>Setetes Embun Pagi

>

Adalah Raja Zhao yang memerintah sebuah kerajaan di abad ketiga, mengirim putranya pangeran Chao Chan yang telah beranjak dewasa ke sebuah kuil dimana seorang guru besar Pan Ku berada. Chao Chan akan dididik menjadi seorang pemimpin agar kelak siap menggantikan ayahnya sebagai raja.

Sehari setelah tiba di kuil, Chao Chan merasa aneh karena Pan Ku justru mengajak Chao Chan masuk kedalam hutan lalu meninggalkannya seorang diri di sebuah rumah yang telah disediakan baginya ditengah hutan itu. “Tinggallah disini dan belajarlah pada alam, satu bulan lagi aku akan datang menjemputmu” demikian kata Pan Ku.

Satu bulan kemudian Pan Ku datang menjenguk sang pangeran di dalam hutan dan bertanya: “Katakanlah, selama sebulan di hutan ini suara apa saja yang sudah kau dengar?”

“Guru,” jawab pangeran, “Saya telah mendengar suara kokok ayam hutan, jangkrik mengerik, lebah mendengung, burung berkicau, serigala melolong….” dan masih banyak suara-suara lainnya yang disebutkan oleh Chao Chan.

Usai pangeran Chao Chan menjelaskan pengalamannya, guru Pan Ku memerintahkannya untuk tinggal selama tiga hari lagi untuk memperhatikan suara apa lagi yang bisa didengar selain yang telah disebutkannya. Untuk kesekiankalinya Chao Chan tidak habis mengerti dengan perintah sang guru, bukankah ia telah menyebutkan banyak suara yang didengarkannya?

Chao Chan termenung setiap hari namun tetap berpikir keras ingin menemukan suara yang dimaksud oleh Pan Ku, tetapi tetap saja tidak menemukan suara lain dari yang selama ini sudah didengarnya.

Pada hari ketiga menjelang matahari terbit, Chao Chan bangun dari tidurnya kemudian duduk bersila di rerumputan dan mulailah bermeditasi. Dalam kesunyian itulah sayup-sayup Chao Chan mendengar suara yang benar-benar berbeda dengan sebelumnya.

Semakin lama suara itu semakin jelas, dan saat itulah Chao Chan mengalami pencerahan. “Pasti inilah suara-suara yang dimaksud guru.” teriaknya dalam hati.

Akhirnya tanpa menunggu Pan Ku datang mengunjunginya, sang pangeran bergegas kembali ke kuil untuk melaporkan temuannya.

“Guru”, ujarnya “Ketika saya membuka telinga dan hati saya lebar-lebar, saya dapat mendengar hal-hal yang tak terdengar seperti suara bunga merekah, suara matahari yang memanaskan bumi dan suara rumput minum embun pagi.”

Pan Ku tersenyum lega seraya manggut-manggut mengiyakan, lalu katanya: “Mampu mendengarkan suara yang tak terdengar adalah pelajaran wajib yang paling penting bagi siapapun yang ingin menjadi pemimpin yang baik.”

“Karena, baru setelah seseorang mampu mendengar suara hati pengikutnya, mendengar perasaan yang tidak ter-ekspresikan, kesakitan yang tak terungkapkan, keluhan yang tidak diucapkan, maka barulah seorang pemimpin akan paham betul apa yang salah dan niscaya akan mampu memenuhi kebutuhan yang sesungguhnya dari para pengikutnya”.

salam bijaksana,
Haryo Ardito – DieHard Motivator

Jangan Tangisi Apa Yang Bukan Milikmu.

Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. ‎(Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri,”(QS Al-Hadid ;22-23)

Hidup ini ibarat belantara.Tempat kita mengejar berbagai keinginan. Dan memang manusia diciptakan mempunyai kehendak, mempunyai keinginan. Tetapi tidak setiap yang kita inginkan bisa terbukti, tidak setiap yang kita mau bisa tercapai. Dan tidak mudah menyadari bahwa apa yang bukan menjadi hak kita tak perlu kita tangisi. Banyak orang yang tidak sadar bahwa hidup ini tidak punya satu hukum: harus sukses, harus bahagia atau harus-harus yang lain.

Betapa banyak orang yang sukses tetapi lupa bahwa sejatinya itu semua pemberian Allah hingga membuatnya sombong dan bertindak sewenang-wenang. Begitu juga kegagalan sering tidak dihadapi dengan benar. Padahal dimensi tauhid dari kegagalan adalah tidak tercapainya apa yang memang bukan hak kita. Padahal hakekat kegagalan adalah tidak terengkuhnya apa yang memang bukan hak kita.

Apa yang memang menjadi jatah kita di dunia, entah itu Rizki, jabatan, kedudukan pasti akan Allah sampaikan. Tetapi apa yang memang bukan milik kita, ia tidak akan kita bisa miliki, meski ia nyaris menghampiri kita, meski kita mati-matian mengusahakannya.

Maka setelah ini wahai jiwa, jangan kau hanyut dalam nestapa jiwa berkepanjangan terhadap apa-apa yang luput darimu. Setelah ini harus benar-benar dipikirkan bahwa apa-apa yang kita rasa perlu didunia ini harus benar-benar perlu bila ada relevansinya dengan harapan kita akan bahagia di akhirat. Karena seorang mukmin tidak hidup untuk dunia tetapi menjadikan dunia untuk mencari hidup yang sesungguhnya: hidup di akhirat kelak!

Maka sudahlah, jangan kau tangisi apa yang bukan milikmu!

>Memandang Wujud-Nya Di Setiap Kejadian

>Hidup adalah perjalanan makhluk, tak ubahnya seperti air hujan yang turun dari langit, membasahi bumi dan mengalir dari hulu sampai ke hilir (laut). Air tak punya pilihan untuk menolak apapun yang mengikuti, seperti harus membawa kotoran dan mengusung sampah-sampah dalam perjalanan menuju laut.

Dalam mengarungi samudera kehidupan di dunia, makhluk yang bernama manusia senantiasa dihadapkan pada berbagai persoalan yang membelit jiwa dan menyayat hati. Persoalan itu datang silih berganti dari segala arah. Ada yang datang dari arah lahir dan ada pula dari arah batin (dari dalam diri ).

“Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya)” (Al Anbiyaa’: 35).

Setiap peristiwa yang menghampiri hidup seseorang, tentunya tidak lepas dari skenario hidup yang telah ditulis Allah. Karena pada hakikatnya, tak ada satupun makhluk yang dapat merubah dan memanipulasi buku skenario yang terletak di lauhul mahfuzh (kitab induk). Rangkaian cerita yang ditulis Allah dalam lembaran-lembaran buku skenario itu, sudah pasti memuat seluruh kejadian awal hingga akhir perjalanan kehidupan alam semesta, termasuk di dalamnya catatan detil tentang kehidupan manusia.

“Dan tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat (juga) seperti kamu. Tiadalah Kami alpakan sesuatupun dalam Kitab (induk), kemudian kepada Tuhanlah mereka dihimpunkan” (Al An’aam: 38).

Hakikat Perbuatan
Pergulatan batin manusia dalam menghadapi berbagai persoalan, hakikatnya sesuai dengan alur cerita yang tertulis di buku skenario hidupnya. Tak ada satu pun peristiwa yang terjadi secara kebetulan. Gerakan sekecil apapun, adalah atas kehendak Allah.

“Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa: Kemudian Dia bersemayam di atas ?arsy, Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar daripadanya dan apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepada-Nya. Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan” (Al Hadiid: 4).

Tak ada seorang pun yang dapat menghindar dari berbagai malapetaka lahir maupun batin, melainkan Allah telah menetapkan sesuai dengan yang tertulis di skenario kitab Allah.

“Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah” (Al Hadiid: 22).

Jika orang yang berjalan menuju Allah (salik) tidak melihat dan memaknai kehidupan sesuai dengan alur kehendak Allah, maka tidak menutup kemungkinan terjadi malapetaka yang dapat menjerumuskan ke dalam jurang kenistaan lahir dan batin, seperti akidah yang syirik dan amal perbuatan yang jauh dari ikhlas.

Jalan untuk meraih keselamatan dunia akhirat adalah dengan memegang erat akidah tauhid dan syuhud (penyaksian) terhadap semua kejadian yang berlaku di alam semesta.

Rangkaian kejadian dan perbuatan yang terbit pada mahluk, wajib dikembalikan kepada Allah, karena Dia-lah yang menjadi sumber semua kejadian, termasuk perbuatan yang mengalir pada diri manusia. Perbuatan dimaksud, tidak sebatas pada perbuatan baik, tetapi lebih luas lagi pada perbuatan yang tampak tidak baik.

Maka (yang sebenarnya) bukan kamu yang membunuh mereka, akan tetapi Allah-lah yang membunuh mereka, dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar, tetapi Allah-lah yang melempar” (Al Anfaal: 17).

Jika sudah memahami perbuatan baik itu hakikatnya baik, berarti harus pula mampu memaknai perbuatan yang tampak tidak baik, seperti perbuatan kufur dan maksiat, pada hakikatnya juga baik. Karena hakikat semua perbuatan itu bersumber dari Yang Baik, yaitu Allah. ” Katakanlah: “Semuanya (datang) dari sisi Allah” (An Nisaa’: 78). Namun setelah Syara’ (hukum) datang, setiap perbuatan yang terlihat tidak baik itu, kemudian dianggap sebagai perbuatan tercela, dalam arti dilarang oleh syari’at. Ini karena menegakkan perintah Allah dan menjalankan sunnah Rasul (Syari’at Islam). “Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutusmu menjadi Rasul kepada segenap manusia. Dan cukuplah Allah menjadi saksi” (An Nisaa’: 70).

Kaifiat syuhud
Tata cara (kaifiat) memandang setiap peristiwa yang terjadi di alam semesta ialah dengan pandangan dan syuhud (penyaksian). Memandang bisa dilakukan dengan pandangan mata kepala, adapun syuhud dapat dilakukan dengan mata hati. Jika pandangan dan syuhud telah mewarnai semua aspek kehidupan, maka terciptalah suatu keyakinan tauhid, bahwa segala perbuatan itu bersumber dari Allah.

Untuk menempuh keyakinan terkadang harus melalui proses berbagai metafor yang bersifat majazi dan kinayah, bukan pada kejadian yang sesungguhnya (haqiqi). Sebagai misal dalam memahami perbuatan yang muncul dari makhluk dan dikembalikan pada Allah, harus dibuat kiasan-kiasan yang dapat mendekatkan pemahaman secara ilmiah, seperti wayang dengan dalang dan lain sebagainya.

Perumpamaan perbuatan makhluk yang disamakan dengan perbuatan khalik, hanya bersifat kiasan belaka. Karena penyamaan itu bukan dalam pengertian yang sesungguhnya, sebab semua perbuatan yang dilakukan oleh makhluk pada hakikatnya bersumber dari Allah, baik perbuatan itu bersifat langsung (mubasyarah) maupun tidak langsung (tawallud).

Yang dimaksud dengan mubasyarah (baca: mubasyaroh) ialah perbuatan yang dilakukan dengan kekuasaan yang ada pada makhluk, semisal gerak pena di tangan orang yang menulis. Sedangkan pengertian tawallud ialah terjadinya perbuatan itu akibat dari perbuatan yang dilakukan secara langsung (mubasyarah), seperti jatuh batu dari tangan orang yang melempar. Kedua macam perbuatan ini bersumber dari Allah. “Padahal Allah-lah yang menciptakan kamu dan apa saja yang kamu perbuat itu” (Ash Shaaffaat: 96).

Dalam perumpamaan pena dan batu bisa di artikan: Pena pada dasarnya tidak mempunyai kekuasaan apapun, termasuk gerakan membuat titik, huruf, kalimat hingga alur cerita yang terangkai di setiap alinea dan paragraf. Pena hanya sekedar pena yang menjadi benda mati. Pena bisa bergerak mengukir cerita karena digerakan oleh yang memegang pena. Begitu pula dalam misal batu, perumpamaan ini dapat dipahami bahwa hakikat batu itu tidak dapat melakukan apapun, terlebih mampu memecahkan benda yang terbentur olehnya. Batu hanya sekedar batu yang tidak dapat membawa dirinya untuk pindah dari tempat yang satu ke tempat lainnya. Batu bisa pindah dan membentur benda lain, karena digerakkan oleh yang melempar. Jika batu membentur kaca sampai pecah misalnya, maka pada hakikatnya yang memecahkan kaca itu orang yang melempar. Secara hukum yang bertanggungjawab orang yang melempar batu, bukan batu itu sendiri.

Bila mampu memahami perumpamaan pena dan batu, maka tidak akan terlalu sulit untuk memaknai semua kejadian itu pada hakikatnya dari Allah. Inilah kandungan makna lafaz yang biasa diucapkan tatkala mendengar seruan kumandang azan Hayya ‘alas shalaah, Hayya ‘alal falaah dijawab: Laa hawlaa walaa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘azhiim “Tidak ada daya dan upaya, kecuali dengan daya dan upaya Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Agung”.

Dengan demikian, tidak ada satu pun perbuatan (dengan segala akibatnya) yang dilakukan oleh makhluk, melainkan sudah diputuskan dalam catatan skenario ilmu Allah yang sudah menjadi takdir perjalanan alam semesta. Menurut Syekh Muhammad Ibn Sulaiman Al-Jazuli rahimahullah (semoga Allah merahmatinya) di dalam Syarah Dala-il Al-Khairat (baca: Dalailul khoirot). “Baik perkataan maupun perbuatan, termasuk gerak dan diam yang muncul dari makhluk, pada hakikatnya sudah berada dalam ‘ilmu, qadha dan qadar-Nya“. Sebagaimana pula diperkuat dalam hadis yang menjelaskan “Tidak ada yang dapat bergerak di alam semesta ini, walau sebesar dzirrah (atom) sekalipun, kecuali dengan izin Allah“.

Akhirnya tak ada yang harus diragukan dalam menyikapi semua perbuatan yang beraneka ragam muncul dari makhluk di alam semesta, kecuali harus dikembalikan pada yang punya perbuatan, yaitu Allah. Karena hanya Dia, Dzat yang menciptakan makhluk. Semua makhluk tunduk dan patuh pada perintah dan kehendak-Nya.

Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam” (Al A’raaf: 54).

Oleh karena itu, tidak ada alasan bagi seorang makhluk untuk mengingkari keberadaan Allah Dzat tempat bergantung semua makhluk, sesuai dengan fitrahnya. “Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui” (Ar Ruum: 30).
(Rubrik ini mengacu Kitab Addurun Nafis (Syekh Muhammad Nafis Al-Banjari ~ http://www.akmaliah.net).

>POTENSI MATA KETIGA : ILMU TERAWANGAN

>Ajian ini termasuk ajian tingkat tinggi yg ksaktianya luar biasa dimana pemilik ajian ini dapat melihat dengan mata batinya dimensi gaib(alam gaib).Tatapi kami akan sdikit jelaskan bahwa memiliki aji trawangan tdk lah semudah yg dibyangkan sebab hrs melakukan ritual2.

1.Puasa
2.melatih daya cipta.
3.Amalan japa mantra.
4.Melakukan tapa yoga.

Mantra :
“WARNO SALIRO YO DZATING GAIB
SEJATINING WARNO YO TUMATEK ING NETRO”

Laku ilmu bagi pemula:

►Puasa sunnah 3 hari dengan niat ikhlas lillahi ta’ala (Mulai hari Selasa Kliwon)
►Selama ritual baca mantra di atas sebanyak 77x setelah shalat
►Tutup ritual puasa hari terakhir dengan membaca mantra di atas 177 x jam 12 malam

CARA MELATIH TRAWANGAN MATA TERBUKA :

►Carilah tempat sunyi seperti kamar, kebun, makam atau dekat sungai.
►Duduk bersila konsentrasi lalu anda
►bakar kan hio gunung kawi 7 batang
►Oleskan sedikit minyak misik di kedua tangan anda dan gosokan lalu ibu jari, tangan kanan anda letakkan pada cakra ajna sambil di tekan sedikit
►Matikan lampu jika anda di kamar atau carilah tempat gelap jika anda di luar.
►Baca mantra tersebut berulang ulang dengan penuh penghayatan
►Fokuskan energi pada cakra ajna.
►Pandang lurus ke depan dan niat kan melihat gaib secepat mungkin

Pada beberapa latihan yang di lakukan murid murid kami di padepokan banyak yang melihat sekelebatan sinar atau kepulan asap sebagai salah satu tanda kedatangan gaib. Atau ada yang melihat penampakan tetapi masih kabur atau kurang jelas. Semakin sering anda berlatih semakin cepat anda menguasai ilmu ini. Kunci ilmu ini adalah yakin, ikhlas, sabar, istiqomah niscaya anda akan menemui keberhasilan, semoga sukses dan selamat berlatih.. biidznillah wa ri ridholillah amin.

Mantra adalah dari Bos Eddy (Ketua Paguyuban Paranormal Indonesia dari Pati – Jawa Tengah)

CARA 2 :
“Sir Rasa Cahyaning Rasa
Mut Maya Tejaning Maya
Gumawang Tejaning Maya
Katon Kang Isun Seja”

bacalah ilmu diatas sebanyak 500x kemudian hembuskan ke tapak tangan dan sapukan kepelupuk mata, maka seketika akan mengalami keanehan karena tiba tiba dapat melihat ujud mahluk di alam ghaib. Untuk menguasai ilmu iniperlu ketabahan dan ketekunan. apabila belum berhasil sekali maka lakukanlah dilain waktu.

Jika berulang kali dilakukan cara diatas tidak memberikan hasil, maka lakukan mutih selama 3 hari 3 malam, hari ke 4 puasa pati geni 1 hari 1 malam. Mutih dimulai pada hari Jum’at Paing. Selama Mutih mantra dibaca 500x siang dan 500x malam. hari ke empat pati geni mantra dibaca setiap enam jam sekali sebanyak 500x setiap membacanya. Insya Allah akan terkabul. Mata akan mampu menembus alam abstral sewaktu-waktu diinginkan.

Nb. Bagi yang mengamalkan Ilmu ini, resiko ditanggung anda sendiri…..

Source :

>Kalam Hikmah

>

Ilaahi Lastu lil Fidausi Ahlaa,
Walaa Aqwaa ‘Alaa Naaril Jahiimi
Fahablii Taubatan Waghfir Dzunuubii,
Fainnaka Ghaafirudz Dzambil ‘Azhiimi…

Ya Allah Gusti Pangeran hamba mohon rahmatMu
Hamba sadar tidak pantas jadi penghuni surgaMu
Namun hamba tidak kuat nanggung siksa nerakaMu
Hamba mohon padaMu buka pintu taubatMu

Ya Allah Gusti Pangeran hamba mohon bimbingan
Jalan menuju padaMu sangat banyak rintangan
Hamba tak sanggup menahan segala bentuk goncangan
Bak air menerjang rumah sawah dan ladang

Ya Allah Gusti Pangeran hamba mohon ridhoMu
Melawan hawa nafsu dengan daya upayaMu
Tipu daya hawa nafsu datang tak pernah jemu
Hamba mohon padaMu dg pertolonganMu

1. Jangan berambisi untuk memiliki dan menguasai sesuatu apapun, raih dan cintai sesuatu itu atas dasar memelihara amanat dan anugerah Allah. Oleh karenanya, jika ingin dicintai Allah maka jangan berpaling kepada selain diri-Nya dan jika ingin dicintai makhluk maka jangan mengharapkan yang ada padanya..!!!

2. Bagi orang yang rindu perjumpaan dengan kekasih Allah, hari Jum’at adalah kesempatan untuk memperbanyak baca Shalwat Nabi..!

3. Sabtu adalah hari diturunkannya Nabi Adam dari Syurga dan juga para Syaitan yang selalu mendatangi manusia untuk berbuat kufur kepada-Nya.. Memperbanyak bacaan dan zikir Istighfar adalah sebagai amalan yang paling baik untuk menjernihkan jiwa dan akal pikiran. (

4. Ahad itu bahasa arab yang berarti satu. Maka hari ahad berarti hari pertama dalam putaran sepekan. Mengawali perjalanan hari sebaiknya zikir “SUBHANALLAH” sebanyak mungkin (minimal empat ribu di dalam hati). Semoga Allah memberikan kejernihan hati, jiwa dan akal pikiran dalam perjalanan sepekan mendatang, sehingga dalam menghadapi persoalan hidup tetap bersikap tenang yang pada akhirnya mendapat solusi dari-Nya..!!


5. Hari senin sebagai awal hari dimana orang-orang bergegas menjemput rezeki Allah. Oleh karenanya, jadikanlah kalimat “ALHAMDULILLAH” sebagai zikiran dihari Senin ini. Insya Allah dengan memperbanyak zikiran tersebut, Allah akan melimpahkan rezeki yang berkah dan penuh rahmah..! (

6. Banyak orang yang mempercayai bahwa hari Selasa adalah hari NAAS, sehingga tidak sedikit orang membatalkan untuk bepergian, perayaan bahkan transaksi dalam bisnis. Padahal Allah menciptakan semua hari itu baik. Karenya perbanyak baca TAHLIL yaitu kalimat thayyibah “LAA ILAAHA ILLAA ALLAH”. Yakinilah, hanya Allah dengan kekuasaan-Nya dapat merubah sesuatu jadi atau tidak..!!! .

7. Zikir “ALLAHU AKBAR” pada hari Rabu dapat dijadikan senjata untuk memperdaya segala bentuk ilmu hitam dan sekaligus juga sebagai tameng dari rayuan syaitan..!!!

8. Hari ini (Kamis 9 April 2009) Bangsa Indonesia sedang dihadapkan pada sebuah pilihan untuk menentukan masa depan Bangsa yang diamanatkan pada wakil rakyat. Pilihan yang paling baik ialah menyerahkan Nasib Bangsa dan Negara hanya pada Allah. Maka sebelum mencontreng bacalah kalimat “LAA HAWLA WALAA QUWWATA ILLAA BILLAAHIL ‘ALIYIL ‘AZHIIM.” Jadikan kalimat tersebut sebagai zikiran setiap hari Kamis minimal 4000 X..!!!

9. Serahkan segala urusanmu pada Allah, karena semua urusan muaranya hanya pada kehendak dan kekuasaan Allah. Usaha dan ikhtiar bagi seorang hamba itupun atas dasar kehendak-Nya dan semua kejadian yang berlaku di alam semesta juga atas dasar kekuasaan-Nya. KH4.

10. Mencari teman memang mudah apabila untuk hura-hura, tapi sungguh susah mencari teman untuk menjadi saudara seiman. Berjalan menuju Allah, saling mengingatkan, saling memberi nasihat dalam menghadapi persoalan hidup. Teman seiman ialah saudara Ruhaniah yang menerima dirimu apa
adanya, baik maupun buruk, senang maupun susah..!!!

11. Hidup tak ada yang sempurna, banyak hal yang tak sesuai dengan harapan, tapi yang paling baik dalam menyikapinya ialah: “Menerima apa saja yang Allah turunkan untuk kita walau hal tersebut tak sesuai dengan harapan kita.” (

12. Jangan mengharapkan sesuatu dengan nafsumu, karena sesuatu yang diharap terkadang dapat mengotori dan merusak hati. Jangan pula menolak sesuatu yang datang kepadamu walau dirimu tak menginginkannya, karena yang datang kepadamu bisa jadi baik untukmu dan masa depanmu. Sikap yang baik dan benar untukmu ialah berserah diri sepenuhnya pada Allah, hal itu lebih baik untukmu dalam membersihkan hati dan jiwamu..!!!

13. Hati orang yang beriman adalah rumah Allah yang tak boleh diisi oleh apa atau siapapun kecuali sang empunya rumah. Bebaskan jiwa dan pikiran kita dengan pandangan lurus hanya kepada Allah, agar mata batin kita tetap jernih dalam memandang dan menjalani anugerah besar Allah yang bernama KEHIDUPAN.

14. Secara kodrati manusia dianugerahi nafsu dalam dirinya, yang dapat membawa seseorang menuju kebaikan atau bahkan sebaliknya menuju kesesatan. Oleh karena nafsu bersifat kodrati maka ia tidak mungkin dibunuh dan dimusnahkan, melainkan ditaklukkan dan dikelola dengan penuh kesadaran dan keimanan yang baik agar kita selamat dunia dan akhirat. Salah satu cara menaklukkan nafsu ialah dengan jalan Zikir kepada-Nya..! KEHIDUPAN. .

15. Keinginanmu terkadang tidak sama dengan ketetapan Tuhan. Ketidak puasanmu menerima hidup apa adanya sebagai tanda nafsu telah menguasai jiwa dan hati yang menyebabkan kian jauhmu dari-Nya. Maka kendalikan hawa nafsumu dengan bimbingan syariat dan hakikat agar hati dan ruhmu tetap suci dalam genggaman Tuhan. Yakinilah bahwa apapun yang ditetapkan Tuhan itu pasti baik untukmu.

16. “Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Yusuf: 53.

17. Secara fisik setiap manusia memiliki kebutuhan pokok yg tak bisa ditawar yakni Makan, Minum dan Berpakaian agar tubuhnya tidak mudah sakit dan fisiknya dapat berkembang dg baik. Maka demikian pula dg wilayah ruhaniah, juga memiliki kebutuhan yg mesti dipenuhi, yakni Amal Ibadah, Ilmu Agama (Tauhid) dan Zikir (Syuhud). Apabila ketiganya dipenuhi dg baik akan dapat menyelamatkan hidup di dunia maupun akhirat. .

18. Tanda Allah sayang pada hamba-Nya, ialah akan dicobanya dengan kesulitan. Karena dengan kesulitan dan kekurangan maka secara otomatis akan memunculkan daya juang pada diri hamba. Maka berhati-hati dan waspadalah bila selalu diberi kemudahan. Baik itu kemudahan materi, pangkat, maupun kedudukan. Karena setiap yang datang dari-Nya pada hakikatnya adalah anugerah dan juga sekaligus sebagai cobaan bagi hamba.

19. Dunia adalah persinggahan sementara dalam perjalanan menuju kehidupan yang sesungguhnya yakni Akhirat. Oleh karenanya, segala peristiwa suka maupun duka selama menjalani kehidupan inipun bersifat fana atau sementara. Sikap pasrah dan tunduk pada putusan Allah, serta keluasan dan kelapangan hati dalam menjalani dinamika kehidupan dunia ini adalah bekal utama untuk dapat meraih kebahagiaan abadi disisi-Nya (Surga-Nya). KH15 (Kalam Hikmah Senin, 20 April 2009).

20. Sikap sabar dalam menghadapi semua persoalan hidup adalah satu anugerah dari Allah, tidak semua orang mendapat anugerah tersebut. Jika ada sifat sabar dalam dirimu, maka bersyukurlah kepada yg memberi kesabaran pada dirimu yaitu Allah SWT. .

21. Tak ada seorangpun yang terbebas dari persoalan dunia. Dan setiap persoalan yang menghampiri seseorang, sesungguhnya pada ketika itu Allah sedang memberi kesempatan kepada hamba-Nya untuk lebih dekat dengan-Nya. Maka kesabaran dan keikhlasan hamba dalam menghadapi persoalan hidup adalah kunci pembuka pintu untuk berjumpa, bercumbu dan bermesraan dengan-Nya di dalam kenikmatan yang abadi. .

22. Dalam kehidupan, banyak orang yang berusaha menghindari takdir malah ketemu takdir. Usaha menghindar dari sesuatu yang tak disukai malah berjumpa dengan yang lebih tidak disukai. Memang, terkadang sesuatu yang tak disukai nafsu, justeru menurut Allah baik untukmu dan masa depanmu, begitu pula sesuatu yang disukai nafsu, malah menurut Allah tidak baik untukmu dan masa depanmu. .

23. Menghadapi berbagai macam kemelut hidup, terkadang membuat hati lelah, gelisah dan nyaris patah semangat, karena persoalan demi persoalan datang seolah tak kunjung usai. Jangan putus asa wahai anak-anakku, karena Allah tidak akan membiarkanmu terlunta-lunta dalam menghadapinya. Percayalah bahwa pertolongan Allah sangat dekat terhadap orang yang bersih hatinya dan istiqomah mengabdi kepada-Nya. .

24. Memberi disaat mampu itu biasa, yang luar biasa ialah memberi disaat butuh diberi. Pemberian yang hakiki ialah bukan sekedar materi, sikap yang menyejukkan hati dan melapangkan jiwa adalah pemberian yang tak ternilai. Jika tidak bisa memberi dengan materi maka seyum yang tulus adalah bentuk sikap yang dapat menentramkan jiwa bagi yang menerimanya.

25. Hidup adalah rangkaian anugerah dan cobaan. Orang yang berani hidup adalah orang yang tabah, kuat dan sabar dalam menjalani kehidupan dengan segala resikonya. Oleh karenanya, tetaplah waspada dengan meningkatkan ketabahan, daya juang dan kesabaran dalam menghadapi tiap ujian dari-Nya, baik itu ujian berupa kesenangan maupun kesulitan dan musibah.

26. Allah telah mengukur kehidupan yang paling tepat bagi setiap hamba-Nya. Jika tidak puas dengan ketetapan-Nya yang terkadang tidak sesuai dengan nafsumu, hal tersebut hanya akan membuat kian tenggelam dalam kekecewaan dan keputus asaan. Maka satu-satunya jalan adalah berdamai dengan segala bentuk keadaan dan jalani saja hidup ini dengan keimanan seiring budi pekerti yang baik, agar kita selamat dunia akhirat.

27. Apapun yang terjadi pada dirimu adalah sesuai dengan ketetapan Allah, itulah takdir hidupmu! Perlu engkau ketahui, bahwa tak ada satupun makhluk yang bisa merubah takdirmu. Oleh karenanya, jangan takut dan gelisah dalam menerima dan melihat takdir kehidupan dirimu. Percayalah, bahwa Allah memilih yang terbaik untukmu dalam menetapkan takdir perjalanan hidupmu!

28.Ilaahi Lastulil Fidausi Ahlaa, Walaa Aqwaa ‘Alaa Naaril Jahiimi, Fahablii Tawbataw Waghfir Dzunuubii, Fainnaka Ghaafirudz Dzambil ‘AzhiimiYa Allah Gusti Pangeran hamba mohon rahmat-Mu. Hamba sadar tidak pantas jadi penghuni surga-Mu. Namun hamba tidak kuat nanggung siksa neraka-Mu. Hamba mohon pada-Mu buka pintu taubat-Mu.Ya Allah Gusti Pangeran hamba mohon bimbingan. Jalan menuju pada-Mu sangat banyak rintangan. Hamba tak sanggup menahan segala bentuk goncangan. Bak air menerjang rumah sawah dan ladang.Ya Allah Gusti Pangeran hamba mohon ridho-Mu. Melawan hawa nafsu dengan daya upaya-Mu. Tipu daya hawa nafsu datang tak pernah jemu. Hamba mohon pada-Mu dengan pertolongan-Mu

29Kehidupan dunia ibarat lautan nafsu yang sangat dahsyat gelombang ombaknya. Tidak sedikit orang yang tenggelam dalam lautan nafsu karena lalai terhadap Allah. Karenanya, tetaplah berzikir (selalu ingat) pada Allah, kapanpun dan dimanapun agar selamat dunia akhirat. Seperti ikan yang hidup di air laut, kendatipun sekitarnya asin tapi badanya tidak terkontaminasi dengan rasa asin air laut, karena ikan itu hidup

30.Janji Allah pada hamba-Nya ialah: “Barangsiapa yang takwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar baginya, dan memberikan rizki dari sumber yang tiada disangka-sangka; dan barangsiapa yang tawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluannya), sesungguhnya Allah melaksanakan segala urusan, dan benar-benar Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu. (Ath-Thalaq: 1-2).

31.Ya Allah Gusti Pangeran mohon keselamatan. Dari tipu daya dunia pengaruh iblis dan setan. Hamba sudah tidak tahan mengahadapi godaan. Yang datang berdendang dengan nada rayuan. Ya Allah Gusti Pangeran hamba simpuh pada-Mu. Hamba yang dhoif dan hina mohon belas kasih-Mu. Kemana lagi mengharap selain hanya diri-Mu. Hamba mohon pada-Mu dengan sifat rahmat-Mu.

32.Setiap manusia diberi kelibihan dan kekurangan untuk saling melengkapi. Menyukuri apapun yg ada pd dirinya sbg tanda orang yg menegerti hakikat diri & Tuhannya.

33.Orang yang selalu menerima nasihat dan berusaha mengamalkannya adalah termasuk golongan orang yang akan meraih sukses dalam kehidupannya, baik untuk hidup di dunia maupun bekal ke akhirat. Berbeda dengan orang-orang kerdil dan picik yang tak perduli dengan nasihat dan fatwa, mereka mudah terperangkap oleh tipu daya nafsunya dan jalan hidupnya pun akan terlunta-lunta, jauh dari kebahagiaan dunia dan akhirat.

34.Astaghfirullah Rabbal Baraayaa, Astaghfirullah Minal Khathayaa, Rabbiizidnii ‘Ilman Naafi’aa, Wawafi’nii ‘Amalan Maqbuulaa.Ya Allah Gusti, ampunilah hamba dari segala dosa dan kekhilafan, hamba mohon bimbingan serta petunjuk-Mu, tuk melaksanakan segala perintah-Mu, dan menjauhi setiap larangan-Mu. Ya Allah Gusti, kuatkanlah hamba dalam mengarungi kehidupan dunia, lepaskanlah hamba dari tipu dayanya, jauhkanlah hamba dari kejahatannya, tetapkanlah hamba dalam pengabdiannya. Ya Allah Gusti, hamba bersimpuh dihadapan-Mu seraya melihat-Mu, hamba mengharap belas kasih-Mu, curahan rahmat-Mu serta rido-Mu yang meliputi perjalanan hidupku. Ya Allah Gusti, sinarilah hamba dengan cahaya-Mu yang tidak menyilaukan, kerinduan hamba tuk jumpa dengan-Mu, kerinduan hamba melihat wujud-Mu, kerinduan hamba pada Nur Nabi-Mu.

35.Jangan berambisi untuk memiliki dan menguasai sesuatu apapun, raih dan cintai sesuatu itu atas dasar memelihara amanat dan anugerah Allah. Oleh karenanya, jika ingin dicintai Allah maka jangan berpaling kepada selain diri-Nya dan jika ingin dicintai makhluk maka jangan mengharapkan yang ada padanya..!!!5 jam yang lalu

36. Serahkan segala urusanmu pada Allah, karena semua urusan muaranya hanya pada kehendak dan kekuasaan Allah. Usaha dan ikhtiar bagi seorang hamba itupun atas dasar kehendak-Nya dan semua kejadian yang berlaku di alam semesta juga atas dasar kekuasaan-Nya.

37.Hidup itu ujian yang harus disikapi dengan kesabaran dan meningkatkan kewaspadaan disetiap persoalan. Hidup wajib disyukuri, karena telah diberi kesempatan menikmati fasilitas-Nya. Hidup adalah perjalanan takdir yang harus diterima dengan penuh kesadaran dan senang menerima apapun yang telah ditetapkan Allah. Shalawat dan Rahmat Allah turun pada setiap orang yang mendapat petunjuk memahami serta mengamalkannya.!!!

38. Jangan sombong dengan status yang ada pada dirimu, karena itu adalah anugerah dari Allah yang setiap saat dapat diambil oleh-Nya tanpa sepengetahuanmu. Syukurilah dengan apa yang ada padamu niscaya Allah akan melimpahkan berkah dalam hidupmu.

39.Hidup ialah perjuangan tuk meraih sesuatu, jangan berhenti sebelum mendapat yang diraih, karena putus asa adalah satu kekalahan dalam perjuangan hidup. Taklukan cita yang dicinta dengan sikap waspada agar tak terkena mara bahaya. Percayalah, bahwa Allah selalu menolong hamba-hamba-Nya yang mempunyai semangat juang hidup dengan sikap Laa Hawla Walaa Quwwata illaa Billaah. Dari-Nya, Dengan-Nya, Untuk-Nya dan Milik-Nya.

40.Sumber penyakit hati ialah SU-UZHON (buruk sangka). Su-uzhon itu virus penyakit hati yang paling berbahaya, karena dengan diawali su-uzhon akan timbul kebencian dan dapat berlanjut pada pembicaraan yang membawa fitnah serta mengakibatkan perpecahan antar teman dan saudara bahkan keluarga terdekat. Waspadalah dengan virus su-uzhon yang menyelinap dalam hatimu, jangan kasih kesempatan su-uzhon berkembang dalam dirimu.!

liqoa.blogspot.com/2009/05/16-30.html

>Nabi Muhammad SAW di Mata Dunia

>MAHATMA GANDHI 
(Komentar mengenai karakter Muhammad di YOUNG INDIA ):

Pernah saya bertanya-tanya siapakah tokoh yang paling mempengaruhi manusia… Saya lebih dari yakin bahwa bukan pedanglah yang memberikan kebesaran pada Islam pada masanya. Tapi ia datang dari kesederhanaan, kebersahajaan, kehati-hatian Muhammad; serta pengabdian luar biasa kepada teman dan pengikutnya, tekadnya, keberaniannya, serta keyakinannya pada Tuhan dan tugasnya. Semua ini (dan bukan pedang ) menyingkirkan segala halangan. Ketika saya menutup halaman terakhir volume 2 (biografi Muhammad), saya sedih karena tiada lagi cerita yang tersisa dari hidupnya yang agung.

Sir George Bernard Shaw
(The Genuine Islam,’ Vol. 1, No. 8, 1936.)
Jika ada agama yang berpeluang menguasai Inggris bahkan Eropa – beberapa ratus tahun dari sekarang, Islam-lah agama tersebut.” Saya senantiasa menghormati agama Muhammad karena potensi yang dimilikinya. Ini adalah satu-satunya agama yang bagi saya memiliki kemampuan menyatukan dan merubah peradaban. Saya sudah mempelajari Muhammad sesosok pribadi agung yang jauh dari kesan seorang anti-kristus, dia harus dipanggil ’sang penyelamat kemanusiaan’ Saya yakin, apabila orang semacam Muhammad memegang kekuasaan tunggal di dunia modern ini, dia akan berhasil mengatasi segala permasalahan sedemikian hingga membawa kedamaian dan kebahagiaan yang dibutuhkan dunia: Ramalanku, keyakinan yang dibawanya akan diterima Eropa di masa datang dan memang ia telah mulai diterima Eropa saat ini. Dia adalah manusia teragung yang pernah menginjakkan kakinya di bumi ini. Dia membawa sebuah agama, mendirikan sebuah bangsa, meletakkan dasar-dasar moral, memulai sekian banyak gerakan pembaruan sosial dan politik, mendirikan sebuah masyarakat yang kuat dan dinamis untuk melaksanakan dan mewakili seluruh ajarannya, dan ia juga telah merevolusi pikiran serta perilaku manusia untuk seluruh masa yang akan d atang. Dia adalah Muhammad (SAW). Dia lahir di Arab tahun 570 masehi, memulai misi mengajarkan agama kebenaran, Islam (penyerahan diri pada Tuhan) pada usia 40 dan meninggalkan dunia ini pada usia 63. Sepanjang masa kenabiannya yang pendek (23 tahun) dia telah merubah Jazirah Arab dari paganisme dan pemuja makhluk menjadi para pemuja Tuhan yang Esa, dari peperangan dan perpecahan antar suku menjadi bangsa yang bersatu, dari kaum pemabuk dan pengacau menjadi kaum pemikir dan penyabar, dari kaum tak berhukum dan anarkis menjadi kaum yang teratur, dari kebobrokan kekeagungan moral. Sejarah manusia tidak pernah mengenal tranformasi sebuah masyarakat atau tempat sedahsyat ini �€” dan bayangkan ini terjadi dalam kurun waktu hanya sedikit di atas DUA DEKADE.”

MICHAEL H. HART 
(THE 100: A RANKING OF THE MOST INFLUENTIAL PERSONS IN HISTORY, New York, 1978)

Pilihan saya untuk menempatkan Muhammad pada urutan teratas mungkin mengejutkan semua pihak, tapi dialah satu-satunya orang yang sukses baik dalam tataran sekular maupun agama. (hal. 33). Lamar tine, seorang sejarawan terkemuka menyatakan bahwa: Jika keagungan sebuah tujuan, kecilnya fasilitas yang diberikan untuk mencapai tujuan tersebut, serta menakjubkannya hasil yang dicapai menjadi tolok ukur kejeniusan seorang manusia; siapakah yang berani membandingkan tokoh hebat manapun dalam sejarah modern dengan Muhammad? Tokoh-tokoh itu membangun pasukan, hukum dan kerajaan saja. Mereka hanyalah menciptakan kekuatan-kekuatan material yang hancur bahkan di depan mata mereka sendiri. Muhammad bergerak tidak hanya dengan tentara, hukum, kerajaan, rakyat dan dinasti, tapi jutaan manusia di dua per tiga wilayah dunia saat itu; lebih dari itu, ia telah merubah altar-altar pemujaan, sesembahan, agama, pikiran, kepercayaan serta jiwa… Kesabarannya dalam kemenangan dan ambisinya yang dipersembahkan untuk satu tujuan tanpa sama sekali berhasrat membangun kekuasaan, sembahyang-sembahya ngnya, dialognya dengan Tuhan, kematiannnya dan kemenangan-kemenang an (umatnya) setelah kematiannya; semuanya membawa keyakinan umatnya hingga ia memiliki kekuatan untuk mengembalikan sebuah dogma. Dogma yang mengajarkan ketunggalan dan kegaiban (immateriality) Tuhan yang mengajarkan siapa sesungguhnya Tuhan. Dia singkirkan tuhan palsu dengan kekuatan dan mengenalkan tuhan yang sesungguhnya dengan kebijakan. Seorang filsuf yang juga seorang orator, apostle (hawariyyun, 12 orang pengikut Yesus-pen.), prajurit, ahli hukum, penakluk ide, pegembali dogma-dogma rasional dari sebuah ajaran tanpa pengidolaan, pendiri 20 kerajaan di bumi dan satu kerajaan spiritual, ialah Muhammad. Dari semua standar bagaimana kehebatan seorang manusia diukur, mungkin kita patut bertanya: adakah orang yang lebih agung dari dia?”

(Lamar tine, HISTOIRE DE LA TURQUIE, Paris, 1854, Vol. II, pp 276-277)

“Dunia telah menyaksikan banyak pribadi-pribadi agung. Namun, dari orang orang tersebut adalah orang yang sukses pada satu atau dua bidang saja misalnya agama atau militer. Hidup dan ajaran orang-orang ini seringkali terselimuti kabut waktu dan zaman. Begitu banyak spekulasi tentang waktu dan tempat lahir mereka, cara dan gaya hidup mereka, sifat dan detail ajaran mereka, serta tingkat dan ukuran kesuksesan mereka sehingga sulit bagi manusia untuk merekonstruksi ajaran dan hidup tokoh-tokoh ini. Tidak demikian dengan orang ini. Muhammad (SAW) telah begitu tinggi menggapai dalam berbagai bidang pikir dan perilaku manusia dalam sebuah episode cemerlang sejarah manusia. Setiap detil dari kehidupan pribadi dan ucapan-ucapannya telah secara akurat didokumentasikan dan dijaga dengan teliti sampai saat ini. Keaslian ajarannya begitu terjaga, tidak saja oleh karena penelusuran yang dilakukan para pengikut setianya tapi juga oleh para penentangnya. Muhammad adalah seorang agamawan, reformis sosial, teladan moral, administrator massa, sahabat setia, teman yang menyenangkan, suami yang penuh kasih dan seorang ayah yang penyayang – semua menjadi satu. Tiada lagi manusia dalam sejarah melebihi atau bahkan menyamainya dalam setiap aspek kehidupan tersebut – hanya dengan kepribadian seperti dialah keagungan seperti ini dapat diraih.”

K. S. RAMAKRISHNA RAO, Professor Philosophy dalam bookletnya,

“Muhammad, The Prophet of Islam” Kepribadian Muhammad, hhmm sangat sulit untuk menggambarkannya dengan tepat. Saya pun hanya bisa menangkap sekilas saja: betapa ia adalah lukisan yang indah. Anda bisa lihat Muhammad sang Nabi, Muhammad sang pejuang, Muhammad sang pengusaha, Muhammad sang negarawan, Muhammad sang orator ulung, Muhammad sang pembaharu, Muhammad sang pelindung anak yatim-piatu, Muhammad sang pelindung hamba sahaya, Muhammad sang pembela hak wanita, Muhammad sang hakim, Muhamad sang pemuka agama. Dalam setiap perannya tadi, ia adalah seorang pahlawan. Saat ini, 14 abad kemudian, kehidupan dan ajaran Muhammad tetap selamat, tiada yang hilang atau berubah sedikit pun. Ajaran yang menawarkan secercah harapan abadi tentang obat atas segala penyakit kemanusiaan yang ada dan telah ada sejak masa hidupnya. Ini bukanlah klaim seorang pengikutnya tapi juga sebuah simpulan tak terelakkan dari sebuah analisis sejarah yang kritis dan tidak bias.

PROF. (SNOUCK) HURGRONJE:

Liga bangsa-bangsa yang didirikan Nabi umat Islam telah meletakkan dasar-dasar persatuan internasional dan persaudaraan manusia di atas pondasi yang universal yang menerangi bagi bangsa lain. Buktinya, sampai saat ini tiada satu bangsa pun di dunia yang mampu menyamai Islam dalam capaiannya mewujudkan ide persatuan bangsa-bangsa. Dunia telah banyak mengenal konsep ketuhanan, telah banyak individu yang hidup dan misinya lenyap menjadi legenda. Sejarah menunjukkan tiada satu pun legenda ini yang menyamai bahkan sebagian dari apa yang Muhammad capai. Seluruh jiwa raganya ia curahkan untuk satu tujuan: menyatukan manusia dalam pengabdian kapada Tuhan dalam aturan-aturan ketinggian moral. Muhammad atau pengikutnya tidak pernah dalam sejarah menyatakan bahwa ia adalah putra Tuhan atau reinkarnasi Tuhan atau seorang jelmaan Tuhan dia selalu sejak dahulu sampai saat ini menganggap dirinya dan dianggap oleh pengikutnya hanyalah sebagai seorang pesuruh yang dipilih Tuhan.

THOMAS CARLYLE 
in his HEROES AND HEROWORSHIP

(Betapa menakjubkan) seorang manusia sendirian dapat mengubah suku-suku yang saling berperang dan kaum nomaden menjadi sebuah bangsa yang paling maju dan paling berperadaban hanya dalam waktu kurang dari dua decade. “Kebohongan yang dipropagandakan kaum Barat yang diselimutkan kepada orang ini (Muhammad) hanyalah mempermalukan diri kita sendiri. S esosok jiwa besar yang tenang, seorang yang mau tidak mau harus dijunjung tinggi. Dia diciptakan untuk menerangi dunia, begitulah perintah Sang Pencipta Dunia.

EDWARD GIBBON and SIMON OCKLEY 
speaking on the profession of ISLAM write:

Saya percaya bahwa Tuhan adalah tunggal dan Muhammad adalah pesuruh-Nya adalah pengakuan kebenaran Islam yang simpel dan seragam. Tuhan tidak pernah dihinakan dengan pujaan-pujaan kemakhlukan; penghormatan terhadap Sang Nabi tidak pernah berubah menjadi pengkultusan berlebihan; dan prinsip-prinsip hidupnya telah memberinya penghormatan dari pengikutnya dalam batas-batas akal dan agama

(HISTORY OF THE SARACEN EMPIRES, London, 1870, p. 54).

Muhammad tidak lebih dari seorang manusia biasa. Tapi ia adalah manusia dengan tugas mulia untuk menyatukan manusia dalam pengabdian terhadap satu dan hanya satu Tuhan serta untuk mengajarkan hidup yang jujur dan lurus sesuai perintah Tuhan. Dia selalu menggambarkan dirinya sebagai hamba dan pesuruh Tuhan dan demikianlah juga setiap tindakannya.

SAROJINI NAIDU,
penyair terkenal India (S. Naidu, IDEALS OF ISLAM, vide Speeches & Writings, Madras, 1918, p. 169):

Inilah agama pertama yang mengajarkan dan mempraktekkan demokrasi; di setiap masjid, ketika adzan dikumandangkan dan jemaah telah berkumpul, demokrasi dalam Islam terwujud lima kali sehari ketika seorang hamba dan seorang raja berlutut berdampingan dan mengakui: Allah Maha Besar… Saya terpukau lagi dan lagi oleh kebersamaan Islam yang secara naluriah membuat manusia menjadi bersaudara.

DIWAN CHAND SHARMA:

Muhammad adalah sosok penuh kebaikan, pengaruhnya dirasakkan dan tak pernah dilupakan orang-orang terdekatnya. (D.C. Sharma, THE PROPHETS OF THE EAST, Calcutta, 1935, pp. 12)

James A. Michener, “Islam: The Misunderstood Religion,” in READER’S DIGEST (American edition), May 1955, pp. 68-70.

Muhammad, seorang inspirator yang mendirikan Islam, dilahirkan pada tahun 570 masehi dalam masyarakat Arab penyembah berhala. Yatim semenjak kecil dia secara khusus memberikan perhatian kepada fakir miskin, yatim piatu dan janda, serta hamba sahaya dan kaum lemah. Di usia 20 tahun, dia sudah menjadi seorang pengusaha yang sukses, dan menjadi pengelola bisnis seorang janda kaya. Ketika mencapai usia 25, sang majikan melamarnya. Meski usia perempuan tersebut 15 tahun lebih tua Muhammad menikahinya dan tetap setia kepadanya sepanjang hayat sang istri. Seperti halnya para nabi lain, Muhammad memulai tugas kenabiannya dengan sembunyi2 dan ragu2 karena menyadari kelemahannya. Tapi Baca adalah perintah yang diperolehnya, -dan meskipun sampai saat ini diyakini bahwa Muhammad tidak bisa membaca dan menulis dan keluarlah dari mulutnya satu kalimat yang akan segera mengubah dunia: Tiada tuhan selain Allah. “Dalam setiap hal, Muhammad adalah seorang yang mengedepankan akal. Ketika putranya, Ibrahim, meninggal disertai gerhana dan menimbulkan anggapan ummatnya bahwa hal tersebut adalah wujud rasa belasungkawa Tuhan kepadanya, Muhammad berkata: Gerhana adalah sebuah kejadian alam biasa, adalah suatu kebodohan mengkaitkannya dengan kematian atau kelahiran seorang manusia. “Sesaat setelah ia meninggal, sebagian pengikutnya hendak memujanya sebagaimana Tuhan dipuja, akan tetapi penerus kepemimpinannya (Abu Bakar-pen.) menepis keinginan ummatnya itu dengan salah satu pidato relijius terindah sepanjang masa: Jika ada diatara kalian yang menyembah Muhammad, maka ketahuilah bahwa ia telah meninggal. Tapi jika Tuhan-lah yang hendak kalian sembah, ketahuilah bahwa Ia hidup selamanya. (Ayat terkait: Q.S. Al Imran, 144 – pen.)

W. Montgomery Watt, MOHAMMAD AT MECCA , Oxford , 1953, p. 52.

Kesiapannya menempuh tantangan atas keyakinannya, ketinggian moral para pengikutnya, serta pencapaiannya yang luar biasa semuanya menunjukkan integritasnya. Mengira Muhammad sebagai seorang penipu hanyalah memberikan masalah dan bukan jawaban. Lebih dari itu, tiada figur hebat yang digambarkan begitu buruk di Barat selain Muhammad

Annie Besant,
THE LIFE AND TEACHINGS OF MUHAMMAD, Madras , 1932, p. 4.

“Sangat mustahil bagi seseorang yang memperlajari karakter Nabi Bangsa Arab, yang mengetahui bagaimana ajarannya dan bagaimana hidupnya untuk merasakan selain hormat terhadap beliau, salah satu utusan-Nya. Dan meskipun dalam semua yang saya gambarkan banyak hal-hal yang terasa biasa, namun setiap kali saya membaca ulang kisah-kisahnya, setiap kali pula saya merasakan kekaguman dan penghormatan kepada sang Guru Bangsa Arab tersebut.”

Bosworth Smith, 
MOHAMMAD AND MOHAMMADANISM, London , 1874, p. 92.

Dia adalah perpaduan Caesar dan Paus; tapi dia adalah sang Paus tanpa pretensinya dan seorang caesar tanpa Legionnaire- nya: tanpa tentara, tanpa pengawal, tanpa istana, tanpa pengahasilan tetap; jika ada seorang manusia yang pantas untuk berkata bahwa dia-lah wakil Tuhan penguasa dunia, Muhammad lah orang itu, karena dia memiliki kekuatan meski ia tak memiliki segala instrument atau penyokongnya.

John William Draper, M.D., L.L.D., A History of the Intellectual Development of Europe, London 1875, Vol.1, pp.329-330

Empat tahun setelah kematian Justinian, pada 569 AD, telah lahir di Mekkah Arabia seorang manusia yang sangat besar pengaruhnya terhadap ummat manusia

John Austin, “Muhammad the Prophet of Allah,” in T.P.. ’s and Cassel ’s Weekly for 24th September 1927 .

Dalam kurun waktu hanya sedikit lebih dari satu tahun, ia telah menjadi pemimpin di Madinah. Kedua tangannya memegang sebuah tuas yang siap mengguncang dunia.

Professor Jules Masserman

Pasteur dan Salk adalah pemimpin dalam satu hal (intelektualitas- pen). Gandhi dan Konfusius pada hal lain serta Alexander, Caesar dan Hitler mungkin pemimpin pada kategori kedua dan ketiga (reliji dan militer pen.). Jesus dan Buddha mungkin hanya pada kategori kedua. Mungkin pemimpin terbesar sepanjang masa adalah Muhammad, yang sukses pada ketiga kategori tersebut. Dalam skala yang lebih kecil Musa melakukan hal yang sama

Terbukti, bukan hanya umat Islam saja yg menganggap bahwa Nabi Muhammad SAW tidak hanya sebagai Messenger of God (Allah SWT).. dan sebagai panutan/suri tauladan kepada seluruh umat manusia..tapi umat non-muslim bahkan banyak tokoh dunia mengakui akan kualitas kepemimpinannya baik agama maupun dunia…tak lekang oleh zaman…pesannya bersifat universal melampaui suku, bangsa & negara dan umatnya semakin hari semakin bertambah.

>Change Or Die

>

Oleh: A Ilyas Ismail
Di alam ini, segala hal berubah, dan tak ada yang tak berubah, kecuali perubahan itu sendiri. Pada masa kita sekarang, perubahan berjalan sangat cepat, bahkan dahsyat dan dramatik. Kita semua, tak bisa tidak, berjalan bersama atau seiring dengan perubahan itu. Tak berlebihan bila Alan Deutschman pernah menulis buku, untuk mengingatkan kita semua, dengan judul agak ekstrim, “Change or Die” (Berubah atau Mati).

Perubahan pada hakekatnya adalah ketetapan Allah (sunnatullah) yang berlangsung konstan (ajek), tidak pernah berubah, serta tidak bisa dilawan, sebagai bukti dari wujud dan kuasa-Nya (QS. Ali Imran [3]: 190-191). Namun, perubahan yang dikehendaki, yaitu perubahan menuju kemajuan, tidak datang dari langit (given) atau datang secara cuma-cuma (taken for granted). Hal ini, karena Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum, kecuali kaum itu sendiri mengubah diri mereka sendiri (QS. Al-Ra`d [13]: 11).

Untuk mencapai kemajuan, setiap orang harus merencanakan perubahan, dan perubahan itu harus datang dan dimulai dari diri sendiri. Perubahan sejatinya tidak dapat dipaksakan dari luar, tetapi merupakan revolusi kesadaran yang lahir dari dalam. Itu sebabnya, kepada orang yang bertanya soal hijrah dan jihad, Nabi berpesan. Kata beliau, “Ibda’ bi nafsik, faghzuha” (mulailah dari dirimu sendiri, lalu berperanglah!). (HR. al-Thayalisi dari Abdullah Ibn `Umar).


Seperti diharapkan Nabi SAW dalam riwayat di atas, perubahan dari dalam dan dari diri sendiri merupakan pangkal segala perubahan, dan sekaligus merupakan kepemimpinan dalam arti yang sebenarnya. Hakekat kepemimpinan adalah kepemimpinan atas diri sendiri. Dikatakan demikian, karena seorang tak mungkin memimpin dan mengubah orang lain, bila ia tak sanggup memimpin dan mengubah dirinya sendiri.

Perubahan dalam diri manusia dimulai dari perubahan cara pandang atau perubahan paradigma pikir (mindset). Manusia tak mungkin mengubah hidupnya, bilamana ia tak mampu mengubah paradigma pikirnya. Karena itu, kita disuruh mengubah pikiran kita agar kita dapat mengubah hidup kita (Change Our Thinking Change Our Life).

Selanjutnya, perubahan paradigma harus disertai dengan perubahan dalam penguasaan ilmu dan keterampilan. Perubahan yang satu ini memerlukan pembelajaran dan pembiasaan (learning habits) yang perlu terus diasah.

Akhirnya, perubahan diri itu, menurut Imam al-Ghazali, membutuhkan tindakan nyata (al-Af`al). Ilmu hanya menjadi kekuatan jika ia benar-benar dikelola menjadi program dan tindakan nyata yang mendatangkan kebaikan bagi orang lain. Pada tahap ini, tindakan menjadi faktor pamungkas, dan menjadi satu-satunya kekuatan yang bisa mengubah cita-cita (harapan) menjadi realita (kenyataan). Wallahu a`lam!

Dimuat di Republika edisi 7 Januari 2011

>Manusia Beo

>

Dalam hadis yang diriwayatkan Imam Muslim dari Aisyah binti Abu Bakar r.a. dikatakan bahwa Rasulullah saw senantiasa mengingat Allah SWT (zikir) dalam setiap saat. Pada hadis lain diriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda, “Kalau aku membaca subhanallah, alhamdulillah, la ilaaha illallah, dan Allahu Akbar, bacaan itu lebih aku gemari daripada mendapatkan kekayaan sebanyak apa yang berada di bawah sinar matahari” (HR Muslim).

Kita mukminin dan mukminat yang rakyat biasa, yang pedagang, yang pengusaha, yang penguasa, yang ulama, yang pegawai negeri sipil/swasta, yang tentara/ polisi, setiap hari mengucapkan zikir subhanallah, alhamdulillah, Allahu Akbar, la ilaaha illallah. Tetapi mengapa kita tetap jauh dari Allah SWT? Maling sandal, maling ayam, maling kambing, maling aspal, maling hutan, jalan terus. Suap, pungli, jalan terus. Korupsi, kolusi, nepotisme, jalan terus, dan seterusnya.

Syahdan ada seekor burung beo yang sangat fasih mengucapkan subhanallah, alhamdulillah, Allahu Akbar, dan la ilaaha illallah. Setiap saat diulang-ulangnya dengan sangat jernih kalimat-kalimat zikir itu.

Suatu hari burung beo itu disambar kucing. Terdengar nyaring suaranya yang sedang sekarat, “keak, keak, keak…!” Kemudian mati. Pemiliknya, seorang kiai sepuh pengasuh pondok pesantren, terlihat amat sedih. Burung itu mengerang kesakitan dipangkuan Pemilik Pondok sampai terdiam tidak bernyawa.

Dengan rasa sedih pemilik pondok mengubur Burung Beo yg telah mati, Dia sangat kehilangan burung Beo yg selalu menjadi penghibur hatinya selepas lelah mengajar. Semejak kematian burung Beo, Pemilik pondok selalu diam dan termenung hingga menimbulkan tandatanya pada para santrinya.

Para santri datang menanyakan kenapa Guru begitu sedih sekali setelah kematian burung Beo? Apakah Guru terlalu sayang pada burung Beo hingga menyebabkan guru bersedih?

Pak kiai bertanya, apakah kalian tahu mengapa aku merasa begitu sedih dan menangis? Aku terbayang bahwa sebagian dari kita akan mati seperti matinya burung beo itu. Burung itu setiap saat mengucapkan kalimah zikir, tetapi ketika mati ucapan yang keluar adalah keak, keak, keak…!

Aku menangis membayangkan bahwa sebagian dari kita setiap hari berzikir mengucapkan subhaanallah, alhamdulillah, Allahu Akbar, la ilaaha illallah, tetapi ketika sakaratul maut tiba kita tidak membawa zikir tersebut. Alangkah amat menyedihkan! Alangkah celakanya! Lalu pak kiai sepuh itu melanjutkan, kita tidak berzikir seperti berzikirnya anak gembala kambing dalam kisah Umar bin Khatab yang amat terkenal itu.

Ketika dilihatnya seorang anak gembala miskin dengan pakaian compang camping sedang menggembalakan kambing yang amat banyak milik majikannya, Umar bin Khatab bertanya, Nak, bolehkah kubeli kambing yang sedang kau gembalakan itu satu ekor? Si anak gembala menjawab, Kambing ini bukan milikku, tetapi milik majikanku. Aku tidak boleh menjualnya. Umar bin Khatab membujuk, Kambing itu amat banyak. Apakah majikanmu tahu jumlahnya? Apakah dia suka memeriksa dan menghitungnya? Dijawab, Tidak, majikanku tidak tahu berapa ekor jumlah kambingnya. Dia tidak tahu berapa kambing yang mati dan berapa yang lahir. Dia tidak pernah memeriksa dan menghitungnya. Umar bin Khatab terus membujuk, Kalau begitu hilang satu ekor kambing, majikanmu tidak akan tahu. Lagi pula aku mau membeli kambing yang kecil saja supaya lebih tidak ketahuan. Ini uangnya, terimalah! Ambil saja buat kamu untuk beli baju atau roti. Anak gembala itu tidak tergiur. Dia tetap tidak mau menjual kambing yang bukan miliknya.

Umar bin Khatab dengan nada yang ditinggikan (marah) berkata, Mengapa kamu ini, bodoh benar! Kambing itu amat banyak. Majikan kamu tidak tahu jumlah-nya. Kalau kamu jual satu, majikan kamu tidak akan tahu. Di sini juga tidak ada orang lain. Hanya ada aku dengan kamu. Tidak ada orang lain yang tahu. Lihat di sekitar kamu, apa ada yang lihat? Nih uangnya, bawa sini kambingnya! Kamu takut sama siapa? Anak gembala miskin yang pakaiannya compang-camping itu, dengan tetap tegar menjawab, Takut Allah. Allah menyaksikan. Allah Mahatahu!

Mendengar jawaban anak gembala itu, Umar bin Khatab, lelaki tinggi besar, gagah perkasa, jago perang, jago berkelahi, amir al mu’minin (pemimpin kaum beriman), menangis. Lemah lunglai seluruh sendi tubuhnya.

Anak gembala itu walaupun miskin, menghadirkan Allah dalam setiap denyut dan detak kehidupannya. Walaupun miskin dia tidak menjual imannya dengan uang atau harta. Walaupun secara lisan mungkin dia tidak mengucapkan kalimah zikir, tetapi dari tindakannya dia berzikir. Zikir yang sesungguhnya, Selalu mengingat Allah! Selalu menghadirkan Allah! Sedangkan kita mukminin dan mukminat yang rakyat biasa, yang pedagang, yang pengusaha, yang penguasa, yang ulama, yang pegawai negeri sipil/swasta, yang tentara/polisi, sebagian terbanyak dari kita bukan sedang berzikir tetapi sedang membeo. Astaghfirullah…, kita cuma beo!***
by. f4ni.wordpress.com