>Tekan Aja "ENTER" Dan Jangan Tekan "CANCEL" Sebelum Selesai DOWNLOAD DOAMU

>

JANGAN PUTUS ASA KEPADA ALLAH
لَا يَكُنْ تَأَخُّرُ اَمَدِ العَطَاءِ مَعَ الاِلْحَاحِ فِى الدُّعَاءِ مُوْجِبًا لِيَأسِكَ فَهُوَ ضَمِنَ لك الاِجَابَةَ فِيْمَا يَخْتَارُهُ لَكَ لَا فِيْمَا تَخْتَارُ لِنَفْسِكَ وَفِى الوَقْتِ الَّذِى يُرِدُ لَا فِى الوَقْتِ الَّذِى تُرِيْدُ
“Tertundanya pemberian setelah do’a itu dipanjatkan dengan berulang-ulang, hal itu jangan menimbulkan putus asamu kepada Allah. Sebab, Allah telah menjamin diterimanya do’a, akan tetapi mengikuti pilihan Allah untukmu bukan mengikuti pilihanmu untuk dirimu dan di dalam waktu yang dikehendaki Allah bukan di dalam waktu yang engkau kehendaki”.

Berdo’a adalah salah satu kewajiban seorang hamba kepada Tuhannya. Allah s.w.t berjanji akan mengabulkan do’a-do’a tersebut sebagaimana firmanNya:

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ
“Berdo`alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombong-kan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”. (QS. al Mu’min(40)60)

Ketika seorang hamba berdo’a kepada Allah s.w.t dengan sungguh-sungguh, terlebih lagi do’a itu dilaksanakan dengan istiqamah (terus-menerus), maka do’a tersebut akan dikabulkan. Demikian itu karena Allah s.w.t sudah berjanji, maka sedikitpun Allah s.w.t tidak akan mengingkari janji-janji-Nya.

Namun demikian, do’a-do’a yang dipanjatkan itu harus memenuhi syarat sebagai do’a yang dikabulkan. Rasulullah s.a.w telah menegaskan dengan sabdanya:

Setiap do’a yang dipanjatkan oleh seorang hamba kepada Allah s.w.t asal tidak tercampur dengan dosa dan memutuskan tali silaturrahmi, do’a itu akan dikabulkan dalam tiga pilihan :

  1. Diturunkan seketika di dunia dalam bentuk pemberian sesuai dengan permintaan; 
  2. Dijadikan simpanan di akhirat sebagai kafarat dari dosa-dosanya; 
  3. Digantikan sebagai ganti musibah yang tidak jadi diturunkan demi keselamatannya.” 

(atau yang searti dengannya).( Disampaikan oleh Hadrotusy Syekh Romo KH. Ahmad Asrory Al Ishaqy r.a dalam pengajian rutin minggu 2 di Ponpes Assalafi Al Fithrah Kedinding Surabaya)

Oleh karena itu, setelah do’a-do’a tersebut dipanjatkan, hendaknya seorang hamba yakin bahwa do’a-do’anya akan dikabulkan, walau ijabah itu dalam tiga pilihan yang masih dirahasiakan tersebut. Hanya Allah s.w.t yang Memilih, Menghendaki dan Mengetahuinya. Allah s.w.t berfirman: “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo`a apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS. al-Baqoroh; 2/186)

Asy-Syekh Ibnu Athaillah r.a meneruskan :

لَا يُشَكِّكَنَّكَ فِى الوَعْدِ عَدَمَ وُقُوْعِ المَوْعُوْدِ وَاِنْ تَعَيَّنَ زَمَنُهُ لِئَلّاَ يَكُوْنَ ذَلِكَ قَدْحًا فِى بَصِيْرَتِكَ وَاِخْمَادًا لِنُوْرِ سَرِيْرَتِكَ
“Jangan sekali-kali meragukan janji Allah karena belum terpenuhinya janji itu walau batas pelaksanaannya sudah sangat dekat, supaya yang demikian itu tidak menjadikan redupnya sinar mata hatimu dan memadamkan cahaya rahasia batinmu”.

Allah s.w.t Lebih Mengetahui keadaan hamba-hamba-Nya, baik urusan dunia, agama maupun akhirat. Terlebih urusan rizki, karena dengan urusan rizki-rizki itu manusia bisa menjadi selamat atau tidak. Allah s.w.t tidak mengingkari janji-Nya bahwa setiap hamba-Nya yang berdo’a dengan benar pasti akan dikabulkan-Nya. Janji Allah tersebut ditegaskan dengan firman-Nya:

وَعْدَ اللَّهِ لَا يُخْلِفُ اللَّهُ وَعْدَهُ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ
“(sebagai) janji yang sebenar-benarnya dari Allah. Allah tidak akan menyalahi janji-Nya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.”. (QS.ar Rum(30)6)

Namun demikian, bagi hamba-hamba yang beriman—berkat kasih sayang-Nya yang dalam kepada mereka—apa saja yang diberikan kepadanya haruslah yang menjadikan mereka lebih baik. Dalam hal ini Allah s.w.t adalah yang lebih mengetahuinya. Allah s.w.t menegaskan dengan firman-Nya : “Dan jikalau Allah melapangkan rizki kepada hamba-hamba-Nya tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi, tetapi Allah menurunkan apa yang dikehendaki-Nya dengan ukuran. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui (keadaan) hamba-hamba-Nya lagi Maha Melihat”. (QS. 42; 27)

Oleh karena itu, jika ada janji Allah s.w.t yang seakan-akan belum terpenuhi, padahal menurut pengetahuan dan perasaan seorang hamba yang sedang terdesak, seharusnya saat terpenuhinya janji itu sudah sangat mendesak, bahkan sudah tidak ada waktu lagi untuk tertunda. Dalam hal yang demikian itu, janganlah menjadikan hati seorang hamba ragu-ragu kepada Allah s.w.t.

Siap Menerima Kenyataan
Bagaimanapun keadaan yang akan dan sedang terjadi, hati seorang hamba yang beriman hendaknya tetap yakin serta siap menghadapi, bahwa apa saja yang dikehendaki Allah s.w.t pastilah yang terbaik untuk dirinya. Yang demikian itu, supaya matahati dan cahaya rahasia batin tidak menjadi redup dan padam. Sebab, ketika ujian-ujian hidup itu sudah cukup menurut pandangan Allah, dan ketika seorang hamba telah melewatinya dengan nilai yang baik, maka problematika kehidupan dan bahkan konflik-konflik horizontal yang telah berlalu, sesungguhnya itu merupakan proses masuknya ilmu pengetahuan dalam hati yang tinggi nilainya. Itulah ilmu rasa, ilmu pengetahuan yang dapat mematangkan jiwa manusia. Ilmu pengetahuan yang mampu menebalkan keyakinan, membakar lapisan kabut hati sehingga menjadikan matahati seorang hamba semakin cemerlang dengan Nur Ma’rifat kepada Allah.

Hanya dengan cara seperti itulah Allah s.w.t memperjalankan kehidupan para hamba pilihan-Nya dan bahkan para nabi dan rasul-Nya. Mereka itu semua diperjalankan dalam realita kehidupan yang sesungguhnya. Mereka harus menghadapi kesulitan dan tantangan serta goncangan-goncangan hidup yang tidak ringan:

أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَأْتِكُمْ مَثَلُ الَّذِينَ خَلَوْا مِنْ قَبْلِكُمْ مَسَّتْهُمُ الْبَأْسَاءُ وَالضَّرَّاءُ وَزُلْزِلُوا حَتَّى يَقُولَ الرَّسُولُ وَالَّذِينَ ءَامَنُوا مَعَهُ مَتَى نَصْرُ اللَّهِ أَلَا إِنَّ نَصْرَ اللَّهِ قَرِيبٌ
“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu?. Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?”. Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat”. (QS. al Baqoroh; 214)

Ketika keadaan mereka itu benar-benar telah terdesak baru pertolongan-Nya diturunkan, karena sungguh sedikitpun Allah s.w.t tidak akan mengingkari janji-Nya. Untuk menyikapi hal tersebut, menyangka baik adalah kuncinya. Orang yang mampu berhusnudz dzan kepada Tuhannya berarti telah mencapai 90% keberhasilan hidupnya. (malfiali/ponpesalfithrahgp.wordpress.com, 7 Nofember 2008)

KESIMPULAN (PILAR-PILAR DOA)  :
Berdoa itu bisa di ibaratkan seperti kalau kita mendownload sebuah file dari internet. Nah, bagi kita para netter. Apakah ketika anda sedang download sebuah file, ada terbetik rasa ragu-ragu, dll. tidak bukan….? ya… karena proses itu adalah ilmu pasti…. bukan ilmu kira-kira…. demikian juga jawaban dari Doa kita, yang dalam hal ini saya sebut dengan Rejeki.

Pilar Pertama : Rejeki Itu Ilmu Pasti
Allah berfirman :
“Perintahkan kepada keluargamu supaya sembahyang, dan sabarlah dalam melaksanakannya, Kami (Allah) tidak menuntut kamu supaya mencari rizqi, Kami (Allah) yang menjamin rizqimu, dan akibat (kemenangan yang terakhir) bagi orang-orang yang bertaqwa”.( QS. Thaahaa 20:132)

Pilar Kedua : Rejeki itu ada ukurannya, ibarat ukuran file dalam satuan byte, kilo byte, Megabyte, Gigabyte, dst,

Allah menegaskan dengan firman-Nya:
وَإِنْ مِنْ شَيْءٍ إِلَّا عِنْدَنَا خَزَائِنُهُ وَمَا نُنَزِّلُهُ إِلَّا بِقَدَرٍ مَعْلُوم
“Dan tidak ada sesuatupun melainkan pada sisi Kami-lah khazanahnya; dan Kami tidak menurunkannya melainkan dengan ukuran yang tertentu”. (QS. Al Hijr/15; 21)
Hati-hati mendownload file yang terlalu besar ukurannya.
Sabda Rasulullah :
“Akan muncul dalam umat ini suatu kaum yang melampaui batas kewajaran dalam berthaharah dan berdoa.” (HR. Ahmad dan AbuDawud)

Pilar Ketiga : Kualitas hardware & sofware manusia yaitu Kualitas TAKWA. Kalau dalam komputer ibarat type prosessornya udah pentium berapa gitu lhoo…. he…he…he…

“Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”(QS, Al-Hujarat:13)
“Kami (Allah) yang menjamin rizqimu, dan akibat (kemenangan yang terakhir) bagi orang-orang yang bertaqwa”.( QS. Thaahaa 20:132)

Pilar keempat : Kualitas Koneksi & Sinyal.

Koneksi = Dzikir

فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُواْ لِي وَلاَ تَكْفُرُونِ
“Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (ni’mat)-Ku. ( QS. Al Baqarah 2:152 )

Sinyal = Wasilah

“Semua doa terhalang kecuali membaca shalawat dulu kepada nabi dan keluarga Nabi Muhammad.” (HR Tabrani)
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ وَابْتَغُواْ إِلَيهِ الْوَسِيلَةَ وَجَاهِدُواْ فِي سَبِيلِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan.” (QS.Al Maidah :35).

Dalam Tafsir Ibnu Katsir II :52-53 pada waktu menafsirkan QS Al Maidah :35 , menyatakan :

اَلْوَسِيْلَة هِيَ الَّتِى يُتَوَصَّلُ بِهَا إلَى تَحْصِيْلِ الْمَقْصُوْدِ
“Wasilah itu ialah sesuatu yang menyampaikan kepada maksud”

Syekh Sulaiman Zuhdi pada waktu menafsirkan QS.Al Maidah:35 menyatakan :

اَلْوَسِيْلَةُ عَامٌُ لِكُلِّ مَا يَتَوَصَلُ بِهِ إلَ الْمَقْصُوْدِ وَالنَّبِيُّ صلعم اَقْرَبُ الْوَسَا ئِلِ إلىَ اللهِ تَعَالىَ ثُمَّ تَوَائِبُهُ صلعم مِنَ الْمُسْتَكْمِلِيْنَ الْوَاصِلِيْنَ إلىَ اللهِ تَعَالىَ فِيْ كُلِّ قَرْنٍِ
“Pengertian umum dari wasilah adalah sesuatu yang dapat menyampaikan kita kepada suatu maksud atau tujuan. Nabi Muhammad SAW adalah wasilah yang paling dekat untuk sampai kepada Allah SWT, kemudian kepada penerusnya-penerusnya yang Kamil Mukammil yang telah sampai kepada Allah SWT yang ada pada tiap-tiap abad atau tiap-tiap masa

Dalam ilmu balaghah dikenal istilah “Majaz Mursal :

مِنْ إطْلاَقِ الْمَحَلِّ وَإرَادَةِ الْحَال

artinya menyebut wadah, sedangkan sebenarnya yang dimaksud adalah isinya. Disebutkan pula Nabi Muhammad sebagai wasilah, tetapi yang dimaksud sebenarnya adalah Nuurun ala nuurin yang ada pada rohani Rasulullah SAW.

Prof.DR.H.S.S Kadirun Yahya menyatakan bahwa wasilah itu adalah suatu channel, saluran atau frekuensi yang tak terhingga yang langsung membawa kita kehaderat Allah SWT.

Wasilah itu ialah :
نُوْرٌُ عَلىَ نُوْرٍِ يَهْدِاللهُ لِنُوْرِهِ مَنْ يَشَآءُ
“Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki “(QS An-Nur :35).

Pilar Kelima : Fahami Proses DOWNLOAD DOA.
Rasulullah s.a.w telah menegaskan dengan sabdanya:
Setiap do’a yang dipanjatkan oleh seorang hamba kepada Allah s.w.t asal tidak tercampur dengan dosa dan memutuskan tali silaturrahmi, do’a itu akan dikabulkan dalam tiga pilihan :

  1. Diturunkan seketika di dunia dalam bentuk pemberian sesuai dengan permintaan; 
  2. Dijadikan simpanan di akhirat sebagai kafarat dari dosa-dosanya; 
  3. Digantikan sebagai ganti musibah yang tidak jadi diturunkan demi keselamatannya.” 

Maaf, dalam pemahaman saya. Sabda Rasulullah di atas bukanlah seperti yang difahami oleh orang kebanyakan yang menganggap hadits tersebut sebagai dalih atau alasan atas tidak terkabulnya doa. Namun dalam pemahaman saya 3 point di atas adalah proses terkabulnya doa, dengan urutan yang dibalik dari nomer 3 hingga nomer 1.

Penjelasannya adalah sebagai berikut, Ketika kita sedang berdoa. Itu artinya kita sedang menekan tombol “ENTER” pada tombol DOWNLOAD. kemudian ini prosesnya :

  • “Digantikan sebagai ganti musibah yang tidak jadi diturunkan demi keselamatannya” ► Ini adalah proses scanning virus atau proses pembersihan jalannya rejeki dari segala hambatan yang merintangi turunnya rejeki. Yang selanjutnya melahirkan dua opsi yaitu :
  1. “Dijadikan simpanan di akhirat sebagai kafarat dari dosa-dosanya.” ► Terjadi Time Out (manusia nya keburu meninggal) karena terlalu besarnya file yang di download dan karena terlalu kotornya jalan yang harus dibersihkan. Sehingga yang diperoleh bukanlah paket downloadnya, namun cuma pembersihan jalannya saja.
  2. “Diturunkan seketika di dunia dalam bentuk pemberian sesuai dengan permintaan.” ► Nah ini adalah saat file sudah lengkap terdownload secara keseluruhannya, alias doa kita terjawab.

JADI, Bila DOWNLOAD DOA adalah ilmu pasti sepasti ketika kita mendownload file dari internet. Maka jangan sekali-kali di cancel di tengah proses.. Padahal proses download sedang berlamngsung, Yang sering terjadi adalah kita secara tidak sadar mengCANCEL Doa di tengah proses….

Rasul Bersabda: “Senantiasa diterima doa seorang hamba Allah, apabila ia tidak berdoa untuk berbuat dosa atau untuk memutuskan tali silahturahmi, asal saja dilakukan dengan tidak tergesa-gesa”. Rasul lalu ditanya: “apakah yang dimaksud tergesa-gesa?. Rasul lalu bersabda: “Seseorang berkata: aku telah berulang kali berdoa tetapi tidak juga dikabulkan. Ia merasa rugi dan lesu lalu meninggalkan doanya (HR Tarmidzi)

“Ya Allah, aku mohon kesehatan dalam keimanan, keimanan dalam keindahan akhlak, kemenangan yang disertai keberuntungan, rahmat dari sisimu, keselamatan dan pengampunan, serta keridhaan dari sisiMu” (HT ath-Thabrani dan al-Hakim)

“Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat. Ya Tuhan perkenankanlah do’aku. Ya Tuhanku ampunilah aku dan kedua ibu bapaku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (Hari Kiamat) (Surat Ibrahim ayat 40 – 41).

اللهم أعنى على ذكرك وشكرك وحسن عبادتك
(رواه أبو داود)

Ya Allah bantulah aku untuk dapat mengingat-Mu, bersyukur atas nikmat-Mu dan beribadah kepada-Mu dengan baik. (HR. Abu Dawud)
“Ya Tuhanku, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari memohon kepada Engkau sesuatu yang aku tiada mengetahui (hakekatnya). Dan sekiranya Engkau tidak memberi ampun kepadaku, dan (tidak) menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku akan termasuk orang-orang yang merugi”. (QS. Huud: 47)
Wallahu a’lam bish-shawabi

>Membuka Rahasia Huruf Hijaiyah

>

بسم الله الرحمن الرحم
مُّحَمَّدٌ رَّسُولُ اللَّهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاء عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاء بَيْنَهُمْ تَرَاهُمْ رُكَّعاً سُجَّداً يَبْتَغُونَ فَضْلاً مِّنَ اللَّهِ وَرِضْوَاناً سِيمَاهُمْ فِي وُجُوهِهِم مِّنْ أَثَرِ السُّجُودِ ذَلِكَ مَثَلُهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَمَثَلُهُمْ فِي الْإِنجِيلِ كَزَرْعٍ أَخْرَجَ شَطْأَهُ فَآزَرَهُ فَاسْتَغْلَظَ فَاسْتَوَى عَلَى سُوقِهِ يُعْجِبُ الزُّرَّاعَ لِيَغِيظَ بِهِمُ الْكُفَّارَ وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ مِنْهُم مَّغْفِرَةً وَأَجْراً عَظِيماً
Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam- penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mu’min). Allah menjanjikan kepada orang- orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar.” (QS. AL-FATH ayat 29)

Ada dua puluh sembilan huruf Hijaiyah. Awalnya adalah alif, kemudian ba, kemudian ta, dan akhirnya adalah ya. Huruf kedua, Ba, merangkum semua pengetahuan tentang wujud semesta. Ba adalah Bahr, Samudera. Setiap wujud sejatinya meng-ada di dalam “samudera” abadi ini. Renungkanlah perlahan sekali…

Ba-Bahr Al Qudrah-Samudera Kehendak
Tubuh kita dan segala benda-benda, air yang kita teguk dan udara yang kita hirup, segala yang kita lihat sentuh dan rasakan, padat cair dan gas, semuanya terbangun dari atom-atom. Kita semua sudah tahu itu. Meski atom bukanlah elemen terkecil dari benda-benda, sebagaimana telah ditunjukkan oleh para ahli fisika kuantum, mari kita batasi perjalanan kita hanya sampai di atom ini. Inti atom (nucleus) merupakan pusat atom. Seberapa besar inti atom ini? Jika kita perbesar ukuran sebiji atom menjadi sebesar bola berdiameter 200 meter, maka besarnya inti atom adalah sebesar sebutir debu di pusatnya.

Hebatnya, sebutir debu ini membawa 99,95% massa atom seluruhnya yang dipadatkan oleh strong nuclear force ke dalam partikel proton. Sementara elektron-elektron sangatlah ringan dan bergerak mengelilingi proton pada jarak yang jauh sekali. Seberapa jauh? Jika kita perbesar ukuran elektron menjadi sebesar biji kelereng, maka jarak antara elektron ini ke inti atom adalah sejauh satu kilometer! Ada apa di antara elektron dengan proton? Tidak ada apa-apa. Hanya ruang kosong semata sepanjang jarak satu kilometer itu!

Sebutir garam terdiri dari banyak sekali atom. Jika kita bisa menghitung satu milyar atom dalam sedetik, maka kita membutuhkan lebih dari lima ratus tahun untuk menghitung jumlah seluruh atom di dalam sebutir garam saja! Atom-atom itu secara rapi membangun wujud sebutir garam. Dan di dalamnya terbentang ruang kosong di antara atom-atomnya. Sebagaimana samudera. Sebutir garam mewujud di dalamnya. Ia “berenang” dan meng-ada di dalamnya. Juga kita dan semua benda-benda.

Wujud kita sejatinya selalu berada di dalam samudera ruang kosong….di dalam samudera atomis gaya-gaya….di dalam samudera kehendakNya (Bahr al-Qudrah)…

Kaf Ha Yaa ‘Ain Shood Yaa Siin Alif Lam Miim

Dari Husein bin Ali bin Abi Thalib as. :
Seorang Yahudi mendatangi Nabi Muhammad SAW. Pada saat itu Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib as bersama Nabi.
Yahudi itu berkata kepada Nabi Muhammad SAW : “apa faedah dari huruf hijaiyah ?”
Rasulullah SAW lalu berkata kepada Ali bin Abi Thalib as, “Jawablah”.
Lalu Rasulullah SAW mendoakan Ali, “ya Allah, sukseskan Ali dan bungkam orang Yahudi itu”.
Lalu Ali berkata : “Tidak ada satu huruf-pun kecuali semua bersumber pada nama-nama Allah swt”.
Kemudian Ali berkata :

  1. “Adapun Alif artinya tidak ada Tuhan selain Dia yang Maha Hidup dan Kokoh,
  2. Adapun Ba artinya tetap ada setelah musnah seluruh makhluk-Nya.
  3. Adapun Ta, artinya yang maha menerima taubat, menerima taubat dari semua hamba-Nya,
  4. adapun Tsa artinya adalah yang mengokohkan semua makhluk “Dialah yang mengokohkan orang-orang beriman dengan perkataan yang kokoh dalam kehidupan dunia”
  5. Adapun Jim maksudnya adalah keluhuran sebutan dan pujian-Nya serta suci seluruh nama-nama-Nya.
  6. Adapun Ha adalah Al Haq, Maha hidup dan penyayang.
  7. Kha maksudnya adalah maha mengetahui akan seluruh perbuatan hamba-hamba-Nya.
  8. Dal artinya pemberi balasan pada hari kiamat,
  9. Dzal artinya pemilik segala keagungan dan kemuliaan.
  10. Ra artinya lemah lembut terhadap hamba-hamba-Nya.
  11. Zay artinya hiasan penghambaan.
  12. Sin artinya Maha mendengar dan melihat. 
  13. Syin artinya yang disyukuri oleh hamba-Nya.
  14. Shad maksudnya adalah Maha benar dalam setiap janji-Nya.
  15. Dhad artinya adalah yang memberikan madharat dan manfaat.
  16. Tha artinya Yang suci dan mensucikan,
  17. Dzha artinya Yang maha nampak dan menampakan seluruh tanda-tanda.
  18. Ayn artinya Maha mengetahui hamba-hamba-Nya.
  19. Ghayn artinya tempat mengharap para pengharap dari semua ciptaan-Nya.
  20. Fa artinya yang menumbuhkan biji-bijian dan tumbuhan.
  21. Qaf artinya adalah Maha kuasa atas segala makhluk-Nya
  22. Kaf artinya yang Maha mencukupkan yang tidak ada satupun yang setara dengan-Nya, Dia tidak beranak dan tidak diperanakan.
  23. Adapun Lam maksudnya adalah maha lembut terhadap hamba-nya.
  24. Mim artinya pemilik semua kerajaan.
  25. Nun maksudnya adalah cahaya bagi langit yang bersumber pada cahaya arasynya.
  26. Adapun waw artinya adalah, satu, esa, tempat bergantung semua makhluk dan tidak beranak serta diperanakan.
  27. Ha artinya Memberi petunjuk bagi makhluk-Nya.
  28. Lam alif artinya tidak ada tuhan selain Allah, satu-satunya serta tidak ada sekutu bagi-Nya.
  29. Adapun ya artinya tangan Allah yang terbuka bagi seluruh makhluk-Nya”. 

Rasulullah lalu berkata “Inilah perkataan dari orang yang telah diridhai Allah dari semua makhluk-Nya”.
Mendengar penjelasan itu maka yahudi itu masuk Islam.

Dari Ibrahim bin Khuttab, dari Ahmad bin Khalid, dari Salamah bin Al Fadl, dari Abdullah bin Najiyah, dari Ahmad bin Badil Al Ayyamy, dari Amr bin Hamid hakim kota ad Dainur, dari Farat bin as Saib dari Maimun bin Mahran, dari Ibnu Abbas dan sanadnya Rosulullah SAW, ia berkata: “Segala sesuatu ada penjelasan (tafsir)nya yang diketahui oleh orang yang mengetahuinya dan tidak diketahui oleh orang yang tidak mengetahuinya”.

Kandungan empat unsur alam  semesta dalam huruf hijaiyah, yaitu:

  1. Unsur api : alif, haa’, tha’, shad, mim, fa’, syin.
  2. Unsur udara : ba’, wawu, ya’, nun, shat, ta’, dha’.
  3. Unsur air : jim, za’, kaf, sin, qaf, tsa’, zha’.
  4. Unsur tanah : ha’, lam, ‘ain, ra’, kha’, ghain.

30 kunci huruf hijaiyah yang berada di tubuh manusia yaitu:
1. alif = hidung
2. ba” = mata
3. ta” = tempat mata(lubang tempat mata)
4. tsa” = bahu kanan
5. jim = bahu kiri
6. ha = tangan kanan
7. kha = tangan kiri
8. dal = telapak tangan kanan dan kiri
9. dzal = kepala dan rambut
10. ro” = rusuk kanan
11. zai = rusuk kiri
12. sin = dada kanan
13. syin = dada kiri
14. shod = pantat kanan
15. dhod = pantat kiri
16. tho” = hati
17. zho” = gigi
18. ain = paha kanan
19. ghoin = paha kiri
20. fa” = betis kanan
21. kof = betis kiri
22. kaf = kulit
23. lam = daging
24. mim = otak
25. nun = nur/cahaya
26. wau = telapak kaki kanan dan kiri
27. HA” = sungsum tulam
28. lam alif = manusia utuh
29. hamzah = memenuhi segala
30. ya” = mulut/manusia

Affirmasi:
Ya ALLAH saya minta kunci dengan ……………….

contoh:
Ya ALLAH saya minta kunci dengan ALIF
contoh:
Ya ALLAH saya minta kunci dengan Hamzah

30 kunci dipakai untuk membersihkan bagian bagian tubuh dari hal -hal yang negatif.sehingga tubuh dapat berfungsi normal.dan tentunya meningkatkan tingkat kita dalam hal dunia dan spiritual..

Nb.
Artikel ini sekedar sebagai referensi bahan kajian untuk seluruh praktisi QUANTUM TRANCEFORMASI  NAQS DNA. Dan sebenarnya masih banyak lagi kajian mengenai ilmu huruf ini, yaitu diantaranya mengenai ilmu khodam huruf dan lain sebagainya Yang mana kajian itu tidak saya tampilkan di sini karena sudah terlalu jauh dari prinsip dasar NAQS DNA.

Huruf hijaiyah itu adalah Intisari Asma-asma Allah Ta’ala. Hanya Allah swt, saja yang Maha Mengetahui rahasianya. Bila ada seorang Ulama Sufi dibukakan rahasia huruf, itu pun masih sebagian kecil sekali, dibanding samudera rahasia huruf itu sendiri.

Allah swt, tidak memerintahkan kita agar menyelidiki rahasia-rahasia ghaib yang tersembunyi dibalik huruf-huruf hijaiyah. Kecuali jika Allah swt, menghendaki hambaNya untuk mengetahuinya, Allah swt membukakan hijab huruf itu. Dan itu pun hanya kurang dari setetes samuderaNya hakikat huruf yang tiada hingga. Oleh karena itu, janganlah kita membatasi diri terhadap rahasia & karunia ilmu dari Allah swt.

INILAH BEBERAPA PRINSIP DASAR METHODE NAQS DNA :

  • Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepada kalian pelajaran dari Rabb kalian dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (Yunus: 57)
  • Dan Kami turunkan dari Al-Qur`an sesuatu yang menjadi penyembuh dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (Al-Isra`: 82)
  • “Katakanlah: ‘(Al-Qur`an) itu adalah petunjuk dan penyembuh bagi orang-orang yang beriman’.” (Fushshilat: 44)
  • Kalau sekiranya Kami menurunkan Al-Qur`an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir.” (Al-Hasyr: 21)
  • Dari Syifa` bintu Abdullah radhiallahu ‘anha:
    أَنَّهَا كَانَتْ تُرْقِي فِي الْجَاهِلِيَّةِ، فَلَمَّا جَاءَ اْلإِسْلاَمُ، قَالَتْ: لاَ أَرْقِي حَتَّى اسْتَأْذَنَ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. فَأَتَيْتُهُ فَاسْتَأْذَنْتُهُ. فَقَالَ عَنْهَا رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ارْقِي مَا لَمْ يَكُنْ فِيْهَا شِرْكٌ

    Dahulu dia meruqyah di masa jahiliyyah. Setelah kedatangan Islam, maka dia berkata: ‘Aku tidak meruqyah hingga aku meminta izin kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.’ Lalu dia pun pergi menemui dan meminta izin kepada beliau. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepadanya: ‘Silahkan engkau meruqyah selama tidak mengandung perbuatan syirik’.” (HR. Al-Hakim, Ibnu Hibban, dan yang lainnya. Al-Huwaini berkata: “Sanadnya muqarib.” Ibid, hal. 220). 

  • Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
    “Barangsiapa membaca satu huruf dari Kitabullah maka dia mendapat satu kebaikan dan satu kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh kali lipat. Aku tidak mengatakan alif laam miim satu huruf, akan tetapi alif satu huruf, laam satu huruf dan miim satu huruf.” (HR. At-Tirmidziy 5/175, lihat Shahiih Sunan At-Tirmidziy 3/9 serta Shahiihul Jaami’ Ash-Shaghiir 5/340)

>BIHAQQI Haa miim, ‘Ain Siin Qaaf

>

Haa Miim ‘Ain Siin Qaaf

Haa miim, ‘Ain Siin Qaaf…,
Lalu Sebutir benih pencerahan telah diletakkan oleh Sang Hidup kedalam dadaku. Kemudian Gerak Sang Hidup telah mengembangkan benih pencerahan itu menjadi tunas kepahaman yang siap mengakar dan mengada dalam kehidupanku.

Ternyata agar aku bisa bermetamorphosis menjadi kupu-kupu rohani yang sempurna, aku terlebih dahulu haruslah mampu mengenali sebuah ketidakbenaran sebagai sesuatu yang betul-betul tidak benar, dan mengenali pula sebuah kesalahan sebagai sesuatu yang benar-benar salah. Kalau tidak begitu, aku akan selalu saja terbawa kealam yang penuh dengan bentuk-bentuk khayalan dan ilusi yang membingungkan.

Ketidakbenaranku selama ini adalah bahwa aku telah menjadikan pikiranku sebagai identitas utama diriku. Kesalahanku yang paling besar selama ini adalah bahwa aku telah terlalu lama menjadi budak dan bahan permainan dari pola pikiranku sendiri.

Akibatnya…
Kesadaranku tercerabut dari Sang Hidup Yang Maha Dekat Dekat…
Keberadaanku menjauh dari Sang Hidup Yang Maha Nyata…
Tali bergantungku terlepas dari Sang Hidup Yang Maha Meliputi…

Sekarang…
Haa miim, ‘Aiin Siin Qaaf…,
Akupun tiba-tiba menyadari keberadaanku…
Aku hanyalah semurni-murninya Ruh milik Allah…
Akupun duduk meringkuk disisi Allahku…
Akupun merunduk bersiap menerima titah dari Allahku.

Haa miim, ‘Aiin Siin Qaaf…,
Dan akupun tinggal bergegas menjalankan titah Allahku…

Haa Miim. `Ain Siin Qaaf…, Demikianlah Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana, mewahyukan (mengilhamkan) kepada kamu dan kepada orang-orang yang sebelum kamu. (Asy Syuura 1-3)

Demi jiwa serta penyempurnaannya, maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan, dan Allah juga mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) ketakwaannya, sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya. (Asy syams7-10)

>BIHAQQI KAF HA’ YA’ ‘AIN SHAD (SIMBOL NAQS)

>

Simbol-Simbol yang di gunakan 
dalam 
Aplikasi Doa Quantum Tranceformasi NAQS DNA level 2.
Kaf Ha Yaa ‘Ain Shood Yaa Siin Alif Lam Miim

Dalam Hizib Nashr ijazah dari Syekh Abul Hasan Assyadzili, terdapat kalimat.


‘اللَّهُمَّ بِحَقِّ كهيعص اِكْفِنَا هَمَّ الْعِدَا وَلَقْهِمُ الرَّدَى
“Ya Allah! Dengan HAQ (kebenaran kalimat) kaf ha’ ya’ ‘ain shad, cukupilah kami terhadap maksud jahat musuh dan binasakan mereka.”

Doa-doa semacam itu ada contohnya dari hadits, yakni:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْىأَلُكَ بِحَقِّ السَّاىِٔلِيْنَ عَلَيْكَ وَأَسْأَلُكَ بِحَقِّ مَمْشَايَ هَذَا فَإِنِّي لمَ ْأَخْرَجُ أَشَرًا وَلَا بَطَرًا وَلَا رِيَاءً وَلَا سُمْعَةً وَخَرَجْتُ اتَّقَاءَ سُخْطِكَ وَبْتِغَاءَ مَرْضَا تِكَ فَأَسْأَلُكَ أَنْ تُعِيْذَنِي مِنَ النَّارِ وَأَنْ تَغْفِرَ لِي ذُنُو بِي اِنَّهُ لَا يَغْفِرُذُّنُوبَ اِلَّا أًنْتَ
Wahai Allah! Dengan hak orang-orang yang berdoa kepada-Mu dan hak perjalananku kepada-Mu ini, sesungguhnya aku tidak keluar untuk keburukan,congka’, riya’(ingin terpuji dalam pandangan orang) atau sum’ah (mencari nama harum). Aku keluar karena takut Engkau benci dan ingin mendapat keridhaan-Mu. Aku mohon kepada-Mu agar menyelamatkan aku dari api neraka dan mengampuni dosa-dosaku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa-dosaku kecuali Engkau. (Hadits Riwayat Ibnu Majah Kitab Masajid :778 dan Ahmad Kitab Baqi masnad muktsirin :10772)

Lanjutan hadits tersebut adalah maka ‘Allah s.w.t menghadap kepada orang tersebut dan tujuh puluh ribu malaikat memintakan ampunan baginya….’

RAHASIA HURUF :

Pembahasan ini masihlah membahas tentang huruuful muqotho’ah, salah satunya adalah Kaf-Ha-Ya-Ain-Shad ini merupakan pujian dari Allah pada diri-Nya sendiri yang mana pada setiap hurufnya mengandung makna yang luas,sebagaimana yang disebutkan oleh Ibnu Jarir dari Ibnu Abbas bahwasannya pada huruf muqotto’ah Kaf menunjukkan bahwa Allah itu Kabir (Maha Besar) dan Karim (Maha Mulia).adapun Ya menunjukkan bahwa Allah adlah Khobir (Maha Mengetahui), sedangkan pada ‘Ain menunjukkan bahwa Allah itu Aziz (Maha Perkasa) dan Adil (Maha Adil).

Pada riwayat lain disebutkan bahwa hampir semua huruf muqotho’ah itu terdapat banyak sekali makna yang tersirat didalamnya.Bahkan ada suatu riwayat yang menyebutkan bahwa semua huruf muqotho’ah merupakan min asmaillah,dan bisa juga terdapat suatu makna daripada beberapa kejadian akan siksaan Alloh maupun nikmat allohpada satu huruf muqotto’ah itu sendiri merupakan nama-nama Allah, nikmat dan cobaan-Nya, lalu mengapa mereka ingkar?Rabi berkata bahwa alif merupakan nikmat ALLOH,lam merupakn maha lembut Alloh,dan mim merupakan maha penjaga nya Alloh

Di dalam lafadz ” Kaf ha yaa ain shod ” merupakan suatu keagungan Allah. di dalamnya mengandung makna pujian untuk Allah,

  • Huruf Kaf kepanjangan KAFIYAN (Maha sempurna) menunjukkan bahwa Allah Maha sempurna, dan disebutkan pula oleh Ibnu Jurairi berdasarkan perkataan Ibnu Abbas bahwa huruf kaaf ( kabir dan karim ) bermakna Maha besar dan mulia,
  • Huruf Haa kepanjangannya HADIYAN (Maha pemberi petunjuk) menunjukkan bahwa Allah itu Maha Pemberi Petunjuk,
  • Huruf yaa kepanjangan Yajiirun (kaya) menunjukkan bahwa Allah itu Maha Agung, dan bermakna pertolongan
  • Huruf ‘Ain kepanjangan ‘ALIMUN (maha mengetahui) menunjukkan bahwa Allah itu Maha Mengetahui dan Maha Besar. Juga bermakna ( Aziz dan adlu ) Maha Berkuasa dan Adil.
  • Huruf Shod kepanjangannya Shadiqun menunjukkan arti (maha benar) menunjukkan makna bahwa Allah Maha dipercaya.

dari Ibnu Jabbir dari Ibnu Abbas sesungguhnya ia mengatakan bahwa huruf Kaaf itu menunjukkan allah Maha Besar dan Maha Mulia dan huruf Ain menunjukkan bahwa Allah itu Maha perkasa dan Maha Adil. sebagaiaman yang diriwayatkan oleh Thabari dari Rabi’ bin Annas huruf yang terpotong itu ada 29 huruf itu merupakan Asma Allah.

Sedangkan menurut ‘isa bin maryam itu semua menunjukan Nama2 Allah dan sifat2nya untuk lebih jelasnya buka tafsir al-kabir lirrazy 1/7. dan di tafsir thabri 1/208. Huruf hijaiyyah adalah kata kunci..seperti Alif kata kunci dari asma Allah..Lam kata kunci dari asma allah yaitu Latif..dan mim juga begitu yang yaitu mujid.. permulaan huruf alif merupakan permulaan Asma Allah dan permulaan huruf Lam itu dari nama Allah yang menunjukkan makna lembut, dan permulaan huruf Mim menunjukkan Allah itu Maha mulia. Alif itu satu tahun, Lam 30 tahun dan Mim 40 tahun.

Wallahu a’lam bis showab

PUSTAKA : 

KULIAH MUTHALAAH 3 (23 Jan. 2010)

>Hizb Nashr Al A’da (Hizib Nashor)

>Menjadi orang sakti itu mahal harganya. Banyak hal yang harus dikorbankan. Bila pengorbanan itu hanya sebatas materi, waktu dan tenaga tidaklah mengapa. Semua itu hanya bersifat sementara. Tapi kalau harus mengorbankan akidah, maka jangan coba-coba menjadi orang sakti. Derita berkepanjangan di akhirat segera menanti.

Oleh karena itulah, saya terus-menerus mewanti-wanti kepada seluruh siswa Quantum Tranceformasi NAQS DNA untuk senantiasa IKHLAS, di awal, di tengah, hingga di akhir perjalanannya. Yaitu dengan menghindari menolong orang dengan landasan motivasi Profite Oriented atau komersial. Jadikanlah segala ilmu yang diperoleh sebagai ladang akherat kita dan menjadi tangga atau alat kita untuk meraih ridlo Allah SWT, dan janganlah menjual akherat demi dunia. Karena yang menjadikan sebuah amalan dzikir dan doa bisa kemasukan unsur Jin ataupun khodam yang tidak HAQ, adalah karena adanya niat yang tidak tulus ikhlas dari pengamalnya.

Hizib Nashor yang dikenal oleh umum biasanya adalah Hizib Nashor yang berasal dari Syekh Abul Hasan Asysyadzili, dalam kesempatan ini saya tampilkan sebuah Hizib Nashr dari Hujjatul Islam Wabarakatul’anam Al Imam Abdullah bin Alwi Al Haddad. Semoga bermanfaat adanya.

بِسْمِ اللهِ الرَّ حْمَنِ الرَّ حِيمِ
Teks Arab Dan Terjemahan Hizb An Nashr
Hujjatul Islam Wabarakatul’anam Al Imam Abdullah bin Alwi Al Haddad
بِسْمِ اللهِ الرَّ حْمَنِ الرَّ حِيمِ
إِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحًا مُبِينَا
Sungguh kami bukakan kemenangan bagimu dengan kemenangan yang seluas – luasnya,
لِيَغْفِرَ لَكَ اللهُ مَا تَقَدَّ مَ مِنْ ذَنْبِكَ وَمَا تَأَخَّرَ
Agar Allah memberikan limpahan pengampunan untukmu dari dosa – dosamu yang terdahulu dan yang akan datang,
وَ يُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكَ وَ يَهْدِ يَكَ صِرَ اطًا مُسْتَقِيمًا
Dan menyempurnakan kenikmatan Allah SWT, untukmu wahai Muhammad dan memberimu jalan yang sebenar – benarnya,

وَ يَنْصُرَ كَ اللهُ نَصْرً ا عَزِ يزً ا
Dan Dia Allah akan memberikan pertolongan kepadamu dengan pertolongan yang dasyat.
وَكَانَ عِنْدَ اللهِ وَجِيْهًا
Dan sungguh engkau itu disisi Allah, dan milik Allah -lah segala kewibawaan.
وَجِيْهًا فىِ الدُّ نْيَا وَاْلأَ خِرَةِ وَمِنَ الْمُقَرَّ بِيْنَ
Kewibawaan di dunia dan di akhirat dan kewibawaan yang ada pada hamba – hamba yang dekat kepada Allah.
َوجَّهْتُ وَجْهِىَ لِلَّذِى فَطَرَ السَّمَوَتِ وَاْلأَرْضَ
kuhadapkan jiwa hatiku kepada yang menciptakan langit dan bumi.
بِسْمِ اللهِ الرَّ حْمَنِ الرَّ حِيمِ
Dengan Nama Allah yang maha melimpahkan kasih sayang kepada seluruh makhluknya, dan kasih sayang kepada hambanya yang beriman.
نَصْرٌ مِّنَ اللهِ وَفَتْحٌ قَرِيْبٌ وَبَشِّرِ الْمُؤْ مِنِيْنَ
Pertolongan dari Allah segera datang dan kemenangan sudah dekat waktunya,
Dan beri kabar kepada orang – orang yang beriman,
يَأَ يُّهَا الَّذِ يْنَ ءَامَنُوْا كُوْنُوا أَنْصَارَ اللهِ
Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kalian orang – orang yang menolong agama Allah,
كَمَا قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ لِلْحَوَ ارِيِّنَ مَنْ أَنْصَارِى إِلَى اللهِ
Sebagaimana berkata Isa bin Maryam (as) kepada kaumnya yaitu kaum Hawari, Siapa yang menolong aku kejalan Allah,
قَالَ الْحَوَ ارِيُّونَ نَحْنُ أَنصَار للهِ
maka berkatalah kaum Hawari “kamilah yang akan menolong agama Allah”.
الله لآ اِلَهَ اِلاَّهُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ
Allah, tiada Tuhan selain Dia, Maha Hidup dan Maha berdiri sendiri dan Maha menegakkan
لاَ تَاْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ
Tiadalah Allah SWT itu lupa dan tiadalah Allah SWT itu tidur
لَهُ مَافِى السَّمَوَاتِ وَمَافِى اْلاَرْضِ
Miliknyalah apa – apa yang ada dilangit dan apa-apa yang ada di bumi
مَنْ ذَاالَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهُ اِلاَّ بِإِذْنِهِ
Siapa yang memiliki kekuatan memberi pertolongan di sisi Allah kecuali dengan izin –Nya
يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِ يْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ
Dialah Allah yang Maha tau apa – apa yang ada didepan mereka dan apa – apa yang dibelakang mereka (yang akan datang dan yang telah lalu)
وَلاَ يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ اِلاَّبِمَا شَاءَ
Tiadalah seseorang itu bisa merangkul dan memahami segala sesuatu dari ilmu – ilmu Allah terkecuali dengan kehendak Allah
وَسِعَ كُرْ سِيُّهُ السَّمَوَ اتِ وَاْلاَ رْضَ
Seluas kursinya Allah itu seluas langit dan bumi
وَلاَ يَؤُدُهُ حِفْظُهُمَاوَهُوَ اْلعَلِيُّ اْلعَلِيُّ اْلعَظِيْمُ
Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.
بِسْمِ اللهِ الرَّ حْمَنِ الرَّ حِيمِ
Dengan Nama Allah yang maha melimpahkan kasih sayang kepada seluruh makhluknya dan kasih sayang kepada hambanya yang beriman
لَوْاَنْزَلْنَا هَذَا الْقُرْآنَ عَلَى جَبَلٍ لَرَاَيْتَهُ
Kalau sekiranya kami menurunkan Al Qur’an ini kepada sebuah gunung

خَاشِعًا مُتَصَدِّعًا مِنْ خَشْيَةِ اللهِ
pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah
وِتِلْكَ اْلاَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُوْنَ
Dan perumpamaan-perumpamaan itu kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir.
هُوَاللهُ الَّذِيْ لاَاِلَهَ اِلاَّ هُوَعَالِمُ اْلغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ
Dialah Allah Yang Tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata
هُوَالرَّحْمَنُ الرَّحِيْمُ
Dialah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang
هُوَاللهُ الَّذِيْ لآ اِلَهَ اِلاَّ هُوَاْلمَلِكُ اْلقُدُّوْسُ السَّلاَمُ اْلمُؤْمِنُ اْلمُهَيْمِنُ اْلعَزِيْزُاْمجَبَارُ اْلمُتَكَبِّرُ سُبْحَانَ اللهِ عَمَّايُشْرِ كُوْنَ
Dialah Allah yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan Keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki Segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.
هُوَاللهُ اْمخَالِقُ اْلبَارِئُ اْلمُصَوِّرُلَهُ اْلاَسْمَاءُ اْمحُسْنَى يُسَبِّحُ لَهُ مَافِى السَّمَوَاتِ وِاْلاَرْضِ وَهُوَ الْعَزِيْزُاْمحَكِيْمِ
Dialah Allah Yang Maha Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk rupa, Yang mempunyai Nama – Nama yang paling baik, Bertasbih kepada –Nya apa yang ada di langit dan di bumi, Dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
اُعِيْذُ نَفْسِيْ بِاللهِ تَعَا لَى مِنْ كُلِّ مَايَسْمَعُ بِاُذُنَيْنِ
Aku memperlindungkan diriku dengan Allah ta’ala, Dari semua yang mendengar dengan dua telinga (yaitu manusia, jin dls)
وَيُبْصِرُبِعَيْنَيْنِ وَيَمْشِيْ بِرِجْلَيْنِ وَيَبْطِشُ بِيَدَيْنِ وَيَتَكَّمُ بِشَفَتَيْنِ
Dan melihat dengan kedua mata, dan berjalan dengan dua kaki dan yang membela diri dan menyerang dengan kedua tangan, dan berbicara dengan dua bibirnya
حَصَّنْتُ نَفْسِيْ بِاللهِ الْخَالِقِ اْلاَ كْبَرِ
Aku memperlindungkan diriku dengan Allah Yang Maha pencipta, Yang Maha agung
مِنْ شَرِّمَااَخَافُ وَاَحْذَرُ . مِنَ الجِنِّ وَاْلاِنْسِ . وَاَنْ يَحْضُرُوْنِ
Dari semua keburukan – keburukan yang aku risaukan dan aku takutkan, Dari kaum jin dan kaum manusia, Dan dari kedatangan jin dan manusia musuh – musuh kami.
عَزَّجَارُهُ وَجَلَّ ثَنَاؤُهُو
Dialah Allah selalu membela hamba – hambanya yang dekat kepada – Nya,
Dan Allah itu Maha memuliakan orang – orang yang memuji –Nya
وَتَقَدَّ سَتْ اَسْمَاؤُ هُ وَ
Dan Maha Agung dan suci nama – nama Allah
لاَاِلَهَ غَيْرُهُ اَللَّهُمَّ اِنِّيْ اَجْعَلُكَ فِى نُحُوْرِاَعْدَاِئِي
Tiada Tuhan Selain –Nya, Wahai Allah aku jadikan Kau mencengkram semua leher musuh – musuhku
وَاَعُوْذُبِكَ مِنْ شُرُوْرِهِمْ وَتَحَيُّلِهِمْ وَمَكْرِهِمْ وَمَكَا ئِدِهِمْ
Dan aku berlindung kepadamu dari segala kejahatan mereka,
Dan dari semua fitnah – fitnah mereka, dan dari tipu daya mereka,
Dan apa yang mereka rencanakan untuk mencelakakanku.
اَطْفِئْ نَارَمَنْ اَرَادَ.بِي عَدَاوَةً مِنَ الْجِنِّ وَاْلاِنْسِ
Padamkan api kemarahan mereka yang memusuhi aku dari kaum jin dan manusia
يَاحَافِظُ يَاحَفِيْظُ
Wahai yang Maha Menjaga, wahai yang Maha menguasai segala penjagaan
يَاكَافِى يَامُحِيْطُ
Wahai yang Maha mencukupi, wahai yang maha melindungi
سُبْحَانَكَ يَارَبِّ
Maha Suci Engkau wahai Rabb, Yang Memiliki alam semesta
مَااَعْظَمَ شَاْنَكَ وَاَعَزَّسُلْطَانَكَ
Betapa Agung Penciptaan –Mu dan betapa Dasyatnya Kerajaan –Mu

تَحَصَّنْتُ بِاللهِ وَبِأْسْمَاءِ اللهِ وَبِاَيَاتِ اللهِ وَمَلاَ ئِكَةِ اللهِ وَاَنْبِيَاءِ اللهِ وَرُسُلِ اللهِ وَالصَّالِحِيْنَ مِنْ عِبَ دِاللهِ
Aku menjadikan Allah sebagai bentengku, dengan nama – nama Allah sebagai bentengku, dengan ayat – ayat Allah sebagai bentengku dan malaikat – malaikat Allah sebagai bentengku, dan nabi – nabi Allah sebagai bentengku, dan Rasul – rasul Allah sebagai bentengku, dan sholihin sebagai bentengku
حَصَّنْتُ نَفْسِيْ بِ لاَاِلَهَ اِلاَّاللهُ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَاَلِهِ وَسَلَّم
Aku membentengi diriku dengan Laaillahaillahu muhammadarrasulullah saw,
اَللَّهُمَّ اُحْرُسْنِيْ بِعَيْنِكَ الَّتِىْ لاَتَنَامُ
Wahai Allah jagalah diriku dengan penglihatan -Mu yang tidak pernah tertidur
وَاكْنُفْنِيْ بِكَنَفِكَ الَّذِ يْ لاَيُرَامُ
Dan lindungilah aku dengan perlindungan -Mu yang tiada pernah terfikirkan kehebatan dan kesempurnaannya
وَارْحَمْنِيْ بِقُدْرَتِكَ عَلَيَّ فَلاَ اَهْلِكُ وَاَنْتَ ثِقَتِيْ وَرَجَائِيْ
Dan sayangilah aku dengan ketentuan – ketentuan –Mu atasku hingga tiadalah aku celaka selama aku berharap kepada -Mu dan berpegang teguh kepada –Mu
يَاغِيَاثَ اْلمُسْتَغِيْثِيْنَ ( ثلاثا
Wahai yang Maha mendengar semua yang memohon pertolongan 3x
يَادَرَكَ الْهَا لِكِيْنَ ( ثلاثا
Wahai Yang Maha Menjawab semua orang – orang dalam kesulitan 3x
اِكْفِنِيْ شَرَّكُلِّ طَارِقٍ يَطْرُقُ بِلَيْلٍ اَوْنَهَارٍ
cukupkanlah segala kejahatan semua orang – orang yang akan datang menuju kepadaku diwaktu siang ataupun malam
اِلاَّطَارِقًا يَطْرُقُ بِخَيْرٍ
Terkecuali mereka yang datang dengan kebaikan
اِنَّكَ عَلَي كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
Sungguh Engkau berkuasa atas segala sesuatu
بِسْمِ اللهِ اَرْ قِيْ نَفْسِيْ مِنْ كُلِّ مَا يُؤْذِيْ وَ مِنْ كُلِّ حَاسِدٍ
Dengan nama Allah aku menjadikannya sebagai pelindung diriku dari semua yang menggangguku dan dari semua yang hasad dan iri kepadaku
اللهُ شِفَا ئِيْ
Allah yang menyembuhkan aku dari segala apa yang mereka perbuat
بِسْمِ اللهِ رُقِيْتُ
Dengan nama Allah, aku menjadikannya azzimat pelindung
اَللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ . اَذْهِبِ الْبَأسَ اِشْفِ اَنْتَ الشَّافِى وَعَافِ اَنْتَ اْلمُعَافِيْ , لاَشِفَاءَاِلاَّشِفَاؤُكَ , شِفَاءًلاَيُغَادِرُ سَقَمًا وَلاَاَلَمًا
wahai Allah singkirkanlah segala musibah dan berilah kesembuhan dan engkaulah yang Maha memberi kesembuhan dan berilah afiah dan Engkaulah yang memiliki afiah dan tiada kesembuhan kecuali kesembuhan yang datang dari -Mu, kesembuhan yang tidak membawa penyakit lagi sesudahnya dan tidak membawa kepedihan sesudahnya
يَاكَافِي يَاوَافِي يَاحَمِيْدُ يَامَجِيْدُ
Wahai yang Maha mencukupi, Wahai yang Maha melimpahkan, Wahai yang Maha terpuji, wahai yang Maha mulia 

اِرْفَعْ عَنِّيْ كُلَّ تَعَبٍ شَدِ يْدٍ
Singkirkan dariku segala kelelahan yang dasyat
وَاكْفِنِيْ مِنَ الْحَدِّ وَالْحَدِ يْدِ وَالْمَرَضِ الشَّدِيْدٍ , وَاْلجَيْشِ الْعَدِ يْدِ
Jagalah aku dari pada serangan – serangan besi dan pedang dan penyakit yang dasyat, dan pasukan yang banyak
وَاجْعَلْ لِيْ نُوْرًامِنْ نُوْرِ كَ وَعِزًّامِنْ عِزِّكَ وَنَصْرًامِنْ نَصْرِكَ
Jadikan aku cahaya dari cahaya -Mu, dan pertolongan dari pertolongan -Mu , dan perlindungan dari perlindungan -Mu
وَبَهَاءً مِنْ بَهَاءِكَ
Dan keagungan kewibawaan dari kewibawaan –Mu
وَعَطَاءً مِنْ عَطَاءِكَ وَحِرَاسَةً مِنْ حِرَاسَتِكَ
Dan pemberian dari pemberian -Mu, dan penjagaan dari penjagaan –Mu
وَتَأْ يِيْدِا مِنْ تَأْ يِيْدِكَ . يَاذَا الْجَلاَلِ وَاْلاِكْرَامِ
Dan bimbingan dari bimbingan -Mu, Wahai Yang Maha agung keagungan –Nya dan Mulia ,
وَالْمَوَا هِبِ الْعِظَامِ
Yang Maha memiliki limpahan – limpahan anugrah yang besar
اَسْاَ لُكَ اَنْ تَكْفِيَنِي مِنْ شَرِّ كُلِّ ذِيْ شَرٍّ
Agar Kau jauhkan aku dari segala yang jahat
اِنَّكَ اَنْتَ اللهُ الْخَا لِقُ اْلاَكْبَرُ
Sungguh Engkaulah yang Maha menciptakan dan Maha besar
وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِدِنَا مُحَمَّدٍ وَاَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيْهِ وَ
Salam dan shalawat tercurahkan pada Sayyidina Muhammad saw, dan keluarganya, sahabatnya salam dengan sebaik – baiknya salam, Shalawat dan salam yang membawa keberkahan, kemuliaan dan membawa keluhuran
الْحَمْدُلِلَّهِ رَبِّ اْلعَا لَمِيْنَ ظَاهِرًا وَبَا طِنًا وَعَلَى كُلِّ حَالٍ
Segala puji bagi Allah Rabbul’alamin, dhohir dan bathin atas segala kejadian.

Ijazah dari Habib Munzir Al Musawa
[http://www.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=4&func=view&catid=9&id=21070]

Kesejukan kasih sayang Nya semoga selalu menerangi hari hari anda dg kebahagiaan,
Saudaraku yg kumuliakan,
saya Ijazahkan pada Hizb Nashr Al A’da.
ia tidak panas atau membawa mudharrat, ia penuh dg doa doa yg diajarkan oleh Rasul saw, tidak satu kalimatpun kecuali dari hadits Nabi saw dan firman Allah swt yg dipadu oleh Hujjatul Islam Al Imam Abdullah bin Alwi Alhaddad, diantara khasiatnya adalah sukses dalam segala yg kita perjuangkan, dilindungi dari syaitan, kelompok jin, kelompok jahat, kelompok syaitan, penyakit, bahkan doa agar dipadamkan semua keinginan orang yg berniat jahat pada kita, dan dipadamkan semua keinginan orang yg ingin memusuhi kita, dan meminta kemenangan dari Allah swt dalam segala yg kita perbuat, dan banyak lagi.
Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,
Wallahu a’lam

DOWNLOAD HIZIB NASHR

>Asmaul A’dzhom Imam Al-Ghazali

>

Asmaul Husna artinya nama-nama yang Baik, Agung maksudnya nama-nama Alloh yang jumlahnya 99 nama.

  • “Alloh mempunyai Asmaaul Husna, maka berdoalah kepadaNya dengan menyebut Asmaul Husna itu” (Al ‘Araaf : 180).
  • “Sesungguhnya Alloh mempunyai 99 nama. Siapa yang menghitungnya maka ia akan masuk syurga” (HR. Attirmidzi).

Imam Ahmad bin Ali AlBuni (pengarang kitab Syamsul Ma’arif AlKubro) berkata: “Sebagai pelengkap Asmaul Husna Yang 99 menjadi 100 adalah nama Nabi Muhammasd SAW“.

Berdoa dengan Asmaul Husna lebih cepat di-Ijabah, karena ketika seorang menyebut Asmaul Husna maka terbukalah pintu-pintu langit dan gelombang suaranya langsung naik (Mi’raj) menembus tujuh lapis langit sampai ketempat Ijabahnya Alloh. (Sidratul Muntoha ).

Para ahli Tasauf dan ahli Hikmah menamakan Asmaul Husna dengan nama Asmaul ‘Idzhom artinya nama-nama yang Agung, karena nama-nama tersebut mengandung rahasia yang sangat banyak. Lafadz “Alloh” tidak termasuk dalam Asmaul Husna, karena lafadz Alloh adalah “Ismudz-zat” yaitu sebutan pada dzat Tuhan atau disebut dengan “Ismul ‘adzhom” yaitu nama yang Maha Agung yang tercakup didalamnya Asmaul Husna dan nama-nama lainya.

ISMUL A’ZHOM
menurut imam Al-Ghazali

Wa ilaahukum ilaahun waahid, laa ilaaha illa huwar rahmaanur rahim.
Alif laam miim. Alaahu laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyum.
Allaahumma innii as aluka bi annii asy-hadu annaka antallaahu laa ilaaha illaa antal ahadush shamadu lam yalid walam yuulad walam yakun lahuu kufuwan ahad.

Artinya: 
Dan Tuhan kamu adalah Tuhan yang satu. Tidak ada Tuhan yang patut disembah hanya Dia (Allah) yang maha Pengasih dan Penyayang.
Alif Laam Miim (Hanya Allah yang mengetahui maksudnya) Allah, Dialah Tuhan yang mutlak disembah, tidak ada Tuhan selainNya, hanya Dia yang maha Hidup dan Berdiri Sendiri.
Aku meminta kepadaMu ya Allah, bahwa aku menyaksikan tidak ada Tuhan yang patut disembah hanya Engkau yang maha Esa, Engkau tempatku meminta, Engkau tidak dilahirkan dan tidak melahirkan, dan tidak ada siapa juga yang menyekutui Engkau

FADHILAH ISMUL A’ZHOM

Imam Abi Hamid Al-Ghazali menerangkan dalam kitabnya Al-Maqshadul asna syarhi asmaa illahi Husna:

“Sebuah warid menerangkan, Rasulullah saw berkata: “Ismul a’zhom terdapat dalam dua buah ayat. Pertama “Wa ilaa hukum” sampai akhir (Ar-Rahim) dan kedua, ayat permulaan surah Ali Imran, yaitu “ Alif laam miin sampai akhir” (alQayyuum).

Selain itu imam Al-Ghazali menerangkan ada sebuah hadist yang menerangkan bahwa pada suatu peristiwa Rasulullah saw mendengar seseorang yang mengucapkan do’a seperti tersebut diatas. Lalu Rasulullah saw berkata: “Demi diriku yang dijadikan Tuhan, sesungguhnya dia berdo’a dengan ismul a’zhom. Apabila meminta dengannya nizcaya diberi Tuhan dan apabila berdo’a dengannya, niscaya diperkenan Tuhan.”

Daftar Pustaka :
Rasa Sejati [rasasejati.wordpress.com]

>Sukses Dunia Akherat Dengan Shalawat Nariyah

>


[ ibnuabbaskendari.wordpress.com] Kebiasaan membaca shalawat Nariyah sudah sangat populer, tidak terkecuali masyarakat Muslim di tanah air. Hal ini tiada lain -diantaranya- disebabkan iming-iming janji keutamaan dan pahala besar yang disebutkan bagi orang yang membaca shalawat tersebut. Bahkan banyak dari mereka yang meyakini bahwa membaca shalawat ini merupakan perwujudan cinta dan pengagungan besar kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam

Di antara keterangan yang mereka sebutkan tentang shalawat ini, barangsiapa yang membaca shalawat ini sebanyak 4444 kali, dengan niat menghilangkan kesusahan atau memenuhi hajat (kebutuhan), maka semua itu akan terpenuhi [1]. Ada juga yang mengatakan bahwa dengan membaca shalawat ini hati menjadi tenang dan dada menjadi lapang . Benarkah semua itu dapat dicapai dengan membaca shalawat tersebut?

Sumber ketenangan dan penghilang kesusahan yang hakiki

Setiap orang yang beriman kepada Allah Ta’ala wajib meyakini bahwa sumber ketenangan jiwa dan ketentraman hati yang hakiki adalah dengan berdzikir kepada Allah Ta’ala, membaca al-Qur’an, berdoa kepada-­Nya dengan menyebut nama-nama-Nya yang maka Indah, dan sibuk dalam ketaatan kepada-Nya.

Allah Ta’ala berfirman :

“Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan berdzikir (mengingat) Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah hati menjadi tenteram” (QS. ar-Ra’du/13:28)

Maksudnya, dengan mengingat Allah (berdzikir), segala kegalauan dan kegundahan dalam hati mereka akan hilang dan berganti dengan kegembiraan dan keceriaan[2]. Bahkan tidak ada sesuatu pun yang lebih mendatangkan ketenteraman dan kebahagiaan bagi hati manusia melebihi berdzikir untuk mengingat Allah [3]

Salah seorang ulama Salaf berkata, “Sungguh kasihan orang-orang yang cinta dunia, mereka (pada akhirnya) akan meninggalkan dunia ini, padahal mereka belum merasakan kenikmatan yang paling besar di dunia ini”. Kemudian ada yang bertanya, “Apakah kenikmatan yang paling besar di dunia ini?”. Ulama ini menjawab, “Cinta kepada Allah Ta’ala, merasa tenang ketika mendekatkan diri kepada­-Nya, rindu untuk bertemu dengan-Nya, dan merasa bahagia ketika berdzikir serta melakukan amal ketaatan kepada-Nya[4]”.

Inilah makna ucapan yang masyhur dari Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah, “Sesungguhnya di dunia ini ada jannnah (surga), barangsiapa yang belum memasuki surga di dunia ini, maka dia tidak akan masuk ke dalam surga di akhirat nanti”[5].

Makna “surga di dunia” dalam ucapan beliau ini adalah kecintaan (yang utuh) dan ma’rifah (pengetahuan yang sempurna) kepada Allah (dengan memahami nama-nama dan sifat-sifat-Nya dengan cara baik dan benar) serta selalu berdzikir kepada-Nya, yang dibarengi dengan perasaan tenang dan damai (ketika mendekatkan diri) kepada-Nya, serta selalu mentauhidkan (mengesakan)-Nya dalam kecintaan, rasa takut, berharap, bertawakkal (berserah diri) dan bermuamalah, dengan menjadikan (kecintaan dan keridhaan) Allah Ta’ala ku satu-satunya yang mengisi dan menguasai pikiran, tekad dan kehendak seorang hamba. Inilah kenikmatan di dunia yang tiada bandingannya, yang sekaligus merupakan qurratul ‘ain (penyejuk dan penyenang hati) bagi orang-orang yang mencintai dan mengenal Allah Ta’ala [6].

Demikian pula jalan keluar dan penyelesaian terbaik dari semua masalah yang dihadapi seorang manusia adalah dengan bertakwa kepada Allah Ta’ala sebagaimana dalam firman-Nya :

“Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan baginya jalan keluar (dalam semua masalah yang dihadapinya), dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya” (QS. ath-Thalaq/65:2-3)

Ketakwaan yang sempurna kepada Allah tidak mungkin dicapai kecuali dengan menegakkan semua amal ibadah dan menjauhi semua perbuatan yang diharamkan dan dibenci oleh Allah Ta’ala[7]

Dalam ayat berikutnya, Allah Ta’ala berfirman :

“Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan menjadikan baginya kemudahan dalam (semua) urusannya” (QS. ath-Thalaq/65:4)

Artinya, Allah Ta’ala akan meringankan dan memudahkan (semua) urusannya dan menyediakan jalan keluar dan solusi yang segera baginya (menyelesaikan masalah yang dihadapinya)[8].

Source : ibnuabbaskendari.wordpress.com
Catatan Kaki:
[1] Lihat keterangan Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu rahimahullah dalam Fadha-ilush Shalati was Salam hlm. 48
[2] Lihat Taisirul Karimir Rahman hlm. 417
[3] Ibid.
[4] Dinukil oleh Imam Ibnul Qayyim rahimahullah dalam Ighatsatul Lahfan 1/72
[5] Dinukil oleh murid beliau, Ibnul Qayyim rahimahullah dalam al-Wabilush Shayyib hlm. 69
[6] Lihat al-Wabilush Shayyib hlm. 69
[7] Lihat penjelasan Ibnu Rajab al-Hambali rahimahullah dalam jami’ul Ulumi wal Hikam hlm. 197
[8] Tafsir Ibnu Katsir 4/489

FORUM NU ONLINE
[www.nu.or.id] Membaca shalawat nariyah adalah salah satu amalan yang disenangi orang-orang NU, di samping amalan-amalan lain semacam itu. Ada shalawat “thibbil qulub”, ada shalawat “tunjina”, dan masih banyak lagi. Belum lagi bacaan “hizib” dan “rawatib” yang tak terhitung banyaknya. Semua itu mendorong semangat keagamaan dan cinta kepada Rasulullah SAW sekaligus beribadah.

Salah satu hadits yang sangat populer yang membuat rajin kita membaca shalawat ialah bahwa Rasulullah SAW bersabda: Siapa membaca shalawat untukku, Allah akan membalasnya 10 kebaikan, diampuni 10 dosanya, dan ditambah 10 derajat baginya. Makanya, bagi orang-orang NU, setiap kegiatan keagamaan bisa disisipi bacaan shalawat dengan segala ragamnya.

Salah satu shalawat yang sangat populer ialah “shalawat badar”. Hampir setiap warga NU, dari anak kecil sampai kakek dan nenek, dapat dipastikan bisa melantunkan shalawat Badar. Bahkan saking populernya, orang bukan NU pun ikut hafal karena pagi, siang, malam, acara di mana dan kapan saja shalawat badar selalu dilantunkan bersama-sama.

Nah shalawat yang satu ini, “shalawat Nariyah”, tidak kalah populernya di kalangan warga NU. Khususnya bila menghadapi problem hidup yang sulit dipecahkan maka tidak ada jalan lain selain mengembalikan persoalan pelik itu kepada Allah. Dan shalawat Nariyah adalah salah satu jalan mengadu kepada-Nya.

Berikut ini adalah bacaan shalawat nariyah:

أللّهُمَّ صَلِّ صَلَاةً كَامِلَةً وَسَلِّمْ سَلَامًا تَامًّا عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدِ الّذِي تَنْحَلُّ بِهِ الْعُقَدُ وَتَنْفَرِجُ بِهِ الْكُرَبُ وَتُقْضَى بِهِ الْحَوَائِجُ وَتُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ وَحُسْنُ الْخَوَاتِمِ وَيُسْتَسْقَى الْغَمَامُ بِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ فِيْ كُلِّ لَمْحَةٍ وَنَفَسٍ بِعَدَدِ كُلِّ مَعْلُوْمٍ لَكَ

“Allohumma sholli sholaatan kaamilatan wa sallim salaaman Taamman ‘ala sayyidina Muhammadinilladzi tanhallu bihil ‘uqodu wa tanfariju bihil kurobu. Wa tuqdho bihil hawaa iju wa tunnaa lu bihir roghoo ‘ibu wa husnul khowatimi wa yustaqol ghomaamu biwaj hihil kariim wa ‘ala aalihi washohbihi fii kulli lamhatin wa nafasim bi ‘adadi kulli ma’luu mi laka”

“Ya Allah, limpahkanlah shalawat yang sempurna dan curahkanlah salam kesejahteraan yang penuh kepada junjungan kami Nabi Muhammad, yang dengan sebab beliau semua kesulitan dapat terpecahkan, semua kesusahan dapat dilenyapkan, semua keperluan dapat terpenuhi, dan semua yang didambakan, serta husnul khatimah dapat diraih, dan berkat dirinya yang mulia, hujanpun turun, dan semoga terlimpahkan kepada keluarganya serta para sahabatnya, di setiap detik dan hembusan nafas sebanyak bilangan semua yang diketahui oleh Engkau.”

Dalam kitab Khozinatul Asror (hlm. 179) dijelaskan, “Salah satu shalawat yang mustajab ialah Shalawat Tafrijiyah Qurthubiyah, yang disebut orang Maroko dengan Shalawat Nariyah karena jika mereka (umat Islam) mengharapkan apa yang dicita-citakan, atau ingin menolak yang tidak disukai mereka berkumpul dalam satu majelis untuk membaca shalawat nariyah ini sebanyak 4444 kali, tercapailah apa yang dikehendaki dengan cepat (bi idznillah).”

“Shalawat ini juga oleh para ahli yang tahu rahasia alam diyakini sebagai kunci gudang yang mumpuni:. .. Dan imam Dainuri memberikan komentarnya: Siapa membaca shalawat ini sehabis shalat (Fardhu) 11 kali digunakan sebagai wiridan maka rizekinya tidak akan putus, di samping mendapatkan pangkat kedudukan dan tingkatan orang kaya.”

Hadits riwayat Ibnu Mundah dari Jabir mengatakan: Rasulullah SAW bersabda: Siapa membaca shalawat kepadaku sehari 100 kali (dalam riwayat lain): Siapa membaca shalawal kepadaku 100 kali maka Allah akan mengijabahi 100 kali hajatnya; 70 hajatnya di akhirat, dan 30 di dunia... Dan hadits Rasulullah yang mengatakan; Perbanyaklah shahawat kepadaku karena dapat memecahkan masalah dan menghilangkan kesedihan. Demikian seperti tertuang dalam kitab an-Nuzhah yang dikutib juga dalam Khozinatul Asror.

Diriwayatkan juga Rasulullah di alam barzakh mendengar bacaan shalawat dan salam dan dia akan menjawabnya sesuai jawaban yang terkait dari salam dan shalawat tadi. Seperti tersebut dalam hadits, beliau bersabda: Hidupku, juga matiku, lebih baik dari kalian. Kalian membicarakan dan juga dibicarakan, amal­amal kalian disampaikan kepadaku, jika saya tahu amal itu baik, aku memujii Allah, tetapi kalau buruk aku mintakan ampun kepada Allah. Hadits riwayat al-Hafizh Ismail al­Qadhi, dalam bab Shalawat ‘ala an-Nary. Imam Haitami menyebutkan dalam kitab Majma’ az-Zawaid, ia menganggap shahih hadits di atas.

Hal ini jelas bahwa Rasulullah memintakan ampun umatnya di alam barzakh. Istighfar adalah doa, dan doa untuk umatnya pasti bermanfaat. Ada lagi hadits lain: Rasulullah bersabda: Tidak seorang pun yang memberi salam kepadaku kecuali Allah akan menyampaikan kepada ruhku sehingga aku bisa mennjawab salam itu. (HR Abu Dawud dari Abu Hurairah. Ada di kitab Imam an-Nawawi, dan sanadnya shahih).

KH Munawir Abdul Fattah
Pengasuh Pondok Pesantren Krapyak, Yogyakarta

Nb.
Makna sholawat Nariyah dalam pemahaman ilmu kami adalah sebagai sebuah programming Doa Untuk mengakses Cahaya Ilahi dg sempurna selama 24 jam penuh. Di dalamnya terkandung makna sebagai berikut :

  1. Channeling atau terhubung dan menyelaraskan diri dg Nuurun ‘ala Nuurin. ► Nur Allah & Nur Muhammad.
  2. Affirmasi Doa yang lengkap.
  3. Anchoring Doa. Yaitu energi Doa dalam sholawat ini diprogram untuk terus menerus mengalir selaras dengan setiap detik waktu dalam hidup kita, dan di setiap helaan nafas kita. Artinya, walau sholawat ini secara lisan sudah tidak kita baca. namun di setiap detik waktu yg berlalu dalam diri kita, juga di setiap helaan nafas kita. maka doa ini terus menerus bekerja di alam bawah sadar kita…..Dan akhirnya setiap tarikan dan hembusan nafas kita menjadi bernilai sebuah lantunan sholawat, bila sholawat ini telah meresap secara utuh ke dalam bathin kita….. Subhanallah Walhamdulillah Allahu Akbar…..Maha Suci Dan Maha Besar Allah yang menciptakan Alam semesta ini dalam sebuah ketetapan hukum-hukumNya. Dan beruntunglah manusia yang diberikan Hikmah oleh Allah sehingga dapat mengambil pelajaran dari ayat-ayat Allah yang tersebar di alam semesta ini
  • “Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu. ““ ( QS Ath-Thalaq : 3 )
  • “Allah menganugerahkan al hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Qur’an dan As Sunnah) kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah).” ( QS. Al Baqarah 2:269 )
  • “Mereka menjawab: “Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana [35].” ( QS. Al Baqarah 2:32 ) [35] Sebenarnya terjemahan “Hakim” dengan “Maha Bijaksana” kurang tepat, karena arti “Hakim” ialah: yang mempunyai hikmah. hikmah ialah penciptaan dan penggunaan sesuatu sesuai dengan sifat, guna dan faedahnya. Di sini diartikan dengan “Maha Bijaksana” karena dianggap arti tersebut hampir mendekati arti “Hakim”.