Hidup Tanpa Kandung Empedu

Sakit Batu Empedu Sering Dikira Maag
[KOMPAS] – PENYAKIT batu empedu merupakan salah satu masalah kesehatan yang banyak dialami masyarakat. Namun, tak sedikit pasien penderita batu empedu awalnya mengira sakit yang dideritanya hanya gangguan pencernaan biasa seperti maag.

Batu empedu adalah salah satu masalah kesehatan yang terjadi tanpa gejala. Hampir 50% penderita batu empedu tidak merasakan gejala apa-apa, 30% merasakan gejala nyeri dan 20% berkembang menjadi komplikasi. Sebagian besar penderita batu empedu, didiagnosa menderita maag dikarenakan rasa nyeri pada ulu hati, padahal secara anatomi empedu terletak pada perut sebelah kanan atas.

Seperti diungkap Dr Rino Alvani Gani, Sp.PD (KGEH), spesialis penyakit dalam dari Rumah Sakit International Bintaro, Tangerang, banyak pasien yang tak sadar dirinya sering mengeluh sakit maag, padahal sebenarnya mengalami sakit batu empedu. “Faktanya, gejala sakit batu empedu memang mirip sekali dengan sakit maag. Tak sedikit penderita kerap bolak-balik ke dokter dan diberi obat maag, tapi tak kunjung membaik,” ungkap Rino dalam Pembahasan Penatalaksanaan Batu Empedu di Rumah Sakit International Bintaro, Kamis (18/9)

Hal itu dapat terjadi karena keluhan dirasakan di tempat berdekatan, yakni lambung dan kantong empedu, di mana keduanya terletak di ulu hati. Jika salah satu organ ini mengalami peradangan, rasanya hampir sama. “Orang banyak mengira maag dan kembung. Tetapi setelah beberapa kali pemeriksaan ternyata ada batu di kantung atau saluran empedunya,” ungkap Rino.

Untuk membedakannya dengan maag, lanjut dokter yang pernah menjadi peneliti terbaik di Fakultas Kedoteran UI itu, perlu diperhatikan penjalaran dan frekuensi nyeri. “Kalau maag frekuensi sakit biasanya pelan-pelan hingga akhirnya rasa sakitnya begitu hebat. Tetapi bila batu empedu sakitnya tiba-tiba timbul dengan sangat dan kemudian bisa hilang begitu saja,” terangnya.

Peradangan pada kantung dan saluran empedu juga menimbulkan nyeri di bawah tulang iga agak sedikit ke kanan. Rasa nyeri berpotensi menjalar hingga ke pinggang bagian kanan dan bahu kanan. Bila lambung yang meradang, nyerinya terasa lebih sedikit ke atas ulu hati dan ke kiri.

“Rasa sakit biasanya juga terjadi dalam 2 hingga 4 jam setelah menyantap makanan yang berlemak. Timbulnya tiba-tiba sering kali antara jam 9 malam hingga 6 pagi,” jelasnya.

Batu empedu, lanjut Rino, biasanya terbentuk di dalam kantung empedu atau di saluran empedu dan saluran hati. Batu ini dapat memicu radang dan infeksi pada kantong empedu dan di saluran lain bila batu keluar dari kantung empedu dan menimbulkan penyumbatan di saluran lain.

“Batu empedu berukuran kecil lebih berbahaya dibanding batu berukuran besar. Karena yang kecil berpeluang berpindah tempat atau berkelana ke tempat lain dan memicu masalah lainnya,” ujarnya.

Rino menambahkan, sakit batu empedu yang dialami penderita Asia dan Barat dipicu oleh penyebab berbeda. Riset menunjukkan, penyakit batu empedu di Asia umumnya disebabkan infeksi di saluran pencernaan, sementara di Barat dipicu empat faktor risiko, yakni :

  1. jenis kelamin wanita, 
  2. usia di atas 40 tahun, 
  3. diet tinggi lemak, dan 
  4. kesuburuan.

Di Asia termasuk Indonesia, faktor pencetus infeksi dapat disebabkan kuman yang berasal dari makanan yang dikonsumsi. Infeksi bisa merambat ke saluran empedu sampai ke kantung empedu. “Di Indonesia, penyebab yang paling utama bukan karena lemak atau kolesterol, tetapi akibat infeksi-infeksi di usus. Infeksi ini menjalar tanpa terasa menyebabkan peradangan pada saluran dan kantung empedu sehingga berakibat cairan yang berada di kantung empedu mengendap dan menimbulkan batu,” paparnya.

Infeksi yang terutama menyebabkan batu empedu, kata Rino, adalah tifoid atau sakit tifus. “Tifus itu kumannya muara atau teramilan terakhir di kantong empedu dapat menyebabkan peradangan lokal di situ yang tidak dirasakan, pasien tidak merasa sakit atau demam,” katanya.

Kebiasaan pasien untuk tidak meneruskan obat antiobiotik hingga tuntas juga dapat memicu timbulnya batu empedu. Kuman akan terus berada di kantung empedu karena dalam siklus perjalanannya akan bermuara di kantung empedu. “Oleh sebab itu, antibiotik harus dihabiskan supaya kuman di kantong empedu benar-benar habis,” ujarnya.

Bisakah Kita Hidup Tanpa Kandung Empedu?

Bisa, manusia dapat hidup seperti biasa walaupun kandung empedunya diangkat.

Hati memproduksi empedu untuk membantu pencernaan makanan. Jika kandung empedu diangkat, empedu akan mengalir dari hati menuju saluran hepatitis kemudian ke saluran empedu dan akhirnya ke usus halus, tanpa disimpan terlebih dahulu di kandung empedu. Karena setelah pengangkatan kandung empedu, aliran empedu ke usus halus menjadi lebih sering, maka tinja mungkin lebih lunak atau frekuensi buang air besar meningkat. Keadaan ini terjadi pada sekitar 1% orang. Perubahan ini biasanya bersifat sementara, tetapi jika tidak membaik, konsultasikan dengan dokter anda.

Apakah Kandung Empedu (Gallbladder)..?
[MAJALAH KESEHATAN] – Kandung empedu terletak tepat di bawah hati dan berfungsi menyimpan empedu yang diproduksi hati. Kandung empedu bisa menyimpan sekitar 0,4 liter empedu. Hati menghasilkan sekitar satu liter empedu setiap hari.

Empedu adalah cairan hijau kekuningan (kadang-kadang kehitaman) yang diperlukan untuk pencernaan makanan berlemak di usus kecil. Selain mengandung air (95%), empedu juga mengandung kolesterol, garam empedu, garam mineral dan pigmen.

Ketika makanan masuk ke dalam duodenum (bagian pertama dari usus kecil), hormon duodenal diekskresikan. Hormon ini dialirkan darah ke kantong empedu dan menyebabkan dindingnya berkontraksi untuk mengeluarkan empedu. Empedu ini akan keluar melalui saluran empedu, melalui lubang sempit ke duodenum. Garam mineral pada empedu menetralisir keasaman makanan saat dicerna di usus. Asam empedu dan garam empedu memecah lemak, sehingga dapat diolah enzim pencernaan.

Batu Empedu (Gallstones)
Batu empedu (Gallstones) adalah batu yang berada di kandung empedu atau saluran empedu. Ada tiga jenis batu empedu:

  1. Batu campuran, yang terdiri dari campuran kolesterol dan pigmen empedu yang berasal dari pemecahan lemak. Batu jenis ini paling umum dan dapat berkembang secara bersamaan tetapi cenderung berukuran kecil-kecil.
  2. Batu kolesterol, terutama terdiri dari kolesterol. Batu jenis ini bisa mencapai diameter 1,25 cm sehingga cukup besar untuk memblokir saluran empedu. Jumlah batu kolesterol jarang mencapai lebih dari dua.
  3. Batu pigmen, terutama terdiri dari pigmen empedu. Batu pigmen hadir dalam jumlah besar tetapi ukurannya kecil-kecil. Kebanyakan terjadi karena penyakit.

Penyebab
Sebagaimana disebutkan di atas, kebanyakan batu empedu terbentuk dari kolesterol. Kolesterol cair biasa hadir di kandung empedu dan saluran empedu dalam kondisi normal. Namun, kolesterol cair tersebut dapat menjadi jenuh bila terlalu banyak kolesterol atau terlalu sendikit asam empedu. Hal itu memungkinkan kolesterol mengkristal dan menggumpal menjadi batu empedu.

Gejala
Dalam kebanyakan kasus, batu empedu tidak menimbulkan gejala. Bila menimbulkan gejala, biasanya karena batu empedu menyumbat saluran empedu sehingga menimbulkan apa yang disebut kolik bilier/kolik empedu. Dalam kondisi tersebut, Anda akan merasakan nyeri hebat di perut bagian kanan atas, yang mungkin menyebar hingga ke tulang belikat, bahu dan dada. Rasa sakit biasanya disertai mual dan muntah. Gejala kolik bilier mungkin berkurang dengan berjalan kaki atau membalik-balikkan tubuh dengan posisi berbeda di tempat tidur. Rasa sakit bisa tiba-tiba berhenti bila batu pecah atau kandung empedu terlalu lelah untuk terus menekan.

Sumbatan kronis batu empedu dapat menimbulkan penyakit kuning. Kelangkaan empedu untuk mencerna makanan menyebabkan gejala sakit perut disertai kulit dan bagian putih mata berwarna kekuningan. Air seni dan tinja berubah menjadi kecoklatan. Sendawa, mual, nyeri dan ketidaknyamanan di perut bagian kanan atas terutama dirasakan setelah mengonsumsi lemak dan sayuran tertentu seperti kubis, bayam, telur atau cokelat.

Batu empedu meningkatkan risiko infeksi. Bila itu terjadi, gejala khas infeksi berupa demam tinggi akan muncul, yang mungkin disertai penyakit kuning. Infeksi dapat terjadi di kandung empedu (kolesistitis), saluran empedu (kolangitis), darah (sepsis), atau pankreas (pankreatitis).

Faktor risiko
Faktor risiko batu empedu dikenal dengan singkatan 4F, yaitu Forty, Female, Fat, Family. Artinya, batu empedu lebih umum pada mereka yang berusia di atas 40 tahun, wanita, kegemukan dan punya riwayat keluarga terkena batu empedu.

  • Usia lanjut.
    Batu empedu jarang sekali menyerang di usia 25 tahun ke bawah. Sekitar 30% lansia diperkirakan memiliki batu empedu, meskipun kebanyakan tidak menimbulkan gejala.
  • Wanita.
    Wanita lebih banyak terkena batu empedu dibandingkan pria. Pada wanita insidennya sekitar 2 per 1000, dibandingkan hanya 0,6 per 1000 pada pria. Pada wanita hamil, kandung empedu menjadi lebih rendah dan batu empedu bisa berkembang. Hormon wanita dan penggunaan pil KB juga diduga ikut berperan.
  • Obesitas.
    Kelebihan berat badan merupakan faktor risiko yang kuat untuk batu empedu, terutama di kalangan wanita. Penelitian menunjukkan bahwa wanita dengan memiliki BMI lebih dari 32 memiliki risiko tiga kali lebih besar untuk mengembangkan batu empedu dibandingkan yang memiliki BMI antara 24 s.d. 25. Risiko meningkat tujuh kali lipat pada wanita dengan BMI lebih dari 45.
  • Genetik.
    Bila keluarga inti Anda (orangtua, saudara dan anak-anak) memiliki batu empedu, Anda berpeluang 1½ kali lebih mungkin untuk mendapatkan batu empedu.

Diagnosis
Kebanyakan batu empedu ditemukan secara kebetulan dengan USG perut atau pemeriksaan sinar-X. Mereka disebut “batu diam” (silent stones) yang tidak menunjukkan gejala.

Penanganan

  1. Obat-obatan.
    Selain untuk memerangi kolik akut dan rasa nyeri, obat-obatan juga dapat digunakan untuk memecah batu empedu. Pengobatan memerlukan setidaknya 6 sampai 12 bulan dan berhasil melarutkan batu pada 40-80% kasus. Penggunaan obat direkomendasikan bila gejala ringan dan batu-batunya kecil atau operasi dinilai terlalu berisiko.
  2. Pembedahan.

    Pasien dengan batu empedu yang sangat mengganggu mungkin harus menjalani operasi untuk mengangkat kandung empedunya. Pembedahan bisa dilakukan secara terbuka (kolistektomi terbuka) atau tertutup (kolistektomi laparoskopik). Bedah terbuka adalah cara klasik untuk mengangkat kandung empedu. Prosedur ini membutuhkan insisi perut dan pasien harus dirawat di rumah sakit selama lima sampai tujuh hari. Kolistektomi laparoskopik adalah prosedur baru di mana kandung empedu diambil dengan selang berlampu(disebut laparoskop) melalui insisi kecil di perut. Dokter bedah melakukan pembedahan dengan melihat ke monitor televisi. Dengan bedah ini, pasien meninggalkan rumah sakit lebih cepat.

Tips untuk Anda

  • Jika Anda telah memiliki batu empedu, Anda perlu membatasi makanan berlemak dan memperbanyak makanan berserat, karena serat dapat mencegah pembentukan batu empedu lebih lanjut.
  • Bila Anda kelebihan berat badan, menurunkan berat badan secara bertahap sangat penting untuk mencegah dan meminimalkan keluhan batu empedu.
  • Tidak mengudap sebelum tidur. Makanan kecil sebelum tidur dapat menaikkan garam empedu dalam kandung empedu.
  • Membiasakan minum kopi dan makan kacang-kacangan. Selain berbagai manfaat lainnya, ada beberapa bukti bahwa kopi bisa mengurangi risiko mengembangkan batu empedu, setidaknya pada orang berusia 40 hingga 75 tahun. Dalam sebuah studi pengamatan yang melacak sekitar 46.000 dokter laki-laki selama 10 tahun, mereka yang minum dua sampai tiga cangkir kopi berkafein setiap hari mengurangi risiko pengembangan batu empedu sampai 40%. Dalam studi lain, konsumsi kacang tanah atau kacang-kacangan lainnya juga berhubungan dengan risiko yang lebih rendah untuk kolesistektomi. (American Journal of Clinical Nutrition vol 80, no. 1, hal 76-81).

Jangan Marah

Memendam kemarahan bagaikan menggenggam sebuah bara panas
dengan niatan untuk melemparkannya ke seseorang.
Sebenarnya dirimu lah yang terbakar.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ada seorang lelaki berkata kepada Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam, “Berilah saya nasihat.” Beliau shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jangan marah.” Lelaki itu terus mengulang-ulang permintaannya dan beliau tetap menjawab, “Jangan marah.” (HR. Bukhari). Imam Nawawi rohimahulloh mengatakan, “Makna jangan marah yaitu janganlah kamu tumpahkan kemarahanmu. Larangan ini bukan tertuju kepada rasa marah itu sendiri. Karena pada hakikatnya marah adalah tabi’at manusia, yang tidak mungkin bisa dihilangkan dari perasaan manusia.”

Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam juga pernah menasihatkan, “Apabila salah seorang dari kalian marah dalam kondisi berdiri maka hendaknya dia duduk. Kalau marahnya belum juga hilang maka hendaknya dia berbaring.” (HR. Ahmad, Shohih)

Dahulu ada juga seorang lelaki yang datang menemui Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam dan mengatakan, “Wahai Rosululloh, ajarkanlah kepada saya sebuah ilmu yang bisa mendekatkan saya ke surga dan menjauhkan dari neraka.” Maka beliau shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jangan tumpahkan kemarahanmu. Niscaya surga akan kau dapatkan.” (HR. Thobrani, Shohih)

Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin rohimahulloh juga mengatakan, “Bukanlah maksud beliau adalah melarang memiliki rasa marah. Karena rasa marah itu bagian dari tabi’at manusia yang pasti ada. Akan tetapi maksudnya ialah kuasailah dirimu ketika muncul rasa marah. Supaya kemarahanmu itu tidak menimbulkan dampak yang tidak baik. Sesungguhnya kemarahan adalah bara api yang dilemparkan oleh syaithan ke dalam lubuk hati bani Adam. Oleh sebab itulah anda bisa melihat kalau orang sedang marah maka kedua matanya pun menjadi merah dan urat lehernya menonjol dan menegang. Bahkan terkadang rambutnya ikut rontok dan berjatuhan akibat luapan marah. Dan berbagai hal lain yang tidak terpuji timbul di belakangnya. Sehingga terkadang pelakunya merasa sangat menyesal atas perbuatan yang telah dia lakukan.”

Tips Menanggulangi Kemarahan

Syaikh Wahiid Baali hafizhohulloh menyebutkan beberapa tips untuk menanggulangi marah. Diantaranya ialah:

  • Membaca ta’awudz yaitu, “A’udzubillahi minasy syaithanir rajiim”.
  • Mengingat besarnya pahala orang yang bisa menahan luapan marahnya.
  • Mengambil sikap diam, tidak berbicara.
  • Duduk atau berbaring.
  • Memikirkan betapa jelek penampilannya apabila sedang dalam keadaan marah.
  • Mengingat agungnya balasan bagi orang yang mau memaafkan kesalahan orang yang bodoh.
  • Meninggalkan berbagai bentuk celaan, makian, tuduhan, laknat dan cercaan karena itu semua termasuk perangai orang-orang bodoh.

Syaikh As Sa’di rohimahulloh mengatakan, “Sebaik-baik orang ialah yang keinginannya tunduk mengikuti ajaran Rasul shollallohu ‘alaihi wa sallam, yang menjadikan murka dan pembelaannya dilakukan demi mempertahankan kebenaran dari rongrongan kebatilan. Sedangkan sejelek-jelek orang ialah yang suka melampiaskan hawa nafsu dan kemarahannya. Laa haula wa laa quwwata illa billaah” (lihat Durrah Salafiyah).

Emosi Dan Kesehatan

Sejauh ini sudah teramat banyak kepustakaan dan penelitian tentang bagaimana emosi negatif membahayakan tubuh kita. Amarah kronis dan kecemasan dapat mengganggu fungsi jantung dengan mengubah stabilitas elektrik jantung, mempercepat atherosklerosis (penyumbatan pembuluh nadi), dan meningkatkan peradangan (inflamasi) sistemik.

Menurut psikiater sosial dr Nalini Muhdi SPKJ dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, memang amat banyak kepustakaan dan publikasi ilmiah tentang kaitan antara emosi negatif dan kesehatan. Salah satunya adalah buku teks psikiatri Psychosomatic Medicine yang ditulis Michael Blumenfield (2006), yang juga membahas kondisi mental-emosional yang meningkatkan penyakit/serang jantung.

Depresi misalnya dapat meningkatkan kadar C-reactive protein (CRP) dalam aliran darah yang berkiatan dengan inflamasi atau penggumpalan atau koagulasi darah. Amarah selain meningkatkan tekanan darah juga diidentifikasi sebagai salah satu pemicu yang paling lazim dan paling menentukan bagi munculnya myocardial ischemia (berkurangnya suplai darah ke otot jantung) dalam aktivitas harian.

Stres dan rasa waswas yang kronis dapat memengaruhi sistem biologi dalam tubuh kita sedemikian rupa sehingga menjadi pemicu penyakit jantung, stroke, dan diabetes. Penyebabnya karena orang yang mengalami stres serius terbukti mengalami peningkatan kadar kolesterol dan gula darah. Ini menurut dr Nalini terbukti dari studi terhadap para pasien yang menghadapi operasi besar yang biasanya tegang dan cemas.

Untunglah Laura Kubzansky, guru besar Harvard School of Public Health (HSPH) menyatakan, ”Emosi-emosi negatif hanyalah separuh dari persamaan. Tampaknya ada manfaat kesehatan mental yang positif yang membuat Anda tidak mengalami depresi. Apa itu, masih sebuah misteri. Namun jika kita memahami rangkaian proses yang terlibat, kita akan memiliki wawasan tentang bagaimana kesehatan bekerja.”

Vitalitas emosional
Kubzansky adalah satu peneliti utama yang mengikuti kesehatan lebih dari 6.000 pria dan perempuan berusia 25-74 tahun selama 20 tahun. Ia menemukan, misalnya, vitalitas emosional—rasa antusias, berpengharapan, kegairahan dalam hidup (elan vitalea), dan kemampuan menghadapi tekanan kehidupan—terbukti turunkan risiko penyakit jantung koroner. Efek protektifnya amat nyata dan dapat diukur, kendati sudah memperhitungkan variabel perilaku, seperti tak merokok dan melakukan latihan fisik teratur.

Di antara lusinan makalah yang sudah dipublikasikan HSPH sejak tahun 2007, Kubzansky juga memaparkan bahwa anak-anak yang dapat tetap fokus untuk melakukan tugas dan memiliki penampilan yang lebih positif pada usia 7 tahun dilaporkan memiliki kesehatan umum yang lebih baik dan mengalami sedikit penyakit 30 tahun kemudian. Optimisme terbukti juga memangkas risiko penyakit jantung koroner sampai separuh.

Riset epidemiologi yang dilakukan Kubzansky dan timnya merupakan perpaduan antara psikologi eksperimental dan kesehatan masyarakat. Riset HSPH ini merupakan terobosan karena membantah anggapan dan pendapat lama yang menyatakan bahwa emosi positif menandai absennya suasana hati negatif dan kebiasaan yang merusak tubuh.

Kubzansky tak sependapat dengan pandangan ini. ”Kami percaya bahwa ada yang melampaui fenomena ini, dan kami para ilmuwan baru saja mulai mengumpulkan sedikit demi sedikit bukti adanya mekanisme biologis, perilaku, dan kognitif yang mungkin berkelindan.”

Riset sebelum ini terbukti mendukung temuan Kubzansky. Tahun 1979, Lisa Berkman, Direktur Pusat Studi Kependudukan dan Pembangunan Harvard, waktu itu memublikasikan hasil riset terhadap sekitar 7.000 orang dewasa di Alameda, California. Partisipan yang dilaporkan kurang memiliki ikatan sosial pada awal survei ternyata lebih dari dua kali peluangnya meninggal setelah diikuti selama sembilan tahun.

Dr Nalini memberikan beberapa tips praktis untuk menjaga keseimbangan antara kesehatan jiwa dan kesehatan fisik, misalnya lebih aktif terlibat dalam kegiatan sosial, tak jadi pencemas dan menghilangkan perasaan- perasaan negatif, harapan yang tak realistis perlu diturunkan, berorientasi pada saat ini, menjadi diri sendiri, lebih teratur dalam hidup, menyukai humor dan tersenyum/tertawa, serta melakukan kegiatan relaksasi, seperti meditasi hingga pijat, yoga, dan spa.

”Humor dan tertawa terbukti dapat meningkatkan antibodi Immunoglobulin A (IgA) yang membantu melawan infeksi, meningkatkan jumlah sel-sel T yang berguna untuk melawan penyakit, dan dapat menurunkan tekanan darah,” kata dr Nalini.

Semua orang tahu emosi dapat merugikan kesehatan, namun, jarang yang dapat menahan diri ketika mengalami hal yang menyinggung perasaan pribadi. Perlu diketahui, bahwa saat amarah Anda meluap-luap, Anda justru sedang mempersulit diri sendiri karena kesalahan orang lain, yang membuat jasmani Anda juga ikut menderita.

Otak besar
Emosi dapat merusak rhythmic yang menghalangi dengan rangsangan otak besar mempercepat penuaan sel otak dan melemahkan fungsi otak. Lagipula sejumlah besar darah yang mengalir deras ke otak, membuat beban pembuluh darah otak bertambah, disaat demikian racun yang terkandung dalam darah paling banyak, dan kandungan oksigen paling sedikit, terhadap sel otak tidak lebih baik dari racun. Kusutnya pikiran ketika murka adalah bukti otak kekurangan oksigen.

Tindakan positif : Dengan cara duduk. Sebab saat mengambil tindakan dengan cara berdiri, pengeluaran hormon paling cepat, sebaliknya bila dengan cara duduk maka peningkatan pengeluaran tidak akan begitu cepat. Dengan cara duduk sedikit lebih lama ini juga dapat mengurangi secara drastic rasio terjadinya impuls (dorongan hati-emosi).

Jantung
Setiap timbul emosi atau maksud negatif pasti akan membuat denyut jantung bertambah cepat, daya penyusutan jantung bertambah kuat, tekanan darah naik, darah menjadi lengket dan kental. Darah yang mengalir deras ke otak dan muka dalam jumlah besar, dapat menyebabkan darah yang disuplai ke jantung itu sendiri berkurang dan mengakibatkan otot kekurangan oksigen. Demi persediaan oksigen yang cukup, jantung terpaksa bekerja ekstrem, sekali bergolak, maka denyut jantung akan semakin tidak teratur, dan itu akan lebih fatal.

Tindakan positif Meskipun pura-pura, tetap harus tersenyum. Saat anda tersenyum, segera terbayang sejumlah hal yang menyenangkan dalam benak anda. Dalam kondisi siap tempur semua organ vital mendapat kebebasan, darah cenderung merata, denyut jantung kembali normal dan teratur.

Hati
Saat emosi, organisme dapat mengeluarkan suatu zat yang berfungsi pada sistem saraf sentral, membuat gula darah naik, penguraian lemak bertambah kuat, dan asam lemak bebas dalam sel hati dan darah bertambah. Asam lemak bebas memiliki racun sel yang sangat kuat, terhadap sel hati ia seperti makanan lezat bagi tubuh, diperlukan jika kurang, sebaliknya merupakan pembunuh bila kelebihan.

Tindakan posistif : Saat emosi, segera minum segelas air putih. Air dapat mendorong mengeluarkan asam lemak bebas dalam tubuh, bahkan dapat mengurangi racunnya.

Kulit
Saat emosi, sejumlah besar darah mengalir deras ke muka, saat demikian oksigen dalam darah tidak banyak, sedangkan asam lemak bebas dan racun lainnya bertambah, racun-racun ini dapat merangsang kandung bulu, menyebabkan tingkat radang dalam yang tidak sama di sekitar kandung bulu, akibatnya timbul noda dan problem kulit lainnya. Menurut hasil penelitian kedokteran AS terhadap 5000 wanita yang ditumbuhi dengan noda di wajahnya menunjukkan, bahwa saat suasana hati mereka dalam kondisi tidak bergairah, obat apapun terhadap pengobatan noda semuanya masih lumayan efektif. Sebaliknya saat hubungan antar manusia pada sejumlah wanita diantaranya itu mengalami perbaikan, noda di wajah mereka malah sembuh tanpa pengobatan.

Tindakan positif: Gaya merentang segi tiga dalam Yoga. Sepasang kaki dipisah, tarik nafas, sepasang tangan dimiringkan sejajar, kemudian hirup udara lalu perlahan-lahan miringkan pinggang ke kanan, tangan kanan diletakkan di atas lantai di sebelah kanan kaki, lakukan latihan ini secara bergantian posisi. Dengan gaya demikian dapat menetralisir kondisi tubuh, agar racun dapat dikeluarkan, dan membuat kulit kembali sehat berkilau.

Sistem sekresi dalam
Emosi mengacaukan pusat kendali pada sistem sekresi dalam, sehingga membuat hormon pengeluaran kelenjar gondok berlebihan. Kelenjar gondok merupakan organ penting dalam tubuh yang turut bermetabolisme, saat anda merasa sangat bersemangat itu artinya kelenjar gondok mendapat rangsangan, lama kelamaan dapat menimbulkan hyperthyreosis

Tindakan posistif:Sikap duduk dalam senam Yoga. Sikap duduk, rileks, pejamkan mata, hirup nafas dalam-dalam, kepala menghadap ke depan dan lenturkan ke bawah, rahang bawah atau dagu menyangga erat tulang dada, lalu angkat kepala perlahan-lahan, tarik nafas. Ia memiliki efek mengurut kelenjar gondok, dapat membantu melenyapkan perasaan sedih dan amarah, selanjutnya karena efek kelenjar gondok betambah kuat, sehingga segenap tubuh akan mendapat manfaat positif.

Lambung
Kekacauan kerja sel otak yang emosi menimbulkan rangsangan pada saraf simpatik, dan secara langsung berefek pada pembuluh darah dan jantung, membuat jumlah darah di lambung dan usus berkurang, pristalsis menjadi lamban, nafsu makan menjadi buruk, getah lambung meningkat, jika parah dapat menyebabkan tukak lambung. Selain itu juga dapat mengeluarkan hormon menipu saraf sentral, membuat kita tidak nafsu makan, tepatnya yang sering disebut “pelampiasan amarah” (amarah sudah terlampiaskan).

Tindakan positif: Bernafas gaya perut. Ini dapat membuat saraf parasimpatik yang menangani ketenangan bekerja, melawan kegairahan saraf simpatik, selain itu juga dapat mengurut bagian lambung, meredakan gangguan di sekitar jasmani.

Paru-paru
Saat perasaan berkobar-kobar, darah yang mengalir setiap menit melalui jantung bertambah kencang, terhadap kebutuhan oksigen juga meningkat, dan kapasitas kerja paru-paru tiba-tiba meningkat. Selain itu, karena hormon berefek pada sistem saraf, membuat nafas terengah-engah, bahkan terjadi gejala pengambilan nafas yang berlebihan, gelembung paru terus meluas, tidak ada waktu menyusut, dengan begitu otomatis tidak mendapatkan istirahat dan suasana rileks yang sewajarnya, sehingga merusak kesehatan paru-paru.

Tindakan posistif: Fokuskan pada lantai, tarik nafas dalam-dalam dan secara perlahan sebanyak 5 kali, rasakan perubahan suhu udara yang dihirup dan dikeluarkan. Cara bernafas demikian dapat membuat gelembung paru beristirahat, oksigen yang cukup bahkan dapat memperbaiki kondisi otak besar, membantu kita menenangkan diri.