Menuju Pribadi Bermental Kaya

“Too often we underestimate the power of a touch, a smile, a kind word, a listening ear, an honest compliment, or the smallest act of caring, all of which have the potential to turn a life around” – Leo Buscaglia

“Terlalu sering kita meremehkan kekuatan sentuhan, senyuman, kata hati, telinga mendengar , pujian yang jujur, atau tindakan terkecil dari kepedulian, yang semuanya memiliki potensi untuk mengubah kehidupan kita.”

Jika anda ditanya “Maukah anda menjadi kaya ?” pasti semua akan menjawab “Ya, saya mau kaya”. Demikian juga ketika ditanya “Maukah anda menjadi Miskin ?, kita akan menjawab “Tidak..!”. Lalu apa jawaban anda jika pertanyaan berikutnya adalah “Siapkah anda menjadi Kaya ?”.

Pertanyaan semacam ini sering kita jumpai ketika kita mengikuti seminar-seminar motivasi atau ketika berjumpa dengan orang-orang (presenter) Multi Level Marketing atau Agen Asuransi. Tujuan dari pertanyaan tersebut dan penjelasan-penjelasan berikutnya dari mereka adalah untuk memotivasi para pendengarnya agar bangkit dan menyadari bahwa tidak akan ada yang bisa dihasilkan hanya dengan bermalas-malasan.

Para Motivator sering menggunakan kalimat yang sangat “bombastis” dengan mengatakan bahwa untuk menjadi Kaya kita harus memiliki “Mental Kaya” bukan “Mental Miskin” dan untuk menjadi sukses anda harus memiliki mental sukses. Saya sendiri lebih menyukai menggunakan kata: Untuk Sukses anda harus memiliki Mental Cahaya dan bukan Mental Gelap.

Bagaimana rasanya seandainya kita punya uang yang berlimpah hingga milyaran Rupiah…? Apakah makanan yang kita makan menjadi lebih dari porsi biasanya…? Apakah kita bisa memakai dua tempat tidur sekaligus untuk tempat kita tidur..? Mari kita kaji bersama, ternyata berapapun banyaknya Harta kita, ternyata yang kita butuhkan hanyalah sebatas apa yang dibutuhkan badan ini saja. Selebihnya hanyalah sekedar sebagai perhiasan untuk memuaskan nafsu ketamakan dan keserakahan kita semata. Jadi ini semuanya kembali pada persoalan mentalitas semata….

Lalu bila ternyata kebutuhan jasmani Para Milyuner itu sama saja dengan kebutuhan kita, lalu apa yang membuat kita merasa lebih miskin dari mereka selain hanya pada perbedaan sederet angka nol di belakang koma rupiah semata…??  Jadi mengapa harus menunggu harta berlimpah baru kita bisa merasa kaya dan baru bisa punya sesuatu yang bisa dibagikan atau disedekahkan…?  Bukankah senyuman yang tulus dari hati kita itu sudah merupakan sedekah terindah buat para sahabat kita..?

Bila kita mau sedikit membuka hati dan mau melatih Otot Syukur kita, maka akan kita jumpa betapa banyak Nikmat Tuhan yang bisa kita syukuri, walaupun kita masih dalam konsisi yang serba terbatas ini. Banyak hal yang bisa kita sumbangkan demi kemanfaatan seluruh umat manusia. Semiskin apapun diri kita, kita masih punya sebuah senjata (TOOL) yang bisa kita sumbangkan untuk umat manusia. Itulah DOA sebagai senjata (tool) orang yang beriman. Yang bila di asah dengan berlatih di Metode NAQS DNA, maka kita akan semakin menyadari bahwa hakikatnya doa kita sebenarnya sudah terkabul semua. Dengan Kekuatan DOA inilah NAQS DNA memberikan kemanfaatan kepada umat manusia lewat terapi Cahaya Ilahi NAQS DNA. Manusia yang bermental Cahaya inilah yang mempunyai Daya Ajaib Mukmin, yang mampu memancarkan Cahaya Ilahi untuk memberikan pencerahan, penyampai kabar gembira, pelita cahaya bagi diri & lingkungannya.

Rasulullah saw. bersabda:
“Do’a itu senjata orang yang beriman 
dan tiangnya agama, 
serta cahaya langit dan bumi”. 
(Hadis Riwayat Hakim dan Abu Ya’la).

Abundance Mentality
Istilah abundance mentality dalam praktek sehari-hari dapat dikenali melalui sikap-sikap :

  • Menerima pendapat, saran, masukan bahkan kritik dari orang lain.
  • Percaya diri dan percaya dengan orang lain.
  • Siap menghadapi segala resiko yang harus ditanggung.
  • Membagikan ilmu atau ketrampilan yang dimiliki kepada orang lain tanpa takut menjadi kalah bersaing dengan orang tersebut.
  • Mengakui ketika melakukan kesalahan dan bersedia meminta maaf.
  • Memaafkan orang yang bersalah.
  • Mengakui keberhasilan orang lain atau competitor.
  • Menguasai Hukum Keberlimpahan

Singkatnya orang tersebut mempunyai sifat :

  1. Open minded , mau belajar terhadap hal-hal yang baru, mampu membedakan saran atau kritik yang sekiranya membangun. Orang yang open minded selalu berkembang dan terus menyempurnakan dirinya.
  2. Open hand artinya selalu siap sedia membantu orang lain yang kesusahan dan melayani Tuhan sebagai hamba-Nya, melayani sesama dengan tulus.
  3. Open Heart, terjemahan kasarnya yaitu berlapang dada, pemaaf dan tidak pernah mendendam.

Orang-orang yang memiliki abundance mentality tidak akan pernah merasa miskin, tetapi selalu berkelimpahan. Tidak terfokus pada siapa memiliki apa, tetapi selalu bersedia berbagi ilmu, pengalaman atau apa yang mereka miliki dan membawa orang-orang di sekitarnya ikut sukses bersamanya.

Manusia adalah mahkluk sosial, jadi sudah sepantasnya jika kita saling berbagi bukan? Tapi, bisa dilihat di sekeliling kita banyak orang yang sangat berhemat untuk berbagi kepada sekitarnya Namun, banyak juga orang yang mudah memberikan sebagian rezekinya kepada sekitarnya. Dan kalo menurut saya, latar belakang ekonomi ataupun status finansial bukanlah faktor penentu apakah seseorang itu mudah berbagi rezekinya atapun sangat pelit berbagi rezekinya kepada orang lain, tetapi lebih kepada faktor mentalitas yang biasanya tertanam sejak kecil.

Ada orang yang hidupnya pas-pasan yang senang memberi tapi ada banyak orang kaya raya yang memiliki harta benda yang sangat banyak tapi dia sangat pelit dalam urusan memberi pada sekitarnya, kebanyakan mereka takut memberi karena mungkin takut kehilangan hartanya.

Jika kita bisa lebih jernih dalam berfikir, kita pasti lebih banyak akan memberi dari pada bersikap pelit. Betapa tidak, kita dilahirkan dalam kondisi yang NOL, tidak dibekali apapun juga dan ketika matipun, kita juga tidak akan membawa harta benda sedikitpun.

Nah, dalam hal ini yang beperan penting adalah mental kita. Dimanapun kita dan dalam kondisi apapun sesEorang, jika orang tersebut telah bermental kaya pasti akan selalu berusaha berbagi dan memberi kepada sekitarnya. Memberi yang saya bicarakan di sini tidak hanya mengenai uang, tetapi lebih luas lagi seperti memberi dengan waktu, tenaga, atapun pengetahuan. Bagi orang yang bermental kaya apapun kondisinya ia akan berusaha memberikan apa yang dia bisa berikan termasuk kasih sayang yang tulus bagaikan sebuah sumber mata air yang terus memberikan manfaat bagi lingkunganya.

Banyak hal yang menyebabkan seseorang bermental miskin, sifat egois merupakan sifat yang sering muncul dalam pribadi orang yang bermental miskin. Mementingkan apa yang di inginkanya terlebih dahulu dan mau menang sendiri itulah sebuah paradigma yang memilukan yang tertanam di pikiran orang-orang bermental miskin. Dan lebih parahnya lagi, kebanyakan orang yang egois menganggap apapun yang di lakukanya merupakan jalan yang terbaik dan pasti memberikan keuntungan bagi dirinya.

Coba Anda lihat, seorang yang berrmental kaya biasanya memilki teman yang lebih banyak daripada orang yang egois, selanjutnya orang yang bermental kaya pasti akan yang menolong jika mendapati sebuah kesulitan. Ini adalah hukum alam yang tidak bisa di ubah.

Saya secara pribadi mempercayai, punya mental kaya bisa sangat mempengaruhi kesuksesan seseorang. Kita bisa ambil kasus yang sering terjadi di lingkungan kita, kebanyakan orang yang bermental miskin mengurungkan niatnya untuk memulai usaha alasan utamanya karena kekurangan modal, tapi itu hanya alasan seorang yang bermental miskin! Karena modal terbesar ada di dalam dirinya sendiri, kreativitas, dan mentalnya. Modal memang di perlukan, tapi tak semuanya tergantung dengan modal…

Contoh nyata dari orang yang bermental kaya adalah Warren Buffet, manusia terkaya di dunia tahun 2008 versi majalah Forbes memberikan lebih dari 60% seluruh hartanya untuk organisasi-organisai kemanusian dan apa yang terjadi? Dia malah bertambah kaya dan menjadi orang yang besar di dunia.

Trilyuner Bill Gates melalui yayasanya “Bill and Melinda Gates Foundation” telah menyumbang jutaan dollar setiap tahunya untuk kegiatan amal dan kemanusiaan dan sosial di berbagai negara di dunia. Ini juga merupakan Orang Kaya yang Bermental Kaya.

Cara yang paling ampuh untuk membebaskan kita dari pribadi yang bemental miskin ini adalah bersyukur. Ketika seseorang bersyukur dia akan selalu menerima apapun kondisi yang di berikan tuhan padanya, Dan hidup ini adalah tentang bersyukur, ketika kita telah bersyukur kita akan menggapai hidup yang sejahtera. Dan tak di sadari, hidup kita akan jauh lebih makmur, lebih bahagia dan yang terpenting kita akan bermental kaya secara otomatis.

Lalu apa yang kita tunggu lagi sekarang? Mulailah menilai diri Anda, apakah Anda termasuk orang mudah berbagi atau orang yang sangat pelit dalam urusan berbagi dengan sekitar? Apapun diri Anda, latilah mental Anda menjadi mental pribadi yang mudah berbagi dan memberi untuk terus bermental kaya….

Ketika seseorang telah bermental kaya, dia akan selalu berbagi tak peduli apapun kondisinya. Tapi, ini juga merupakan sebuah rahasia kehidupan yang apabila kita lakukan, kita malah akan bertambah besar dan semakin besar….

>Menuju Pribadi Bermental Kaya

>

“Too often we underestimate the power of a touch, a smile, a kind word, a listening ear, an honest compliment, or the smallest act of caring, all of which have the potential to turn a life around” – Leo Buscaglia

“Terlalu sering kita meremehkan kekuatan sentuhan, senyuman, kata hati, telinga mendengar , pujian yang jujur, atau tindakan terkecil dari kepedulian, yang semuanya memiliki potensi untuk mengubah kehidupan kita.”

Jika anda ditanya “Maukah anda menjadi kaya ?” pasti semua akan menjawab “Ya, saya mau kaya”. Demikian juga ketika ditanya “Maukah anda menjadi Miskin ?, kita akan menjawab “Tidak..!”. Lalu apa jawaban anda jika pertanyaan berikutnya adalah “Siapkah anda menjadi Kaya ?”.

Pertanyaan semacam ini sering kita jumpai ketika kita mengikuti seminar-seminar motivasi atau ketika berjumpa dengan orang-orang (presenter) Multi Level Marketing atau Agen Asuransi. Tujuan dari pertanyaan tersebut dan penjelasan-penjelasan berikutnya dari mereka adalah untuk memotivasi para pendengarnya agar bangkit dan menyadari bahwa tidak akan ada yang bisa dihasilkan hanya dengan bermalas-malasan.

Para Motivator sering menggunakan kalimat yang sangat “bombastis” dengan mengatakan bahwa untuk menjadi Kaya kita harus memiliki “Mental Kaya” bukan “Mental Miskin” dan untuk menjadi sukses anda harus memiliki mental sukses. Saya sendiri lebih menyukai menggunakan kata: Untuk Sukses anda harus memiliki Mental Cahaya dan bukan Mental Gelap.

Bagaimana rasanya seandainya kita punya uang yang berlimpah hingga milyaran Rupiah…? Apakah makanan yang kita makan menjadi lebih dari porsi biasanya…? Apakah kita bisa memakai dua tempat tidur sekaligus untuk tempat kita tidur..? Mari kita kaji bersama, ternyata berapapun banyaknya Harta kita, ternyata yang kita butuhkan hanyalah sebatas apa yang dibutuhkan badan ini saja. Selebihnya hanyalah sekedar sebagai perhiasan untuk memuaskan nafsu ketamakan dan keserakahan kita semata. Jadi ini semuanya kembali pada persoalan mentalitas semata….

Lalu bila ternyata kebutuhan jasmani Para Milyuner itu sama saja dengan kebutuhan kita, lalu apa yang membuat kita merasa lebih miskin dari mereka selain hanya pada perbedaan sederet angka nol di belakang koma rupiah semata…??  Jadi mengapa harus menunggu harta berlimpah baru kita bisa merasa kaya dan baru bisa punya sesuatu yang bisa dibagikan atau disedekahkan…?  Bukankah senyuman yang tulus dari hati kita itu sudah merupakan sedekah terindah buat para sahabat kita..?

Bila kita mau sedikit membuka hati dan mau melatih Otot Syukur kita, maka akan kita jumpa betapa banyak Nikmat Tuhan yang bisa kita syukuri, walaupun kita masih dalam konsisi yang serba terbatas ini. Banyak hal yang bisa kita sumbangkan demi kemanfaatan seluruh umat manusia. Semiskin apapun diri kita, kita masih punya sebuah senjata (TOOL) yang bisa kita sumbangkan untuk umat manusia. Itulah DOA sebagai senjata (tool) orang yang beriman. Yang bila di asah dengan berlatih di Metode NAQS DNA, maka kita akan semakin menyadari bahwa hakikatnya doa kita sebenarnya sudah terkabul semua. Dengan Kekuatan DOA inilah NAQS DNA memberikan kemanfaatan kepada umat manusia lewat terapi Cahaya Ilahi NAQS DNA. Manusia yang bermental Cahaya inilah yang mempunyai Daya Ajaib Mukmin, yang mampu memancarkan Cahaya Ilahi untuk memberikan pencerahan, penyampai kabar gembira, pelita cahaya bagi diri & lingkungannya.

Rasulullah saw. bersabda:
“Do’a itu senjata orang yang beriman 
dan tiangnya agama, 
serta cahaya langit dan bumi”. 
(Hadis Riwayat Hakim dan Abu Ya’la).

Abundance Mentality
Istilah abundance mentality dalam praktek sehari-hari dapat dikenali melalui sikap-sikap :

  • Menerima pendapat, saran, masukan bahkan kritik dari orang lain.
  • Percaya diri dan percaya dengan orang lain.
  • Siap menghadapi segala resiko yang harus ditanggung.
  • Membagikan ilmu atau ketrampilan yang dimiliki kepada orang lain tanpa takut menjadi kalah bersaing dengan orang tersebut.
  • Mengakui ketika melakukan kesalahan dan bersedia meminta maaf.
  • Memaafkan orang yang bersalah.
  • Mengakui keberhasilan orang lain atau competitor.
  • Menguasai Hukum Keberlimpahan

Singkatnya orang tersebut mempunyai sifat :

  1. Open minded , mau belajar terhadap hal-hal yang baru, mampu membedakan saran atau kritik yang sekiranya membangun. Orang yang open minded selalu berkembang dan terus menyempurnakan dirinya.
  2. Open hand artinya selalu siap sedia membantu orang lain yang kesusahan dan melayani Tuhan sebagai hamba-Nya, melayani sesama dengan tulus.
  3. Open Heart, terjemahan kasarnya yaitu berlapang dada, pemaaf dan tidak pernah mendendam.

Orang-orang yang memiliki abundance mentality tidak akan pernah merasa miskin, tetapi selalu berkelimpahan. Tidak terfokus pada siapa memiliki apa, tetapi selalu bersedia berbagi ilmu, pengalaman atau apa yang mereka miliki dan membawa orang-orang di sekitarnya ikut sukses bersamanya.

Manusia adalah mahkluk sosial, jadi sudah sepantasnya jika kita saling berbagi bukan? Tapi, bisa dilihat di sekeliling kita banyak orang yang sangat berhemat untuk berbagi kepada sekitarnya Namun, banyak juga orang yang mudah memberikan sebagian rezekinya kepada sekitarnya. Dan kalo menurut saya, latar belakang ekonomi ataupun status finansial bukanlah faktor penentu apakah seseorang itu mudah berbagi rezekinya atapun sangat pelit berbagi rezekinya kepada orang lain, tetapi lebih kepada faktor mentalitas yang biasanya tertanam sejak kecil.

Ada orang yang hidupnya pas-pasan yang senang memberi tapi ada banyak orang kaya raya yang memiliki harta benda yang sangat banyak tapi dia sangat pelit dalam urusan memberi pada sekitarnya, kebanyakan mereka takut memberi karena mungkin takut kehilangan hartanya.

Jika kita bisa lebih jernih dalam berfikir, kita pasti lebih banyak akan memberi dari pada bersikap pelit. Betapa tidak, kita dilahirkan dalam kondisi yang NOL, tidak dibekali apapun juga dan ketika matipun, kita juga tidak akan membawa harta benda sedikitpun.

Nah, dalam hal ini yang beperan penting adalah mental kita. Dimanapun kita dan dalam kondisi apapun sesEorang, jika orang tersebut telah bermental kaya pasti akan selalu berusaha berbagi dan memberi kepada sekitarnya. Memberi yang saya bicarakan di sini tidak hanya mengenai uang, tetapi lebih luas lagi seperti memberi dengan waktu, tenaga, atapun pengetahuan. Bagi orang yang bermental kaya apapun kondisinya ia akan berusaha memberikan apa yang dia bisa berikan termasuk kasih sayang yang tulus bagaikan sebuah sumber mata air yang terus memberikan manfaat bagi lingkunganya.

Banyak hal yang menyebabkan seseorang bermental miskin, sifat egois merupakan sifat yang sering muncul dalam pribadi orang yang bermental miskin. Mementingkan apa yang di inginkanya terlebih dahulu dan mau menang sendiri itulah sebuah paradigma yang memilukan yang tertanam di pikiran orang-orang bermental miskin. Dan lebih parahnya lagi, kebanyakan orang yang egois menganggap apapun yang di lakukanya merupakan jalan yang terbaik dan pasti memberikan keuntungan bagi dirinya.

Coba Anda lihat, seorang yang berrmental kaya biasanya memilki teman yang lebih banyak daripada orang yang egois, selanjutnya orang yang bermental kaya pasti akan yang menolong jika mendapati sebuah kesulitan. Ini adalah hukum alam yang tidak bisa di ubah.

Saya secara pribadi mempercayai, punya mental kaya bisa sangat mempengaruhi kesuksesan seseorang. Kita bisa ambil kasus yang sering terjadi di lingkungan kita, kebanyakan orang yang bermental miskin mengurungkan niatnya untuk memulai usaha alasan utamanya karena kekurangan modal, tapi itu hanya alasan seorang yang bermental miskin! Karena modal terbesar ada di dalam dirinya sendiri, kreativitas, dan mentalnya. Modal memang di perlukan, tapi tak semuanya tergantung dengan modal…

Contoh nyata dari orang yang bermental kaya adalah Warren Buffet, manusia terkaya di dunia tahun 2008 versi majalah Forbes memberikan lebih dari 60% seluruh hartanya untuk organisasi-organisai kemanusian dan apa yang terjadi? Dia malah bertambah kaya dan menjadi orang yang besar di dunia.

Trilyuner Bill Gates melalui yayasanya “Bill and Melinda Gates Foundation” telah menyumbang jutaan dollar setiap tahunya untuk kegiatan amal dan kemanusiaan dan sosial di berbagai negara di dunia. Ini juga merupakan Orang Kaya yang Bermental Kaya.

Cara yang paling ampuh untuk membebaskan kita dari pribadi yang bemental miskin ini adalah bersyukur. Ketika seseorang bersyukur dia akan selalu menerima apapun kondisi yang di berikan tuhan padanya, Dan hidup ini adalah tentang bersyukur, ketika kita telah bersyukur kita akan menggapai hidup yang sejahtera. Dan tak di sadari, hidup kita akan jauh lebih makmur, lebih bahagia dan yang terpenting kita akan bermental kaya secara otomatis.

Lalu apa yang kita tunggu lagi sekarang? Mulailah menilai diri Anda, apakah Anda termasuk orang mudah berbagi atau orang yang sangat pelit dalam urusan berbagi dengan sekitar? Apapun diri Anda, latilah mental Anda menjadi mental pribadi yang mudah berbagi dan memberi untuk terus bermental kaya….

Ketika seseorang telah bermental kaya, dia akan selalu berbagi tak peduli apapun kondisinya. Tapi, ini juga merupakan sebuah rahasia kehidupan yang apabila kita lakukan, kita malah akan bertambah besar dan semakin besar….

>Menuju Pribadi Bermental Kaya

>

“Too often we underestimate the power of a touch, a smile, a kind word, a listening ear, an honest compliment, or the smallest act of caring, all of which have the potential to turn a life around” – Leo Buscaglia

“Terlalu sering kita meremehkan kekuatan sentuhan, senyuman, kata hati, telinga mendengar , pujian yang jujur, atau tindakan terkecil dari kepedulian, yang semuanya memiliki potensi untuk mengubah kehidupan kita.”

Jika anda ditanya “Maukah anda menjadi kaya ?” pasti semua akan menjawab “Ya, saya mau kaya”. Demikian juga ketika ditanya “Maukah anda menjadi Miskin ?, kita akan menjawab “Tidak..!”. Lalu apa jawaban anda jika pertanyaan berikutnya adalah “Siapkah anda menjadi Kaya ?”.

Pertanyaan semacam ini sering kita jumpai ketika kita mengikuti seminar-seminar motivasi atau ketika berjumpa dengan orang-orang (presenter) Multi Level Marketing atau Agen Asuransi. Tujuan dari pertanyaan tersebut dan penjelasan-penjelasan berikutnya dari mereka adalah untuk memotivasi para pendengarnya agar bangkit dan menyadari bahwa tidak akan ada yang bisa dihasilkan hanya dengan bermalas-malasan.

Para Motivator sering menggunakan kalimat yang sangat “bombastis” dengan mengatakan bahwa untuk menjadi Kaya kita harus memiliki “Mental Kaya” bukan “Mental Miskin” dan untuk menjadi sukses anda harus memiliki mental sukses. Saya sendiri lebih menyukai menggunakan kata: Untuk Sukses anda harus memiliki Mental Cahaya dan bukan Mental Gelap.

Bagaimana rasanya seandainya kita punya uang yang berlimpah hingga milyaran Rupiah…? Apakah makanan yang kita makan menjadi lebih dari porsi biasanya…? Apakah kita bisa memakai dua tempat tidur sekaligus untuk tempat kita tidur..? Mari kita kaji bersama, ternyata berapapun banyaknya Harta kita, ternyata yang kita butuhkan hanyalah sebatas apa yang dibutuhkan badan ini saja. Selebihnya hanyalah sekedar sebagai perhiasan untuk memuaskan nafsu ketamakan dan keserakahan kita semata. Jadi ini semuanya kembali pada persoalan mentalitas semata….

Lalu bila ternyata kebutuhan jasmani Para Milyuner itu sama saja dengan kebutuhan kita, lalu apa yang membuat kita merasa lebih miskin dari mereka selain hanya pada perbedaan sederet angka nol di belakang koma rupiah semata…??  Jadi mengapa harus menunggu harta berlimpah baru kita bisa merasa kaya dan baru bisa punya sesuatu yang bisa dibagikan atau disedekahkan…?  Bukankah senyuman yang tulus dari hati kita itu sudah merupakan sedekah terindah buat para sahabat kita..?

Bila kita mau sedikit membuka hati dan mau melatih Otot Syukur kita, maka akan kita jumpa betapa banyak Nikmat Tuhan yang bisa kita syukuri, walaupun kita masih dalam konsisi yang serba terbatas ini. Banyak hal yang bisa kita sumbangkan demi kemanfaatan seluruh umat manusia. Semiskin apapun diri kita, kita masih punya sebuah senjata (TOOL) yang bisa kita sumbangkan untuk umat manusia. Itulah DOA sebagai senjata (tool) orang yang beriman. Yang bila di asah dengan berlatih di Metode NAQS DNA, maka kita akan semakin menyadari bahwa hakikatnya doa kita sebenarnya sudah terkabul semua. Dengan Kekuatan DOA inilah NAQS DNA memberikan kemanfaatan kepada umat manusia lewat terapi Cahaya Ilahi NAQS DNA. Manusia yang bermental Cahaya inilah yang mempunyai Daya Ajaib Mukmin, yang mampu memancarkan Cahaya Ilahi untuk memberikan pencerahan, penyampai kabar gembira, pelita cahaya bagi diri & lingkungannya.

Rasulullah saw. bersabda:
“Do’a itu senjata orang yang beriman 
dan tiangnya agama, 
serta cahaya langit dan bumi”. 
(Hadis Riwayat Hakim dan Abu Ya’la).

Abundance Mentality
Istilah abundance mentality dalam praktek sehari-hari dapat dikenali melalui sikap-sikap :

  • Menerima pendapat, saran, masukan bahkan kritik dari orang lain.
  • Percaya diri dan percaya dengan orang lain.
  • Siap menghadapi segala resiko yang harus ditanggung.
  • Membagikan ilmu atau ketrampilan yang dimiliki kepada orang lain tanpa takut menjadi kalah bersaing dengan orang tersebut.
  • Mengakui ketika melakukan kesalahan dan bersedia meminta maaf.
  • Memaafkan orang yang bersalah.
  • Mengakui keberhasilan orang lain atau competitor.
  • Menguasai Hukum Keberlimpahan

Singkatnya orang tersebut mempunyai sifat :

  1. Open minded , mau belajar terhadap hal-hal yang baru, mampu membedakan saran atau kritik yang sekiranya membangun. Orang yang open minded selalu berkembang dan terus menyempurnakan dirinya.
  2. Open hand artinya selalu siap sedia membantu orang lain yang kesusahan dan melayani Tuhan sebagai hamba-Nya, melayani sesama dengan tulus.
  3. Open Heart, terjemahan kasarnya yaitu berlapang dada, pemaaf dan tidak pernah mendendam.

Orang-orang yang memiliki abundance mentality tidak akan pernah merasa miskin, tetapi selalu berkelimpahan. Tidak terfokus pada siapa memiliki apa, tetapi selalu bersedia berbagi ilmu, pengalaman atau apa yang mereka miliki dan membawa orang-orang di sekitarnya ikut sukses bersamanya.

Manusia adalah mahkluk sosial, jadi sudah sepantasnya jika kita saling berbagi bukan? Tapi, bisa dilihat di sekeliling kita banyak orang yang sangat berhemat untuk berbagi kepada sekitarnya Namun, banyak juga orang yang mudah memberikan sebagian rezekinya kepada sekitarnya. Dan kalo menurut saya, latar belakang ekonomi ataupun status finansial bukanlah faktor penentu apakah seseorang itu mudah berbagi rezekinya atapun sangat pelit berbagi rezekinya kepada orang lain, tetapi lebih kepada faktor mentalitas yang biasanya tertanam sejak kecil.

Ada orang yang hidupnya pas-pasan yang senang memberi tapi ada banyak orang kaya raya yang memiliki harta benda yang sangat banyak tapi dia sangat pelit dalam urusan memberi pada sekitarnya, kebanyakan mereka takut memberi karena mungkin takut kehilangan hartanya.

Jika kita bisa lebih jernih dalam berfikir, kita pasti lebih banyak akan memberi dari pada bersikap pelit. Betapa tidak, kita dilahirkan dalam kondisi yang NOL, tidak dibekali apapun juga dan ketika matipun, kita juga tidak akan membawa harta benda sedikitpun.

Nah, dalam hal ini yang beperan penting adalah mental kita. Dimanapun kita dan dalam kondisi apapun sesEorang, jika orang tersebut telah bermental kaya pasti akan selalu berusaha berbagi dan memberi kepada sekitarnya. Memberi yang saya bicarakan di sini tidak hanya mengenai uang, tetapi lebih luas lagi seperti memberi dengan waktu, tenaga, atapun pengetahuan. Bagi orang yang bermental kaya apapun kondisinya ia akan berusaha memberikan apa yang dia bisa berikan termasuk kasih sayang yang tulus bagaikan sebuah sumber mata air yang terus memberikan manfaat bagi lingkunganya.

Banyak hal yang menyebabkan seseorang bermental miskin, sifat egois merupakan sifat yang sering muncul dalam pribadi orang yang bermental miskin. Mementingkan apa yang di inginkanya terlebih dahulu dan mau menang sendiri itulah sebuah paradigma yang memilukan yang tertanam di pikiran orang-orang bermental miskin. Dan lebih parahnya lagi, kebanyakan orang yang egois menganggap apapun yang di lakukanya merupakan jalan yang terbaik dan pasti memberikan keuntungan bagi dirinya.

Coba Anda lihat, seorang yang berrmental kaya biasanya memilki teman yang lebih banyak daripada orang yang egois, selanjutnya orang yang bermental kaya pasti akan yang menolong jika mendapati sebuah kesulitan. Ini adalah hukum alam yang tidak bisa di ubah.

Saya secara pribadi mempercayai, punya mental kaya bisa sangat mempengaruhi kesuksesan seseorang. Kita bisa ambil kasus yang sering terjadi di lingkungan kita, kebanyakan orang yang bermental miskin mengurungkan niatnya untuk memulai usaha alasan utamanya karena kekurangan modal, tapi itu hanya alasan seorang yang bermental miskin! Karena modal terbesar ada di dalam dirinya sendiri, kreativitas, dan mentalnya. Modal memang di perlukan, tapi tak semuanya tergantung dengan modal…

Contoh nyata dari orang yang bermental kaya adalah Warren Buffet, manusia terkaya di dunia tahun 2008 versi majalah Forbes memberikan lebih dari 60% seluruh hartanya untuk organisasi-organisai kemanusian dan apa yang terjadi? Dia malah bertambah kaya dan menjadi orang yang besar di dunia.

Trilyuner Bill Gates melalui yayasanya “Bill and Melinda Gates Foundation” telah menyumbang jutaan dollar setiap tahunya untuk kegiatan amal dan kemanusiaan dan sosial di berbagai negara di dunia. Ini juga merupakan Orang Kaya yang Bermental Kaya.

Cara yang paling ampuh untuk membebaskan kita dari pribadi yang bemental miskin ini adalah bersyukur. Ketika seseorang bersyukur dia akan selalu menerima apapun kondisi yang di berikan tuhan padanya, Dan hidup ini adalah tentang bersyukur, ketika kita telah bersyukur kita akan menggapai hidup yang sejahtera. Dan tak di sadari, hidup kita akan jauh lebih makmur, lebih bahagia dan yang terpenting kita akan bermental kaya secara otomatis.

Lalu apa yang kita tunggu lagi sekarang? Mulailah menilai diri Anda, apakah Anda termasuk orang mudah berbagi atau orang yang sangat pelit dalam urusan berbagi dengan sekitar? Apapun diri Anda, latilah mental Anda menjadi mental pribadi yang mudah berbagi dan memberi untuk terus bermental kaya….

Ketika seseorang telah bermental kaya, dia akan selalu berbagi tak peduli apapun kondisinya. Tapi, ini juga merupakan sebuah rahasia kehidupan yang apabila kita lakukan, kita malah akan bertambah besar dan semakin besar….

Fokus Pada Dahsyatnya Energi Syukur

FOKUS
Julurkan kedua tangan di depan kita, sejajar dengan muka. Lalu perhatikan tangan kanan baik-baik? Apa yang terjadi dengan penglihatan kita terhadap tangan kiri? menjadi tidak jelas bukan…?

Tetap julurkan dengan posisi yang sama, pindah pandangan, fokuskan ke kiri baik-baik. Apa yang terjadi dengan penglihatan kita terhadap tangan kanan? menjadi kabur? Iya kan….?  betul sekali.

Wajar saja jika seseorang memiliki beberapa harapan dalam hidupnya. Tapi dengan begitu, kita akan merasa terlalu banyak yang harus dilakukan, tetapi sangat sedikit waktu yang ada. Maka, fokuslah!

Concentrate all your thoughts upon the work at hand. The sun’s rays do not burn until brought to a focus.”- Alexander Graham Bell

Confucius, seorang filsuf dunia yang mengajarkan nilai-nilai kebajikan dan moralitas pernah berkata, “Person who chases two rabbits catches neither. Seseorang yang mengejar dua ekor kelinci, tidak akan menangkap satu pun.” Coba bayangkan, mengejar satu ekor kelinci saja sudah cukup sulit, apalagi kita mengangankan mendapatkan dua ekor? Sudah jelas, bila kita sedang berada di situasi serupa walaupun bukan kelinci yang kita incar, kita harus berkonsentrasi pada satu tujuan. Setelah berhasil mendapatkannya, barulah kita berusaha untuk meraih yang kedua.

Hal ini berlaku juga pada saat kita sedang ingin meraih mimpi-mimpi kita. Jika kita memiliki mimpi yang besar dan harapan akan pencapaian hidup yang lebih baik, biasanya banyak sekali hal yang ingin kita capai. Tapi apakah kita akan pernah mewujudkan semua harapan itu dengan waktu yang terbatas? Jadi bagaimana cara terbaik untuk melakukannya?

Rileks
Hal pertama yang harus kita lakukan adalah mencoba untuk rileks. Jangan panik dan jangan merasa terlalu bersemangat, ingin melakukan sesuatu dengan terburu-buru. Bangkitkan rasa percaya diri dengan kemampuan-kemampuan yang kita miliki untuk meraih tujuan. Sangatlah penting untuk melihat segala sesuatu melalui sebuah perspektif dan ingat bahwa segala yang baik yang kita miliki dalam hidup ini datang melalui suatu proses dan butuh waktu untuk mendapatkannya.

Saat keadaan tidak berjalan dengan semestinya, bukan berarti itu karena kita tidak melakukan apa-apa untuk berusaha. Tidak jarang, sesuatu yang tidak diharapkan dan yang tidak kita rencanakan malah membawa kebaikan bagi usaha kita meraih tujuan. Jika kita berusaha secara konstan dan fokus, maka keadaan akan mendukung usaha kita.

Run Your Race
Cara yang kedua, berlarilah di jalur maka kita akan menang! Kita tidak akan menang dengan cara apa pun selain dengan berlari. Artinya, seperti sebuah lomba lari,kita tidak akan bisa meraih impian selain dengan berusaha di jalan yang tepat untuk mewujudkannya.

Pertandingan tidak akan kita menangkan hanya dengan melakukan lompatan jauh dari garis mulai ke garis akhir! Yang harus kita lakukan memang berlari, langkah demi langkah. Setiap langkah akan membawa kita mendekati garis finish. Jadi, mimpi kita memang harus diwujudkan dengan cara serupa. Lakukan usaha dengan tidak terburu-buru, langkah demi langkah, maka kemenangan akan menyambut kita.

Itulah yang juga disarankan oleh Carl Lewis, pemenang Olimpiade 1984 cabang lompat jauh. Ia berkata, “Get out of the blocks, run your race, stay relaxed. If you run your race, you’ll win. Channel your energy. Focus!” Maka, fokuslah untuk menang!

Concentrate on Running Your Race
Memang, kunci utama untuk bisa fokus adalah konsentrasi. Memiliki banyak mimpi yang ingin diraih bukan hal yang buruk. Justru sebaliknya, dengan mimpi-mimpi itu kita akan bisa menjalankan hidup dengan penuh perjuangan. Hanya, putuskanlah apa yang menjadi impian terbesar dalam hidup, dan berkonsentrasi serta fokus untuk mewujudkannya.

Tetaplah pada jalur yang bisa membawa kita menuju kemenangan. Seperti layaknya hidup seorang manusia, banyak godaan dan halangan yang merintangi kita untuk sampai di garis akhir. Itulah gunanya untuk tetap fokus. Jangan jadikan sebuah rintangan, apalagi godaan, menghentikan usaha kita. Tapi berusahalah lebih keras lagi, dan konsentrasi akan membuat hal-hal buruk tidak ada artinya dibanding kemenangan yang akan kita raih.

Concentrate on You
Jika memang kita menginginkan kemenangan, maka kita harus fokus pada seseorang yang sangat berpengaruh untuk keberhasilan kita. Yaitu, diri kita sendiri! Janganlah terlebih dahulu mencari bantuan kepada orang lain untuk membuat kita sukses. Tapi, yang paling penting, jangan menyalahkan orang lain dari ketidakberuntungan atau kegagalan yang kita dapatkan. Sifat suka menyalahkan orang lain akan membawa kita kepada keadaan tidak berdaya dan tidak mandiri.

Mungkin kita bisa merasa sedikit lebih lega dengan menyalahkan orang lain, tapi sudah jelas tidak mungkin dapat membawa kita ke kesuksesan, bila kita terus merasa tidak bahagia dan selalu menyalahkan situasi. “Kita tetap harus fokus pada diri sendiri dan apa yang dapat dilakukan untuk mengubah keadaan menjadi lebih baik,” begitu saran Wayne Dwyer, seorang motivator ternama.

Do One Thing at Time
Terakhir, cobalah untuk fokus dalam melakukan sesuatu hal, satu tujuan terbesar yang ingin diraih. Tidak peduli sebanyak apa pun hal yang harus kita lakukan, sebenarnya kita hanya bisa melakukan satu hal untuk hasil yang sangat maksimal. Multi tasking bukan berati melakukan banyak pada saat yang sama. Arti sebenarnya dari kata itu adalah memiliki keahlian yang membuat kita bisa melakukan manajemen waktu dan menyelesaikannya dengan baik.

Apa pun yang sedang kita lakukan saat ini, berkonsentrasilah. Berilah setiap energi yang dimiliki untuk melakukannya. Ini adalah satu-satunya cara kita untuk lebih efektif dan meraih hasil yang baik.

Teman-teman yang luar biasa, tetaplah berusaha. Fokus pada hal yang kita inginkan, dan kita akan mendapatkannya.

You can’t depend on your judgment when your imagination is out of  focus.”- Mark Twain

Keluhan dan Rasa Syukur
Dua hal ini tidak akan berkumpul pada ruang yang sama di dalam hati dan fikiran kita di saat bersamaan. Salah satu pasti ada yang kalah dan terpinggirkan. Dan rasa yang lainnya akan dominan di dalam hati dan fikiran kita.

Mengeluh…, adalah sesuatu yang sudah tua, mungkin seumur dunia, umum dijumpai dan mungkin memang diciptakan seperti itu. Tapi mengeluh mulai dari bangun tidur sampai mau tidur lagi adalah sesuatu yang “crazy”

Banyak hati pernah kecewa, sedih, kehilangan, hancur, kekurangan, dicerca, dizalimi, dihianati, kecelakaan, terasing, gelisah, kehilangan, penghianatan, hak yang terampas, penghinaan, rezeki yang sempit, putus asa… ya itulah segudang kalimat mengandung arti “menyakitkan” .

“Tulis keluhanmu dipasir agar mudah dihilangkan ombak”
“Utarakan keluhanmu kepada Sang Pencipta”
demikian kalimat yang sering didengar sebagai inspirasi untuk mengusir kesedihan agar tidak berakhir dengan keluhan.

Tentu ada lingkungan yang membuat kita tidak bahagia sehingga kita mengeluh. Namun menyalahkan lingkungan sepenuhnya karena ketidakbahagian kita dan membuat kita selalu mengeluh itu sesuatu yang tidak adil. Kebahagiaan bisa digali dari dalam diri sendiri begitu kata orang bijak. Seperti komputer yang bisa di “klik” .

Setiap kisah ada akhir, Setiap keadaan akan berubah, yang enak maupun yang tidak enak. It’s a matter of time. Jadi apa perlunya mengeluh dan menyebarkan keluhan pribadi yang membabi buta sampai menuliskannya di forum umum semacam dalam status di fesbuk, dll. Mengapa tidak kita ”klik” perasaan kita dengan hati penuh rasa syukur dengaan semua karunia yang diberikan llahi.

Pikiran Manusia memiliki Kekuatan Magnet yang mampu menarik berbagai energi di alam semesta dan mewujud menjadi sebuah realitas/kenyataan dan materi/benda nyata di alam nyata di dalam kehidupan manusia itu, baik berupa kesehatan, kebahagiaan, kekayaan, kesuksesan, tapi juga bisa berupa penyakit, penderitaan, musibah, kegagalan, dll.

Pikiran Sadar yang bersifat Positif, akan menarik semua energi Positif dari Alam Semesta dan akan mewujud menjadi kesehatan, kebahagiaan, kekayaan, kesuksesan hidup manusia tersebut.

Pikiran Sadar Negatif, akan menarik semua energi Negatif yang ada dialam semesta dan akan mewujud menjadi berbagai penyakit, penderitaan, musibah, kegagalan.

Dengan lebih Fokus pada Rasa Syukur, maka kita akan merasakan betapa banyaknya nikmat Allah yang telah di berikan kepada kita tanpa kita sadari. Dan ketika kita telah sadar akan nikmat Allah tersebut, maka kita akan merasakan sebuah gelombang dahsyat dari nikmat Allah yang terus menerus melimpah di dalam kehidupan kita yang ternyata tiada habisnya dan tiada batasnya. Betul-betul LUAR BIASA DAHSYATNYA ENERGI SYUKUR .”

Perbanyak kalimat syukur, hindari mengeluh. Ketika mengeluh sebenarnya kita melepaskan energi dan getaran negatif ke alam semesta yang akan menarik hal-hal yang negatif ke dalam hidup kita. Demikian juga sebaliknya.

Mari kita hayati pernyataan Allah swt dan kalimat-kalimat suci dari para kekasih-Nya:

Allah swt berfirman:
Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” QS. Ihrahim: 7)

Rasulullah saw bersabda:
Pergunakan nikmat Allah dengan cara yang baik. Jangan kalian cintai dan jangan jadikan ia berpaling dari kalian. Sesungguhnya ketika nikmat itu berpaling dari suatu bangsa ia mendatangi bangsa yang lain.” (Kanzul Fawâid 2: 162)

Imam Ali bin Abi Thalib (sa) berkata:
“Sikapi nikmat Allah dengan cara yang baik sebelum ia pergi darimu. Sesungguhnya nikmat yang pergi itu engkau akan menyaksikannya pada orang yang menyikapinya dengan baik.” (Asy-Syarâi’ 2: 464)

Bahan Bakar Yang Tiada Habis.
Syukur adalah cara kita mengumpulkan serpihan kekuatan yang terserak, untuk kita jadikan modal dasar perjuangan ke depan. Dengan syukur kita juga membangkitkan kemampuan berpikir positif dan optimisme di atas kekuatan riil yang kita miliki. Dengan syukur kita berkomunikasi kepada Allah tentang pencapaian yang sudah ada, dan berkonsultasi tentang rencana selanjutnya. Syukur membuat kita melakukan evaluasi kritis dan konstruktif bersama Allah. Dan melahirkan azam; tekad yang bulat untuk berkerja lebih baik lagi di masa yang akan datang. Allah berfirman dalam surat Ali Imron ayat 159:

“…..kemudian apabila kamu Telah membulatkan tekad, Maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.

Rasa syukur akan melahirkan ketulusan dalam bersikap dan bertutur kata. Syukur membuat kita obyektif dan rendah hati. Rasululah bersabda;

“Agama itu adalah nasehat” para sahabat bertanya: untuk siapa? Rasulullah bersabda: Untuk Allah, Rasulnya, para Pemimpin dan kaum muslimin seluruhnya.” (HR. Muslim)

Hal ini bermakna ketulusan kita dalam menyikapi satu persoalan dan ketulusan kita dalam menerima segala yg telah diputuskan-Nya.

Syukur juga akan melipatgandakan kesabaran kita. Deraan cobaan dan tantangan yang ada memang mudah membuat kita lemah, tapi syukur memberi perpektif lain yang melapangkan dada kita untuk bersabar. Energi kesabaran kita menjadi tiada habisnya karena berbahan bakar syukur. Syukur adalah energi terbarukan, yang senantiasa dapat diperbaharui setiap kali kita sadar akan datangnya nikmat Allah. Bahan baku yang kekal karena berasal dari Dzat Yang Kekal.

Recharge Your Spirit dengan Syukur
Kalau di supermarket dijual dalam kemasan kaleng “Jus Pembangkit Jiwa”, yang mampu membuat anda memiliki beberapa kemampuan luar biasa, selalu memiliki sudut pandang positip, intuisi terbuka, kreatip, pandai membuat keputusan pintar, semangat dan energi yang tidak ada habisnya, seperti orang Jakarta bilang “kagak ada matinye”, tambahan lagi wajah selalu berseri-seri, maka saya yakin sekali bahwa anda pasti akan berbondong-bondong membelinya, bahkan memborong Jus kalengan seperti itu, buat persediaan selamanya. Ya nggak?

Sayangnya, Jus seperti itu tidak ada, tidak bakal ada, apalagi dijual.

Adanya ternyata, justru didalam diri anda sendiri. Ya, ada didalam diri anda sendiri. Nggak usah jauh-jauh kemana musti mencarinya, nggak usah membeli, gratis. Tinggal membangkitkannya.

Mari saya tunjukkan, bagaimana membangkitkannya. Ada 3 langkah mencapainya!!!

1. Selalu Bersyukur
2. Selalu Berpikir Positip
3. Bangkitkan Otak Kanan

Selalu Bersyukur
Sekarang juga, angkat dan buka lebar-lebar kedua tangan anda keatas, tarik kebelakang sambil diturunkan, sambil menghirup dan menghembuskan udara segar, dalam-dalam, mengucapkan syukur kehadirat Allah SWT, 

“… ya Allah ….. luar biasa sekali Engkau …. Nikmat sekali ini semua …. Kau berikan aku bisa melihat ….. kau berikan aku bisa merasakan nikmatnya udara yang kuhirup ini ….. nikmat sekali ya Allah …… terimakasih ya Allah.”

Lakukan berulang secara dalam-dalam dan sungguh-sungguh, sampai anda merasakan kelegaan yang luar biasa dalam hati anda, rasakan kebesaran hati anda, berulang-ulang sedemikian bersyukurnya, menimbulkan kelegaan yang menyeruakkan rasa bergetar dibelakang kepala anda.

Atau, kalau masih belum kuat juga, cara yang sama, ….. ya Allah ….. luar biasa sekali Engkau …. Kau berikan aku nikmat yang amat luar biasa ini ya Allah …. luar biasa sekali anakku ini ya Allah …. Luar biasa sekali keluargaku ini ya Allah, …. sungguh bangga aku memilik mereka ya Allah ….. terimakasih ya Allah ….

Kalau didepan anda ada anak anda, sambil peluklah dia. Kalau ada istri/suami anda peluklah dia, bukankah sangat luar biasa memiliki mereka? Nikmatilah rasa syukur itu dalam-dalam.

Plong, lega, ringan, membesarkan jiwa, rasa bergetar dibelakang kepala kita. Itulah yang harus anda rasakan.

Lakukan terus menerus, tanpa diketahui orang lain tentunya, nggak usah angkat-angkat tangan lagi, nggak usah peluk-peluk lagi, ‘ntar dikira lagi aneh nih orang!!

Pokoknya lakukan terus sampai malam nanti.

Lalu, ingat-ingat, besok pagi, begitu bangun ucapkan doa dan teruskan mengucapkan syukur lagi seperti itu, …..ya Allah terimakasih, masih Kau beri aku kesempatan menikmati hidup ini Ya Allah…., besoknya lagi diulang terus, dan terus.

Terus, kapanpun anda ingat, dimanapun, lakukan syukur. Asal, jangan pas lagi di WC ya?

Rasa syukur yang tulus dan terus-menerus ini akan membesarkan hati dan jiwa anda, selalu plong, selalu lega, selalu tak ada beban dan selalu bersemangat sepanjang hari. Rasakan ada energi baru yang terus-menerus terpompakan kedalam diri anda.

Itulah yang saya rasakan saat ini, seakan energi itu tidak ada habisnya, tidak ada capek-nya, dari satu meeting ke meeting yang lain, dari satu topic ke topic yang lain, dari satu problem solving ke problem solving yang lain, energi itu selalu terbarukan, selalu kreatif.

Buat saya, karena suatu kejadian luar biasa yang pernah menimpa saya pada masa lalu, setiap tarikan nafas saya saat ini ternyata mampu membuat saya amat sangat bersyukur kehadirat Allah SWT. Alam bawah sadar saya selalu merespons rasa senang betapa nikmatnya udara yang dapat saya hirup ini.

Setiap orang pasti punya satu cara tersendiri untuk bersyukur kehadirat Tuhan YME. Carilah suatu kejadian luar biasa yang pernah anda alami di masa lampau, yang sedemikian rupa sehingga mampu membuat anda bersyukur dengan amat sangat. Temukan, lalu lakukan terus menerus.

Ada sebuah bonus besar kalau anda berhasil melakukan syukur yang tulus dan terus menerus, yaitu kesembuhan dari berbagai penyakit. Kalau anda saat ini sedang sakit, makin sungguh-sungguhlah anda bersyukur.

Beberapa penelitian meyimpulkan, rasa syukur yang tulus dan terus menerus akan menyembuhkan penyakit kita, penyakit apapun juga. Percayalah.

Mulai sekarang, bila kita mengucapkan Alhamdulillah ……. Resapilah sedalam-dalamnya …. rasakan sensasi itu terjadi terus menerus …. agar kita mendapatkan energi syukur yang selalu terbarukan, sekaligus bonusnya.

Buat rekan-rekan yang beragama bukan Islam, sudah barang tentu syukur anda itu dengan menyebutkan nama Tuhan, atau cara seperti yang diajarkan agama anda.

Selalu Berpikir Positip
Tariklah nafas dalam-dalam lagi. Rasakan energi syukurnya.

Segera setelah anda menemukan energi yang membesarkan jiwa yang timbul dari rasa syukur itu terjadi, langsung saja anda pindah ke dahi, disitulah anda menempatkan rasa selalu berpikir positip.

Mulai sekarang, sambil tetap menjaga energi syukur itu terus menerus tetap ada, kita tambahkan rasa selalu berpikir positip didahi kita, selalu memandang segala sesuatu dari sudut yang baik, apapun itu. Luar biasa.

Rasakan, hidup anda akan menjadi baik karena kita selalu memandangnya dari segi yang baik. Selalu berpikir baik tentang diri sendiri. Selalu bepikir baik tentang orang yang kita ajak bicara. Selalu berpikir baik tentang apapun disekitar kita.

Itu akan men-setting wajah kita selalu ramah terhadap orang lain, sehingga orangpun pasti akan bersikap sama terhadap kita, membuat apapun yang kita kerjakan menjadi sangat menyenangkan.

Ada banyak penelitian yang mengatakan bahwa pikiran positip ini bisa kita tularkan ke orang lain. Cobalah selalu buat seseorang yang kita ajak bicara itu ikut berpikiran positip, yaitu dengan cara memancarkan pikiran positip kita ke orang tersebut. Niscaya dia akan berpikiran positip pula.

Alam semesta akan memancarkan pikiran positip kita ke orang lain tersebut, seperti garpu tala menularkan nada yang sama ke garpu tala lain yang didekatkan kepadanya.

Pokoknya, apapun orang bilang tentang kita, kita akan melihatnya dari sudut yang baik. Apapun yang terjadi pada diri kita, kita akan selalu melihatnya dari sudut yang baik.

Gabungan energi syukur dan pikiran positip yang luar biasa ini mustinya sudah anda rasakan saat ini. Rasa segar bersemangat, lega, besar, indah dan selalu positip mustinya sudah terjadi dalam diri anda sekarang. Anda akan melihat mata lawan bicara anda, anda akan berbicara dengan nada semangat disuara anda.

Lakukan terus menerus membangkitkan energi syukur dan pikiran positip ini kapanpun dan dimanapun juga. Secara fisik, anda akan tampil persis seperti seorang entrepreneur yang sebenarnya. Dan anda akan terus membutuhkan energi ini untuk keberhasilan entrepreneurship anda.

Kalau belum juga merasakan seperti yang saya tuliskan diatas, ulangi saja membaca dan melakukannya lagi dari depan, barulah membuka otak kanan.

Buka Otak Kanan
Otak kanan yang terbuka dan aktif membuat anda memiliki kemampuan luar biasa dalam intuisi, kreatif, inovatif, leadership dan entrepreneurship itu sendiri.

Bertahun-tahun selama hidup kita, kita sibuk melatih otak kiri kita, yaitu otak analitis. Misalnya kemampuan matematis dan analitis. Bagus sekali, sih! Cuma saja pada waktu yang sama, kita malah menelantarkan pengembangan otak kanan.

Tidak usah disesali, sekarang kita musti mengaktipkan otak kanan kita, dan terus melatih menggunakannya.

Karena sudah terlanjur lama ditelantarkan, maka kemampuan otak kanan kita level nya njomplang dibawah level otak kiri. Namun, sekali saja otak kanan ini diaktipkan lalu dilatih dengan baik, maka kemampuan otak kanan kita akan ngebut mengejar kemampuan otak kiri, menuju keseimbangan.

Keseimbangan memampuan otak kanan dan otak kiri inilah, yang didukung dengan kuatnya energi syukur dan pikiran positip, yang akan bisa membawa kita menjadi seorang entrepreneur yang baik dan sukses. Kuasailah dengan sebaik-baiknya.

Mari kita aktifkan otak kanan kita.
Cara terbaik adalah dzikir hati untuk mengaktipkan otak kanan kita.

Carilah suatu titik di dada kita, sedikit diatas ulu hati, tiga jari disebelah kiri. Rasakan seolah mulut kita berada dititik itu, dan berdzikir tanpa suara dititik itu. Menyebutkan nama Tuhan.

Ya Rahman Ya Rahim, Ya Rahman Ya Rahim, dan seterusnya, berulang kali kapan saja dimana saja, asal jangan pas kita berada di WC.

Ini akan mengaktipkan otak kanan kita, dan ini harus kita latih terus-menerus agar mem balance kemampuan otak kiri dengan otak kanan kita.

Tidak seperti 2 cara yang lainnya yaitu bersyukur dan berpikiran positip, maka aktifnya otak kanan kita ini tidak akan bisa kita rasakan. Percaya sajalah, pokoknya anda sekarang sudah memiliki intuisi seorang entrepreneur.

Kesimpulan

Mengapa ajarannya enjadi sangat spiritual? Anda pasti bisa mengerti karena yang kita bangkitkan adalah Jiwa kita. Dan cara spriritual adalah cara terbaik.

Anggap saja saat ini anda sudah mampu melakukannya dengan baik yaitu membangkitkan energi syukur dan pikiran positip, sekaligus anda sudah memiliki keseimbangan otak kiri dan otak kanan anda.

Maka saat ini, anda mustinya sudah merasakan sensasi alinea pertama tulisan ini.

Kalau masih belum bisa, ulangi saja membaca dan melakukannya kembali dari awal. Kalau belum bisa juga, ulangi lagi. Begitu seterusnya. Meskipun sudah bisa, anda musti tetap harus melakukannya terus menerus.

Saya melakukannya terus menerus, bahkan hampir seperti terjadi begitu saja secara otomatis. Ini menjaga saya tetap tajam, positip, bersemangat, mampu menghasilkan berbagai keputusan kreatif.

Andapun pasti bisa !!!

Diramu dari berbagai sumber….

>Fokus Pada Dahsyatnya Energi Syukur

>

FOKUS
Julurkan kedua tangan di depan kita, sejajar dengan muka. Lalu perhatikan tangan kanan baik-baik? Apa yang terjadi dengan penglihatan kita terhadap tangan kiri? menjadi tidak jelas bukan…?

Tetap julurkan dengan posisi yang sama, pindah pandangan, fokuskan ke kiri baik-baik. Apa yang terjadi dengan penglihatan kita terhadap tangan kanan? menjadi kabur? Iya kan….?  betul sekali.

Wajar saja jika seseorang memiliki beberapa harapan dalam hidupnya. Tapi dengan begitu, kita akan merasa terlalu banyak yang harus dilakukan, tetapi sangat sedikit waktu yang ada. Maka, fokuslah!

Concentrate all your thoughts upon the work at hand. The sun’s rays do not burn until brought to a focus.”- Alexander Graham Bell

Confucius, seorang filsuf dunia yang mengajarkan nilai-nilai kebajikan dan moralitas pernah berkata, “Person who chases two rabbits catches neither. Seseorang yang mengejar dua ekor kelinci, tidak akan menangkap satu pun.” Coba bayangkan, mengejar satu ekor kelinci saja sudah cukup sulit, apalagi kita mengangankan mendapatkan dua ekor? Sudah jelas, bila kita sedang berada di situasi serupa walaupun bukan kelinci yang kita incar, kita harus berkonsentrasi pada satu tujuan. Setelah berhasil mendapatkannya, barulah kita berusaha untuk meraih yang kedua.

Hal ini berlaku juga pada saat kita sedang ingin meraih mimpi-mimpi kita. Jika kita memiliki mimpi yang besar dan harapan akan pencapaian hidup yang lebih baik, biasanya banyak sekali hal yang ingin kita capai. Tapi apakah kita akan pernah mewujudkan semua harapan itu dengan waktu yang terbatas? Jadi bagaimana cara terbaik untuk melakukannya?

Rileks
Hal pertama yang harus kita lakukan adalah mencoba untuk rileks. Jangan panik dan jangan merasa terlalu bersemangat, ingin melakukan sesuatu dengan terburu-buru. Bangkitkan rasa percaya diri dengan kemampuan-kemampuan yang kita miliki untuk meraih tujuan. Sangatlah penting untuk melihat segala sesuatu melalui sebuah perspektif dan ingat bahwa segala yang baik yang kita miliki dalam hidup ini datang melalui suatu proses dan butuh waktu untuk mendapatkannya.

Saat keadaan tidak berjalan dengan semestinya, bukan berarti itu karena kita tidak melakukan apa-apa untuk berusaha. Tidak jarang, sesuatu yang tidak diharapkan dan yang tidak kita rencanakan malah membawa kebaikan bagi usaha kita meraih tujuan. Jika kita berusaha secara konstan dan fokus, maka keadaan akan mendukung usaha kita.

Run Your Race
Cara yang kedua, berlarilah di jalur maka kita akan menang! Kita tidak akan menang dengan cara apa pun selain dengan berlari. Artinya, seperti sebuah lomba lari,kita tidak akan bisa meraih impian selain dengan berusaha di jalan yang tepat untuk mewujudkannya.

Pertandingan tidak akan kita menangkan hanya dengan melakukan lompatan jauh dari garis mulai ke garis akhir! Yang harus kita lakukan memang berlari, langkah demi langkah. Setiap langkah akan membawa kita mendekati garis finish. Jadi, mimpi kita memang harus diwujudkan dengan cara serupa. Lakukan usaha dengan tidak terburu-buru, langkah demi langkah, maka kemenangan akan menyambut kita.

Itulah yang juga disarankan oleh Carl Lewis, pemenang Olimpiade 1984 cabang lompat jauh. Ia berkata, “Get out of the blocks, run your race, stay relaxed. If you run your race, you’ll win. Channel your energy. Focus!” Maka, fokuslah untuk menang!

Concentrate on Running Your Race
Memang, kunci utama untuk bisa fokus adalah konsentrasi. Memiliki banyak mimpi yang ingin diraih bukan hal yang buruk. Justru sebaliknya, dengan mimpi-mimpi itu kita akan bisa menjalankan hidup dengan penuh perjuangan. Hanya, putuskanlah apa yang menjadi impian terbesar dalam hidup, dan berkonsentrasi serta fokus untuk mewujudkannya.

Tetaplah pada jalur yang bisa membawa kita menuju kemenangan. Seperti layaknya hidup seorang manusia, banyak godaan dan halangan yang merintangi kita untuk sampai di garis akhir. Itulah gunanya untuk tetap fokus. Jangan jadikan sebuah rintangan, apalagi godaan, menghentikan usaha kita. Tapi berusahalah lebih keras lagi, dan konsentrasi akan membuat hal-hal buruk tidak ada artinya dibanding kemenangan yang akan kita raih.

Concentrate on You
Jika memang kita menginginkan kemenangan, maka kita harus fokus pada seseorang yang sangat berpengaruh untuk keberhasilan kita. Yaitu, diri kita sendiri! Janganlah terlebih dahulu mencari bantuan kepada orang lain untuk membuat kita sukses. Tapi, yang paling penting, jangan menyalahkan orang lain dari ketidakberuntungan atau kegagalan yang kita dapatkan. Sifat suka menyalahkan orang lain akan membawa kita kepada keadaan tidak berdaya dan tidak mandiri.

Mungkin kita bisa merasa sedikit lebih lega dengan menyalahkan orang lain, tapi sudah jelas tidak mungkin dapat membawa kita ke kesuksesan, bila kita terus merasa tidak bahagia dan selalu menyalahkan situasi. “Kita tetap harus fokus pada diri sendiri dan apa yang dapat dilakukan untuk mengubah keadaan menjadi lebih baik,” begitu saran Wayne Dwyer, seorang motivator ternama.

Do One Thing at Time
Terakhir, cobalah untuk fokus dalam melakukan sesuatu hal, satu tujuan terbesar yang ingin diraih. Tidak peduli sebanyak apa pun hal yang harus kita lakukan, sebenarnya kita hanya bisa melakukan satu hal untuk hasil yang sangat maksimal. Multi tasking bukan berati melakukan banyak pada saat yang sama. Arti sebenarnya dari kata itu adalah memiliki keahlian yang membuat kita bisa melakukan manajemen waktu dan menyelesaikannya dengan baik.

Apa pun yang sedang kita lakukan saat ini, berkonsentrasilah. Berilah setiap energi yang dimiliki untuk melakukannya. Ini adalah satu-satunya cara kita untuk lebih efektif dan meraih hasil yang baik.

Teman-teman yang luar biasa, tetaplah berusaha. Fokus pada hal yang kita inginkan, dan kita akan mendapatkannya.

You can’t depend on your judgment when your imagination is out of  focus.”- Mark Twain

Keluhan dan Rasa Syukur
Dua hal ini tidak akan berkumpul pada ruang yang sama di dalam hati dan fikiran kita di saat bersamaan. Salah satu pasti ada yang kalah dan terpinggirkan. Dan rasa yang lainnya akan dominan di dalam hati dan fikiran kita.

Mengeluh…, adalah sesuatu yang sudah tua, mungkin seumur dunia, umum dijumpai dan mungkin memang diciptakan seperti itu. Tapi mengeluh mulai dari bangun tidur sampai mau tidur lagi adalah sesuatu yang “crazy”

Banyak hati pernah kecewa, sedih, kehilangan, hancur, kekurangan, dicerca, dizalimi, dihianati, kecelakaan, terasing, gelisah, kehilangan, penghianatan, hak yang terampas, penghinaan, rezeki yang sempit, putus asa… ya itulah segudang kalimat mengandung arti “menyakitkan” .

“Tulis keluhanmu dipasir agar mudah dihilangkan ombak”
“Utarakan keluhanmu kepada Sang Pencipta”
demikian kalimat yang sering didengar sebagai inspirasi untuk mengusir kesedihan agar tidak berakhir dengan keluhan.

Tentu ada lingkungan yang membuat kita tidak bahagia sehingga kita mengeluh. Namun menyalahkan lingkungan sepenuhnya karena ketidakbahagian kita dan membuat kita selalu mengeluh itu sesuatu yang tidak adil. Kebahagiaan bisa digali dari dalam diri sendiri begitu kata orang bijak. Seperti komputer yang bisa di “klik” .

Setiap kisah ada akhir, Setiap keadaan akan berubah, yang enak maupun yang tidak enak. It’s a matter of time. Jadi apa perlunya mengeluh dan menyebarkan keluhan pribadi yang membabi buta sampai menuliskannya di forum umum semacam dalam status di fesbuk, dll. Mengapa tidak kita ”klik” perasaan kita dengan hati penuh rasa syukur dengaan semua karunia yang diberikan llahi.

Pikiran Manusia memiliki Kekuatan Magnet yang mampu menarik berbagai energi di alam semesta dan mewujud menjadi sebuah realitas/kenyataan dan materi/benda nyata di alam nyata di dalam kehidupan manusia itu, baik berupa kesehatan, kebahagiaan, kekayaan, kesuksesan, tapi juga bisa berupa penyakit, penderitaan, musibah, kegagalan, dll.

Pikiran Sadar yang bersifat Positif, akan menarik semua energi Positif dari Alam Semesta dan akan mewujud menjadi kesehatan, kebahagiaan, kekayaan, kesuksesan hidup manusia tersebut.

Pikiran Sadar Negatif, akan menarik semua energi Negatif yang ada dialam semesta dan akan mewujud menjadi berbagai penyakit, penderitaan, musibah, kegagalan.

Dengan lebih Fokus pada Rasa Syukur, maka kita akan merasakan betapa banyaknya nikmat Allah yang telah di berikan kepada kita tanpa kita sadari. Dan ketika kita telah sadar akan nikmat Allah tersebut, maka kita akan merasakan sebuah gelombang dahsyat dari nikmat Allah yang terus menerus melimpah di dalam kehidupan kita yang ternyata tiada habisnya dan tiada batasnya. Betul-betul LUAR BIASA DAHSYATNYA ENERGI SYUKUR .”

Perbanyak kalimat syukur, hindari mengeluh. Ketika mengeluh sebenarnya kita melepaskan energi dan getaran negatif ke alam semesta yang akan menarik hal-hal yang negatif ke dalam hidup kita. Demikian juga sebaliknya.

Mari kita hayati pernyataan Allah swt dan kalimat-kalimat suci dari para kekasih-Nya:

Allah swt berfirman:
Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” QS. Ihrahim: 7)

Rasulullah saw bersabda:
Pergunakan nikmat Allah dengan cara yang baik. Jangan kalian cintai dan jangan jadikan ia berpaling dari kalian. Sesungguhnya ketika nikmat itu berpaling dari suatu bangsa ia mendatangi bangsa yang lain.” (Kanzul Fawâid 2: 162)

Imam Ali bin Abi Thalib (sa) berkata:
“Sikapi nikmat Allah dengan cara yang baik sebelum ia pergi darimu. Sesungguhnya nikmat yang pergi itu engkau akan menyaksikannya pada orang yang menyikapinya dengan baik.” (Asy-Syarâi’ 2: 464)

Bahan Bakar Yang Tiada Habis.
Syukur adalah cara kita mengumpulkan serpihan kekuatan yang terserak, untuk kita jadikan modal dasar perjuangan ke depan. Dengan syukur kita juga membangkitkan kemampuan berpikir positif dan optimisme di atas kekuatan riil yang kita miliki. Dengan syukur kita berkomunikasi kepada Allah tentang pencapaian yang sudah ada, dan berkonsultasi tentang rencana selanjutnya. Syukur membuat kita melakukan evaluasi kritis dan konstruktif bersama Allah. Dan melahirkan azam; tekad yang bulat untuk berkerja lebih baik lagi di masa yang akan datang. Allah berfirman dalam surat Ali Imron ayat 159:

“…..kemudian apabila kamu Telah membulatkan tekad, Maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.

Rasa syukur akan melahirkan ketulusan dalam bersikap dan bertutur kata. Syukur membuat kita obyektif dan rendah hati. Rasululah bersabda;

“Agama itu adalah nasehat” para sahabat bertanya: untuk siapa? Rasulullah bersabda: Untuk Allah, Rasulnya, para Pemimpin dan kaum muslimin seluruhnya.” (HR. Muslim)

Hal ini bermakna ketulusan kita dalam menyikapi satu persoalan dan ketulusan kita dalam menerima segala yg telah diputuskan-Nya.

Syukur juga akan melipatgandakan kesabaran kita. Deraan cobaan dan tantangan yang ada memang mudah membuat kita lemah, tapi syukur memberi perpektif lain yang melapangkan dada kita untuk bersabar. Energi kesabaran kita menjadi tiada habisnya karena berbahan bakar syukur. Syukur adalah energi terbarukan, yang senantiasa dapat diperbaharui setiap kali kita sadar akan datangnya nikmat Allah. Bahan baku yang kekal karena berasal dari Dzat Yang Kekal.

Recharge Your Spirit dengan Syukur
Kalau di supermarket dijual dalam kemasan kaleng “Jus Pembangkit Jiwa”, yang mampu membuat anda memiliki beberapa kemampuan luar biasa, selalu memiliki sudut pandang positip, intuisi terbuka, kreatip, pandai membuat keputusan pintar, semangat dan energi yang tidak ada habisnya, seperti orang Jakarta bilang “kagak ada matinye”, tambahan lagi wajah selalu berseri-seri, maka saya yakin sekali bahwa anda pasti akan berbondong-bondong membelinya, bahkan memborong Jus kalengan seperti itu, buat persediaan selamanya. Ya nggak?

Sayangnya, Jus seperti itu tidak ada, tidak bakal ada, apalagi dijual.

Adanya ternyata, justru didalam diri anda sendiri. Ya, ada didalam diri anda sendiri. Nggak usah jauh-jauh kemana musti mencarinya, nggak usah membeli, gratis. Tinggal membangkitkannya.

Mari saya tunjukkan, bagaimana membangkitkannya. Ada 3 langkah mencapainya!!!

1. Selalu Bersyukur
2. Selalu Berpikir Positip
3. Bangkitkan Otak Kanan

Selalu Bersyukur
Sekarang juga, angkat dan buka lebar-lebar kedua tangan anda keatas, tarik kebelakang sambil diturunkan, sambil menghirup dan menghembuskan udara segar, dalam-dalam, mengucapkan syukur kehadirat Allah SWT, 

“… ya Allah ….. luar biasa sekali Engkau …. Nikmat sekali ini semua …. Kau berikan aku bisa melihat ….. kau berikan aku bisa merasakan nikmatnya udara yang kuhirup ini ….. nikmat sekali ya Allah …… terimakasih ya Allah.”

Lakukan berulang secara dalam-dalam dan sungguh-sungguh, sampai anda merasakan kelegaan yang luar biasa dalam hati anda, rasakan kebesaran hati anda, berulang-ulang sedemikian bersyukurnya, menimbulkan kelegaan yang menyeruakkan rasa bergetar dibelakang kepala anda.

Atau, kalau masih belum kuat juga, cara yang sama, ….. ya Allah ….. luar biasa sekali Engkau …. Kau berikan aku nikmat yang amat luar biasa ini ya Allah …. luar biasa sekali anakku ini ya Allah …. Luar biasa sekali keluargaku ini ya Allah, …. sungguh bangga aku memilik mereka ya Allah ….. terimakasih ya Allah ….

Kalau didepan anda ada anak anda, sambil peluklah dia. Kalau ada istri/suami anda peluklah dia, bukankah sangat luar biasa memiliki mereka? Nikmatilah rasa syukur itu dalam-dalam.

Plong, lega, ringan, membesarkan jiwa, rasa bergetar dibelakang kepala kita. Itulah yang harus anda rasakan.

Lakukan terus menerus, tanpa diketahui orang lain tentunya, nggak usah angkat-angkat tangan lagi, nggak usah peluk-peluk lagi, ‘ntar dikira lagi aneh nih orang!!

Pokoknya lakukan terus sampai malam nanti.

Lalu, ingat-ingat, besok pagi, begitu bangun ucapkan doa dan teruskan mengucapkan syukur lagi seperti itu, …..ya Allah terimakasih, masih Kau beri aku kesempatan menikmati hidup ini Ya Allah…., besoknya lagi diulang terus, dan terus.

Terus, kapanpun anda ingat, dimanapun, lakukan syukur. Asal, jangan pas lagi di WC ya?

Rasa syukur yang tulus dan terus-menerus ini akan membesarkan hati dan jiwa anda, selalu plong, selalu lega, selalu tak ada beban dan selalu bersemangat sepanjang hari. Rasakan ada energi baru yang terus-menerus terpompakan kedalam diri anda.

Itulah yang saya rasakan saat ini, seakan energi itu tidak ada habisnya, tidak ada capek-nya, dari satu meeting ke meeting yang lain, dari satu topic ke topic yang lain, dari satu problem solving ke problem solving yang lain, energi itu selalu terbarukan, selalu kreatif.

Buat saya, karena suatu kejadian luar biasa yang pernah menimpa saya pada masa lalu, setiap tarikan nafas saya saat ini ternyata mampu membuat saya amat sangat bersyukur kehadirat Allah SWT. Alam bawah sadar saya selalu merespons rasa senang betapa nikmatnya udara yang dapat saya hirup ini.

Setiap orang pasti punya satu cara tersendiri untuk bersyukur kehadirat Tuhan YME. Carilah suatu kejadian luar biasa yang pernah anda alami di masa lampau, yang sedemikian rupa sehingga mampu membuat anda bersyukur dengan amat sangat. Temukan, lalu lakukan terus menerus.

Ada sebuah bonus besar kalau anda berhasil melakukan syukur yang tulus dan terus menerus, yaitu kesembuhan dari berbagai penyakit. Kalau anda saat ini sedang sakit, makin sungguh-sungguhlah anda bersyukur.

Beberapa penelitian meyimpulkan, rasa syukur yang tulus dan terus menerus akan menyembuhkan penyakit kita, penyakit apapun juga. Percayalah.

Mulai sekarang, bila kita mengucapkan Alhamdulillah ……. Resapilah sedalam-dalamnya …. rasakan sensasi itu terjadi terus menerus …. agar kita mendapatkan energi syukur yang selalu terbarukan, sekaligus bonusnya.

Buat rekan-rekan yang beragama bukan Islam, sudah barang tentu syukur anda itu dengan menyebutkan nama Tuhan, atau cara seperti yang diajarkan agama anda.

Selalu Berpikir Positip
Tariklah nafas dalam-dalam lagi. Rasakan energi syukurnya.

Segera setelah anda menemukan energi yang membesarkan jiwa yang timbul dari rasa syukur itu terjadi, langsung saja anda pindah ke dahi, disitulah anda menempatkan rasa selalu berpikir positip.

Mulai sekarang, sambil tetap menjaga energi syukur itu terus menerus tetap ada, kita tambahkan rasa selalu berpikir positip didahi kita, selalu memandang segala sesuatu dari sudut yang baik, apapun itu. Luar biasa.

Rasakan, hidup anda akan menjadi baik karena kita selalu memandangnya dari segi yang baik. Selalu berpikir baik tentang diri sendiri. Selalu bepikir baik tentang orang yang kita ajak bicara. Selalu berpikir baik tentang apapun disekitar kita.

Itu akan men-setting wajah kita selalu ramah terhadap orang lain, sehingga orangpun pasti akan bersikap sama terhadap kita, membuat apapun yang kita kerjakan menjadi sangat menyenangkan.

Ada banyak penelitian yang mengatakan bahwa pikiran positip ini bisa kita tularkan ke orang lain. Cobalah selalu buat seseorang yang kita ajak bicara itu ikut berpikiran positip, yaitu dengan cara memancarkan pikiran positip kita ke orang tersebut. Niscaya dia akan berpikiran positip pula.

Alam semesta akan memancarkan pikiran positip kita ke orang lain tersebut, seperti garpu tala menularkan nada yang sama ke garpu tala lain yang didekatkan kepadanya.

Pokoknya, apapun orang bilang tentang kita, kita akan melihatnya dari sudut yang baik. Apapun yang terjadi pada diri kita, kita akan selalu melihatnya dari sudut yang baik.

Gabungan energi syukur dan pikiran positip yang luar biasa ini mustinya sudah anda rasakan saat ini. Rasa segar bersemangat, lega, besar, indah dan selalu positip mustinya sudah terjadi dalam diri anda sekarang. Anda akan melihat mata lawan bicara anda, anda akan berbicara dengan nada semangat disuara anda.

Lakukan terus menerus membangkitkan energi syukur dan pikiran positip ini kapanpun dan dimanapun juga. Secara fisik, anda akan tampil persis seperti seorang entrepreneur yang sebenarnya. Dan anda akan terus membutuhkan energi ini untuk keberhasilan entrepreneurship anda.

Kalau belum juga merasakan seperti yang saya tuliskan diatas, ulangi saja membaca dan melakukannya lagi dari depan, barulah membuka otak kanan.

Buka Otak Kanan
Otak kanan yang terbuka dan aktif membuat anda memiliki kemampuan luar biasa dalam intuisi, kreatif, inovatif, leadership dan entrepreneurship itu sendiri.

Bertahun-tahun selama hidup kita, kita sibuk melatih otak kiri kita, yaitu otak analitis. Misalnya kemampuan matematis dan analitis. Bagus sekali, sih! Cuma saja pada waktu yang sama, kita malah menelantarkan pengembangan otak kanan.

Tidak usah disesali, sekarang kita musti mengaktipkan otak kanan kita, dan terus melatih menggunakannya.

Karena sudah terlanjur lama ditelantarkan, maka kemampuan otak kanan kita level nya njomplang dibawah level otak kiri. Namun, sekali saja otak kanan ini diaktipkan lalu dilatih dengan baik, maka kemampuan otak kanan kita akan ngebut mengejar kemampuan otak kiri, menuju keseimbangan.

Keseimbangan memampuan otak kanan dan otak kiri inilah, yang didukung dengan kuatnya energi syukur dan pikiran positip, yang akan bisa membawa kita menjadi seorang entrepreneur yang baik dan sukses. Kuasailah dengan sebaik-baiknya.

Mari kita aktifkan otak kanan kita.
Cara terbaik adalah dzikir hati untuk mengaktipkan otak kanan kita.

Carilah suatu titik di dada kita, sedikit diatas ulu hati, tiga jari disebelah kiri. Rasakan seolah mulut kita berada dititik itu, dan berdzikir tanpa suara dititik itu. Menyebutkan nama Tuhan.

Ya Rahman Ya Rahim, Ya Rahman Ya Rahim, dan seterusnya, berulang kali kapan saja dimana saja, asal jangan pas kita berada di WC.

Ini akan mengaktipkan otak kanan kita, dan ini harus kita latih terus-menerus agar mem balance kemampuan otak kiri dengan otak kanan kita.

Tidak seperti 2 cara yang lainnya yaitu bersyukur dan berpikiran positip, maka aktifnya otak kanan kita ini tidak akan bisa kita rasakan. Percaya sajalah, pokoknya anda sekarang sudah memiliki intuisi seorang entrepreneur.

Kesimpulan

Mengapa ajarannya enjadi sangat spiritual? Anda pasti bisa mengerti karena yang kita bangkitkan adalah Jiwa kita. Dan cara spriritual adalah cara terbaik.

Anggap saja saat ini anda sudah mampu melakukannya dengan baik yaitu membangkitkan energi syukur dan pikiran positip, sekaligus anda sudah memiliki keseimbangan otak kiri dan otak kanan anda.

Maka saat ini, anda mustinya sudah merasakan sensasi alinea pertama tulisan ini.

Kalau masih belum bisa, ulangi saja membaca dan melakukannya kembali dari awal. Kalau belum bisa juga, ulangi lagi. Begitu seterusnya. Meskipun sudah bisa, anda musti tetap harus melakukannya terus menerus.

Saya melakukannya terus menerus, bahkan hampir seperti terjadi begitu saja secara otomatis. Ini menjaga saya tetap tajam, positip, bersemangat, mampu menghasilkan berbagai keputusan kreatif.

Andapun pasti bisa !!!

Diramu dari berbagai sumber….

>Fokus Pada Dahsyatnya Energi Syukur

>

FOKUS
Julurkan kedua tangan di depan kita, sejajar dengan muka. Lalu perhatikan tangan kanan baik-baik? Apa yang terjadi dengan penglihatan kita terhadap tangan kiri? menjadi tidak jelas bukan…?

Tetap julurkan dengan posisi yang sama, pindah pandangan, fokuskan ke kiri baik-baik. Apa yang terjadi dengan penglihatan kita terhadap tangan kanan? menjadi kabur? Iya kan….?  betul sekali.

Wajar saja jika seseorang memiliki beberapa harapan dalam hidupnya. Tapi dengan begitu, kita akan merasa terlalu banyak yang harus dilakukan, tetapi sangat sedikit waktu yang ada. Maka, fokuslah!

Concentrate all your thoughts upon the work at hand. The sun’s rays do not burn until brought to a focus.”- Alexander Graham Bell

Confucius, seorang filsuf dunia yang mengajarkan nilai-nilai kebajikan dan moralitas pernah berkata, “Person who chases two rabbits catches neither. Seseorang yang mengejar dua ekor kelinci, tidak akan menangkap satu pun.” Coba bayangkan, mengejar satu ekor kelinci saja sudah cukup sulit, apalagi kita mengangankan mendapatkan dua ekor? Sudah jelas, bila kita sedang berada di situasi serupa walaupun bukan kelinci yang kita incar, kita harus berkonsentrasi pada satu tujuan. Setelah berhasil mendapatkannya, barulah kita berusaha untuk meraih yang kedua.

Hal ini berlaku juga pada saat kita sedang ingin meraih mimpi-mimpi kita. Jika kita memiliki mimpi yang besar dan harapan akan pencapaian hidup yang lebih baik, biasanya banyak sekali hal yang ingin kita capai. Tapi apakah kita akan pernah mewujudkan semua harapan itu dengan waktu yang terbatas? Jadi bagaimana cara terbaik untuk melakukannya?

Rileks
Hal pertama yang harus kita lakukan adalah mencoba untuk rileks. Jangan panik dan jangan merasa terlalu bersemangat, ingin melakukan sesuatu dengan terburu-buru. Bangkitkan rasa percaya diri dengan kemampuan-kemampuan yang kita miliki untuk meraih tujuan. Sangatlah penting untuk melihat segala sesuatu melalui sebuah perspektif dan ingat bahwa segala yang baik yang kita miliki dalam hidup ini datang melalui suatu proses dan butuh waktu untuk mendapatkannya.

Saat keadaan tidak berjalan dengan semestinya, bukan berarti itu karena kita tidak melakukan apa-apa untuk berusaha. Tidak jarang, sesuatu yang tidak diharapkan dan yang tidak kita rencanakan malah membawa kebaikan bagi usaha kita meraih tujuan. Jika kita berusaha secara konstan dan fokus, maka keadaan akan mendukung usaha kita.

Run Your Race
Cara yang kedua, berlarilah di jalur maka kita akan menang! Kita tidak akan menang dengan cara apa pun selain dengan berlari. Artinya, seperti sebuah lomba lari,kita tidak akan bisa meraih impian selain dengan berusaha di jalan yang tepat untuk mewujudkannya.

Pertandingan tidak akan kita menangkan hanya dengan melakukan lompatan jauh dari garis mulai ke garis akhir! Yang harus kita lakukan memang berlari, langkah demi langkah. Setiap langkah akan membawa kita mendekati garis finish. Jadi, mimpi kita memang harus diwujudkan dengan cara serupa. Lakukan usaha dengan tidak terburu-buru, langkah demi langkah, maka kemenangan akan menyambut kita.

Itulah yang juga disarankan oleh Carl Lewis, pemenang Olimpiade 1984 cabang lompat jauh. Ia berkata, “Get out of the blocks, run your race, stay relaxed. If you run your race, you’ll win. Channel your energy. Focus!” Maka, fokuslah untuk menang!

Concentrate on Running Your Race
Memang, kunci utama untuk bisa fokus adalah konsentrasi. Memiliki banyak mimpi yang ingin diraih bukan hal yang buruk. Justru sebaliknya, dengan mimpi-mimpi itu kita akan bisa menjalankan hidup dengan penuh perjuangan. Hanya, putuskanlah apa yang menjadi impian terbesar dalam hidup, dan berkonsentrasi serta fokus untuk mewujudkannya.

Tetaplah pada jalur yang bisa membawa kita menuju kemenangan. Seperti layaknya hidup seorang manusia, banyak godaan dan halangan yang merintangi kita untuk sampai di garis akhir. Itulah gunanya untuk tetap fokus. Jangan jadikan sebuah rintangan, apalagi godaan, menghentikan usaha kita. Tapi berusahalah lebih keras lagi, dan konsentrasi akan membuat hal-hal buruk tidak ada artinya dibanding kemenangan yang akan kita raih.

Concentrate on You
Jika memang kita menginginkan kemenangan, maka kita harus fokus pada seseorang yang sangat berpengaruh untuk keberhasilan kita. Yaitu, diri kita sendiri! Janganlah terlebih dahulu mencari bantuan kepada orang lain untuk membuat kita sukses. Tapi, yang paling penting, jangan menyalahkan orang lain dari ketidakberuntungan atau kegagalan yang kita dapatkan. Sifat suka menyalahkan orang lain akan membawa kita kepada keadaan tidak berdaya dan tidak mandiri.

Mungkin kita bisa merasa sedikit lebih lega dengan menyalahkan orang lain, tapi sudah jelas tidak mungkin dapat membawa kita ke kesuksesan, bila kita terus merasa tidak bahagia dan selalu menyalahkan situasi. “Kita tetap harus fokus pada diri sendiri dan apa yang dapat dilakukan untuk mengubah keadaan menjadi lebih baik,” begitu saran Wayne Dwyer, seorang motivator ternama.

Do One Thing at Time
Terakhir, cobalah untuk fokus dalam melakukan sesuatu hal, satu tujuan terbesar yang ingin diraih. Tidak peduli sebanyak apa pun hal yang harus kita lakukan, sebenarnya kita hanya bisa melakukan satu hal untuk hasil yang sangat maksimal. Multi tasking bukan berati melakukan banyak pada saat yang sama. Arti sebenarnya dari kata itu adalah memiliki keahlian yang membuat kita bisa melakukan manajemen waktu dan menyelesaikannya dengan baik.

Apa pun yang sedang kita lakukan saat ini, berkonsentrasilah. Berilah setiap energi yang dimiliki untuk melakukannya. Ini adalah satu-satunya cara kita untuk lebih efektif dan meraih hasil yang baik.

Teman-teman yang luar biasa, tetaplah berusaha. Fokus pada hal yang kita inginkan, dan kita akan mendapatkannya.

You can’t depend on your judgment when your imagination is out of  focus.”- Mark Twain

Keluhan dan Rasa Syukur
Dua hal ini tidak akan berkumpul pada ruang yang sama di dalam hati dan fikiran kita di saat bersamaan. Salah satu pasti ada yang kalah dan terpinggirkan. Dan rasa yang lainnya akan dominan di dalam hati dan fikiran kita.

Mengeluh…, adalah sesuatu yang sudah tua, mungkin seumur dunia, umum dijumpai dan mungkin memang diciptakan seperti itu. Tapi mengeluh mulai dari bangun tidur sampai mau tidur lagi adalah sesuatu yang “crazy”

Banyak hati pernah kecewa, sedih, kehilangan, hancur, kekurangan, dicerca, dizalimi, dihianati, kecelakaan, terasing, gelisah, kehilangan, penghianatan, hak yang terampas, penghinaan, rezeki yang sempit, putus asa… ya itulah segudang kalimat mengandung arti “menyakitkan” .

“Tulis keluhanmu dipasir agar mudah dihilangkan ombak”
“Utarakan keluhanmu kepada Sang Pencipta”
demikian kalimat yang sering didengar sebagai inspirasi untuk mengusir kesedihan agar tidak berakhir dengan keluhan.

Tentu ada lingkungan yang membuat kita tidak bahagia sehingga kita mengeluh. Namun menyalahkan lingkungan sepenuhnya karena ketidakbahagian kita dan membuat kita selalu mengeluh itu sesuatu yang tidak adil. Kebahagiaan bisa digali dari dalam diri sendiri begitu kata orang bijak. Seperti komputer yang bisa di “klik” .

Setiap kisah ada akhir, Setiap keadaan akan berubah, yang enak maupun yang tidak enak. It’s a matter of time. Jadi apa perlunya mengeluh dan menyebarkan keluhan pribadi yang membabi buta sampai menuliskannya di forum umum semacam dalam status di fesbuk, dll. Mengapa tidak kita ”klik” perasaan kita dengan hati penuh rasa syukur dengaan semua karunia yang diberikan llahi.

Pikiran Manusia memiliki Kekuatan Magnet yang mampu menarik berbagai energi di alam semesta dan mewujud menjadi sebuah realitas/kenyataan dan materi/benda nyata di alam nyata di dalam kehidupan manusia itu, baik berupa kesehatan, kebahagiaan, kekayaan, kesuksesan, tapi juga bisa berupa penyakit, penderitaan, musibah, kegagalan, dll.

Pikiran Sadar yang bersifat Positif, akan menarik semua energi Positif dari Alam Semesta dan akan mewujud menjadi kesehatan, kebahagiaan, kekayaan, kesuksesan hidup manusia tersebut.

Pikiran Sadar Negatif, akan menarik semua energi Negatif yang ada dialam semesta dan akan mewujud menjadi berbagai penyakit, penderitaan, musibah, kegagalan.

Dengan lebih Fokus pada Rasa Syukur, maka kita akan merasakan betapa banyaknya nikmat Allah yang telah di berikan kepada kita tanpa kita sadari. Dan ketika kita telah sadar akan nikmat Allah tersebut, maka kita akan merasakan sebuah gelombang dahsyat dari nikmat Allah yang terus menerus melimpah di dalam kehidupan kita yang ternyata tiada habisnya dan tiada batasnya. Betul-betul LUAR BIASA DAHSYATNYA ENERGI SYUKUR .”

Perbanyak kalimat syukur, hindari mengeluh. Ketika mengeluh sebenarnya kita melepaskan energi dan getaran negatif ke alam semesta yang akan menarik hal-hal yang negatif ke dalam hidup kita. Demikian juga sebaliknya.

Mari kita hayati pernyataan Allah swt dan kalimat-kalimat suci dari para kekasih-Nya:

Allah swt berfirman:
Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” QS. Ihrahim: 7)

Rasulullah saw bersabda:
Pergunakan nikmat Allah dengan cara yang baik. Jangan kalian cintai dan jangan jadikan ia berpaling dari kalian. Sesungguhnya ketika nikmat itu berpaling dari suatu bangsa ia mendatangi bangsa yang lain.” (Kanzul Fawâid 2: 162)

Imam Ali bin Abi Thalib (sa) berkata:
“Sikapi nikmat Allah dengan cara yang baik sebelum ia pergi darimu. Sesungguhnya nikmat yang pergi itu engkau akan menyaksikannya pada orang yang menyikapinya dengan baik.” (Asy-Syarâi’ 2: 464)

Bahan Bakar Yang Tiada Habis.
Syukur adalah cara kita mengumpulkan serpihan kekuatan yang terserak, untuk kita jadikan modal dasar perjuangan ke depan. Dengan syukur kita juga membangkitkan kemampuan berpikir positif dan optimisme di atas kekuatan riil yang kita miliki. Dengan syukur kita berkomunikasi kepada Allah tentang pencapaian yang sudah ada, dan berkonsultasi tentang rencana selanjutnya. Syukur membuat kita melakukan evaluasi kritis dan konstruktif bersama Allah. Dan melahirkan azam; tekad yang bulat untuk berkerja lebih baik lagi di masa yang akan datang. Allah berfirman dalam surat Ali Imron ayat 159:

“…..kemudian apabila kamu Telah membulatkan tekad, Maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.

Rasa syukur akan melahirkan ketulusan dalam bersikap dan bertutur kata. Syukur membuat kita obyektif dan rendah hati. Rasululah bersabda;

“Agama itu adalah nasehat” para sahabat bertanya: untuk siapa? Rasulullah bersabda: Untuk Allah, Rasulnya, para Pemimpin dan kaum muslimin seluruhnya.” (HR. Muslim)

Hal ini bermakna ketulusan kita dalam menyikapi satu persoalan dan ketulusan kita dalam menerima segala yg telah diputuskan-Nya.

Syukur juga akan melipatgandakan kesabaran kita. Deraan cobaan dan tantangan yang ada memang mudah membuat kita lemah, tapi syukur memberi perpektif lain yang melapangkan dada kita untuk bersabar. Energi kesabaran kita menjadi tiada habisnya karena berbahan bakar syukur. Syukur adalah energi terbarukan, yang senantiasa dapat diperbaharui setiap kali kita sadar akan datangnya nikmat Allah. Bahan baku yang kekal karena berasal dari Dzat Yang Kekal.

Recharge Your Spirit dengan Syukur
Kalau di supermarket dijual dalam kemasan kaleng “Jus Pembangkit Jiwa”, yang mampu membuat anda memiliki beberapa kemampuan luar biasa, selalu memiliki sudut pandang positip, intuisi terbuka, kreatip, pandai membuat keputusan pintar, semangat dan energi yang tidak ada habisnya, seperti orang Jakarta bilang “kagak ada matinye”, tambahan lagi wajah selalu berseri-seri, maka saya yakin sekali bahwa anda pasti akan berbondong-bondong membelinya, bahkan memborong Jus kalengan seperti itu, buat persediaan selamanya. Ya nggak?

Sayangnya, Jus seperti itu tidak ada, tidak bakal ada, apalagi dijual.

Adanya ternyata, justru didalam diri anda sendiri. Ya, ada didalam diri anda sendiri. Nggak usah jauh-jauh kemana musti mencarinya, nggak usah membeli, gratis. Tinggal membangkitkannya.

Mari saya tunjukkan, bagaimana membangkitkannya. Ada 3 langkah mencapainya!!!

1. Selalu Bersyukur
2. Selalu Berpikir Positip
3. Bangkitkan Otak Kanan

Selalu Bersyukur
Sekarang juga, angkat dan buka lebar-lebar kedua tangan anda keatas, tarik kebelakang sambil diturunkan, sambil menghirup dan menghembuskan udara segar, dalam-dalam, mengucapkan syukur kehadirat Allah SWT, 

“… ya Allah ….. luar biasa sekali Engkau …. Nikmat sekali ini semua …. Kau berikan aku bisa melihat ….. kau berikan aku bisa merasakan nikmatnya udara yang kuhirup ini ….. nikmat sekali ya Allah …… terimakasih ya Allah.”

Lakukan berulang secara dalam-dalam dan sungguh-sungguh, sampai anda merasakan kelegaan yang luar biasa dalam hati anda, rasakan kebesaran hati anda, berulang-ulang sedemikian bersyukurnya, menimbulkan kelegaan yang menyeruakkan rasa bergetar dibelakang kepala anda.

Atau, kalau masih belum kuat juga, cara yang sama, ….. ya Allah ….. luar biasa sekali Engkau …. Kau berikan aku nikmat yang amat luar biasa ini ya Allah …. luar biasa sekali anakku ini ya Allah …. Luar biasa sekali keluargaku ini ya Allah, …. sungguh bangga aku memilik mereka ya Allah ….. terimakasih ya Allah ….

Kalau didepan anda ada anak anda, sambil peluklah dia. Kalau ada istri/suami anda peluklah dia, bukankah sangat luar biasa memiliki mereka? Nikmatilah rasa syukur itu dalam-dalam.

Plong, lega, ringan, membesarkan jiwa, rasa bergetar dibelakang kepala kita. Itulah yang harus anda rasakan.

Lakukan terus menerus, tanpa diketahui orang lain tentunya, nggak usah angkat-angkat tangan lagi, nggak usah peluk-peluk lagi, ‘ntar dikira lagi aneh nih orang!!

Pokoknya lakukan terus sampai malam nanti.

Lalu, ingat-ingat, besok pagi, begitu bangun ucapkan doa dan teruskan mengucapkan syukur lagi seperti itu, …..ya Allah terimakasih, masih Kau beri aku kesempatan menikmati hidup ini Ya Allah…., besoknya lagi diulang terus, dan terus.

Terus, kapanpun anda ingat, dimanapun, lakukan syukur. Asal, jangan pas lagi di WC ya?

Rasa syukur yang tulus dan terus-menerus ini akan membesarkan hati dan jiwa anda, selalu plong, selalu lega, selalu tak ada beban dan selalu bersemangat sepanjang hari. Rasakan ada energi baru yang terus-menerus terpompakan kedalam diri anda.

Itulah yang saya rasakan saat ini, seakan energi itu tidak ada habisnya, tidak ada capek-nya, dari satu meeting ke meeting yang lain, dari satu topic ke topic yang lain, dari satu problem solving ke problem solving yang lain, energi itu selalu terbarukan, selalu kreatif.

Buat saya, karena suatu kejadian luar biasa yang pernah menimpa saya pada masa lalu, setiap tarikan nafas saya saat ini ternyata mampu membuat saya amat sangat bersyukur kehadirat Allah SWT. Alam bawah sadar saya selalu merespons rasa senang betapa nikmatnya udara yang dapat saya hirup ini.

Setiap orang pasti punya satu cara tersendiri untuk bersyukur kehadirat Tuhan YME. Carilah suatu kejadian luar biasa yang pernah anda alami di masa lampau, yang sedemikian rupa sehingga mampu membuat anda bersyukur dengan amat sangat. Temukan, lalu lakukan terus menerus.

Ada sebuah bonus besar kalau anda berhasil melakukan syukur yang tulus dan terus menerus, yaitu kesembuhan dari berbagai penyakit. Kalau anda saat ini sedang sakit, makin sungguh-sungguhlah anda bersyukur.

Beberapa penelitian meyimpulkan, rasa syukur yang tulus dan terus menerus akan menyembuhkan penyakit kita, penyakit apapun juga. Percayalah.

Mulai sekarang, bila kita mengucapkan Alhamdulillah ……. Resapilah sedalam-dalamnya …. rasakan sensasi itu terjadi terus menerus …. agar kita mendapatkan energi syukur yang selalu terbarukan, sekaligus bonusnya.

Buat rekan-rekan yang beragama bukan Islam, sudah barang tentu syukur anda itu dengan menyebutkan nama Tuhan, atau cara seperti yang diajarkan agama anda.

Selalu Berpikir Positip
Tariklah nafas dalam-dalam lagi. Rasakan energi syukurnya.

Segera setelah anda menemukan energi yang membesarkan jiwa yang timbul dari rasa syukur itu terjadi, langsung saja anda pindah ke dahi, disitulah anda menempatkan rasa selalu berpikir positip.

Mulai sekarang, sambil tetap menjaga energi syukur itu terus menerus tetap ada, kita tambahkan rasa selalu berpikir positip didahi kita, selalu memandang segala sesuatu dari sudut yang baik, apapun itu. Luar biasa.

Rasakan, hidup anda akan menjadi baik karena kita selalu memandangnya dari segi yang baik. Selalu berpikir baik tentang diri sendiri. Selalu bepikir baik tentang orang yang kita ajak bicara. Selalu berpikir baik tentang apapun disekitar kita.

Itu akan men-setting wajah kita selalu ramah terhadap orang lain, sehingga orangpun pasti akan bersikap sama terhadap kita, membuat apapun yang kita kerjakan menjadi sangat menyenangkan.

Ada banyak penelitian yang mengatakan bahwa pikiran positip ini bisa kita tularkan ke orang lain. Cobalah selalu buat seseorang yang kita ajak bicara itu ikut berpikiran positip, yaitu dengan cara memancarkan pikiran positip kita ke orang tersebut. Niscaya dia akan berpikiran positip pula.

Alam semesta akan memancarkan pikiran positip kita ke orang lain tersebut, seperti garpu tala menularkan nada yang sama ke garpu tala lain yang didekatkan kepadanya.

Pokoknya, apapun orang bilang tentang kita, kita akan melihatnya dari sudut yang baik. Apapun yang terjadi pada diri kita, kita akan selalu melihatnya dari sudut yang baik.

Gabungan energi syukur dan pikiran positip yang luar biasa ini mustinya sudah anda rasakan saat ini. Rasa segar bersemangat, lega, besar, indah dan selalu positip mustinya sudah terjadi dalam diri anda sekarang. Anda akan melihat mata lawan bicara anda, anda akan berbicara dengan nada semangat disuara anda.

Lakukan terus menerus membangkitkan energi syukur dan pikiran positip ini kapanpun dan dimanapun juga. Secara fisik, anda akan tampil persis seperti seorang entrepreneur yang sebenarnya. Dan anda akan terus membutuhkan energi ini untuk keberhasilan entrepreneurship anda.

Kalau belum juga merasakan seperti yang saya tuliskan diatas, ulangi saja membaca dan melakukannya lagi dari depan, barulah membuka otak kanan.

Buka Otak Kanan
Otak kanan yang terbuka dan aktif membuat anda memiliki kemampuan luar biasa dalam intuisi, kreatif, inovatif, leadership dan entrepreneurship itu sendiri.

Bertahun-tahun selama hidup kita, kita sibuk melatih otak kiri kita, yaitu otak analitis. Misalnya kemampuan matematis dan analitis. Bagus sekali, sih! Cuma saja pada waktu yang sama, kita malah menelantarkan pengembangan otak kanan.

Tidak usah disesali, sekarang kita musti mengaktipkan otak kanan kita, dan terus melatih menggunakannya.

Karena sudah terlanjur lama ditelantarkan, maka kemampuan otak kanan kita level nya njomplang dibawah level otak kiri. Namun, sekali saja otak kanan ini diaktipkan lalu dilatih dengan baik, maka kemampuan otak kanan kita akan ngebut mengejar kemampuan otak kiri, menuju keseimbangan.

Keseimbangan memampuan otak kanan dan otak kiri inilah, yang didukung dengan kuatnya energi syukur dan pikiran positip, yang akan bisa membawa kita menjadi seorang entrepreneur yang baik dan sukses. Kuasailah dengan sebaik-baiknya.

Mari kita aktifkan otak kanan kita.
Cara terbaik adalah dzikir hati untuk mengaktipkan otak kanan kita.

Carilah suatu titik di dada kita, sedikit diatas ulu hati, tiga jari disebelah kiri. Rasakan seolah mulut kita berada dititik itu, dan berdzikir tanpa suara dititik itu. Menyebutkan nama Tuhan.

Ya Rahman Ya Rahim, Ya Rahman Ya Rahim, dan seterusnya, berulang kali kapan saja dimana saja, asal jangan pas kita berada di WC.

Ini akan mengaktipkan otak kanan kita, dan ini harus kita latih terus-menerus agar mem balance kemampuan otak kiri dengan otak kanan kita.

Tidak seperti 2 cara yang lainnya yaitu bersyukur dan berpikiran positip, maka aktifnya otak kanan kita ini tidak akan bisa kita rasakan. Percaya sajalah, pokoknya anda sekarang sudah memiliki intuisi seorang entrepreneur.

Kesimpulan

Mengapa ajarannya enjadi sangat spiritual? Anda pasti bisa mengerti karena yang kita bangkitkan adalah Jiwa kita. Dan cara spriritual adalah cara terbaik.

Anggap saja saat ini anda sudah mampu melakukannya dengan baik yaitu membangkitkan energi syukur dan pikiran positip, sekaligus anda sudah memiliki keseimbangan otak kiri dan otak kanan anda.

Maka saat ini, anda mustinya sudah merasakan sensasi alinea pertama tulisan ini.

Kalau masih belum bisa, ulangi saja membaca dan melakukannya kembali dari awal. Kalau belum bisa juga, ulangi lagi. Begitu seterusnya. Meskipun sudah bisa, anda musti tetap harus melakukannya terus menerus.

Saya melakukannya terus menerus, bahkan hampir seperti terjadi begitu saja secara otomatis. Ini menjaga saya tetap tajam, positip, bersemangat, mampu menghasilkan berbagai keputusan kreatif.

Andapun pasti bisa !!!

Diramu dari berbagai sumber….

>Arti Kata SYUKUR (Pujian, Terima kasih)

>

Kata syukur (شُكُوْر) adalah bentuk mashdar dari kata kerja syakara – yasykuru- syukran – wa syukuran – wa syukranan (شَكَرَ – يَشْكُرُ – شُكْرًا – وَشُكُوْرًا – وَشُكْرَانًا). Kata kerja ini berakar dengan huruf-huruf syin (شِيْن), kaf (كَاف), dan ra’ (رَاء), yang mengandung makna antara lain ‘pujian atas kebaikan’ dan ‘penuhnya sesuatu’.

Menurut Ibnu Faris bahwa kata syukur memiliki empat makna dasar.

  1. Pertama, pujian karena adanya kebaikan yang diperoleh, yakni merasa ridha dan puas sekalipun hanya sedikit, di dalam hal ini para pakar bahasa menggunakan kata syukur untuk kuda yang gemuk namun hanya membutuhkan sedikit rumput. 
  2. Kedua, kepenuhan dan ketabahan, seperti pohon yang tumbuh subur dilukiskan dengan kalimat شَكَرَةُ الشَّجَرَة (syakarat asy-syajarah). 
  3. Ketiga, sesuatu yang tumbuh di tangkai pohon (parasit).
  4. Keempat, pernikahan atau alat kelamin. 

Dari keempat makna ini, M. Quraish Shihab menganalisis bahwa kedua makna terakhir dapat dikembalikan dasar pengertiannya kepada kedua makna terdahulu. Yakni, makna ketiga sejalan dengan makna pertama yang menggambarkan kepuasan dengan yang sedikit sekalipun, sedangkan makna keempat sejalan dengan makna kedua karena dengan pernikahan atau alat kelamin dapat melahirkan anak. Dengan demikian, makna-makna dasar tersebut dapat diartikan sebagai penyebab dan dampaknya sehingga kata syukur (شُكُوْر) mengisyaratkan, “Siapa yang merasa puas dengan yang sedikit maka ia akan memperoleh banyak, lebat, dan subur”.

Al-Asfahani menyatakan bahwa kata syukur mengandung arti ‘gambaran di dalam benak tentang nikmat dan menampakkannya ke permukaan’. Pengertian ini diambil dari asal kata syukur (شُكُوْر) –seperti dikemukakan di atas– yakni kata syakara (شَكَرَ), yang berarti ‘membuka’ sehingga ia merupakan lawan dari kata kafara/kufur (كَفَرَ\كُفُوْر), yang berarti ‘menutup’, atau ‘melupakan nikmat dan menutup-nutupinya’. Jadi, membuka atau menampakkan nikmat Allah antara lain di dalam bentuk memberi sebahagian dari nikmat itu kepada orang lain, sedangkan menutupinya adalah dengan bersifat kikir.

Kata syukur (شُكُوْر) di dalam berbagai bentuknya ditemukan sebanyak 75 kali tersebar di dalam berbagai ayat dan surat di dalam Alquran. Kata syukuran (شُكُوْرًا) sendiri disebutakan hanya dua kali, yakni pada S. Al-Furqan (25): 62 dan S. Al-Insan (76): 9.

Kata syukuran (شُكُوْرًا) yang pertama digunakan ketika Allah Swt. menggambarkan bahwa Allah yang telah menciptakan malam dan siang silih berganti. Keadaan silih berganti itu menjadi pelajaran bagi orang-orang yang ingin mengambil pelajaran dan ingin bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah. Di dalam menafsirkan ayat ini, Ibnu Kasir berpendapat bahwa Allah Yang Mahasuci menjadikan malam dan siang silih berganti dan kejar-mengejar, yang kesemuanya itu adalah tanda-tanda kekuasaan Allah yang hedaknya direnungkan dan diperhatikan oleh orang-orang yang ingat kepada-Nya atau yang hendak bersyukur kepada-Nya.

Kata syukuran (شُكُوْرًا) kedua yang terdapat di dalam S. Al-Insan (76): 9 digunakan oleh Alquran ketika Allah menggambarkan pernyataan orang-orang yang berbuat kebajikan serta telah memberi makan kepada orang-orang fakir dan miskin yang tiada lain yang mereka harapkan kecuali keridaan Allah Swt; dan mereka tidak akan pernah mengharapkan dari mereka yang diberi itu balasan serta ucapan terimakasih atas pemberian itu. M. Quraish Shihab menukilkan bahwa adalah Ali bin Abi Talib dan istrinya, Fatimah, putri Rasulullah Saw. memberikan makanan yang mereka rencanakan menjadi makanan berbuka puasa kepada tiga orang yang membutuhkan, dan ketika itu mereka membaca ayat di atas. Karena itu, dari sini dipahami bahwa manusia yang meneladani Allah di dalam sifat-sifat-Nya dan mencapai peringkat terpuji adalah yang memberi tanpa menanti syukur; di dalam arti, balasan dari yang diberi, atau ucapan terimakasih.

Kalau kata syakara (شَكَرَ) merupakan antonim dari kata kafara (كَفَرَ) maka bentukan dari kedua kata ini pun sering diperhadapkan di dalam Alquran, antara lain pada S. Ibrahim (14): 7. Jadi, hakikat syukur adalah “menampakkan nikmat”, sedangkan hakikat kufur adalah “menyembunyikan nikmat”. Menampakkan nikmat antara lain berarti menggunakannya pada tempatnya dan sesuai dengan yang dikehendaki oleh pemberinya. Di samping itu, berarti juga menyebut-nyebut nikmat serta pemberinya dengan lidah (S. Adh-Dhuha [93]: 11). Demikian pula pada S. Al-Baqarah (2): 152. Para mufasir menjelaskan bahwa ayat yang disebut terakhir ini mengandung perintah untuk mengingat Allah tanpa melupakannya, patuh kepada-Nya tanpa menodainya dengan kedurhakaan. Syukur yang demikian lahir dari keikhlasan kepada-Nya. Di dalam kaitan ini, M. Quraish Shihab menegaskan bahwa syukur mencakup tiga sisi. Pertama, syukur dengan hati, yakni kepuasaan batin atas anugerah. Kedua, syukur dengan lidah, yakni dengan mengakui anugerah dan memuji pemberinya. Ketiga, syukur dengan perbuatan, yakni dengan memanfaatkan anugerah yang diperoleh sesuai dengan tujuan penganugerahannya.

Kata syukur (شُكُوْر) juga berarti ‘puji’; dan bila dicermati makna syukur dari segi pujian maka kiranya dapat disadari bahwa pujian terhadap yang terpuji baru menjadi wajar bila yang terpuji melakukan sesuatu yang baik secara sadar dan tidak terpaksa. Dengan begitu, setiap yang baik yang lahir di alam raya ini adalah atas izin dan perkenan Allah. Apa yang baik dari kita, pada hakikatnya adalah dari Allah semata; jika demikian, pujian apapun yang kita sampaikan kepada pihak lain, akhirnya kembali kepada Allah jua. Jadi, pada prinsipnya segala bentuk pujian (kesyukuran) harus ditujukan kepada Allah Swt. Di dalam hal ini, Alquran memerintahkan umat Islam untuk bersyukur setelah menyebut beberapa nikmat-Nya (S. Al-Baqarah [2]:152 dan S. Luqman [31]: 12. Itu sebabnya kita diajarkan oleh Allah untuk mengucapkan “Alhamdulillah” (اَلْحَمْدُ ِلله), di dalam arti ‘segala puji (hanya) tertuju kepada Allah’. Namun, ini bukan berarti bahwa kita dilarang bersyukur kepada mereka yang menjadi perantara kehadiran nikmat Allah. Misalnya, Alquran secara tegas memerintahkan agar mensyukuri Allah dan mensyukuri kedua orang, yang menjadi perantara kehadiran kita di pentas dunia ini (S. Luqman [31]: 14).

Pada sisi lain, Alquran secara tegas menyatakan bahwa manfaat syukur kembali kepada orang yang bersyukur, sedangkan Allah sama sekali tidak memperoleh, bahkan tidak membutuhkan sedikit pun dari syukur makhluk-Nya (S. An-Naml [27]: 40). Akan tetapi, karena kemurahan Allah, Dia menyatakan diri-Nya sebagai Syakirun ‘Alim (شَاكِرٌ عَلِيْمٌ) di dalam S. Al-Baqarah (2): 158 dan Syakiran ‘Alima (شَاكِرًا عَلِيْمًا) di dalam S. An-Nisa’ (4): 147, yang keduanya berarti ‘Maha Bersyukur lagi Maha Mengetahui’; di dalam arti, Allah akan menganugerahkan tambahan nikmat berlipat ganda kepada makhluk yang bersyukur. Demikian M. Quraish Shihab.

Di dalam Alquran, selain kata syukur (شُكُوْر) ditemukan juga kata syakur (شَكُوْر). Kata yang disebut terakhir ini berulang sebanyak sepuluh kali, tiga di antaranya merupakan sifat Allah dan sisanya menjadi sifat manusia. Al-Ghazali mengartikan syakur sebagai sifat Allah adalah bahwa Dia yang memberi balasan banyak terhadap pelaku kebaikan atau ketaatan yang sedikit; Dia yang menganugerahkan kenikmatan yang tidak terbatas waktunya untuk amalan-amalan yang terhitung dengan hari-hari tertentu yang terbatas. Di dalam pada itu, M. Quraish Shihab menegaskan bahwa ada juga hamba-hamba Allah yang syakur, walau tidak banyak, sebagaimana firman-Nya di dalam S. Saba’ (34): 13. Dari sini, tentu saja makna dan kapasitas syakur hamba (manusia) berbeda dengan sifat yang disandang Allah. Manusia yang bersyukur kepada manusia/makhluk lain adalah dia yang memuji kebaikan serta membalasnya dengan sesuatu yang lebih baik atau lebih banyak dari apa yang telah dilakukan oleh yang disyukurinya itu. Syukur yang demikian dapat juga merupakan bagian dari syukur kepada Allah. Sebab, berdasarkan hadis Nabi Saw, “Wa-man lam yasykur an-nas lam yasykur Allah” (وَمَنْ لَمْ يَشْكُرِ النَّاسَ لمَ ْيَشْكُرِ اللهَ = Siapa yang tidak mensyukuri manusia maka dia tidak mensyukuri Allah). (HR. Abu Daud dan At-Turmuzi). Hadis ini antara lain berarti bahwa siapa yang tidak pandai berterimakasih (bersyukur) atas kebaikan manusia maka dia pun tidak akan pandai mensyukuri Allah karena kebaikan orang lain yang diterimanya itu bersumber dari Allah juga. Jadi, syukur manusia kepada Allah dimulai dengan menyadari dari lubuk hatinya yang terdalam betapa besar nikmat dan anugerah-Nya, disertai dengan ketundukan dan kekaguman yang melahirkan rasa cinta kepada-Nya serta dorongan untuk bersyukur dengan lidah dan perbuatan.

Dengan demikian, dapat ditegaskan bahwa kata syukur (شُكُوْر) dan kata-kata yang seakar dengannya di dalam Alquran meliputi makna ‘pujian atas kebaikan’, ‘ucapan terimakasih’, atau ‘menampakkan nikmat Allah ke permukaan’, yang mencakup syukur dengan hati, syukur dengan lidah, dan syukur dengan perbuatan. Di dalam hal ini, syukur juga diartikan sebagai ‘menggunakan anugerah Ilahi sesuai dengan tujuan penganugerahannya’. [Muhammadiyah Amin]

SOURCE : PUSAT STUDI AL-QURAN (http://www.psq.or.id/ensiklopedia_detail.asp?mnid=34&id=119)