik

Memperkuat Aura dan bio-energy.

Cara memperkuat
1. meditasi
2. latihan seperti yang telah diajarkan di ats
3. adaptasi aura dengan lingkungan anda

Adaptasi aura dengan lingkungan
Jika aura anda selaras dengan lingkungan anda maka akan menghasilkan efek positif bagi kehidupan anda. Caranya adalah sebagai berikut:

  1. Cara berpakaian. Aura menyesuaikan dengan warna dominan dari pakaian anda, coba sesuaikan dengan petunjuk arti warna aura yang telah disampaikan sebelumnya.
  2. Cara berfikir dan tingkat kesadaran. jika anda berfikir untuk rilek, maka aura akan berubah ke arah rilek..
  3. Menyesuaikan dengan energi yang masuk tubuh berhubungan dengan chakra dan energi yang masuk dalam tubuh.

Hal yang mengurangi kecerahan Aura
Hal hal yang mengurangi kecerahan Aura yaitu : takut, stress, iri, dan berbagai sifat negatif

by. Yulius Eka Agung S.