Kata Mutiara Einstein

Einstein seorang jenius yang banyak memberikan pengaruh pada kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Einstein juga sering berkata bijak yang menimbulkan motivasi dan memberikan inspirasi berikut kata-kata bijak Einstein.

  • “Hanya ada dua cara menjalani kehidupan kita. Pertama adalah seolah tidak ada keajaiban. Kedua adalah seolah segala sesuatu adalah keajaiban.”
  • “Usaha pencarian kebenaran dan keindahan merupakan kegiatan yang memberi peluang bagi kita untuk menjadi kanak-kanak sepanjang hayat.”
  • “Gravitasi tidak bertanggung-jawab atas orang yang jatuh cinta.”
  • “Kebahagiaan dalam melihat dan memahami merupakan anugerah terindah alam.”
  • “Kecerdasan tidak banyak berperan dalam proses penemuan. Ada suatu lompatan dalam kesadaran, sebutlah itu intuisi atau apapun namanya, solusinya muncul begitu saja dan kita tidak tahu bagaimana atau mengapa.”
  • “Hal yang paling sukar dipahami di dunia ini adalah pajak penghasilan.”
  • “Akal sehat adalah kumpulan prasangka yang didapat sejak usia 18 tahun.” “Hanya sedikit yang melihat dengan matanya sendiri dan merasakan dengan batinnya sendiri.”
  • “Barangsiapa yang tidak pernah melakukan kesalahan, maka dia tidak pernah mencoba sesuatu yang baru.”
  • “Nilai manusia yang sesungguhnya pada dasarnya ditentukan oleh ukuran dan rasa yang telah mencapai pembebasan dari dirinya sendiri.”
  • “Bagaimana mungkin engkau menjelaskan fenomena biologis yang sedemikian penting seperti cinta pertama dalam pengertian kimia dan fisika ?”
  • Hakikatku adalah yang aku pikirkan, bukan apa yang aku rasakan
  • Selagi ada cinta tidak perlu ada lagi pertanyaan
  • Aku Berpikir terus menerus berbulan bulan dan bertahun tahun, sembilan puluh sembilan kali dan kesimpulannya salah. Untuk yang keseratus aku benar.
  • Kalau mereka ingin menemuiku, aku ada disini. Kalau mereka ingin bertemu dengan pakaianku, bukalah lemariku dan tunjukkan pada mereka. (Ketika istrinya memintanya berganti untuk menemui Duta Besar Jerman)
  • Kebanyakan orang mengatakan bahwa kecerdasanlah yang melahirkan seorang ilmuwan besar. Mereka salah, karakterlah yang melahirkannya.
  • Tanda kecerdasan sejati bukanlah pengetahuan tapi imajinasi.
  • Imajinasi lebih berharga daripada ilmu pengetahuanLogika akan membawa Anda dari A ke B. Imajinasi akan membawa Anda kemana-mana.
  • Tidak ada eksperimen yang bisa membuktikn aku benar, namun sebaliknya sebuah eksperimen saja bisa membuktikan aku salah.
  • Orang-orang seperti kita, yang percaya pada fisika, mengetahui bahwa perbedaan antara masa lalu, masa kini, dan masa depan hanyalah sebuah ilusi yang terus menerus ada.
  • Dunia ini adalah sebuah tempat yang berbahaya untuk didiami, bukan karena orang-orangnya jahat, tapi karena orang-orangnya tak perduli.
  • Generasi-generasi yang akan datang akan kehilangan keyakinan bahwa manusia akan berjalan di muka bumi dengan darah dan daging.
  • Nilai manusia terletak pada apa yang bisa dia terima.
  • Kalau nilai 9 itu kesuksesan dalam kehidupan, maka nilai 9 sama dengan x ditambah y ditambah z. Bekerja adalah x, y adalah bermain, dan z adalah untuk berdiam diri.
  • Orang berjiwa besar akan selalu menghadapi perlawanan hebat dari orang2 “PICIK”.
  • Kecerdasan belum tentu menjamin sebuah kesuksesan. Kesuksesan ditentukan 99% kerja keras dan 1% kejeniusan

10 Fenomena Aneh Dalam Otak Manusia

Sampai saat ini masih banyak mysteri yang belum terungkap dari pikiran kita. Para ahli memang bisa menjelaskan fenomena-fenomena aneh dari pikiran kita tapi masih belum tahu dari mana asal semua itu. Mungkin kalian pernah mengalami beberapa fenomena di bawah ini.

1. Déjà Vu
Déjà Vu adalah perasaan ketika kita yakin pernah mengalami atau menyaksikan suatu kejadian sebelumnya, kamu merasa peristiwa itu sudah pernah terjadi dan berulang lagi. Hal ini diikuti dengan perasaan familiar yang kuat, takut dan merasa aneh. Kadang “kejadian sebelumnya” itu dikaitkan dengan mimpi, tapi kadang juga timbul perasaan yang mantap kalau kejadian tersebut benar-benar terjadi di masa lalu.

2. Déjà Vécu
Déjà Vécu adalah perasaan yang lebih kuat dari Déjà Vu. kalau Déjà Vu kita merasa sudah pernah melihat kejadian sebelumnya, tapi dalam Déjà Vécu kita akan mengetahui peristiwa tersebut jauh lebih detail, seperti mengingat bau dan suara-suara pada kejadian tersebut.

3. Déjà Visité
Déjà Visité adalah perasaan yang tidak biasa dimana kita merasa mengenal suatu tempat padahal sebelumnya kita tidak pernah mengunjugi tempat tersebut. Kalau Déjà vu berhubungan dengan peristiwa, sedangkan Déjà Visité berkaitan dengan tempat atau geografi. Nathaniel Hawthorne dalam bukunya yang berjudul “Our Old Home” bercerita saat dia mengunjungi reruntuhan sebuah kastil, tiba-tiba merasa kalau dia sudah sangat mengenal layout dari kastil yang baru pertama kali dia datangi itu. Belakangan dia sadar kalau bertahun-tahun sebelumnya dia pernah membaca puisi karangan Alexander Pope yang menggambarkan dengan detail kastil tersebut.

4. Déjà Senti
Déjà Senti adalah fenomena “pernah merasakan” sesuatu. Kejadiannya contohnya seperti ini : “Kamu merasa pernah mengatakan sesuatu, dipikiran kamu mengatakan, “Oh iya aku ngerti!” atau “Oh iya aku ingat!” tapi 1 atau 2 menit kemudian kamu akan sadar kalau kamu sebenarnya tidak pernah mengatakan apa-apa”.

5. Jamais Vu
Jamais Vu (tidak pernah melihat/mengalami) adalah kebalikan dari déjà vu. Jadi kamu tidak mengenal sebuah situasi padahal kamu yakin sekali kalau sebelumnya kamu pernah ada di situ. Bingung? Begini gampangnya: kamu mendadak tidak mengenal orang, kata-kata, atau tempat yang sebelumnya kamu tahu. Pada percobaan yang dilakukan Chris Moulin pada 92 orang yang disuruh menulis kata “pintu” 30 kali dalam waktu 60 detik ternyata 68 orang mengalami gejala Jamais Vu, yaitu merasa kalau “pintu” itu bahkan bukan merupakan sebuah kata. Ya Jamais Vu didiagnosis karena “kelelahan otak”.

6. Presque Vu
Presque Vu adalah perasaan yang kuat kalau kamu akan mengalami epiphany. Epiphany sangat jarang terjadi. Presque Vu artinya “hampir melihat” dan sensasinya bisa sangat membingungkan dan aneh.

7. L’esprit de l’Escalier
L’esprit de l’Escalier adalah saat kita merasa bisa melakukan sesuatu yang lebih baik pada sebuah situasi setelah peristiwa itu terjadi. Contohnya begini: Kamu seorang pemain sepak bola, saat tendangan penalti kamu menendang bola ke samping kiri dan ternyata berhasil diblok kiper. Tiba-tiba pikiran kamu mengatakan, “Ahh, aku sebenernya tadi sudah yakin kalau nendang ke kanan pasti gol!” Jadi L’esprit de l’Escalier adalah rasa penyesalan tidak melakukan tindakan yang berlawanan dari suatu peristiwa sebelumnya.

8. Capgras Delusion
Capgras Delusion adalah fenomena dimana kita merasa yakin kalau keluarga atau teman dekat kita sebenernya adalah orang lain yang wujudnya sama persis. Seperti cerita-cerita di film Alien dimana tubuh manusia diambil alih oleh makhluk luar angkasa agar bisa hidup berdampingan dengan manusia biasa. Khayalan ini biasa terjadi pada penderita schizophrenia atau kelainan mental lain.

9. Fregoli Delusion
Fregoli Delusion adalah fenomena otak yang sangat jarang terjadi. Orang yang mengalami Fregoli Delusion sangat percaya kalau beberapa orang yang dia kenal sebenarnya adalah satu orang yang melakukan berbagai penyamaran. Fregoli berasal dari nama aktor Italia “Leopoldo Fregoli” yang bisa melakukan merubah penampilan dengan cepat dalam pertunjukannya.

10. Prosopagnosia
Prosopagnosia adalah fenomena dimana seseorang kehilangan kemampuan untuk mengenal wajah orang atau benda lain yang seharusnya mereka kenal. Orang yang mengalami ini biasanya menggunakan indera lain untuk mengingat orang tersebut, seperti bau parfum, gaya bicara atau cara berjalan orang itu. Contoh yang paling terkenal dari kasus ini dipublikasikan oleh Michael Nyman dalam bukunya yang berjudul “The man who mistook his wife for a hat”.

Sumber : kaskus.us

Makin Tua Makin Pintar

Pada saat lahir seorang bayi memiliki 1.000.000.000.000 sel otak (neuron). Bandingkan dengan jumlah penduduk bumi abad 21 sebanyak 6.000.000.000. Ini berarti dalam kepala bayi terdapat sel otak sebanyak 166 kali lipat jumlah manusia yang tinggal di planet ini.

Tiap sel otak memiliki ratusan dan ribuan cabang atau tentakel yang mirip sekali dengan gurita yang berukuran mikro. Masing-masing tentakel ini berisi jamur atau spina dendrit yang mengandung ribuan zat kimia. Inilah yang membawa pesan diantara sel otak, semua informasi dalam setiap pikiran, setiap pengalaman belajar, dan setiap daya ingat yang dimiliki.

Contoh:
Ketika kita berpikir, sebuah gelombang elektromagnetis bergerak turun ke cabang sel otak, memicu zat kimia di dalam salah satu jamur, yang kemudian dengan cepat menyebrangi jarak pendek untuk memicu zat kimia di dalam spina dendrit lainnya. Hal ini kemudian memicu respons elektromagnetis dari sel otak sebelahnya.

Proses ini berjalan terus sehingga membentuk jejak setapak yang menyerupai jejak setapak berliku-liku di dalam hutan besar. Dan kecepatan gerak zat kimia ini jika dilihat akan seperti air terjun Niagara.

Dan diselidiki jumlah jejak pikiran ini jika dibuat bentuk teks normal akan membentuk deretan angka sepanjang 10,5 juta km!

Dengan begitu banyaknya kemungkinan tersebut otak manusia, jika seumpama keyboard dapat memainkan ratusan juta juta melodi. Tidak seorangpun yang masih hidup yang pernah mendekati penggunaan otak secara maksimal. Kekuatan otak manusia ini tidak ada batasannya. (Petr Akhonin, Ilmuwan Otak).

Beda manusia normal dengan jenius…
“Rata-rata manusia menggunakan 3% kapasitas otaknya dan jenius menggunakan 4%”

Semua serangga, ikan, burung atau hewan memiliki sel otak yang sama dengan yang kita miliki. Hanya jumlahnya lebih sedikit. Jumlah sel otak yang dimiliki inilah yang menentukan kecerdasan satu makhluk hidup.

Bandingkan dengna seekor lebah…
Seekor lebah memiliki kurang dari 1.000.000 sel otak. (1/1000.000 jumlah yg dimiliki manusia).

Hal-hal yang dapat dilakukan oleh seekor lebah adalah:
Terbang, berkelahi, melihat, mendengar, mencium, mengecap, meraba, menyentuh, membangun rumah, mengendalikan suhu, menghitung, melindungi, kemampuan bernavigasi, berjalan, berlari, mengingat, bermain, mengasuh, berkembang biak, bekerja secara konstruktif dan kooperatif dalam sebuah komunitas.

Jika seekor lebah dengan jumlah sel otak kurang dari satu juta dapat melakukan semua itu, pikirkan apa yang dapat dilakukan oleh manusia…???

Pada waktu kecil dalam otak kita terjadi suatu ledakan. Saat itu setiap sel otak (neuron) yang jumlahnya berjuta-juta mengeluarkan sejumlah serat yang sangat halus dan kecil ke segala arah, mencari dan membuat sambungan dengan ribuan sampai puluhan ribu sel otak lainnya. Ini yang dinamakan interkoneksi. Proses ini kemudian berlanjut seterusnya seumur hidup. Pada saat lahir jumlah sel otak kita tidak akan bertambah lagi. Yang akan bertambah adalah jumlah interkoneksi inilah.

Fakta penting…
Yang menentukan kecerdasan seseorang bukan jumlah sel otaknya. Sel otak kita sudah memiliki kapasitas yang jauh lebih dari sekedar jenius. Namum, kecerdasan seseorang adalah jumlah interkonkesi sel otak ini. Jumlah interkoneksi ini sebagian besar ditentukan oleh mutu yang sangat baik dari Makanan Otak. Makanan Otak adalah Oksygen, Nutrisi, Kasih Sayang dan Informasi.
(Dari apa yang saya baca dibukunya TONY BUZAN “BRAIN CHILD”)

Makin Tua Makin Pintar
Usia yang bertambah umumnya membuat orang lebih mudah lupa. Memori menurun secara perlahan tapi pasti, memengaruhi segala kemampuan kita dalam beraktivitas.

Namun sebuah penelitian membuktikan bahwa pikiran kita sebenarnya meningkat saat usia kita bertambah. Bahkan, pada usia yang matang itulah terjadi puncak performa otak, demikian menurut buku The Secret Life of the Grown-Up Brain: The Surprising Talents of the Middle-Aged Mind karya Barbara Strauch. Strauch mengungkapkan bahwa menurunnya kemampuan otak pada usia paruh baya sebenarnya hanya mitos. Ia juga memberikan beberapa saran untuk melatih agar otak kita tetap tajam. Berikut tiga alasan yang dikemukakannya mengapa kita justru semakin pintar saat garis-garis halus di sudut mata atau bibir mulai terjadi.

1. Pikiran Anda berkembang.
Banyak yang bilang bahwa kita akan kehilangan ribuan sel-sel otak seiring bertambahnya usia. Namun penelitian menunjukkan bahwa otak kita sebenarnya terus menumbuhkan sel-sel otak saat memasuki usia 40 hingga 68 tahun. Hal ini terutama berlaku untuk lapisan saraf yang disebut myelin, yang membantu Anda memahami lingkungan di sekitar Anda.

Untuk meningkatkan kemampuan otak, Anda dianjurkan untuk berolahraga. Sebab dengan berkeringat, Anda akan meningkatkan aliran darah ke otak. Hal ini memicu regenerasi sel-sel dalam area otak yang dikaitkan dengan memori, kemampuan belajar, dan saraf-saraf lain. Latihan dalam bentuk apapun, seperti latihan kekuatan dan peregangan, akan bermanfaat. Bahkan aerobik pun dianggap lebih efektif dalam menumbuhkan saraf-saraf. Lakukan kardio seperti jalan cepat setidaknya 30 menit sehari, untuk melatih otak Anda.

2. Anda cenderung menggunakan kedua sisi otak.
Ternyata, bukan hanya pengalaman yang membuat orang menjadi lebih bijak saat usianya bertambah, tetapi juga karena perubahan di dalam otak. Tak seperti orang muda yang cenderung menggunakan satu sisi otak saja, pemetaan otak menunjukkan bahwa orang-orang di usia 40 tahun ke atas cenderung menggunakan otak kanan maupun kirinya. Dengan kebiasaan baru ini, Anda akan terbantu untuk menilai situasi dengan lebih baik, dan sampai ke inti perdebatan lebih cepat.

Perbaiki kondisi otak kanan dan kiri Anda dengan mengurangi makanan yang manis, dan konsumsi lebih banyak makanan yang melawan naiknya kadar gula darah. Contohnya, ubi dan gandum utuh.

3. Anda cenderung berpikir lebih kreatif. 
Bagian lobus frontal pada otak yang dikaitkan dengan konsentrasi pada akhirnya akan menurun sejalan bertambahnya umur. Artinya, perhatian Anda akan lebih mudah teralihkan, atau lebih sulit mendapatkan kembali informasi, seperti mengingat nama seseorang. Meski begitu, perhatian yang lebih luas dan kurang fokus bisa memberikan keuntungan dengan memungkinkan Anda menggali solusi yang lebih kreatif bila terjadi masalah. Menurut penelitian, pikiran yang kurang fokus bisa menjadi lebih kreatif karena lebih cenderung menemukan koneksi antara ide-ide yang tampaknya tidak saling berhubungan.

Nah, untuk menajamkan kemampuan Anda, cobalah melakukan kegiatan yang menantang secara mental untuk menjaga saraf-saraf tetap aktif, setidaknya satu kali seminggu. Orang-orang yang sering berpartisipasi dalam kegiatan yang membuat mereka harus memproses informasi, seperti kursus piano atau memelajari bahasa baru, kecenderungan untuk mengembangkan Alzheimer akan berkurang separuhnya.

Referensi : Kompas