>Visualisation Power

>Ada cerita tentang seorang pilot amerika yang tertembak jatuh dan dipenjara di Korea Utara pada saat perang Korea di tahun 1950-an. Pilot ini memiliki kegemaran untuk bermain golf, sehingga selama berada di penjara, pilot ini selalu ber-visualisasi bahwa dirinya bermain golf di sebuah turnamen dan menang… Dia habiskan waktu untuk “bermain” di 18 holes, berulang kali, ya… sekalian menghabiskan waktu di penjara yang membosankan.

Pilot ini akhirnya dibebaskan dan pulang ke Amerika. Satu hal yang langsung dia lakukan adalah memasuki sebuah turnamen golf. Coba tebak? Dengan sangat mudah, dia memenangi turnamen tersebut, yang membuat semua orang yang hadir kagum kepada dia. Orang menyangka bahwa dia dapat menang karena keberuntungan. Namun dia menjawab, tidak. Dia tau dia akan menang karena dia sudah bermain dan berlatih secara mental, mempraktekan pukulan-pukulan kemenangan (winning shots), selama bertahun-tahun, walaupun di belakang jeruji sebuah penjara…

Iklan

>Tips: Agar Otak Kanan Tidak Loyo

>

Sistem pendidikan formal terlalu mengedepankan pengembangan otak kiri. Pusat pengembangan otak kanan pun dibuka sebagai penyeimbang. Benarkah hanya seniman yang perlu memperhatikannya?

Tomi dan Nina sudah hampir menikah. Mereka mengaku saling mencintai dan berjanji setia sehidup semati.

Untuk menjaga segala kemungkinan terburuk, mereka datang ke notaris. Sebuah perjanjian harta terpisah dibuat di atas kertas bermeterai, disaksikan notaris yang berkantor di gedung mentereng di Jakarta itu. Jadi, jika suatu ketika ternyata harus berpisah, mereka hanya bisa membawa harta yang tercatat atas nama mereka sendiri secara pribadi.

Semuanya berjalan lancar, pesta pernikahan pun mulus dilangsungkan. Dan, barangkali sebagian dari kita akan menganggapnya wajar-wajar saja di zaman yang segalanya dihitung dengan materi ini.

Namun, bagi AM Rukky Santoso, penulis buku Right Brain: Mengembangkan Kemampuan Otak Kanan untuk Kehidupan yang Lebih Berkualitas, percintaan Tomi dan Nina itu tidak wajar. Percintaan itu hanya didasari oleh perhitungan untung rugi, bukan sebuah cinta yang sejati. Hal itu terjadi karena mereka terbiasa menyelesaikan masalah hanya dengan memfungsikan otak sebelah kiri. “Segalanya hanya didasarkan atas logika,” katanya.

Contoh lain, kata Rukky, adalah kecenderungan manusia hanya tergantung pada tindakan medis, pemakaian suplemen makanan dan obat-obatan untuk menjaga kesehatan. Meski, pada sebuah seminar tentang penelitian ilmu medis di Amerika, pernah diungkapkan bahwa dalam ilmu pengobatan medis modern hanya kurang lebih 25 persen yang bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Selebihnya adalah suatu tindakan trial and error alias coba-coba. Sebaliknya, upaya untuk membentengi diri dengan menciptakan kesehatan dari diri sendiri jarang dikembangkan.

Padahal, kata Rukky, di kepala manusia terdapat tiga bagian otak, yakni otak kanan, otak kiri dan otak kecil atau otak bawah sadar. Masing-masing bagian memiliki peran dan karekter yang berbeda-beda.

Otak kiri merupakan bagian otak yang bertugas berfikir secara kognitif dan rasional. Bagian ini memiliki karakteristik khas yang bersifat logis, matematis, analitis, realistis, vertikal, kuantitatif, intelektual, obyektif, dan mengontrol sistem motorik bagian tubuh kanan.

Otak kiri memiliki karakter antara lain mengontrol gerak motorik tubuh kanan – masuk akal, sistematis, mekanis – matematis, hitung-hitungan – analisa, bahasa, gambar, kata-kata – karakter garis lurus, paralel – detil, menguasai, sasaran/target – kecerdikan, keduniawian – realita dan dominan, langsung – aktif, berorientasi pada jumlah – identitas, membaca, menulis – tujuan akhir, target sasaran – bertahap-tahap dan berdasar permintaan – kecenderungan pada diri sendiri – kecenderungan lebih ke dalam diri.

Sebaliknya, otak kanan merupakan bagian otak yang berfikir secara afektif dan relasional, memiliki karakter kualitatif, impulsif, spiritual, holistik, emosional, artistik, kreatif, subyektif, simbolis, imajinatif, simultan, intuitif, dan mengontrol gerak motorik bagian tubuh sebelah kiri.

Otak kanan memiliki karakter antara lain : mengontrol gerak motorik tubuh kiri – karakter hubungan antar manusia – akustik, bunyi,musik – artistik, seni, kreativitas – simbol-simbol, sensualitas, ruang – intuisi, imajinasi, persamaan – terus-menerus, tetap, jelas – emosi-emosi, gambaran perasaan – terbuka, mengutamakan perasaan – berorientasi pada kualitas – penggandaan dan proses – spiritual dan penampakan – peduli dengan pihak lain – kepedulian pada alam dan situasi.

Sedangkan bagian otak kecil yang berada di sebelah bawah, bertugas mirip mesin perekam seluruh kejadian yang berlangsung dalam kehidupan kita. Otak kecil seringkali mengagetkan kita dengan memberikan informasi secara tiba-tiba mengenai sesuatu yang tidak kita sadari sebelumnya.

Namun, seluruh sistem pendidikan di Indonesia serta beragam aspek kehidupan ternyata hanya mampu mengembangkan belahan otak kiri tersebut. Otak kanan bahkan hanya dipandang sebagai sesuatu yang hanya bisa mendasari seseorang untuk menjadi seniman besar. Orang yang tidak akan menjadi seniman, tidak perlu mengembangkan otak kanannya. Akibatnya, kita menjadi terbiasa berfikir dengan hanya menggunakan otak kiri.

Untuk itu, Rukky membuka Right Brain Institute of Life, sebuah pelatihan pengembangan kemampuan otak kanan, di Jakarta dan Bandung. Lembaga serupa adalah Center of the Right Brain Learning (Pusat Pelatihan Otak Kanan) yang pernah dibuka di Bogor.

Saat ini, kata Rukky, sudah ribuan orang yang mengikuti program ini. Mereka terdiri dari anak-anak hingga para doktor di universitas terkemuka seperti Universitas Trisakti dan Atmajaya, Jakarta. Para peserta terbagi dalam dua model. Model pelatihan reguler dilakukan dalam 10 kali pertemuan, sedangkan model intensif hanya dua hari, yakni Sabtu dan Minggu. Biaya pelatihan kedua model ini sama, yakni Rp.750 ribu perorang.

Metode pelatihan ini, kata Rukky, bersifat ilmiah dan relatif mudah diikuti. Ia berorientasi untuk mengembangkan aktivitas kelenjar, jaringan syaraf, insting energi serta keseimbangan di dalam tubuh. Pelatihan dimaksudkan untuk memberikan stimulus kepada bagian hormon-hormon di dalam tubuh agar berfungsi secara normal. Dengan demikian hormon tersebut akan memberikan rangsangan kepada fungsi otak sebelah kanan. Hal tersebut, menurut Rukky, dalam jangka panjang bisa memberikan kesejahteraan dalam kehidupan.

Menurut Shinto B. Adelar, M.Sc, dosen psikologi perkembangan pada Universitas Indonesia, latihan pengembangan otak kanan seperti diterapkan Rukky sangat positif. Jika otak kiri saja yang dikembangkan, orang jadi kurang imajinatif dan kurang kreatif.

Shinto juga sependapat bahwa otak kanan berkaitan dengan unsur kreativitas yang bukan hanya layak dikembangkan para seniman. Ilmuwan juga perlu mengembangkannya. “Kalau nggak, dia nggak maju. Jadi, untuk mengembangkan sesuatu untuk mencari ide-ide baru,” kata Shinto.

Namun, Shinto memberikan catatan bahwa otak kiri dan otak kanan itu saling berhubungan. “Jangan salah paham bahwa otak belahan kiri dan kanan bekerja sendiri-sendiri. Jadi, meskipun pada fungsi yang khususnya, tapi masing-masing bagian itu akan lebih terbantu apabila aktivasinya dari kedua sisi,” katanya. Oleh karena itu, sebaiknya dikembangkan secara bersamaan. Sehingga, kegiatan-kegiatannya seimbang menstimulasi otak kiri dan otak kanan.

Tanpa melalui lembaga pelatihan khusus otak kanan, kata Shinto, pengembangan sebenarnya bisa dilakukan lewat sebuah latihan kecil yang sederhana. Misalnya, pengembangan bahasa yang bukan hanya untuk menyebutkan tentang fakta. Namun, bahasa juga dimanfaatkan untuk menggambarkan sesuatu yang sifatnya rekaan atau imajinasi.

Cara lainnya, kata Shinto, berhitung dengan cara-cara tertentu sebagaimana dikembangkan dalam kursus sempoa, mental aritmatika, dan sejenisnya. “Misalnya, kita memberi pertanyaan, 2+4 = berapa? Lantas, anak diharapkan menghitung, berapa ditambah berapa sama dengan enam,” katanya.

Salah seorang pengelola kursus sempoa di Jakarta, Muhammad Dilar Darmawan menyebutkan, sempoa memang mengembangkan belahan otak kanan. Namun, ia juga dimaksudkan untuk menyeimbangkan otak kiri dan kanan. “Kursus ini mencoba memaksimalkan fungsi kedua bagian otak tersebut,” kata Dilar.

Sekitar 30 anak dengan umur rata-rata enam tahun yang mengikuti kursusnya akhirnya lebih percaya diri. Mereka juga mudah mengerjakan soal-soal yang berkaitan dengan angka. “Kecepatan berpikir mereka lebih jauh dibandingkan sebelumnya,” ujar Dilar.

Apa yang dikembangkan dalam kursus otak kanan seperti milik Rukky, agaknya tidak spesifik seperti kursus sempoa atau mental aritmatika. Namun yang jelas, dengan pengembangan otak kanan inilah, hidup akan menjadi lebih berkualitas secara fisik dan psikis.

Sebagaimana dikatakan Rukky, kita kemudian akan mampu mencermati tradisi medang yang biasa dilakukan orang Jawa. Medang yang berasal dari kata wedang atau minuman adalah kebiasaan menikmati minuman hangat di petang hari sembari duduk santai di ruang terbuka. Sembari medang itulah sebenarnya mereka melakukan semacam meditasi dan kontemplasi yang akan mengaktifkan otak kanan.

(Hilman/Nur Hidayat – Tempo News Room)

SUMBER ARTIKEL : keluargacemara.com/pendidikan/tips-agar-otak-kanan-tidak-loyo.html

>Otak Kanan & Pakailah Otak

>

SENIN, 2 Juni 2008, pukul 15.30 di Plaza Indonesia, Jl Thamrin,Jakarta Pusat. Di bagian kanan super market Food Hall di lower ground, itu sebuah kedai donat Khrispy Kreme, sebagaimana hari biasa, sepi pengunjung. Dari jauh saya perhatikan ada sosok pria berkamacata duduk sendiri. Saya langsung menduga dialah sosok yang ingin saya jumpai. Baru kali itu kami bertemu. Tiga hari sebelumnya hanya ber-sms. Benar saja, AM Rukky Santoso, penulis lima buah buku; tiga tentang Right Brain (otak kanan), Brain Booster dan Body Approach, memang sudah menunggu.

Dari menulis lima buah buku, Rukky – – begitu ia akrab disapa – – kini bisa menyekolahkan dua anaknya di luar negeri, satu di Australia dan satu di Singapura. “Anda kan tahu bahwa royalty menulis buku kecil, hanya sepuluh persen dari buku yang terjual dan dibayarkan enam bulan sekali, tetapi sebaliknya saya sangat yakin menulis buku bisa kaya,” tuturnya. Dan keyakinan Rukky bukan sebatas kata.

Beberapa wanita, ibu-ibu muda berkulit bersih, tampak keluar masuk super market menenteng belanjaan. Secangkir kopi hitam, masih penuh di depan Rukky.

Lahir di Semarang, 3 Februari 1955. Hingga SMA ia menetap di kotanya. Selanjutnya ia mara ke Jakarta bersekolah dan bekerja. Perhatiannya besar kepada dunia seni.

Kesulitan ekonomi membuat sekolahnya kandas. Satu-satunya pilihan bekerja. Gawean pertama membawanya ke dunia seni; dunia film, produksi layar lebar. Berbagai pekerjaan di dunia film dijalaninya mulai dari pembantu umum, menata set, dekorasi, melukis poster film, dan terakhir art director.

Karirnya berlanjut beralih ke bidang periklanan dan pemasaran, hingga mencapai posisi manajer di PT Unilever Indonesia Tbk. Di saat karir puncak di perusahaan consumer good papan atas itu, datang tawaran dari perusahaan rokok, untuk menjabat senior manajer di bidang marketing, dengan income berlipat-lipat.

Posisi tinggi dan gaji besar di perusahaan keluarga itu, tidak membuat Rukky betah. Setelah tiga tahun bekerja, mendadak ia berbulat tekad keluar dan berusaha sendiri. “Yang kami jual kan sesungguhnya candu, rokok. Saya memberi makan keluarga dengan merampas hak hidup orang lain, dari menjejali racun” Rukky beralasan.

Ia memilih mencoba berusaha mencari pekerjaan lain.. Isterinya menangis. Berbagai fasilitas kantor tentu tak ada lagi. Rukky berkeyakinan mencari pekerjaan baru gampang. “Ternyata hingga enam bulan kemudian saya masih pengangguran,” katanya.

Suatu pagi ketika memberi makan anjing dan kucing. Pria penggemar hewan ini berpikir. Makanan anjing dan kucingnya impor. Terlintas di benaknya mengapa tidak ada pakan lokal? Ia membaca di koran bahwa, impor makanan anjing dan kucing mencapai puluhan miliar pertahun.

Rukky menelepon kenalannya di Institut Pertanian Bogor. Ia menanyakan bagaimana untuk mengetahui makanan anjing dan kucing yang baik. Hari itu itu juga berbekal bungkusan kotoran anjing dan kucingnya, Rukky ke Bogor ke laboratotium. “Saya menjadi paham, bahwa dari hasil lab, anjing dan kucing tidak membutuhkan karbohidrat, tetapi mereka butuh protein tinggi, mencapai tiga puluh lima persen, juga calsium tinggi, ” tuturnya.

Pada saat krisis ekonomi 1997 itu Rukky mulai mengolah ikan teri Medan, mencampur dengan tepung kedele, dedak – – ampas tumbukan beras. Ia lalu membeli ikan Runcah di bilangan Pelabuhan Ratu. Ramuan utama itu digiling, dicampur, laksana membuat adonan kue kering. Adonan matang dicetak menggunakan kaleng yang sudah dibentuk, persis macam cetakan kue kering (cookies), dimasukkan ke oven dan jadilah aneka pakan anjing dan kucing versi Rukky.

“Modal saya hanya lima ribu rupiah perkilogram,” ujarnya. Rukky menjual Rp 17,500/kg. Sementara pasaran makanan anjing dan kucing kala itu sudah mencapai Rp 25.000. Door to door ia memasarkan ke kawasan tinggalnya di bilangana Kelapa Gading, Jakarta Timur. Dalam tempo singkat Rukky bisa mendapatkan untung Rp 50 juta/bulan.

Ia mencatat sejarah sebagai produsen pakan anjing dan kucing pertama di Indonesia.

“Kemudian order berdatangan, ada pula yang minta pakan ikan.”

Namun karena hanya berusaha rumahan, kapasitas produksi sulit ditingkatkan. Kendati penghargaan dari Departemen Koperasi dan Usaha Kecil, memberi pernghargaan, usaha itu tidak melangkah ke industri lebih besar.

Dengan kondisi ekonomi yang lebih dari cukup dari berbisnis makanan hewan itu, pada 2000, Rukky mulailah merambah dunia tulis-menulis. Ia seakan tersadarkan, dari membaca kiri-kanan, bertanya ke berbagai pakar, berkeyakinan kemampuan otak manusia luar biasa belum dioptimal maksimal.

Maka pada 2000 itu, lahirlah buku Right Brain. Ia mencoba meyakinkan pihak Toko Buku Gramedia, bahwa buku bisa laku cepat jika dijual dengan cara proaktif. “Saya meminta kesempatan untuk disediakan waktu bagi saya di toko-toko mempresentasikan ihwal buku yang saya tulis” ujarnya.

Ternyata kiat itu jitu. Di saat Rukky usai berpresentasi, puluhan buku dibeli orang. Saya pikir ide ini laksana tukang obat di kampung-kampung, setelah berkicau, berpetuah dan mancaragam celoteh, usai itu sang pedagang obat menjajalkan dagangan. Langkah ini ia terapkan dalam menjual buku. Bukunya laris manis.

Buku pertama berlanjut ke buku ke dua dan seterusnya mencapai lima buah, hingga 2008. Tak hanya berhenti di buku, pelatihan mengoptimalkan otak kanan pun mulai bergulir. Bahkan di saat Kyai AA Gym masih berkibar, training otak kanan yang diselenggarakan Rukky, bersebelahan letaknya dengan kawasan pesentren AA. Gym, banyak jamah AA Gym yang turut mengikuti pelatihannya. “Untuk memahami manajemen qolbu, maka seseorang harus paham berbagai kelenjar yang ada di dalam tubuhnya,” ujar Rukky berpetuah.

Memang setelah mengoptimalkan otak kanan, mengaktifkan 70 kecerdesan yang ada di dalam otak – – 35 di otak kiri dan 35 di kanan – – Rukky menulis ihwal kelenjar yang ada di tubuh manusia.

Ia seakan berpetuah kepada saya, untuk berbuat terhadap orang lain, seseorang tentu harus tahu dan mengoptimalkan apa yang ada di dirinya sendiri terlebih dahulu. Bagaikan tag line iklan sebuah produk rokok, Rukky seakan mengatakan bahwa manusia itu makluk sempurna, memang bukan basa-basi.

Persoalan, apakah kesempurnaan itu sudah dioptimalkan?

Kini dari sebulan harinya, sepekan ia habiskan di Singapura. “Saya diminta oleh rumah sakit Mount Elizabeth untuk memberikan terapi kepada penderita kanker,” ujarnya pula, “Ternyata dokter di Singapura menemukan bahwa penyakit kanker, ada korelasinya dengan kejiwaan.”

MINGGU 31, Juni 2008, sehari sebelum saya berjumpa Rukky, terjadi aksi brutal yang dilakukan oleh kelompok massa yang mengatas-namakan agama di Lapangan Monas, Jakarta Pusat. Ada pihak yang diserang dan ada pihak yang menyerang. Di dalam tulisan ini saya memilih tidak menulis nama masing-masing pihak.

Saya lebih memilih untuk mengatakan bila melihat semua laku, termasuk liputan media ihwal peristiwa yang terjadi, bahwa insan-insan yang terlibat, telah merendahkan derajatnya masing-masing, telah menistakan diri, karena tidak lagi menghargai 70 kecerdasan yang ada di dalam otak kiri dan otak kanan manusia, insan sempurna, yang diciptakan Sang Maha Pencipta.

Saya memahami, derajat keimanan, urusan ketuhanan, adalah sisi yang sangat pribadi dari sosok manusia. Karenya saya lebih mengangkat urusan, bahwa jika ada pelecehan terhadap sesama, lebih-lebih urusan agama, saya dengan lantang mengatakan bahwa yang bersangkutan memang belum memakai otaknya, dan atau belum mengoptimalkannya.

Di dalam bukunya Rukky menyebut Right Cerebral Hemisphere adalah bagian belahan otak kanan yang selama ini tidak dikenal, atau lebih tepatnya tidak dipedulikan, peranannya di dalam berpikir dan pengaruhnya dalam hidup sehari-hari.

Kebanyakan orang beranggapan bahwa bagian itu hanyalah bagian yang dimanfaatkan oleh para seniman di dalam berkarya mengolah kreativitas. Ternyata fungsinya tidak hanya itu. Ketika orang mengaktifkan dan mendayagunakan otak kanannya, kualitas hidupnya, fisik dan psikis, ikut meningkat.

Agaknya, pemahaman akan fungsi otak secara umum itu, layak pula dipahami semua umat.

Saya hanya heran, sebagai umat muslim, ajaran pertama Nabi Muhammad adalah iqra, membaca. Ternyata, di kemudian hari, di Indonesia kini, umat tidak iqra, tidak membaca. Mereka kufur nikmat kecerdasan otak, seakan lebih memilih laku bagaikan sekawanan beruk di tengah hutan. Mungkin demikian to the point-nya.

Iwan Piliang,
presstalk.infoSUMBER ARTIKEL : enlightenment.multiply.com/journal/item/530

>Teknik Dasar Membaca Cepat: Mengenali Kata dan Gerakan Mata

>

1. Menangkap dan mengenali kata

Dalam proses membaca, mata bertindak sebagai indra yang menangkap kata-kata dalam bahan bacaan. Kata-kata tersebut kemudian dikirim ke otak untuk dikenali sebagai sebuah kosa kata, kelompok kata, maupun pemahaman sebuah kalimat.
Ternyata otak manusia mampu memproses kata-kata dengan baik bahkan ketika urutannya dibolak-balik. Coba Anda simak teks berikut:

Kmaemuapn mbecmaa cpeat trkeiat eart dngean kmaemuapn mngelnaei ktaa. Mnuasia mngenelai breabgai ktaa lweat bkuu dan tlisaun ynag dbiacaayn. Ktaa-ktaa tbuesret dsimiapn dlaam mmorei oatk dan aakn dinalkei lbeih cpeat ktikea dtemuikan kmblaei pdaa baahn baacan ynag brau.
Libeh habet lgai tnyatera uturan ktaa tdiak tlaleru ptineng aslaakn psoisi hruuf preatma dan trekahir tdiak bruebah. Adna hnaya ckuup mngelnaei hruuf preatma dan trekahir tdai kmeduian dnegan kmemapaun laur baisa aakn mngeanilnya sbegaai sbeauh ktaa spereti ynag Adna bcaa skeranag. Ini mneuurt rsiet ynag prenah dlikaukan Uinvertisas Cmabrigde, Ingrigs.

Sekarang bandingkan dengan teks aslinya

Kemampuan membaca cepat terkait erat dengan kemampuan mengenali kata. Manusia mengenali berbagai kata lewat buku dan tulisan yang dibacanya. Kata-kata tersebut disimpan dalam memori otak dan akan dikenali lebih cepat ketika ditemukan kembali pada bahan bacaan yang baru.
Lebih hebat lagi ternyata urutan kata tidak terlalu penting asalkan posisi huruf pertama dan terakhir tidak berubah. Anda hanya cukup mengenali huruf pertama dan terakhir tadi kemudian dengan kemampuan luar biasa akan mengenalinya sebagai sebuah kata seperti yang Anda baca sekarang. Ini menurut riset yang pernah dilakukan Universitas Cambridge, Inggris.

Apa yang Anda rasakan ketika membaca kedua teks tadi? Kebanyakan orang tidak akan mengalami kesulitan berarti untuk membaca teks pertama. Mungkin kecepatannya akan lebih lambat karena teks tersebut dibolak-balik. Walaupun demikian teks tersebut masih cukup mudah dibaca dan dikenali sebagai kosa kata yang telah kita kenali sebelumnya.

Tulisan yang dibolak-balik tadi sekaligus menjadi bukti bahwa Anda mampu membacanya. Inilah prinsip yang akan kita gunakan dalam membaca cepat yakni mengenali kata demi kata dengan kecepatan tinggi sehingga Anda bisa terus berpindah ke kata berikutnya sambil membangun pemahaman dan konteks bahan bacaan.

Dalam membaca cepat kemampuan mengenali kata adalah dasar. Ketika Anda melihat sekumpulan huruf lewat mata dan mengirimkan ke otak, maka akan ada proses pengenalan terhadap kata-kata tersebut terlebih jika Anda pernah mengenal kosa kata tersebut sebelumnya. Itu mengapa orang yang rajin membaca memiliki kecepatan yang relatif lebih cepat dibandingkan orang yang jarang baca karena kekayaan kosa kata yang telah dimiliki sebelumnya. Dalam teknik membaca cepat, kita akan melatih kecepatan mengenali berbagai kosa kata tersebut.

Berikut latihan yang dapat Anda lakukan. Coba lihat tulisan pada kolom pertama (paling kiri) kemudian temukan kata yang sama pada 4 kolom berikutnya. Lakukan proses ini dengan cepat dan sekali lirik. Semakin cepat dan akurat Anda mengenalinya berarti semakin cepat pula kemampuan asosiasi Anda terhadap kata-kata tersebut.

1. Latihan mengenali kata

Spoiler for gambar:
latihan_kata

Lakukan latihan tersebut dengan cepat. Rasakan mata Anda berpindah cepat dari kolom acuan ke kolom yang harus ditemukan.

2. Latihan mengenali kelompok kata

Latihan kedua adalah mengenali kelompok kata (frasa). Anda telah mengenal kata-kata ini sebelumnya. Sama seperti latihan sebelumnya lakukan dengan cepat untuk menemukan frasa yang sama pada kolom pertama di ketiga kolom lainnya.

Spoiler for gambar:
latihan_frasa

Latihlah kedua hal di atas sampai Anda dapat mengenali dengan cepat sebuah kata dan kelompok kata (frasa). Dengan demikian, ketika proses membaca cepat dilakukan, pengenalan kata tidak tertinggal. Ibarat seorang pembalap, meskipun berkendara dengan kecepatan tinggi, Anda tetap awas atas apa-apa yang ada di depan, kiri dan kanan.
Kedua latihan di atas dapat Anda download dalam versi PDF di latihan-mengenali-kata-dan-frasa

2. Latihan Mempercepat Gerakan Mata

Setelah Anda melatih kecepatan mengenali kata dengan akurat, sekarang kita akan mulai berlatih mempercepat gerakan mata. Dalam proses membaca seseorang melakukannya dengan menangkap kata per kata atau bahkan suku kata per suku kata.
Perhatikan contoh berikut. Inilah yang biasanya dilakukan banyak orang ketika membaca.

Spoiler for gambar:
fiksasi-1b

Tidak hanya itu kadangkala proses membaca bisa menjadi jauh lebih lambat jika ada proses mengeja per suku kata. Ini yang biasanya dilakukan ketika seorang anak mulai belajar membaca.

Spoiler for gambar:
fiksasi-3

Dalam membaca cepat kita akan melatih menangkap dua, tiga, empat atau bahkan lima kata sekaligus sehingga mempercepat proses pembacaan.

Spoiler for gambar:
fiksasi-2b

Ini adalah yang saya lakukan ketika berlatih membaca cepat sekitar tahun 1997 dulu. Caranya adalah dengan membuat garis lurus vertikal di buku atau bahan bacaan. Dengan demikian, keseluruhan teks akan terbagi menjadi beberapa bagian. Cara ini baik dipakai untuk melatih membiasakan mata melihat sekelompok kata sekaligus.
Perhatikan contoh tulisan berikut yang diberi garis putus-putus sehingga membaginya menjadi empat kelompok. Untuk tulisan lengkap dapat Anda download di sini dalam format PDF.

Spoiler for gambar:
tulisan_4_fiksasi
Sumber: Republika, Rabu, 28 April 2004
Penulis: Yuswohady, Chief of Corporate & Strategy Practice MarkPlus&Co

Cara membacanya adalah paksakan mata Anda mengikuti kelompok yang dibuat oleh garis tadi. Dengan demikian, ketika pada baris pertama, Anda akan membaca kata “fenomena pria” sekaligus pada kolom pertama, kata “metroseksual yang kini” pada kolom kedua, kata “melanda seluruh dunia” pada kolom ketiga, dan kata “termasuk di kota-kota” pada kolom keempat. Lakukan hal yang sama pada baris-baris berikutnya.

Dengan cara ini, Anda akan memaksa mata melihat kelompok kata sesuai lebar garis yang Anda tentukan. Lakukan pergerakan tersebut dengan berirama sampai Anda terbiasa dengan pola 4 kali melihat dalam satu baris. Selanjutnya jika Anda sudah merasa mantap, jangkauan bisa diperlebar dengan melihat 3 kali dalam satu baris. Lakukan terus menerus sampai Anda dapat membaca dengan pola seperti itu tanpa perlu dibantu garis.

Sampai nantinya Anda bisa melakukannya dalam 2 kali lihat per baris atau bahkan beberapa orang bisa membacanya cukup 1 kali lihat perbaris. Cukup menantang bukan?
Contoh berikut ini mirip seperti tadi, bedanya tulisan dibagi dalam tiga kelompok saja. Artinya Anda harus mampu menangkap lebih banyak kata sekaligus dalam setiap kali pergerakan mata. Untuk tulisan lengkap dapat Anda download di sini dalam format PDF.

Spoiler for gambar:
tulisan_3_fiksasi
Sumber: Republika, Rabu, 23 April 2003
Penulis: Mamang Pratidina

Semakin Anda konsisten melakukan latihan tersebut, maka secara bertahap Anda juga telah melatih otot-otot mata untuk bergerak dengan cepat dan teratur. Hal ini secara perlahan akan meningkatkan kecepatan baca sampai Anda menemukan kecepatan yang dirasakan pas.

Dalam kesempatan berikutnya, saya akan menjelaskan cara-cara melatih pergerakan mata ini agar bergerak lebih cepat, teratur dan berima. Dengan demikian proses pembacaan cepat akan menjadi lebih alami dengan tingkat pemahaman yang tinggi.
Selamat berlatih menjadi pembaca cepat. Anda punya pengalaman atau pendapat tentang hal ini? Silakan berbagi pengalaman.
@www.muhammadnoer.com/2009/02/teknik-dasar-membaca-cepat-mengenali-kata-dan-gerakan-mata/

>Peta Pikiran: Mind Mapping

>

Mind Mapping atau Peta Pikiran adalah metode mempelajari konsep yang ditemukan oleh Tony Buzan. Konsep ini didasarkan pada cara kerja otak kita menyimpan informasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa otak kita tidak menyimpan informasi dalam kotak-kotak sel saraf yang terjejer rapi melainkan dikumpulkan pada sel-sel saraf yang berbercabang-cabang yang apabila dilihat sekilas akan tampak seperti cabang-cabang pohon.

Dari fakta tersebut maka disimpulkan apabila kita juga menyimpan informasi seperti cara kerja otak, maka akan semakin baik informasi tersimpan dalam otak dan hasil akhirnya tentu saja proses belajar kita akan semakin mudah.

Dari penjelasan diatas, bisa disimpulkan cara kerja Peta Pikiran adalah menuliskan tema utama sebagai titik sentral / tengah dan memikirkan cabang-cabang atau tema-tema turunan yang keluar dari titik tengah tersebut dan mencari hubungan antara tema turunan. Itu berarti setiap kali kita mempelajari sesuatu hal maka fokus kita diarahkan pada apakah tema utamanya, poin-poin penting dari tema yang utama yang sedang kita pelajari, pengembangan dari setiap poin penting tersebut dan mencari hubungan antara setiap poin. Dengan cara ini maka kita bisa mendapatkan gambaran hal-hal apa saja yang telah kita ketahui dan area mana saja yang masih belum dikuasai dengan baik.

Beberapa hal penting dalam membuat peta pikiran ada dibawah ini, yaitu:

1. Pastikan tema utama terletak ditengah-tengah
Contohnya, apabila kita sedang mempelajari pelajaran sejarah kemerdekaan Indonesia, maka tema utamanya adalah Sejarah Indonesia.

2. Dari tema utama, akan muncul tema-tema turunan yang masih berkaitan dengan tema utama
Dari tema utama “Sejarah Indonesia”, maka tema-tema turunan dapat terdiri dari : Periode,Wilayah, Bentuk Perjuangan ,dll.

3. Cari hubungan antara setiap tema dan tandai dengan garis, warna atau simbol
Dari setiap tema turunan tertama akan muncul lagi tema turunan kedua, ketiga dan seterusnya. Maka langkah berikutnya adalah mencari hubungan yang ada antara setiap tema turunan. Gunakan garis, warna, panah atau cabang dan bentuk-bentuk simbol lain untuk menggambarkan hubungan diantara tema-tema turunan tersebut..
Pola-pola hubungan ini akan membantu kita memahami topik yang sedang kita baca. Selain itu Peta Pikiran yang telah dimodifikasi dengan simbol dan lambang yang sesuai dengan selera kita, akan jauh lebih bermakna dan menarik dibandingkan Peta Pikiran yang “miskin warna”.
4. Gunakan huruf besar
Huruf besar akan mendorong kita untuk hanya menuliskan poin-poin penting saja di Peta Pikiran. Selain itu, membaca suatu kalimat dalam gambar akan jauh lebih mudah apabila dalam huruf besar dibandingkan huruf kecil. Penggunaan huruf kecil bisa diterapkan pada poin-poin yang sifatnya menjelaskan poin kunci.

5. Buat peta pikiran di kertas polos dan hilangkan proses edit
Ide dari Peta Pikiran adalah agar kita berpikir kreatif. Karenanya gunakan kertas polos dan jangan mudah tergoda untuk memodifikasi Peta Pikiran pada tahap-tahap awal. Karena apabila kita terlalu dini melakukan modifikasi pada Peta Pikiran, maka sering kali fokus kita akan berubah sehingga menghambat penyerapan pemahaman tema yang sedang kita pelajari.

6. Sisakan ruangan untuk penambahan tema
Peta Pikiran yang bermanfaat biasanya adalah yang telah dilakukan penambahan tema dan modifikasi berulang kali selama beberapa waktu. Setelah menggambar Peta Pikiran versi pertama, biasanya kita akan menambahkan informasi, menulis pertanyaan atau menandai poin-poin penting. Karenanya selalu sisakan ruang di kertas Peta Pikiran untuk penambahan tema.
pkab.wordpress.com/2008/02/29/peta-pikiran-mind-mapping

>Mind Mapping : cara memaksimalkan kerja otak.

>

Buntu menemukan solusi? Macet dalam berkreasi? Cobalah mind mapping. Cara sederhana ini telah banyak membantu saya menyelesaikan pekerjaan.

Tony Buzan, pencipta metode mind map ini, terinspirasi oleh komputer di tahun 1971 yang dilengkapi dengan manual pemakaian hingga ribuan lembar. Dia heran, mengapa otak manusia yang jauh lebih hebat tidak disertai manual penggunaan? Maka dia menciptakan alat mind map sebagai cara memaksimalkan kerja otak.

Prinsipnya sederhana, cukup anda ikuti kemana otak berpikir, apa yang terlintas, apa yang teringat, dan tuliskan di atas kertas dalam bentuk coretan yang berkait-kaitan. Coretan tersebut dimulai dari tengah kertas sebagai pusat, kemudian mengembang keluar ke arah tepi kertas. Inilah konsep radiant thinking.

Mind Map berfungsi sebagai alat bantu untuk memudahkan otak bekerja. Manfaat mind map adalah :

* Mempercepat pembelajaran
* Melihat koneksi antar topik yang berbeda
* Membantu ‘brainstorming’
* Memudahkan ide mengalir
* Melihat gambaran besar
* Memudahkan mengingat
* Menyederhanakan struktur
* .. dan lain-lain

Saya sendiri sudah cukup lama memakai mind mapping untuk membantu membuat materi training. Terkadang mid map digunakan sebagai coretan awal semua ide yang terlintas saat mengembangkan sebuah topik. Di saat lain, mind map digunakan untuk mempelajari bahan training yang disiapkan oleh tim lain. Terkadang materi itu begitu banyaknya sehingga kalau kita pelajari slide demi slide maka akan kehilangan benang merah dari awal hingga akhir. Terkadang pula memang materi yang dikaji masih berupa bahan mentah yang tak beraturan, sehingga perlu disusun ulang, dibuang, maupun ditambah, sehingga menjadi kesatuan materi yang mengalir. Di sinilah mid map membantu saya menemukan ide utama materi dan menyusun slide dengan benang merah yang sesuai.

Bila Anda sering mengalami pusing karena banyak masalah yang terlintas di kepala, atau banyak ide yang tiba-tiba muncul, atau apapun yang kalau tidak direkam akan membebani otak bawah sadar Anda, maka mind map ini bisa menjadi alat buat menuangkan semua gagasan, pikiran, maupun sampah di kepala tersebut.

Cara membuat mind map sangat gampang :

1. Mulai dengan topik utama – di tengah
2. tulis sub-topik penting
3. tambah dan hubungkan dengan sub-sub-topik
4. Ulangi langkah 2 dan 3 hingga ‘outline’ lengkap

Sekarang juga sudah banyak software mind mapping. Saya sendiri lebih suka coretan tangan, karena lebih bebas, artistik, dan menghibur (diri sendiri). Hasilnya jelek juga nggak papa, kan mind map ini terutama ditujukan bagi diri sendiri.

Mind Mapping sebenarnya juga bisa digunakan untuk brainstorming, jembatan diskusi, berbagi ide, bahkan mengerjakan proyek bersama. Anda bisa membuat pemecahan bersama-sama rekan dalam tim (semua ngomong, lalu ada yang menulis di selembar kertas besar), juga bisa menggabungkan mind map dari anggota tim (bikin masing-masing lalu digabungkan), bahkan mind map bisa dipakai sebagai slide presentasi tiap anggota untuk berbagi ide kepada orang lain.

Sabtu tanggal 17 Maret lalu, diadakan pelatihan mind map di ITB untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menyelesaikan masalah kuliah maupun non kuliah. Pelatihan selama 2 jam lebih tersebut diikuti dengan antusias, dan langsung dipraktekkan. Satu hal yang menjadi penekanan pada pelatihan tersebut adalah menunjukkan kepada para mahasiswa bahwa kalau kita menggunakan cara yang benar, maka potensi diri ini bisa dimaksimalkan penggunaannya. Salah satu caranya adalah metode sederhana yang bernama Mind Mapping ini. Mudah bikinnya, dahsyat hasilnya. Cobalah.