Tehnik Memperbanyak Anakan Padi

Peningkatan hasil tanaman padi sangat ditentukan oleh banyaknya anakan yang dihasilkan oleh tanaman induk. Semakin banyak anakan maka diharapkan akan menghasilkan malai dan bulir padi yang banyak. Banyak anak banyak rejeki berlaku ditanaman padi.

Beberapa tehnik perbanyak anakan padi yaitu :
1. Pemberian pupuk N dosis tinggi pada vase vegetatif.
Pemberian N pada masa vegetatif ini akan memacu pertumbuhan tanaman lebih pesat, dan membantu meningkatkan jumlah anakan yang muncul. Pemberian N ini juga bisa berpengaruh negatif terhadap tanaman dimana biasanya tanaman akan mudah roboh da tidak tahan penyakit.

2. Menanan Bibit Umur Muda (10-20 hss)
Tehnik penanaman umur muda ini dianjurkan terutama dalam sistem SRI. Umur bibit masih muda ini memberi kesempatan tanaman mempunyai masa vegetatif yang relatif panjang sehingga sangat diharapkan mempunyai anakan lebih banyak.

3. Penanan tidak dalam
usahakan dalam penanaman bibit tidak terlalu dalam antara 3-5 cm, sehingga munculnya anakan lebih mudah. jika terlalu dalam anakan yang muncul sedikit karena perlu tenaga lebih besar untuk muncul kepermukaan tanah.

Dengan tiga tehnik diatas diharapkan muncul anakan lebih banyak antara 20=30 anakan per rumpun. selamat mencoba .

Tehnik Budidaya Padi Sistem SRI

SRI kependekan dari System of Rice Intensification suatu metoda baru yang dikembangkan dengan paradigma yang berbeda dengan sistem yang lama. Prinsip-prinsip budidaya sistem SRI ini diantaranya :

  1. Bibit berumur muda antar 10-12 hari setelah sebar ketika daun berjumlah dua, sedangkan kebiasaan petani menanam bibit umur 20-35 hss.
  2. Satu lubang satu tanaman dengan jarak tanam 35 x 35 atau 30 x30 atau lebih jarang lagi.
  3. Menggunakan air lebih sedikit.
  4. Penyiangan sejak umur 10 hari diulang 2-3 kali tergantung kondisi.

Keuntungan Metode SRI

  1. Menghasilkan anakan lebih dari 30 buah perbiji bibit, hal ini karena bibit yang digunakan adalah benih muda. Dengan menggunakan benih muda berarti masa vegetatif lebih panjang sehingga mampu menghasilkan anakan lebih banyak.
  2. Menghemat biaya pembelian bibit karena kebutuhan bibit hanya 5-10 kg/ha. sistem lama minimal dibutuhkan 40 kg benih/ha.
  3. Produksi meningkat antara 30-40%, hal ini terjadi karena hampir semua anakan padi mengeluarkan bulir yang sama anyak dengan induknya (anakan menghasilkan semua).
  4. Tidak memerlukan lahan pembibitan yang luas, sehingga mengurangi biaya persemaian dan pecabutan benih (pindah tanam). Pembibitan bisa dilakukan dihalaman rumah/nampan-nampan.