Cara Mudah Mengasah Mata Ketiga & Indra Keenam

Hormon Pinoline yang dihasilkan kelenjar Pineal Gland dapat juga dipicu dengan LUCID DREAM. Pinolin inilah yang merangsang terjadinya clairvoyance, clairaudience, dan clairsentience. Tanpa kadar pinoline yang tinggi jangan harap terjadi gejala-gejala metafisis tersebut. Selengkapnya Baca Di Sini : Hormon Mata Ketiga & Indra Ke Enam.

Mimpi adalah pengalaman bawah sadar yang melibatkan penglihatan, pendengaran, pikiran, perasaan, atau indra lainnya dalam tidur, terutama saat tidur yang disertai gerakan mata yang cepat (rapid eye movement/REM sleep).

Kejadian dalam mimpi biasanya mustahil terjadi dalam dunia nyata, dan di luar kuasa pemimpi. Pengecualiannya adalah dalam mimpi yang disebut lucid dreaming. Dalam mimpi demikian, pemimpi menyadari bahwa dia sedang bermimpi saat mimpi tersebut masih berlangsung, dan kadang-kadang mampu mengubah lingkungan dalam mimpinya serta mengendalikan beberapa aspek dalam mimpi tersebut.

Pemimpi juga dapat merasakan emosi ketika bermimpi, misalnya emosi takut dalam mimpi buruk.

“Lucid Dream” bisa diartikan sebagai sebuah pengalaman di alam mimpi, di mana kita bisa mengontrol mimpi kita, merasakan hal-hal di dalamnya, dan yang terpenting adalah tetap tersadar selama bermimpi.

Orang Tibet sudah sejak dahulu mempraktekan “Lucid Dream” dalam Yoga mimpi mereka. Di tahun 1867, Marquis d’Hervey de Saint-Denys telah menerbitkan bukunya yang berjudul “Dreams and how to Guide Them” metoda bagaimana kita bisa melakukan “Lucid Dream”.

Lucid dream terbagi dua, yaitu Lucid Dream yang dialami secara tidak sengaja, dan Lucid Dream yang diatur dengan sengaja supaya kita bisa mengalaminya. Boleh dibilang, Lucid Dream setingkat lebih mudah dibandingkan Astral Projection dan bisa digunakan sebagai “permulaan” untuk melakukan Astral Projection (Meraga Sukma).

Istilah LUCID berasal dari bahasa Latin “Lux”, artinya “cahaya” dan “dream” artinya mimpi. Dalam bahasa Indonesia Lucid Dream bisa diartikan sebagai “mimpi yang jelas” atau “mimpi cerah”, atau “mimpi terang”. Dalam bahasa saya sendiri, Lucid Dream (LD) disematkan pada mimpi yang kita sadari. atau kita menyadari kalau kita sedang bermimpi. Kita bisa melakukan apapun dalam mimpi. Biasanya untuk “pemula”, mereka memiliki keinginan bertemu dengan wanita yang disukainya 😀

Untuk yang sudah terbiasa LD, mereka mencoba hal lainnya yang lebih bermanfaat seperti pergi ke tempat tertentu, bertemu dan bercakap-cakap dengan orang yang dikasihinya yang telah tiada barangkali salah satu di antaranya.

Untuk memahami apa itu Lucid Dream, nggak usah jauh-jauh. Yang paling mudah, tontonlah INCEPTION. Dalam film besutan Christoper Nolan, Leonardo Di Caprio, dkk adalah para pengendali mimpi. Mereka mampu mengendalikan mimpi. Melalui mimpi yang terhubungkan satu sama lain, mereka mampu mengorek informasi penting dari lawan mereka atau mempengaruhi orang untuk mengambil keputusan penting. Mimpi mereka pun berlapis-lapis. Artinya ada tingkatan kedalaman mimpi atau tingkat keterlelapan (LUCIDITY).

Lucid Dream yang disengaja (LDD).
Kita sebagai pelaku mimpi memang berusaha mendapatkan pengalaman LD. Jelang tidur kita berkonsentrasi penuh untuk mencapai LD. Caranya? Mengatur napas, menjaga kesadaran, dan buat “tubuh” kita berguling. Yang dimaksud dengan tubuh disini bukan tubuh kita secara fisik melainkan keinginan yang kuat untuk berguling sementara tubuh kita diam tak bergerak. Pada titik tertentu, yakni batas antara menipisnya kesadaran dan menguatnya keterlelapan tiba, biasanya tubuh kita terasa berguling. Serasa kita lepas dari tubuh. saat itulah kita masuk dalam Lucid Dream. Kita bisa mengatur mimpi sekehendak kita asalkan tidak terlelap lebih dalam atau LD kita terseret pada arus keterjagaan (bangun). Biasanya bila “waktunya” habis terasa kita berpindah kepada mimpi lain yang tidak kita atur atau bangun dari tidur. Biasanya pengalaman Erotic Lucid Dream didapatkan pada LDD, barangkali disebabkan oleh salah satu kebutuhan biologis manusia akan hal itu namun sebaiknya lakukan hal lain yang lebih terhormat 🙂

Seorang narasumber riset saya bercerita,
“Jelang tidur saya konsentrasi untuk terkena tindihan.. Lalu, dalam mimpi saya berada di ruang tamu rumah saya yang lama. Karena tidak mau mengisi mimpi dengan hal-hal jelek maka saya memutuskan untuk shalat Isya dalam mimpi. Saya shalat mulai takbiratul ihram hingga salam. Sebenarnya saya khawatir bila saya keburu bangun seperti biasanya, namun saat itu Alhamdulillah saya bisa menyelesaikan shalat saya tanpa keburu bangun. Bahkan saya masih bisa mengerjakan hal lainnya setelah shalat Isya dalam tidur saya itu”.

Lucid Dream yang Tidak Disengaja (LDTD).
Kita sedang tidur dan bermimpi, tiba-tiba di tengah-tengah mimpi itu kita menyadari bahwa kita sedang bermimpi. Misalkan, kita bermimpi ingin pipis. Saat di kamar mandi kita buka celana namun alangkah kagetnya kita sama sekali tidak bisa membuka kancing celana maupun risletingnya, seolah-olah licin bahkan tak tersentuh. Saat itulah kita sadar bahwa kita sedang bermimpi dan berusaha “mengembalikan” diri kita yang sedang berada di kamar mandi untuk kembali ke kamar dan bangun.

Bagaimana dengan anda, pernahkah mengalami “sadar sedang bermimpi”? Mungkin anda pernah bermimpi terbang dan andalah yang mengendalikan mimpi itu? Anda sadar sedang bermimpi. Anda terbang mulai dari jalan menuju atap-atap rumah, lalu lebih tinggi lagi anda mengangkasa hingga sampailah di perbukitan indah nan tenang dan syahdu. Anda terbang di atas pepohonan cemara hijau dan putuskan untuk turun perlahan. Anda tidak mengenali tempat itu dan anda hanya seorang diri, atau barangkali anda bertemu seseorang di sana… Pernahkah anda rasakan itu??

Anda mengendalikan mimpi untuk terbang.

Anda sadar sedang bermimpi dan putuskan untuk terbang mengangkasa. Anda terbang mengangkasa tinggi setinggi-tingginya sesuai dengan keinginan anda. Melayang di angkasa laksana Superman dan Gatotkaca.

Apa perbedaan antara Lucid Dream dan mimpi biasa?
Yang membedakan intinya adalah satu kata : Kesadaran. Dalam Lucid Dream, kita benar-benar mengalami segala sesuatu di dalam mimpi secara sadar, sedangkan di dalam mimpi biasa, kita seolah-olah hanya menyaksikan atau menonton hal-hal di dalamnya. Setelah terbangun, kita bisa mengingat dengan sangat jelas hal-hal di dalam Lucid Dream, sementara jika kita bermimpi biasa, akan ada hal-hal yang hilang dalam ingatan kita.

Apa manfaat Lucid Dream?
Tentu saja, tujuan utama merasakan Lucid Dream adalah untuk menikmati kehidupan di dunia mimpi, di mana kita bisa mendapatkan berbagai pengalaman yang sangat menyenangkan. Tujuan lain adalah untuk memenuhi keinginan yang tidak bisa tercapai di dunia nyata. Karena dalam lucid dream kita bisa mengontrol segala sesuatu di dalamnya, maka untuk mengatur berbagai hal yang ingin kita capai akan menjadi hal yang sederhana. Manfaat lain dari Lucid Dream adalah untuk meningkatkan kemampuan dalam memecahkan masalah, mengatasi fobia dan trauma, meningkatkan kreativitas, dan menambah rasa percaya diri.

Apa saja yang bisa kita lakukan dalam kondisi Lucid Dream?
Sangat banyak dan bervariasi. Kita bisa mencoba apapun dan menjadi apapun di alam mimpi. Pengalaman paling umum adalah merasakan terbang dari satu tempat ke tempat lainnya. Ada pula penjelajahan ke dimensi lain, interaksi dengan orang-orang yang ada di alam bawah sadar anda (subconscious) dan lain-lain. Perlu diingat, indra penglihatan, pendengaran, peraba, perasa, dan penciuman anda tetap aktif dalam lucid dream. Anda bahkan bisa mengalami berbagai emosi seperti rasa senang,sedih, terharu, bahagia, dan lain-lain.

Ada 3 kategori Lucid Dreamer, dan berikut adalah hal-hal yang bisa dialami :

  1. Tingkat Pemula.
    Berjalan menembus tembok, menggambar di langit, terbang di angkasa, menjelajah dunia mimpi.
  2. Tingkat Menengah.
    Makan, berkencan atau bertemu tokoh-tokoh yang selama ini hanya ada dalam imajinasi anda seperti artis, olahragawan, politikus, pahlawan, tokoh kartun, dan lain-lain.
  3. Tingkat Ahli.
    Berhubungan seksual, merasakan kehidupan setelah mati, mendapatkan inspirasi untuk diterapkan ke dunia nyata (contoh : ide untuk menulis buku, membuat film, dan sebagainya)

Adakah dampak negatif Lucid Dream?
Selama tidak dilakukan secara berlebihan, tidak ada dampak fisik negatif dari Lucid Dream. Beberapa kasus stres mungkin muncul jika Lucid Dream anda bersifat mengerikan atau menakutkan. Dalam kasus lucid dream yang akut, beberapa orang mungkin kehilangan motivasi di dunia nyata karena mereka merasa bisa mendapatkan apapun di dunia mimpi. Satu hal yang anda harus ingat, segala hal dalam Lucid Dream hanyalah mimpi, tidak ada yang berupa kenyataan.

Tahapan dan Langkah-Langkah Lucid Dream

  1. Tidur dalam kondisi serileks mungkin, dengan pakaian longgar dan santai.
  2. Kontrol pernafasan dan konsentrasi. Cobalah untuk memperlambat pernafasan, namun tetap berkonsentrasi ke organ-organ tubuh anda, mulai dari ujung rambut hingga ujung kaki. Cara ini pernah dibahas dalam blog Wikumagic, di artikel tentang Astral Projection.
  3. Jaga pikiran tetap sadar, namun santai. Jika anda berusaha tersadar namun tidak santai, anda tidak akan bisa tertidur. Berusahalah untuk melakukan hal-hal yang bisa membuat anda tetap sadar dalam kondisi rileks, seperti menghitung domba atau membayangkan diri anda naik turun tangga.
  4. Sleep Paralysis. Kondisi ini adalah tahapan utama ke arah Lucid Dream. Ini adalah tahap di mana sering disebut sebagai “tindihan”. Anda mungkin akan merasa ditindih oleh sesuatu yang sangat berat, susah bernafas, tubuh serasa berputar dan terlempar. Ingat, jangan terbangun saat mencapai tahap ini. Jika anda bangun karena merasa ketakutan, Lucid Dream anda akan gagal.
  5. Black Out. Periode transisi di mana anda merasa memasuki ruang hitam kelam. Akan berlangsung selama beberapa saat, dan sekali lagi jangan sampai terbangun.

Nah, setelah melewati tahapan ini, anda akan mulai merasakan suatu sensasi, entah berupa penglihatan atau suara, yang intinya berarti anda telah memasuki dunia mimpi dan siap untuk menjelajahinya. Ingat, jangan mengeluarkan emosi terlalu ekstrim, seperti terlalu bahagia, terlalu marah, atau terlalu takut, karena hal-hal tersebut bisa membuyarkan Lucid Dream. Intinya hanya satu, tetap konsentrasi.

Jadi, bagaimana anda bisa mengalami Lucid Dream?
Intinya adalah dua hal : Mengetahui dan menyadari bahwa anda sedang di dunia mimpi dan terus menerus mengecek kesadaran anda.

Langkah-langkah untuk bisa mendapatkan Lucid dream agar kita bisa memprogram atau menentukan jalannya mimpi :

1. Cek realitas dan kesadaran anda; Kenali tanda-tanda mimpi
Cobalah untuk membiasakan diri mengecek realita dan kesadaran anda, bahkan ketika anda tidak sedang bermimpi. Tanyakan ke diri anda sendiri : Apakah saya bermimpi? Contohnya adalah memastikan jarum jam tetap berjalan, atau mengecek gaya gravitasi. Jika anda melakukan hal tersebut di dalam mimpi, akan terjadi suatu keanehan (misal, di dunia mimpi jarum jam tidak berjalan, ada kemungkinan benda-benda terbang melawan gravitasi). Nah, jika keaneahan tersebut terjadi dan anda menyadarinya, selamat…anda telah mengalami Lucid Dream dan bisa mulai menjelajah mimpi.

2. Ingatlah mimpi anda
Belajar mengingat dan mencatat di buku harian dari isi mimpi. Apabila bangun tidur usahakan untuk tetap berbaring beberapa menit lebih lama dan mengingat hal apa saja yang diimpikan. Kemudian dicatat dalam buku harian mimpi Anda. Teknik ini disebut dengan pembuatan jurnal mimpi.

3. Visualisasi dan Sugesti
Sebelum tidur, bayangkan berbagai hal-hal fantastis seperti terbang di angkasa, melukis di atas awan, atau hal-hal lainnya. Lalu katakan pada diri anda sendiri berulang-ulang “Saya akan mengalami Lucid Dream dan mencatatnya dalam jurnal mimpi. Atau Sebelum tidur usahakan untuk mengingat hal-hal apa saja yang ingin anda lakukan di dalam mimpi anda. Umpamanya ingin bertemu dengan seseorang, maka sebaiknya sebelum tidur mengingat kembali masa-masa yang indah dengan orang tersebut atau hal lainnya.

4. Berusaha bangun di tengah tidur anda
Waktu terbaik adalah menjelang pagi, di mana anda masih memiliki cukup waktu untuk melanjutkan tidur anda. Setelah terbangun, minum banyak air putih, berusahalah mengingat mimpi anda sebelumnya, dan lanjutkan tidur. Menggunakan metode Wake-Back-To-Bed (WBTB) atau bangun sejenak dan segera langsung tidur kembali. Pasang jam beker agar Anda bisa bangun tiga jam lebih awal. Pada saat anda bangun langsung usahakan untuk mengingat kembali hal-hal pada Tahap kedua. Setelah itu coba untuk tidur kembali.

5. Sabar dan terus berlatih
Lucid dream adalah sesuatu yang harus terus menerus dilatih, dan mungkin tidak bisa langsung berhasil dalam satu kali percobaan. Jika gagal, cobalah untuk mereview lagi metode yang anda lakukan, dan jangan putus asa. Terus berlatih, dan berlatih.

Inti dari semua latihan di atas adalah untuk merangsang produksi kelenjar PINOLINE yang dihasilkan oleh PINEAL GLAND atau kelenjar MATA KETIGA kita. Sehingga kemampuan daya intuisi dan indra ke enam kita akan semakin meningkat secara signifikan. Tekhnik Lucid Dream ini cocok bagi mereka yang agak males untuk melakukan meditasi. Lagian siapa sih yang gak bisa mimpi…?? Mimpi khan gratis brow…. he..he..he..

Dan yang terpenting, lakukanlah ini semua dengan santai dan menyenangkan. Jangan terlalu berambisi atau bernafsu dalam mengejar kemampuan Mata Ketiga. Santai aja… Let, Its’s Fun. Jadikan ini sebagai pengalaman hidup yang menyenangkan. Karena Ambisi hanya akan berbuah mimpi yang menyeramkan. hiiii…. sereeemmzz………… he..he..he….

Selamat Mencoba……….. Okey…

Footnote :
sleep paralysis.
Secara medis, fenomena tindihan, eureup-eureup, diganggu hantu, jurig, ririwa, jin dan sebagainya di saat kita tidur disebut sleep paralysis. Gejala ini bukan hal yang luar biasa, amat wajar terjadi terutama pada mereka yang kurang tidur. Saat tubuh sangat lelah, sedang beristirahat, ternyata otak tidak bisa diajak kompromi untuk istirahat. Otak manusia masih terjaga, namun karena anggota tubuh sedang tidur, otak hanya dapat membuat indra tertentu terjaga, seperti mata yang masih dapat melirik/melihat situasi dan telinga yang dapat mendengar stimuli. Mengapa bisa sulit bernapas? Barangkali ruangan tempatnya tidur pengap, ventilasinya kurang besar, aliran udara dalam ruangan tertahan. Mengapa panik? Karena kita tidak biasa menghadapi hal itu. Mengapa saat itu terjadi terasa ketakutan? Karena kita susah bangun dan menggerakkan anggota tubuh, mau berteriak pun susah. Kita berpikir yang jelek tentang situasi itu. Mengapa ada bayangan hitam saat tindihan? Itu halusinasi. Jadi semuanya berpangkal pada otak manusia.

PELAJARAN SELANJUTNYA KLIK DI SINI…
ATAU KLIK …

Referensi :
imultidimensi
wikumagic

Mata Ketiga, Indra Ke-Enam, & Kesadaran

Assalamu ‘alaikum warohmatullahi wabarokatuh….
Sahabat, mengembangkan ketajaman intuisi dan indra ke-enam memang diperlukan. Karena itu merupakan potensi yang sudah menjadi fitrah dasar manusia. Dan sangat berguna dalam kehidupan sebagai tuntunan dalam mengambil keputusan yang bersifat intuitif.

Tetapi dalam hemat kami, mengasah indra ke-enam tersebut tidaklah perlu berlebihan. Karena akan berakibat kurang baik bagi keseimbangan akal fikiran anda. Karena bisa berkembang menjadi paranoid dan menimbulkan gejala halusinasi yg merupakan tanda dari gejala sakit jiwa (Schizophrenia). Dan kemampuan rasional anda bisa menurun serta tenggelam di alam dimensi kegaiban dan terjebak di labirin dimensi alam gaib, sehingga berakibat urusan duniawi anda akan terbengkalai.

Mengasah Mata Ketiga & Indra ke enam, seharusnyalah berfungsi sebagai alat untuk meningkatkan Kesadaran dan bukan malah meningkatkan Ketidak Sadaran. Dalam meniti tangga peningkatan kesadaran perlu disadari bahwa “Tingkat kesadarannya adalah terus meningkat naik dan bukan malah berhenti atau malah turun” sejalan dengan semakin meluasnya wawasan, pengetahuan, & pengalaman yg dimilikinya sehingga terus-menerus belajar daripada merasa diri sudah tahu segalanya atau sebaliknya menganggap misteri kehidupan tidak mungkin bisa dipahami dan tidak mau belajar lagi.

Peningkatan Kesadaran Intuitif  haruslah seiring sejalan dengan peningkatan kelembutan hati serta peningkatan Akhlak menuju akhlak yang terpuji (Akhlakul karimah). Yang merupakan pertanda bahwa jiwanya telah memperoleh sinar Cahaya Yang Terpuji (Nur Muhammad) yang bersemayam di dalam dadanya. Bila tidak demikian, itu artinya kesadaran intuitifnya berada dalam bimbingan kuasa kegelapan dan tidak dituntun oleh Cahaya Kebenaran.

Karomah Bukan Derajat Luhur
Tidak setiap orang yang memiliki keistemewaan itu sempurna kebersihan batin dan keikhlasannya. Saat ini publik ummat sering menilai derajat luhur seseorang dari kehebatan-kehebatan ilmu dan karomahnya. Syeikh Abu Yazid al-Bisthamy pernah didatangi muridnya, yang melaporkan karomah dan kehebatan seseorang.

“Dia bisa menyelam di lautan dalam waktu cukup lama…”
“Saya lebih kagum pada paus di lautan…”
“Dia bisa terbang…!” kata muridnya.
“Saya lebih heran, burung kecil terbang seharian…karena kondisinya memang demikian,” jawabnya.“Lhah, dia ini bisa sekejap ke Mekkah…”
“Saya lebih heran pada Iblis sekejap bisa mengelilingi dunia…Namun dilaknat oleh Allah.”

Suatu ketika orang yang diceritakan itu datang ke masjid, tiba-tiba ia meludah ke arah kiblat.

“Bagaimana ia menjaga adab dengan Allah dalam hakikat, sedangkan adab syariatnya saja tidak dijaga..” kata beliau.

Banyak orang yang mendalami ilmu pentetahuan, mampu membaca dan mengenal dalil, kitab-kitab, bahkan memiliki keistemewaan, tetapi banyak pula diantara mereka tidak bersih hatinya, tidak ikhlas dalam ubudiyahnya.

Begitu pula ketika karomah dan tanda-tanda yang hebat itu disodorkan pada Sahl bin Abdullah at-Tustary, ra, beliau balik bertanya, “Apa itu tanda-tanda? Apa itu karomah? Itu semua akan sirna dengan waktunya. Bagiku orang yang diberi pertolongan Allah swt untuk merubah dari perilakunya yang tercela menjadi perilaku yang terpuji, lebih utama dibanding orang yang punya karomah seperti itu.”

Sebagian Sufi mengatakan, “Yang mengagumkan bukannya orang yang memasukkan tangan ke kantong sakunya, lalu menafkahkan apa saja dari kantong itu. Yang mengagumkan adalah orang yang memasukkan tangannya ke kantong sakunya karena merasa ada sesuatu yang disimpan di sana. Begitu ia masukkan tangannya ke sakunya, sesuatu itu tidak ada, namun dirinya tidak berubah (terkejut) sama sekali.”

Jadi karomah itu sesungguhnya hanyalah cara Allah memberikan pelajaran kepada yang diberi karomah agar perjalanan ruhaninya tidak berhenti, sehingga semakin menanjak, semakin naik, dan bukan untuk menunjukkan keistemewaanya.

Haikinya Yang lebih istimewa adalah Istiqomah. Karena itu para Sufi menegaskan, “Jangan mencari karomah, tetapi carilah Istiqomah.” Sebab istiqomah itu lebih hebat dibanding seribu karomah. Dan memang, hakikat karomah adalah Istiqomah itu sendiri.

Bahkan Imam Al-Junayd al-Baghdady pernah mengingatkan, betapa banyak para Wali yang terpleset derajatnya hanya karena karomah. Syeikh Abdul Jalil Mustaqim pernah mengatakan, ketika anda diludahi seseorang dan anda sama sekali tidak marah, itulah karomah, yang lebih hebat dibanding karomah yang lainnya.

Ketika dalam sebuah perkumpulan Thariqat Sufi, tiba-tiba ada seseorang datang, dan langsung membicarakan kehebatan ilmu ini dan itu, karomah si ini dan si itu. Lalu seseorang diantara mereka menegur, “Mas, kalau di sini, ilmu-ilmu seperti yang anda sampaikan tadi hanya dinilai sampah. Jadi percuma sampean bicara sampah di sini…”

Ada seseorang disebut-sebut sebagai Wali:
“Wah dia itu wali, bisa baca pikiran orang, dan kejadian-kejadian yang pernah kita lakukan walau pun sudah bertahun-tahun lamanya…”
“Lhah, orang yang punya khadam Jin juga bisa diberi informasi oleh Jinnya tentang kejadian yang lalu maupun yang akan datang… Jadi hati-hati…”

“Beliau itu keturunan seorang Ulama besar..”
“Tidak ada jaminan nasab itu, nasibnya luhur di hadapan Allah…”

Dan panjang sekali kajian soal karomah dan kewalian ini, yang butuh ratusan halaman. Tetapi kesimpulannya, seseorang jangan sampai mengagumi kehebatan lalu mengklaim bahwa kehebatan itu menunjukkan derajat di depan Allah. Tidak tentu sama sekali. Sumber : Sufinews

Jadi, Indra ke enam & intuisi itu penting tetapi ada proporsinya…. Harus ada remnya, jangan sampai kebablasan….. Karena anda bisa kehilangan Rasionalitas & Iman anda….

Ingat, Anugrah bisa berubah menjadi KUTUKAN. Bila tidak di kawal dengan sikap kehati-hatian, peningkatan KESADARAN, dan iman Tauhid yang kuat terhadap Tuhan. So, be carefull…

Kesadaran; Alat Untuk Membuka Rahasia Rumus Tuhan
Adalah menjadi tugas umat manusia untuk membuka tabir rahasia kehidupan. Baik dimensi fisik (wadag), maupun dimensi metafisik berupa misteri alam kegaiban. Semakin banyak kita mengungkap hukum-hukum alam, kodrat alam atau kodrat Tuhan, maka akan semakin banyak terungkap misteri kehidupan ini. Sedangkan saat ini, prestasi manusia seluruh dunia mengungkap rahasia kehidupan mungkin belum lah genap 0,0000000001 % dari keseluruhan rahasia yang ada. Terlebih lagi rahasia eksistensi alam gaib.

Kebenaran rasio seumpama membayangkan laut. Kebenaran empiris melihat permukaan air laut. Kebenaran intuitif ibarat menyelam di bawah permukaan air laut. Tugas penjelajahan ke kedalaman dasar laut bukan lah tugas akal-budi, namun menjadi tugasnya sukma sejati yang dibimbing oleh rasa sejati. Intuisi telah menyediakan pengenalan bagi siapapun yang ingin menyelam ke kedalaman laut.

Kesadaran adalah Proses yang Dinamis
Berawal dari ketidaksadaran lalu berproses menjadi kesadaran tingkat awal yakni kesadaran jasad/ragawi. Dari kesadaran jasad meningkat menjadi kesadaran akal-budi yang diperolehnya setelah manusia mampu menganalisa dan menyimpulkan sesuatu yang dapat ditangkap oleh panca-indera. Seiring perkembangan kedewasaan manusia, kesadaran akal-budi (nalar/rasio) meningkat secara kualitatif dan kuantitatif. Tahap ini seseorang baru disebut orang yang pandai atau kaya ilmu pengetahuan. Kesadaran akal-budi ini bersifat lahiriah atau wadag, jika dikembangkan lebih lanjut akan mencapai kesadaran yang lebih tinggi yakni kesadaran batiniah.

TAHAP-TAHAP KESADARAN SECARA UMUM
by. SABDA LANGIT (edited)

1. Kesadaran Jasad
Pada tahap kesadaran jasad ini tidak ada nilai baik dan buruk. Prinsip kebenaran manakala segala sesuatu berjalan sesuai hukum atau kodrat keseimbangan alam lahir, bukan kebenaran sejati yang ada dalam alam batin. Sekalipun membunuh, binatang tidaklah bersalah, karena ia hanya mempertahankan wilayahnya, atau demi memenuhi kebutuhan perutnya. Setara dengan perbuatan bayi mengencingi jidat presiden bukanlah pelanggaran norma hukum dan norma sosial. Karena kesadaran bayi sepadan dengan kesadaran hewani atau orang hilang ingatan, yakni sebatas kesadaran jasad dan tentunya belum berada dalam koridor konsekuensi norma baik dan buruk. Bayi dan hewan tidak memiliki tanggungjawab sebagai konsekuensi atas kesadaran jasadnya, lain halnya dengan kesadaran akal-budi manusia dewasa. Sudah menjadi kodrat atau rumus alam bahwa semakin tinggi kesadaran makhluk hidup, akan membawa dampak pada tanggungjawab lebih besar pula.

2. Kesadaran Akal Budi
Setingkat lebih tinggi dari kesadaran jasad adalah kesadaran akal-budi atau rasio. Kesadaran akal budi berkaitan erat dengan proses pembelajaran dan sosialisasi (pendidikan). Pada usia tertentu seorang bayi akan mulai belajar memanggil ibunya, ayahnya, bisa tersenyum dan minta susu. Hal itu terjadi karena kesadaran jasadnya telah mengalami transformasi pada kesadaran aka-budi. Ditandai kemampuan akal-budinya merespon rangsangan atau stimulus. Rangsang atau stimulus tak ubahnya data yang akan diproses oleh software akal-budi menggunakan hardware otak. Maka kesadaran akal-budi merupakan kegiatan ilmiah yang melibatkan pengolahan data-data. Pada tahap ini upaya manusia mengungkap tabir misteri hukum alam sudah lebih maju karena menggunakan kemampuan rasio atau akal budinya.

3. KESADARAN INTUITIF
Di atas Kesadaran Akal Budi adalah kesadaran Intutif. Sekalipun gaib/abstrak, daya kerja intuisi dapat dibuktikan secara logic dan empiris. Hanya saja pembuktian terencana dan empiris lebih sulit dilakukan. Karena pada umumnya intuisi tidak terkelola dengan baik sehingga daya kerjanya hanya bersifat spontanitas saja. Pembuktiannya juga lebih sering bersifat (seolah-olah) kejadian spontanitas sehingga dianggap kejadian yang “kebetulan” yang tidak ada korelasinya. Seorang enterpreneur sejati, seniman dan orang-orang sukses kadang menggunakan intuisinya untuk memilih mana orang yang tepat sebagai partner, mencermati peluang bisnis dan menciptakan kesempatan emas untuk membangun sebuah usaha. Disiplin ilmu menjadi sekedar alat untuk menggaris bawahi atau menguatkan kebenaran intuisinya di samping sebagai alat pembuktian secara obyektif. Intuisi adalah awal dari kesadaran kita sekaligus menjadi jurus untuk membuka jalan mana yang tepat dan benar untuk dipilih.

4. KESADARAN SPIRITUAL
Adalah Kesadaran Tertinggi karena kesadaran ini sudah bersinergi dengan tuntunan Cahaya Ilahi. Sebuah kesadaran murni yang sudah melepaskan diri dari kemelekatan kepada segala sensasi dan suka duka dunia. Hidupnya Ikhlas dan Ridlo untuk selaras dengan Tuhan. Ridlo adalah sebuah kondisi kepasrahan dan keikhlasan hati kepada Tuhan dengan tanpa syarat.

Ujung dari proses perkembangan kesadaran manusia dalam tradisi ilmu jawa adalah diraihnya kesempurnaan hidup (ngelmu kasampurnan), atau ilmu kesempurnaan, wikan sangkan paran. Filsafat hidup yang termuat di dalam Ngelmu kasampurnan adalah gambaran kesadaran tertinggi manusia (highest consciuousness). Maka dalam istilah Jawa ilmu kasampurnan disebut pula ilmu kasunyatan, ilmu tuwa, ilmu sangkan paran. Hampir sepadan dalam tradisi mistis Islam disebut makrifat. Pedoman hidup atau kebijaksanaan yang dihayati adalah ; wikan sangkan paran, mulih mulanira, dan manunggal. Memahami asal muasal manusia, kembali kepada Hyang Mahamulya, dan manunggal ke dalam kesucian Zat Asal Muasal Dirinya.

KOMENTAR BEBERAPA TEMAN FACEBOOK :
LINK STATUS https://www.facebook.com/groups/kultivasi/?id=250109175035131
Neng Tawang Ono Lintang
Wa’alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh…
met pagi mas Edi… semoga kita selalu berada dalam bimbingan NYA…
sedikit berbagi dan sambung lidah dengan apa yang neng dengarkan semalam dari seorang guru…
beliau mengingatkan hal yang sama juga, tentang hal “indra ke enam”, jangan terlalu sering mengasah dan berada di situ, karena akan banyak mendatangkan mudrahat pada diri sendiri juga pada orang lain.
kita akan mudah dan selalu melihat ke orang lain dengan “pandangan” kita.
kadang tak sengaja melihat aib orang lain, bukankah ini akan mengotori hati kita? juga tuk orang yang kita nilai dan lihat, pada saat kita tak bisa mengunci lisan kita, akan menyebarkan aib orang itu pada orang banyak dan orang itupun akan merasa “tidak aman” berada dekat kita…

LINK STATUS : https://www.facebook.com/wongsedayu/posts/259407704095255
Sya’wanah IshaqyWa’alaikum salam. Terkadang dalam diri ini menolak karna hal tersebut seperti bukan umumnya orang. Cara menstabilkannya gimana bapak? Maaf..

Edi Sugianto Wong Gresik Nah, iya khan mas Sya’wanah Ishaqy, malah merepotkan bukan bila berlebihan…?? Untuk menstabilkannya adalah memperkuat syariat dan memperbanyak kerja yg terkait dengan fisik. Serta kurangi meditasi ataupun zikir, ganti dengan tadarus al-quran aja……………

Sya’wanah IshaqyBapak Edi saya ibu2.. Hmmm..
@ Betul sekali bapak. Dulu2 emosi ini suka sekali melonjak2 klo ada Kejadian yg akan terjadi. Kadang nangis sendiri, eee gak tahunya ada yg meninggal. Stelah mulai menghafal Al_qur’an mulai rada dingin. Bagaimana dg bacaan sholawat? Katanya hal tersebut juga bisa meredam dan meninginkan juga. Syukron bapak?

Edi Sugianto Wong GresikSya’wanah Ishaqy : Maaf bu… he..he..he.. Intinya adalah mengembalikan kesadaran ke dunia nyata. Dan menurut saya berzikir sholawat itupun termasuk perlu dikurangi…. Memang nuansanya sejuk. Tetapi itu akan membuat kesadaran anda masih lebih kuat ke ghobiyahannya….

Sya’wanah Ishaqy maksud ke ghobiyahannya gimana?

Edi Sugianto Wong GresikSya’wanah Ishaqy : artinya kesadaran anda masih kuat untuk tertarik masuk ke alam gaib…..

Sya’wanah Ishaqyhmmm.. Iya juga! Tapi klo sandarannya Ilallah apakah bisa memperjam indranya juga? Sholawat tp bathinnya Allah Allah, gimana bapak?

Edi Sugianto Wong GresikSya’wanah Ishaqy : Ibadah itu banyak macamnya bu… Jadi pilihlah ibadah yg tidak terlalu menguras konsentrasi energi fikiran… Semua terserah anda, nampaknya anda ingin menstabilkan tetapi tidak ingin melepaskan… jadinya dilema buat anda….

Sya’wanah Ishaqy‎2 lagi, bagaimana melepaskan aura kuat yg ada didalam diri. 2, bagaimana caranya agar percaya diri itu bangkit lagi? Matur nuwun bapak.

Edi Sugianto Wong GresikNah, kalau masalah power, Harus bertemu saya untuk latihan private bu Sya’wanah Ishaqy. Gak bisa saya jelaskan lewat forum ini…….

Sya’wanah Ishaqymenstabilkan dan tidak ingin melepaskan, bisa iya dan bisa tidak. Krn hampir 6 th sdh mulai melemah dan gk saya perdulikan. Cuman akhir2 ini mulai hadir lg. Maaf ya bapak..

Sya’wanah IshaqyinsyaAllah, klo Allah mentaqdirkan pasti ketemu.

Edi Sugianto Wong Gresik Amin……

Sya’wanah Ishaqy insyaAllah, klo Allah mentaqdirkan pasti ketemu.

Sya’wanah Ishaqy syukron masukannya bapak..

Edi Sugianto CHt Yups……..

Saya juga pernah berdiskusi via inbox Fb dengan seorang sahabat, dia merasa tidak bisa hidup dengan normal karena dia bisa melihat wujud manusia dalam bentuk hewan. Yang sejatinya merupakan perwujudan kondisi nafsu yang dominan pada seseorang. Kelihatannya ini sebuah anugrah, tetapi faktanya bagi dirinya ini adalah sebuah kemampuan yang tidak dikehendaki dan menjadi sebuah beban mental baginya ketika berhadapan dengan  orang lain.

Kisah dari sahabat yang lainnya lagi, sejak dia menekuni dunia kewaskitaan dan menjadi ahli meraga sukma & trawangan. Bisnisnya senilai milyaran rupiah jadi terbengkelai hingga akhirnya dia bangkrut total. Dan baru setelah bergabung dengan NAQS, dia sudah mulai sadar dan mulai menata hidup baru.

Untuk dua sahabat terakhir ini, tidak bisa saya sebutkan namanya. Dan tidak bisa saya tampilkan di sini diskusi saya dengan mereka, karena bersifat Rahasia.

PENDAPAT Anand Krishna tentang Meditasi & Indra Ke Enam :
Sensasi Badaniah Justru Harus Dihindari

detikcom – Jakarta, Apa yang didapat orang dari meditasi? Ketenangan, pencerahan? Lalu apa bentuknya, melihat cahayakah? Sebentar kita temui Anand Krishna, penulis dari puluhan buku yang berkaitan erat dengan meditasi.

Banyak pengalaman orang yang menceritakan saat bermeditasi, mereka melihat warna-warna, merasakan getaran dalam tubuhnya. Apakah berbagai pengalaman itu esensial?

Begini, pengalaman yang sesungguhnya itu tidak bisa dijelaskan, melampaui kata-kata. Justru sensasi-sensasi badaniah, lahiriah yang sering dikaitkan dengan meditasi, itu sesungguhnya harus dihindari malah. Misalnya saat orang bermeditasi dia merasa getaran, dia melihat cahaya, ini masih merupakan produk dari panca indera, yang sering disebut sixth sense atau indera ke-enam. Indera ke-enam ini cuma ekspansi dari indera-indera yang ada.

Bagi saya indera yang satu ini bukan suatu hal yang merupakan evolusi dalam diri manusia, tidak. Tapi justru kadang-kadang malah devolusi, degradasi. Misalnya penciuman kita jauh lebih jelek dari penciuman anjing. Seekor anjing jika mencium saputangan saya dia bisa melacak saya. Saya nggak bisa.

Seorang paranormal yang mengaku dirinya hebat bisa melacak maling segala, dia justru masuk ke alam bawah sadar, lalu masuk ke memori anjing (di sini Anand tampaknya mulai menyentuh topik reinkarnasi, ia mengatakan orang masuk ke memori anjing) untuk melacak. Jadi dia bukan mengalami peningkatan, malah penurunan.

Jadi itu cuma akibat sampingan saja tampaknya. Lalu tahap berikutnya? Tahap lebih tinggi dari indera kita itu apa?

Beyond the physical senses, melampaui indera-indera itu, dalam bahasa saya (tapi mari tidak terkecoh oleh bahasa, ujarnya) saya menamakannya kesadaran, mungkin dalam bahasa inggris “awareness” ya, saya tidak menggunakan istilah consciousness, karena dalam bahasa psikologi sekarang kita sedang bicara ini dianggap conscious, tapi ini bukan sadar, kita cuma sekedar jaga: “awake” tapi belum “aware”.

Mungkin “awareness” ini berkaitan dengan pengalaman Anda saat bertemu dengan seorang lama di Tibet?

Setelah bertemu dengan seorang lama (pertapa tibet), di situ saya baru belajar menghadapi hidup sebagaimana adanya, seutuhnya. Hidup seutuhnya berarti bukan cuma suka tapi juga duka. Bukan cuma mawar tapi ada duri juga. memang kita nggak bisa milih, kalau hidup ya harus seutuhnya, dua-duanya harus kita terima.

Pertemuan dengan lama ini membuat saya sadar bahwa kematian itu juga bagian dari hidup. Jadi kalau saya harus menerima hidup, saya juga harus menerima kematian. Menerima bukan nerima pasif, tapi dinamis sekali, berarti kalau hidup itu merupakan tantangan, saya hidup menerima tantangan.

Ini yang membuat saya rileks. Sangat ilmiah, bisa dijelaskan secara ilmiah. (Saat meditasi) ketegangan otak berkurang, manusia menjadi rileks sekali, sedangkan dalam keadaan rileks itu daya tahan tubuh meningkat, organ-organ dalam tubuh menciptakan antibodi, enzim-enzim, hormon-hormon yang dibutuhkan tubuh. Sesungguhnya nggak ada magic nggak ada mukjijat, nggak ada apa-apa.

Kisah dari Blog tetangga : Efek Buruk Indra Ke-enam
Cerita Misteri – Hi! gw Devi mw share pengalaman pribadi gw waktu liburan ke Lombok Agustus tahun ini. Tapi, maaf sebelumnya kalo penulisannya berantakan.

Gw emang sensitif terhadap keberadaan mahluk di luar dimensi manusia. Jadi terkadang bisa tahu, kalau ada mahluk seperti apa, dimana, dan sedang apa. Bahkan terkadang suka kelihatan. Awal2 gw emang sering takut, tapi berhubung kata seseorang yg punya indra keenam bilang kalo gw emang punya “penjaga”, itu membuat gw jadi tenang dan ga takut lagi, malah terkadang gw malah suka seperti ingin mendeteksi dimana mereka berada. Gw tw ini tindakan yang salah.

Jadi begini, waktu itu gw sama nyokap gw, dan sama 2 orang temen nyokap (sebut Tari dan Nia) nginep satu kamar di sebuah hotel di Lombok. Waktu itu entah kenapa rasanya gw merasa ga diterima di kamar itu, dan semakin gw rasain semakin gw ngerasa ga enak di kamar itu, padahal gw uda bilang permisi2. Kamar itu kosong, tapi entah kenapa rasanya rame banget. Pokoknya gw uda punya feeling ga enak deh di kamar itu terutama di kamar mandinya. Tapi akhirnya gw putusin, untuk jangan terlalu dirasain dan dipikirin.

Tapi ternyata bener aja feeling gw, mulai banyak kejadian aneh. Mulai dari waktu gw mandi tiba2 lampu nyala redup sendiri, sampe akhirnya gw baca doa sambil mandi tuh lampu nyala redupnya makin kenceng, sementara yang lain kalo mandi ga kenapa2.

Selesai mandi gw duduk2 di kasur sambil maen Hp, dari tadi entah kenapa ada yang maenin dari arah kolong ranjang. Pas gw tengok, bener aja ada anak kecil, tapi kecil banget sekitar 1 meter ga nyampe mungkin, item, jongkok, lagi senyum2 di situ, pas gw liat dia langsung kaya ilang. Gw uda takut sebenernya, cuma ga berani ngomong sama yang laen takut mereka pada takut.

Sampe akhirnya gw putusin bwt berdoa sebelum tidur. Sementara nyokap dan 2 temennya uda tidur pules. Setelah berdoa, entah kenapa kaya ada yang peringatin gw supaya “jangan tidur malem ini, kalo bisa bergadang sampe pagi”. Tapi gw pikir cuma perasaan gw akhirnya gw tetep tidur.

Ga twnya bener aja, belum juga gw tidur (baru dalam proses menuju tidur) serentak badan gw ga bisa bergerak dan sesak napas, terus kaya ada banyak orang yang megangin gw,kebetulan gw tidur dalem posisi tengkurap, pas gw nengok belakang ternyata uda ada 4 orang cowok besar2 badannya, tapi wajahnya pucat, dan sangat lebar melebihi manusia normal, terus giginya bercaling dan ada juga yang berduri seperti landak. Mereka berbaris berbanjar ber4 lalu seperti berusaha menerobos masuk ke badan. Gw berusaha sekuat tenaga bwt sadar supaya bisa bergerak dan bicara. Sesaat gw ngerasa bisa bergerak, gw langsung teriak manggil nyokap gw dan badan gw tiba2 terpental ke arah Nia, temen nyokap yang lagi tidur pules, serentak Nia bangun sambil teriak2 histeris seperti orang kesurupan sambil nyakarin muka gw. Setelah itu gw sadar dan akhirnya semua orang bangun, dan manggil orang pinter buat nyadarin Nia.

Setelah Nia sadar gw pikir masalah selesai, besoknya gw cabut pulang ke Tangerang, eh ternyata Ntu mahluk malah ngikut gw sampe Tangerang, sampe akhirnya gw ke orang pinter bwt nyuruh tuh mahluk pulang. Sumpah abis itu badan gw panas dingin beberapa hari, lemes dan pada sakit2.

Sekarang gw kapok ngerasa-rasain hal begituan lagi, ini juga jadi pelajaran bwt gw dan orang2 yang mungkin kaya gw juga klo berada di tempat yang sekiranya ada penunggunya jangan malah dirasa-rasain, yang ada mereka malah seneng gangguin kita, atw lebih parah lagi mereka malah merasa kita ‘nantang’ mereka dengan mengganggu mereka, karena mereka tw. Gitu sih kata orang pinter yang ngobatin gw.

Yah, segitu aja dulu cerita dari gw, thanks banget bwt admin klo mw nampilin cerita dari gw. Thanks bwt pembaca blog ini kalo uda mw baca.

PELAJARAN SELANJUTNYA KLIK Di Sini..

Hormon Mata Ketiga & Indra Ke Enam

Jaman dahulu, kalau orang menginginkan menjadi cenayang yang mempunyai kewaskitaan dan indra ke-enam yang tajam, weruh sajroning winarah, dapat melihat sebelum terjadi, maka mereka harus menjalani tapa brata ngebleng pati geni, pitung dina pitung mbengi. Meditasi dalam ruangan gelap gulita selama tujuh hari tujuh malam. Mengapa demikian ?

Para guru jaman itu, pasti tidak bisa menjelaskan mengapa demikian ! Ternyata, akhir-akhir ini ada laporan penelitian dari Thailand dan Netherland yang menyebutkan adanya beberapa hormon yang menyebabkan seseorang menjadi cenayang setelah bermeditasi di ruang gelap selama 7 hari berturut-turut. Menarik kan ?

Pada saat seseorang bermeditasi dengan cara memejamkan matanya di ruangan gelap, maka kelenjar Pineal menghasilkan Melatonin. Produksi Melatonin ini hanya sampai maksimal 2 – 5 miligram per hari. Disamping mengatur “jam biologis” manusia, melatonin ini juga bermanfaat bagi perkembangan kesadaran spiritual.

Setelah meditasi memasuki hari ke 3, dan melatonin mencapai 15 – 20 mlgram, maka Kelenjar Pineal menghentikan produksi Melatonin dan menggantinya dengan memproduksi Pinolin.

Pinolin yang bersifat superkonduktor inilah yang merangsang timbulnya kemampuan seseorang untuk menjadi cenayang. Sehingga dengan kadar Pinolin yang tinggi, orang akan dapat terbangkitkan kepekaan dan kemampuan kewaskitaannya, melihat, mendengar, dan merasa dengan menggunakan indera ke enamnya.

Setelah meditasi berlanjut sampai hari ketujuh atau kedelapan, maka kelenjar Pineal mulai memproduksi hormon 5-Meo-Dimethyltryptamin ( DMT ).. Pada saat kadarnya dalam darah mencapai 25 mlgram, maka terbukalah “mata ketiga” yang posisinya di belakang kening ( c. ajna ). Cakra Ajna inilah yang antara lain mengatur ketajaman kewaskitaan, kecerdasan dan kesadaran spiritual manusia.

Nah, setelah mengetahui rahasianya ini. Maka kita tentu tidak perlu sampe puasa pati geni, ngebleng, dll. cukup kita sering bermeditasi atau berzikir di ruangan yang pencahayaannya remang-remang saja itu sudah cukup. Jadi tidak perlu sampai gelap total. Dan tidak perlu sampai meninggalkan aktifitas keseharian kita. he..he..he… santai saja, biar Indra ke enam kita berkembang secara alamiah. Tidak perlu ambisi dan memaksakan diri. Penjelasan selengkapnya mengenai hormon tersebut, teruskan membaca yang di bawah ini.

Empat Hormon Yang Terlibat Dalam Kecerdasan Intuitif Dan Kecerdasan Spiritual
1. Melatonin.
Melatonin dihasilkan oleh kelenjar pineal dalam keadaan gelap. Setiap malam bila orang tidur dengan lampu padam maka melatonin diekskresikan. Bila orang tidur dengan lampu bernyala maka produksi melatonin tidak lancar akibatnya pagi hari esoknya orang bangun dengan perasaan tubuh kurang bugar. Melatonin juga dihasilkan (sedikit sekali) apabila orang bermeditasi dengan cara memejamkan mata atau diruangan yang gelap. Produksi melatonin hanya maksimal 2 – 5 mg perhari. Melatonin dihasilkan juga oleh hewan dan mengatur pola hibernasi beruang – misalnya – yang harus tidur selama berbulan-bulan pada musim dingin. Melatonin mengatur jam biologis manusia sehingga terbangun dan mengantuk pada waktunya. Ini penting bagi hewan karena hewan tidak mengenal jam mekanik tetapi matanya peka terhadap ultra violet UV matahari yang menghambat produksi melatonin pada siang hari tetapi merangsang produksi melatonin pada malam hari. Melatonin juga bermanfaat bagi berkembangnya kesadaran spiritual. Injeksi melatonin kimiawi membawa efek sedatif (penenangan) namun membawa akibat samping ketagihan.

2. Pinolin.
Menurut penelitian Mantak Chia yang memperkenalkan system meditasi kamar gelap (Darkroom meditation) setelah hari ketiga meditasi dalam alam kegelapan maka kadar melatonin mencapai tingkat 15 sampai 20mg di dalam darah, maka kelenjar pineal berhenti mengekskresikan melatonin dan mulai memproduksi pinoline yang bersifat superkonduktor dan meningkatkan replikasi sel-sel tubuh (mitosis) dan interkalasi dengan molekul-molekul DNA. Historisnya, zat pinoline hanya dihasilkan dalam rahim wanita yang sedang mengandung, dalam “lucid dreaming” dan dalam pengalaman pra-mati (Near Death Experience atau NDE).

Pinolin inilah yang merangsang terjadinya clairvoyance, clairaudiencedan clairsentience. Tanpa kadar pinoline yang tinggi jangan harap terjadi gejala-gejala metafisis tersebut. Atau dibalik pernyataannya, orang yang memiliki bakat alami akan ketiga jenis penglihatan, pendengaran, pe-roso-an (roso Jawa tidak identik dengan rasa) batin tersebut pastilah ditubuhnya secara alami memiliki kadar pinoline yang tinggi.

Demikianlah sehingga pinoline membantu dalam proses dekoding DNA yang memuat “collective memory” dari nenek moyang seseorang sehingga ia menemukan informasi senilai harta karun yang tersembunyi. Pola decode yang diberikan oleh otak kanan itu akan berupa cahaya, suara, pengetahuan (ilham) dan realisasi.
Tubuh manusia memiliki enam trilyun sel dan setiap sel dapat “berkomunikasi” dengan setiap sub- artikel atom yang bertebaran di seluruh ruang angkasa ini. Setiap sel itu memiliki “kecerdasan” dan mampu berkomunikasi satu sama lain. Maka tidak heran kalau dengan kadar pinolin yang tinggi manusia mampu “membaca” kepingan-kepingan memory yang tertinggal pada partikel-partikel atom di manapun di alam semesta ini.

Boleh dikatakan pinoline memungkinkan pintu menuju atas sadar manusia terbuka dan manusia dapat mengakses informasi yang terdapat di sana dan di mana-mana. Maka membaca “jejak memory” yang menempel pada HP seseorang yang tidak dikenal atau arloji yang dipakainya relative merupakan sesuatu yang “bukan mustahil”. Partikel atom garam yang berasal dari keringat seseorang atau hormone pheromone dari tangannya masih menempel pada HP atau arloji itu – sesuai hukum kekekalan zat dan memuat “sebagian memory” dari si pemiliknya.

3. Hormon 5-MeO-DMT.
Setelah berada dan bermeditasi selama 6 sampai 8 hari terus menerus maka kelenjar pineal mulai memproduksi hormon ini. Hormon ini bersifat luninesens (medatangkan cahaya) dan fosforensens karena sejumlah fosfen disalurkan ke korteks mata dan orang melihat sinar terang di kepalanya.

Penelitian oleh trio E.P.A.Van Wijka; J. Ackermanc; R.Van Wijka,b (aInternational Institute of Biophysics, Neuss, Germany bUtrecht University, The Netherlands cCottage Hospital, Santa Barbara, CA, USA) menunjukkan bahwa meditasi menghasilkan emisi foton ultra-lemah (UPE = Ultra Weak Photon Emission) pada lengan dan dahi para meditator yang diobservasi.

Maka tidak heran kalau lukisan para aulia dalam agama apapun selalu diberi latar belakang sinar terang di belakang kepala mereka dan disertai halo (gelang sinar di kepala). Bagaimana mungkin semua agama memperlihatkan kecenderungan yang sama apabila fenomena tersebut hanya bersifat fiktif atau artifisial?
Pada tingkat itu NMDA-I (‘N-Methyl-D-Aspartare Inhibition’) biasanya muncul. Ini merupakan “wujud halus” proses perlambatan daripada signal-signal input glutamat ke dalam sel-sel. Dan hal ini mempermudah sistem syaraf untuk menyebabkan elektron-elektron berhenti beredar di dalam sel-sel, yang pada gilirannya menyebabkan tingkat meditasi menjadi jauh lebih mendalam lagi. 5-MeO-DMT berinterkalasi dengan perantara RNA. Orang dapat melihat visualisasi holon, seperti memahami pikiran-pikiran pra-bahasa (bahasa telepatik).

4. Dimethyltryptamin (DMT)
Pada hari kesembilan sampai duabelas dalam meditasi dalam ruang gelap total, maka kadar hormone DMT dapat mecapai 25 mg dalam darah. Maka terbukalah apa yang dinamakan “mata ketiga” dam orang secara spiritual dengan “tubuh energi”-nya mampu melayang ke antariksa melampaui dimensi ruang dan waktu.

TM-Sidhi Course pernah mengajarkan selain “flying sidhi” juga teknik `menembus tembok” ini tetapi course semacam ini setahu saya belum pernah diadakan di Indonesia. Dalam course Darkroom Meditation ini selepas 12 hari maka para meditator akan memiliki pandangan mata inframerah dan ultraviolet serta mampu berlari-lari antar ruangan dengan benar-benar “menembus tembok’ dan `tembus orang” dengan cara melihat dan menembus “pola panas tubuhnya” (heat patterns). Pada tahap inilah orang mulai memahami serta mengalami apa yang dinamakan `unconditional love” atau “agape” yaitu jenis kasih yang bersifat ilahi (bukan kasih manusiawi atau sekedar homofil lagi).

Ilmuwan “Menemukan Kembali” Mata Ketiga
Pentingnya mata ketiga yang dikenal juga sebagai mata kebijaksanan, telah diketahui oleh para pencari Kebenaran dan praktisi rohani selama berabad-abad, namun baru-baru ini keberadaannya baru diakui oleh ilmu pengetahuan modern. Sebagai contoh, dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh orang Rusia baru-baru ini, negatif (film) yang diletakkan di dalam sebuah amplop yang tidak tembus cahaya mulai berkembang menjadi gambar foto setelah diletakkan di atas dahi seseorang. Menurut peneliti utama riset ini, Vitaly Pravdivstev, “Pengujian ini mengungkapkan bahwa orang-orang tertentu sanggup memancarkan apa yang disebut “gambaran otak” dari suatu tempat di dalam dahi.”

Pravdivstev terus menunjukkan hubungan antara kemampuan ini dengan pusat otak yang dikenal sebagai mata ketiga. Ia menyatakan, “Tradisi orang Asia kuno dapat membuktikan perkiraan kita: Mereka mengatakan bahwa radiasi datang dari pusat energi manusia. Ilmu pengetahuan esoterik menyebut pusat ini sebagai mata ketiga.”

Demikian juga, keberadaan mata ketiga pada hewan-hewan tertentu telah dibuktikan di bidang zoologi. Banyak reptil dan burung memiliki mata ketiga yang berhubungan dengan kelenjar pineal. Mata ini tidak melihat dengan cara yang sama seperti mata fisik, tetapi mata ini dapat merasakan cahaya dan panas. Selain itu, kelenjar pineal manusia telah terbukti memiliki penerima cahaya dan memproduksi melatonin, suatu zat yang pelepasannya ditentukan oleh sejumlah cahaya yang diterima tubuh (lihat majalah Berita # 133,“The Pineal Gland and Melatonin (Kelenjar Pineal dan Melatonin)”.

Namun, ilmuwan umumnya meremehkan pentingnya fungsi kelenjar pineal dalam tubuh manusia. Meskipun sama dengan mata ketiga dari hewan-hewan tertentu, manusia tidak menggunakan kelenjar tersebut untuk merasakan cahaya secara langsung. Penemuan baru-baru ini menunjukkan bahwa mata fisik juga dapat memproduksi melatonin sehingga membuat peran kelenjar pineal semakin diabaikan. Akhirnya, tidak seperti pada hewan, mata ketiga manusia terpendam di dalam otak dan perbedaan tempat ini dapat membuat keberadaan kelenjar pineal manusia bahkan semakin kurang penting. Dalam istilah evolusi, kelenjar tersebut kelihatannya lambat laun menghilang daripada digunakan untuk fungsi vital.

Namun, penemuan yang dilakukan oleh Vitaly Pravdivstev yang dibahas di atas mungkin mendorong ilmu pengetahuan modern untuk menerima pandangan baru pada topik tersebut. Kemampuan untuk memproyeksikan gambar di foto telah menunjukkan bahwa organ ini sebenarnya dapat “melihat” sendiri dan bekerja melampaui tingkat keberadaan fisik. Kebanyakan dari mata ketiga mungkin berada dalam keadaan yang tidak aktif. Alasannya mungkin berbeda dengan apa yang diungkapkan oleh ilmu pengetahuan. Kelenjar pineal mungkin hanya butuh semacam pembangkitan yang Guru sebut sebagai “berhubungan kembali dengan Tuhan“ untuk mendapatkan perannya yang benar.

Pengarang lain, G de Puruker, seorang teosofis, pada tahun 1920 menulis tentang kelenjar pineal dan evolusi manusia dilihat dari sudut pandang rohani:Bahkan saat ini, kelenjar pineal merupakan sumber dari kesadaran intuisi. Pada saat kita mempunyai firasat, kelenjar ini bergetar dengan perlahan; ketika kita mempunyai inspirasi atau kilasan pemahaman intuisi, ia bergetar lebih keras. Namun demikian, mata kebijaksanaan sangat sulit digunakan, terutama karena bekerjanya kedua mata fisik kita yang menghambatnya. Seiring dengan berlalunya waktu, kedua mata akan tumbuh dengan perlahan dan bekerja semakin sempurna, namun perannya nanti akan berkurang, dan “mata pertama“ akan kembali berperan sebagaimana mestinya.

Mungkin keterangan Puruker tentang “mata pertama“ dapat menjadi tanda penting untuk mengenali Zaman Keemasan. Jika demikian, penelitian Pravdivstev dapat melambangkan pengesahan ilmu pengetahuan tentang pentingnya mata kebijaksanaan. Seperti yang dikatakan Guru, mata kebijaksanaan adalah titik dimana kita “pergi“ berhubungan kembali dengan Tuhan di dalam. Pada dasawarsa mendatang, kita semua harus lebih menghargai pentingnya hubungan kita dengan Tuhan.?

PELAJARAN SELANJUTNYA KLIK DI SINI……. 
KLIK..

BAGI YANG KETINGGALAN PELAJARAN AKTIVASI MATA KETIGA, SESI PERTAMA PELAJARAN  KLIK DI SINI…